NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Kepo

Riri buru-buru datang ke UKS ketika sekretaris kelas bilang kalau Lylac pingsan.

Cewek itu duduk di kursi samping ranjang UKS, wajahnya menunjukkan rasa khawatir yang wajar. "Lylac, kamu tidak apa-apa? Kok bisa pingsan?" tanya Riri.

Lylac menghela napas pendek, lalu menyesap teh hangatnya sedikit yang dibuatkan oleh Bu Hani tadi.

"Aku cuma pusing, Ri. Enggak apa-apa."

Mika meluncur turun dari langit-langit UKS, lalu nangkring di atas meja nakas dengan heboh. "Riri! Kamu harus tahu, tadi si Lylac digendong sama Evan! Romantis banget! Harusnya kamu ada di sana buat videoin!" cerocos Mika panjang lebar, lalu menghela napas mengingat batasan dua dunia mereka. "Ah, percuma aku ngomong sama Riri, dia kan tidak bisa lihat atau dengar aku kayak pas di kelas waktu itu."

Mata Riri tetap lurus menatap Lylac, mengabaikan udara kosong tempat Mika berada. Dengan gerakan santai, Riri merapikan letak selimut Lylac yang agak miring.

Lylac meletakkan gelas tehnya ke atas meja nakas. Dia menghargai perhatian Riri yang tidak berlebihan dan selalu tahu apa yang membuatnya tidak nyaman. "Iya, badanku tiba-kira lemas sekali tadi."

"Anak-anak kelas sebelah heboh bilang kamu pingsan lalu digendong Evan di koridor," ujar Riri pelan, suaranya terdengar kasual. Dia menatap mata Lylac dengan tenang. "Aku tahu kamu paling tidak suka jadi pusat perhatian. Makanya begitu mendengar kabar itu, aku langsung ke sini."

"Evan?" Lylac tidak menduga ada nama cowok itu dalam kejadian pingsannya. "Aku juga tidak menyangka akan sampai merepotkan dia."

Mika yang mendengar itu tersenyum lebar sambil menumpu dagunya di atas meja. "Merepotkan gimana, orang si Evannya aja yang langsung sat-set nolongin kamu."

Riri kemudian menegakkan posisi duduknya, beralih ke hal yang menurutnya perlu diwaspadai. "Masalah utamanya sekarang, gosip kamu digendong Evan sudah menyebar. Itu bisa jadi pemicu kamu di buru geng Populer."

"Geng populer? Siapa?"

"Angel."

Lylac bukan tidak tahu tapi ia merasa aneh.

"Apa hubungannya?"

"Kamu tahu sendiri kan, Angel selalu sensitif kalau menyangkut Evan?" kata Riri yang sudah hapal sifat cewek itu. Baginya, Angel adalah tipe orang yang akan melakukan apa pun untuk menjaga statusnya. Riri tidak ingin Lylac menjadi target pelampiasan hanya karena sebuah ketidaksengajaan.

"Evan itu pacarnya Angel?"

"Aku tidak tahu, tapi anak-anak bilang iya."

"Aku tidak mengerti." Lylac menggelengkan kepala.

"Pokoknya dengerin aku. Sebaiknya kamu lebih waspada saja di sekolah setelah ini," pesan Riri yang geregetan dengan sikap abai Lylac.

Lylac akhirnya hanya mengangguk pelan, wajahnya kembali datar. "Iya, aku paham." Bagi Lylac tidak peduli adalah kunci tidak punya masalah.

Begitu suasana kembali sepi, Mika langsung meluncur turun dari atas meja nakas dan berkacak pinggang di depan wajah Lylac. "Duh, Lylac! Kamu ini beneran kelewat lempeng atau gimana, sih? Si Angel itu kan ratunya sekolah, senggol bacok kalau ada cewek yang berani dekat-dekat sama Evan! Harusnya kamu itu dengerin Riri!"

Lylac menghela napas panjang, menyingkirkan wajah transparan Mika dengan lambaian tangannya di udara. "Mika, diamlah. Kepalaku tambah pusing mendengarmu mengoceh."

Mika mendengus pelan, lalu kembali melayang santai sambil menumpu dagunya di udara. "Aku kan cuma mengingatkan. Lagian seru juga sih kalau kamu dikejar geng populer. Hidup kamu yang datar ini jadi ada dramanya sedikit. Pokoknya kalau nanti Angel macam-macam, panggil aku ya! Biar aku hantui dia sampai menangis!"

Lylac tidak berniat membalas lagi. Ia kembali memejamkan mata, mengabaikan hantu perempuan di dekatnya yang masih sibuk tertawa sendirian.

...****************...

Suasana kantin siang itu sangat riuh, penuh dengan kepulan asap bakso dan candaan anak-anak sekolah.

Di meja pojok favorit anak-anak basket, Evan duduk bersama Jay, Nuno, dan Niki. Pergelangan tangan Evan yang agak ngilu akibat menggendong Lylac tadi sudah ditempeli koyo kecil yang tersembunyi di balik jam tangan hitamnya.

"Hei, kalian lagi bahas game baru ya?"

Sebuah suara lembut memotong obrolan mereka. Angel berdiri di dekat meja dengan senyum anggunnya yang biasa, membawa sekotak susu stroberi.

Bagi seisi kantin yang diam-diam memperhatikan, pemandangan itu memperkuat rumor yang beredar: Angel adalah ceweknya Evan. Status Angel di sekolah seolah menjadi sangat spesial karena Evan—cowok yang terkenal paling mahal dan tidak tersentuh—selalu membiarkan gadis itu duduk di dekatnya tanpa penolakan.

Namun di kepala Evan, segalanya terasa biasa saja. Tidak ada yang spesial. Evan membiarkan Angel sedekat ini hanya karena mereka sudah berteman sejak kecil. Bagi Evan, memperlakukan Angel layaknya teman lama yang sudah tahu luar dalam adalah hal yang wajar, bukan karena ada perasaan lebih.

"Eh, Angel. Sini duduk," sahut Jay ramah, langsung menggeser mangkuk siomaynya.

Angel tersenyum manis. Tanpa ragu, Angel menarik kursi dan duduk tepat di sebelah Evan. lalu melirik Evan yang sedang sibuk mengaduk es jeruknya dengan wajah datar.

Dengan nada bicara yang sengaja dibuat sesantai mungkin ala teman masa kecil, Angel mulai memancing informasi.

"Evan, tadi ramai banget ya pas upacara dibubarkan. Katanya ada anak kelas sebelah yang pingsan sampai harus digendong ke UKS?" tanya Angel sambil meminum susunya, pura-pura hanya sekadar penasaran dengan gosip harian sekolah.

"Kenapa?"

"Kamu yang menolongnya, ya?"

"Oh, itu." Evan merespon dengan datar.

"Si Gadis Hantu itu, ya Angel. Si Evan tumben-tumbenan baik hati mau jadi pahlawan kesiangan."

"Jadi benar ya, kamu yang bantu dia?"

Evan tidak langsung menjawab. Dia meminum es jeruknya, lalu menatap Angel dengan pandangan tenang dan cool-nya yang sulit ditebak. "Aku cuma menolongnya daripada dia tergeletak di lantai koridor. Biasa aja," jawab Evan simpel, singkat, dan tanpa ekspresi berlebihan. "Aku tanya kenapa kamu tanya?"

"Enggak apa-apa, sih. Hanya heran aja."

"Kenapa menolong orang jadi bikin heran? Kamu enggak pernah nolong orang, Angel?" tegur Niki mengejutkan. Angel kaget. Nuno langsung melirik sekilas.

Evan tersenyum. "Kamu benar, Nik." Alis Niki naik mendapat dukungan dari Evan.

Angel tersenyum manis yang dipaksakan. "Oh, kirain Evan dan dia saling kenal. Soalnya jarang-jarang kan kamu mau repot-repot."

Di luar, Angel tampak lega dan tetap bersikap ramah layaknya teman biasa di depan geng basket. Namun di dalam hatinya, Angel mencatat satu hal, jawaban Evan yang terlalu datar justru membuat instingnya curiga kalau cowok itu sedang menyembunyikan sesuatu tentang si Gadis Hantu.

Angel tertawa kecil, mencoba mencairkan atmosfer. "Iya, aku mengerti kok. Aku kan cuma bertanya karena tadi di koridor suasananya heboh sekali. Maaf ya kalau pertanyaanku terkesan menginterogasi." Ia mencoba memoles wajahnya kembali menjadi gadis yang manis dan pengertian.

Evan tidak menolak, tidak juga mengiyakan. Dia hanya melirik jam tangannya. "Bel masuk kurang lima menit lagi," ujar Evan sambil berdiri. "Ayo, kembali ke kelas."

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!