Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
Cahaya keemasan yang membubung ke langit malam itu hanya bertahan selama beberapa detik sebelum akhirnya meredup dan lenyap, diserap kembali ke dalam tubuh Lin Tian. Namun, efek yang ditinggalkannya di dalam gubuk kecil itu jauh dari kata selesai.
Lin Tian jatuh berlutut. Keringat dingin mengucur deras membasahi seluruh pakaiannya yang koyak. Di dalam tubuhnya, rasa sakit yang luar biasa menjalar bagaikan jutaan semut api yang membakar pembuluh darahnya.
"AARRRGGH!"
Lin Tian mengerang, mencengkeram dadanya.
Di dalam Dantiannya yang semula kering dan retak, sebuah pusaran energi berwarna hitam-emas tiba-tiba muncul. Pusaran itu berputar dengan kecepatan gila, menciptakan daya hisap yang luar biasa.
Wuuushhhhhh..
Energi spiritual (Qi) di sekitar Desa Angin Sepoi—yang biasanya menolak masuk ke tubuh Lin Tian—kini dipaksa tertarik secara brutal. Namun, begitu Qi fana dari Benua Azure itu menyentuh kulit Lin Tian, energi tersebut langsung disaring dengan sangat ketat. Ampas spiritual yang kotor langsung dibakar habis, meninggalkan esensi Qi yang paling murni untuk menempa tulang dan ototnya.
"TAHAN, Tian'er!
"Jangan biarkan kesadaranmu runtuh!" suara Lin Xiao menggelegar, bergema langsung di dalam pikiran Lin Tian.
Lin Xiao melangkah maju. Dia mengangkat tangan kanannya, dan dalam sekejap, aura pemabuknya benar-benar lenyap. Jari-jarinya bergerak secepat kilat, mengetuk sembilan titik nadi utama di punggung dan dada Lin Tian. Setiap ketukan melepaskan sepercik energi murni berwarna perak untuk menstabilkan pusaran energi yang mengamuk di tubuh anaknya.
"Fisik Suci Yang Terbalik adalah berkah sekaligus kutukan," gumam Lin Xiao, matanya menatap tajam pada garis-garis emas yang mulai muncul di bawah kulit Lin Tian.
"Jika di Domain Atas, tubuh ini membutuhkan sumber daya tingkat dewa hanya untuk memulai. Di sub-domain miskin energi seperti ini, kamu harus memeras setiap tetes esensi dari batu roh tingkat tinggi. Beruntung, Ayahmu masih menyisakan sedikit modal untukmu."
Lin Xiao mengambil batu hitam berbentuk aneh dari kotak kayu tadi. Itu bukan batu biasa, melainkan Batu Roh Esensi Murni dari Domain Atas. Di Benua Azure, batu seperti ini bahkan tidak ada dalam catatan sejarah.
KRETEK!
Lin Xiao meremukkan batu itu dengan tangan kosong. Seketika, kabut spiritual berwarna ungu pekat yang sangat padat keluar dan langsung membungkus tubuh Lin Tian.
Begitu merasakan energi tingkat tinggi ini, tubuh Lin Tian yang awalnya menolak Qi fana langsung bereaksi gembira. Pusaran di Dantiannya melahap kabut ungu tersebut dengan rakus.
BOOOM!
Sebuah gelombang energi tak kasatmata meledak dari tubuh Lin Tian, menghempaskan debu dan barang-barang di dalam gubuk.
Ranah Pengumpulan Qi... Level 1!
Level 2!
Level 3!
Kultivasi Lin Tian melonjak seperti kuda liar yang lepas dari kekang. Dalam hitungan menit, dia melewati tiga level yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi anak-anak di desa untuk mencapainya. Dan lonjakan itu baru berhenti setelah menyentuh Puncak Level 3 Pengumpulan Qi.
Bersamaan dengan itu, lapisan cairan hitam berbau busuk keluar dari pori-pori kulit Lin Tian—itu adalah kotoran dan racun fana yang selama lima belas tahun ini menyumbat tubuhnya. Proses pembersihan sumsum tulang (Marrow Cleansing) telah selesai.
Lin Tian membuka matanya. Sepasang manik matanya kini berkilat dengan cahaya keemasan yang samar sebelum kembali normal. Dia menarik napas dalam-dalam, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, dia merasa dunianya menjadi begitu jernih. Dia bisa mendengar kepakan sayap nyamuk di sudut ruangan, dan bisa merasakan aliran energi hangat yang mengalir lancar di dalam meridiannya.
"Aku... aku bisa berkultivasi?"
Lin Tian melihat kedua tangannya yang kini tampak lebih bersih dan berisi. Rasa lemas yang selama ini membebani tubuhnya telah sirna, digantikan oleh kekuatan murni yang meluap-luap.
"Ini baru permulaan, Fan'er" ucap Lin Xiao,
suaranya kembali terdengar agak lelah. Aura kaisar yang tadi memancar perlahan meredup, dan dia kembali tampak seperti pria paruh baya yang ringkih. Menembus segel tadi rupanya menguras sisa-sisa energi jiwanya yang terluka.
Lin Tian segera bersujud di depan ayahnya, kepalanya menyentuh lantai kayu.
"Terima kasih, Ayah!"
Anak ini tidak akan mengecewakan pengorbanan Ayah!"
Lin Xiao tersenyum tipis, lalu duduk kembali di ranjang jeraminya. Dia mengambil botol araknya, namun tidak meminumnya.
"Cincin perunggu di jarimu di sebut Cincin Ruang Angkasa Roh Abadi."
"Di dalamnya ada teknik kultivasi warisan klan kita, Sutra Sembilan Transformasi Langit. Mulai besok, latih teknik itu dalam diam. Jangan pernah memperlihatkan kekuatan sejatimu di depan orang-orang desa."
"Meskipun di desa kecil ini tidak ada kultivator kuat, fluktuasi energi yang terlalu mencolok bisa menarik perhatian mata-mata dari sekte besar di Benua Azure, atau bahkan... musuh masa lalu Ayah dari Domain Atas."
Lin Tian mengangguk dengan serius. Dia tahu betul konsep 'pohon yang tinggi akan tumbang oleh angin'. Di dunia yang kejam ini, menyembunyikan kartu AS adalah cara terbaik untuk bertahan hidup.
"Satu hal lagi," lanjut Lin Xiao,
matanya menyipit. "Ledakan cahaya tadi... meskipun Ayah sudah mencoba mengisolasinya dengan formasi mini, fluktuasi energinya pasti sempat bocor ke luar gubuk. Besok, kemungkinan besar akan ada orang yang datang menyelidiki."
Baru saja Lin Xiao menyelesaikan kalimatnya, dari arah luar gubuk—di kejauhan jalan desa—terdengar suara langkah kaki beberapa orang yang berjalan tergesa-gesa, diiringi suara teriakan yang kasar.
"Hei! Pemabuk Lin!"
"Keluar kau!"
"Aku melihat ada cahaya aneh jatuh di sekitar gubuk rongsokanmu ini!"
Lin Tian mengenali suara itu. Itu adalah suara Gu Chen, putra dari kepala desa Desa Angin Sepoi, seorang jenius lokal berusia tujuh belas tahun yang terkenal angkuh karena sudah mencapai Level 4 Pengumpulan Qi.
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉