NovelToon NovelToon
Kembar Jenius Milik Bos Arogan

Kembar Jenius Milik Bos Arogan

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:94.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Asila Angelica, merutuki kebodohannya setelah berurusan dengan pemuda asing yang ditemuinya malam itu. Siapa sangka, niatnya ingin menolong malah membuatnya terjebak dalam cinta satu malam hingga membuatnya mengandung bayi kembar.

Akankah Asila mencari pemuda itu dan meminta pertanggungjawabannya? Atau sebaliknya, dia putuskan untuk merawat bayinya secara diam-diam tanpa status?

Penasaran dengan kisahnya? Yuk, simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Kau Bakal Menyukainya

"Asila, berhubung Papa dan Abangmu sibuk, kamu Papa perintahkan untuk datang ke perusahaan Pratama Grup. Di sana kamu temui direktur utamanya dan minta persetujuan atas perpanjangan kerjasama."

"Hah? Kenapa harus aku Pa? Bukannya Papa punya asisten yang bisa Papa mintai pertolongan? Aku mana paham dengan bisnis? Kalau ditanya yang macam-macam aku harus jawab apa? Bukannya aku menolak dan nggak mau bantu Papa, tapi kurasa ini bukanlah pilihan yang tepat. Selama ini aku nggak pernah berkecimpung dalam dunia bisnis. Ayolah Papa, cari orang lain saja, jangan aku ya?"

Wijaya menarik nafas dalam-dalam. Sebenarnya ia hanya ingin Asila datang ke Pratama grup agar dia bisa mengenal lebih dekat calon suaminya. Ya, dia sudah dijodohkan tanpa sepengetahuannya. Tak ingin tergesa-gesa memberitahunya ia pun memiliki cara bermaksud untuk mengenalkan mereka dengan cara yang berbeda.

"Asila, apa kamu jauh lebih senang menjadi penjual kue keliling dibandingkan bekerja di kantor sendiri? Kalau nggak bisa ya harus belajar. Kamu pikir orang-orang di Pratama grup bakalan ngeremehin kamu? Kalau tahu kamu anak Papa mereka nggak bakalan berani meremehkanmu. Biasanya Papa dan Abangmu yang bertindak sendiri, tapi berhubung kami sibuk dengan pekerjaan lain kami meminta bantuanmu. Kami nggak begitu percaya pada orang lain, apa salahnya jika Papa memilihmu!"

Asila menggigit bibirnya gelisah. Ia benar-benar nervous berhadapan dengan orang-orang yang tak dikenalnya. Bahkan selama ini ia tak pernah mengenali siapapun yang terlibat kerjasama dengan orang tuanya.

"Yaudah deh aku pergi! Tapi pastikan kalau aku nggak akan ditanya yang macam-macam. Tujuanku ke sana cuma minta tanda tangan, nggak lebih!"

"Iya-iya! Kamu tenang saja. Nanti Papa akan menghubungi pihak Pratama Grup biar mereka tahu bahwa kamu suruhan Papa."

***

Setibanya di perusahaan Pratama Grup, Asila menuju HRD. Dia meminta izin pada petugas untuk diantarkan ke tempat direktur utama seperti yang disarankan oleh Ayahnya.

"Permisi, ada yang bisa kami bantu nona?"

"Em... Iya, saya dari perusahaan Wijaya Grup, saya diminta untuk menemui direktur utama di sini. Bisakah saya menemuinya?"

Asila berharap direktur utama perusahaan Pratama tidaklah arogan. Banyak yang ia temui di novel-novel, kebanyakan CEO memiliki karakter yang dingin dan juga arogan. Ia berharap di dunia nyata CEO tak seburuk dunia halunya.

"Apakah nona sudah memiliki izin dengan pak direktur? Direktur memiliki peraturan sendiri, siapapun yang ingin bertemu dengannya wajib memiliki undangan atau bahkan sudah janji sebelumnya. Kalau tidak memiliki undangan atau perjanjian sebelumnya kami tidak bisa membantu."

Em... Kalau saya nggak memiliki undangan dan tidak memiliki janji dengan Pak Direktur. Tapi menurut Ayah saya, pak direktur bakalan mengerti maksud kedatangan saya di sini. Saya mohon mbak, izinkan saya bertemu dengan beliau."

"Maaf nona, saya tidak bisa melanggar peraturan perusahaan. Kalau saya melanggar yang ada saya bakalan mendapatkan hukuman, mungkin bisa jadi saya akan dipecat. Kalau anda memang ingin bertemu dengan beliau sebaiknya buat janji dulu. Tolong jangan ganggu kami!"

"Tapi mbak~~

"Satpam! Bawa dia keluar!"

Dua satpam penjaga langsung datang untuk menjalankan tugas. Dia menarik tangan Asila dan berusaha untuk menyeretnya keluar.

Di situ Asila memberontak. Kehadirannya tidak dihargai bahkan harga dirinya direndahkan. Ia berusaha keras melawan dua satpam itu namun sayang kekuatannya terbatas.

"Lepaskan saya! Tolong lepaskan saya!"

"Maaf nona! Kami hanya menjalankan tugas! Tolong jangan mempersulit kerjaan kami!"

Su waktu yang bersamaan, datanglah seorang berbadan tinggi jangkung. Pria matang itu langsung menghentikan tindakan mereka yang sudah merusak nama baik perusahaan.

"Berhenti! Lepaskan dia!"

Dua satpam itu berhenti dan melepaskan Asila. Mereka langsung meminta maaf atas tindakannya yang sudah membuat kegaduhan di kantor.

"Apa yang sudah kalian lakukan terhadapnya?"

"Maaf Pak, kami hanya menjalankan tugas," jawab dua satpam tersebut.

"Menjalankan tugas? Jadi seperti ini cara bekerja kalian di sini? Memalukan! Sekali lagi kalian buat ulah, habis kalian!"

Pria itu langsung mengajak Asila berbasa-basi dan meminta maaf atas kejadian yang menimpanya. Di situ Asila mendadak kehilangan respect dan berniat untuk pergi.

"Nona, kalau boleh tahu apa tujuan anda datang kemari?"

"Sebenarnya kedatangan saya baik, tapi berhubung kalian merendahkan harga diri saya sebaiknya saya pergi saja. Perusahaan ini tidak mencerminkan etika. Jujur, saya kecewa dengan sikap pegawainya, sangat sombong dan tak terdidik. Atau jangan-jangan~~

"Jangan-jangan apa nona?" Pria berbadan jangkung itu masih berusaha sesabar mungkin menghadapinya. Dia tak ingin mengulang kesalahan yang serupa seperti yang dilakukan oleh pegawainya.

"Jangan-jangan atasannya juga sombong dan tak beretika."

Ekhem....

Deheman yang lumayan keras membuat dua anak manusia itu terkejut. Mereka refleks menoleh ke arah asal suara.

"Aduh! Gimana ini?" Pria yang terkenal bernama Dirga itu merutuki dirinya. Bukannya ia melakukan kesalahan, tapi ia yakin bakalan terkena masalah atas ucapan wanita yang bersamanya itu.

"Apakah aku terlihat begitu kejam?"

"Ah...,bu—bukan begitu Pak, anda sudah salah paham." Dirga terbata-bata menjawabnya. Sebagai asisten terpercaya baru kali ini ia mendapatkan masalah yang tak main-main. Wanita asing itu telah melibatkannya ke dalam masalah.

Tatapan pria itu beralih pada Asila. Mereka sama-sama terkejut ketika dua pasang mata saling pandang.

"Kamu?"

"Kok kamu ada di sini?" tanya Asila dengan memasang wajah dinginnya.

"Seharusnya akulah yang bertanya padamu. Ada urusan apa kamu datang kemari? Mau minta sumbangan atau ~~

Asila melotot dengan mengangkat jari telunjuknya tepat di muka pria itu.

"Jaga bicaramu! Kau pikir aku ini pengemis yang datang untuk minta-minta? Aku datang ke sini untuk bertemu dengan direktur utama. Tolong kasih tahu dia aku ingin bertemu dengannya, penting!"

Dirga melebarkan tatapannya. Rupanya wanita itu belum tahu siapa direktur yang dimaksudnya, padahal saat ini mereka sedang berhadap-hadapan.

"Nona, orang yang anda tuju itu~~

"Diam!" Pria itu mendelik menegurnya. Dia juga memintanya untuk segera pergi meninggalkannya.

"Cepat selesaikan pekerjaanmu, setengah jam lagi kita rapat."

"Ba—baik Pak, kalau begitu saya permisi."

Dirga langsung meninggalkan mereka berdua. Di situ Asila masih memasang wajah jengkel dan berniat untuk segera pergi.

"Ada urusan apa kau ingin menemui direktur utama di sini?"

"Itu bukan urusanmu! Cepat kasih tahu dia. Aku ada kepentingan dengannya!"

Pria itu tersenyum smirk. Begitu bodohnya wanita itu hingga tak menyadari bahwa dirinyalah yang tengah dia cari.

"Oke baiklah, aku antar kamu ke ruangannya."

Asila memicingkan matanya. "Memangnya kau itu siapa? Kau punya jabatan apa di kantor ini?"

Rasa dongkol itu masih ada. Tak disangka-sangka, takdir telah mempertemukannya kembali dengan pria yang sudah mengambil kehormatannya. Ingin menghindar, tapi ia benar-benar butuh bantuannya.

"Aku hanya pegawai rendahan di sini, tapi aku yakin kau bakalan menyukainya."

1
Puspa Sella
CEO nikah mahar nya 250000 jt
Eemlaspanohan Ohan
aku mampir
Omah Tien
crt nya terlalu berlebihan anak nya dilan kurang sk terlalu ky apa gt ms dr kcl ms sm begal nya
Lisa Halik
happy ending juga thor,makasih...semoga cepat sembuh yaa thor...bonus chapter thr🤭
Lisa Halik
🤭🤭🤭sempat2 lagi edgar
Lisa Halik
😄😄😄jumpa naruto
Omah Tien: mama nya sombong anak jg sm ky kurang hormat sm iràng tua
total 1 replies
Lisa Halik
rasakan rama risma
Lisa Halik
aiii sombongnya kau rama,edgar itu bos mu
Lisa Halik
geram sama asila..bodoh
Lisa Halik
yang sabar edgar...padahal yang salah asil
Lisa Halik
nah salahnya asila..suka berbohong..anak pun kefikiran bahawa daddy sudah mati
Lisa Halik
bodoh sangat asila ..huhuhu
Lisa Halik
nah ini yang di tunggu2...bagus edgar...asila bodoh
Lisa Halik
asila bodoh
Puspa Sella: asila asli wanita terbodoh orang tua kaya tapi otaknya gak d gunakan
total 2 replies
Lisa Halik
nasib edgar pinter yaa walau pun tanpa izin dari asila
Lisa Halik
kasih tau saja asila itu anaknya edgar
Lisa Halik
edgar asila itu belum nikah
Lisa Halik
takkan edgar atau pun pak wijaya ada kemiripan sama dylan/sheila
Lisa Halik
anakmu edgar
Lisa Halik
kenapa asila tak berterus terang saja,bodohnya asila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!