NovelToon NovelToon
GUNA-GUNA *Based On True Story*

GUNA-GUNA *Based On True Story*

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: MasYB

Amira hanyalah perempuan biasa dari kampung kecil.

Istri sederhana. Ibu dari dua anak. Hidup menumpang di rumah orang tua, bertahan bersama suami yang bekerja serabutan, sambil diam-diam memendam satu mimpi kecil:

punya rumah sendiri.

Namun kemiskinan perlahan mengikis segalanya.

Harga diri. Ketenangan. Bahkan kebahagiaan rumah tangga.

Sampai akhirnya sebuah tawaran dari Jakarta datang.

Pekerjaan ringan. Gaji besar. Dan harapan baru bagi keluarganya.

Amira pun merantau ke sebuah ruko tua di ujung gang sempit Jakarta, tempat para perempuan malam tinggal dan bekerja.

Awalnya semua biasa saja, amira dengan rutinitas minyapu, mengepel dan pekerjaan domestik lainnya. sampai suatu ketika, amira menjadi saksi kunci dari sebuah tragedi pembunuhan di ruko lantai 3. dan sejak saat itulah semuanya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MasYB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reuni Sore : Penampakan Makhluk Hitam

Ada kalanya sebuah penyakit bukan datang karena tubuh yang lemah, melainkan karena ada sesuatu yang terus memakan kehidupan dari dalam. Dan ketika mata batin akhirnya terbuka, yang terlihat bukan sekadar penyebab penderitaan... melainkan wajah maut yang selama ini bersembunyi di balik bayang-bayang..😔

Sore itu langit dusun tampak berbeda.

Lembayung merah membentang panjang di ufuk barat, membuat suasana kampung terasa muram dan ganjil. Burung-burung yang biasanya ramai berkicau menjelang petang justru pulang lebih cepat ke sarangnya. Bahkan suara anak-anak yang bermain di jalanan pun terdengar jauh lebih sedikit dari biasanya.

Aku duduk lemah di kursi kayu depan rumah.

Tubuhku semakin ringan.

Terlalu ringan.

Seolah daging dan darahku perlahan menghilang sedikit demi sedikit setiap harinya.

Mas Anto baru saja masuk ke dapur untuk membuatkan teh hangat ketika seseorang berhenti di depan pagar rumah.

"Amira?"

Aku mendongak.

"Lukman?"

Sahabat masa kecilku itu berdiri mematung di depan halaman.

Awalnya dia tersenyum.

Namun senyum itu perlahan menghilang.

Matanya membesar.

Wajahnya mendadak pucat.

Bahkan karung rumput yang dipikulnya jatuh begitu saja ke tanah.

DEG!

Jantungku ikut berdebar.

Ada sesuatu yang aneh pada ekspresinya.

Lukman tidak sedang melihat wajahku.

Dia sedang melihat sesuatu yang berada tepat di belakangku.

Atau...

tepat di atas kepalaku.

Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

Tubuhnya bergetar hebat.

Aku menoleh ke belakang.

Tidak ada apa-apa.

Hanya dinding rumah.

Namun ketika kembali menatap Lukman, aku melihat sepasang matanya mulai memerah seperti menahan ketakutan luar biasa.

"Ya Allah..."

Suara itu lolos pelan dari bibirnya.

"Luk... ada apa?"

Tak ada jawaban.

Lukman justru mundur selangkah.

Lalu dua langkah.

Kemudian berbalik dan berlari sekencang mungkin meninggalkan halaman rumahku.

Aku hanya terdiam kebingungan.

Tak mengerti apa yang baru saja terjadi.

Di sisi lain dusun.

Lukman menerobos halaman rumahnya sendiri dengan napas terengah-engah.

"Mak!"

BRAK!

Pintu rumah dibuka kasar.

"Mak! Simbok!"

Seorang perempuan tua berkebaya lurik yang sedang menyapu halaman menoleh perlahan.

Dialah Mbok Diyah.

Wanita yang selama puluhan tahun dikenal warga sebagai orang yang memiliki kemampuan kebatinan warisan leluhur.

Belum sempat Mbok Diyah bertanya, Lukman sudah lebih dulu berbicara.

"Mak... aku lihat sesuatu di rumah Amira."

Mbok Diyah mengangkat kepala.

Sorot matanya berubah tajam.

"Apa yang kamu lihat?"

Lukman menelan ludah.

"Saya lihat makhluk besar, Mak..."

"Sangat besar."

"Duduk di atas tubuh Amira."

"Saya belum pernah lihat makhluk sekelam itu sebelumnya."

Seketika wajah Mbok Diyah berubah serius.

Untuk pertama kalinya sejak percakapan itu dimulai, sapu di tangannya terlepas dan jatuh ke tanah.

"Matanya merah?"

Lukman mengangguk.

"Bertanduk?"

Lukman kembali mengangguk.

Mbok Diyah menutup mata beberapa saat.

Wajahnya terlihat semakin muram.

"Astaghfirullah..."

Lukman merasakan tengkuknya meremang.

Sepanjang hidupnya, sangat jarang melihat ibunya bereaksi seperti itu.

"Mak... sebenarnya itu apa?"

Mbok Diyah membuka mata perlahan.

"Kalau firasat Simbok tidak salah..."

"Itu bukan penghuni dusun ini."

"Bukan pula makhluk yang berasal dari tanah sini."

Suara wanita tua itu terdengar berat.

"Itu kiriman."

Tak sampai lima belas menit kemudian.

Mbok Diyah dan Lukman sudah tiba di rumahku.

Namun mereka terlambat beberapa saat.

Karena tepat ketika aku mencoba berdiri dari kursi untuk masuk ke dalam rumah...

DUUUK!

Sebuah tekanan luar biasa menghantam punggungku.

Rasanya seperti didorong seseorang yang sangat kuat.

Tubuhku terpelanting ke depan.

Kepalaku membentur lantai dapur.

Pandanganku langsung gelap.

"AMIRAAA!"

Teriakan Mas Anto menggema memenuhi rumah.

Saat itulah Mbok Diyah melangkah masuk.

Beliau berhenti tepat di ambang pintu.

Matanya terpejam.

Bibirnya komat-kamit membaca sesuatu.

Lalu perlahan...

mata wanita tua itu terbuka.

Dan untuk pertama kalinya...

dia melihat sosok yang selama ini bersembunyi.

Di atas tubuhku yang terkapar.

Duduk seekor makhluk hitam raksasa bertanduk.

Matanya merah menyala.

Taringnya panjang.

Dan senyumnya...

sangat mengerikan.

Makhluk itu balas menatap Mbok Diyah.

Tidak takut.

Tidak mundur.

Seolah sengaja menunjukkan bahwa dirinya tidak menganggap wanita tua itu sebagai ancaman.

Beberapa detik mereka saling menatap.

Sunyi.

Mencekam.

Lalu Mbok Diyah menarik napas panjang.

"Anto."

Suara wanita tua itu terdengar rendah.

Namun tegas.

"Sekarang juga bawa Amira masuk ke kamar."

Mas Anto menoleh bingung.

"Maksudnya, Mbok?"

Mbok Diyah tidak menjawab.

Tatapannya masih terkunci pada makhluk hitam tersebut.

"Yang menggerogoti istrimu selama ini..."

"...bukan penyakit."

Tubuh Mas Anto langsung membeku.

Sementara Lukman merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri.

Karena untuk pertama kalinya sejak semua teror ini dimulai...

akhirnya ada seseorang yang berani menyebut nama musuh yang sesungguhnya.

Dan malam itu...

pertempuran yang sebenarnya baru saja akan dimulai.

(Bersambung)

1
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
MasYB: nantikan update terbarunya ya kak..🙏😊
total 1 replies
puspusmeowliet
keren banget 👍
MasYB: terimakasih supportnya kaka🙏
total 1 replies
SiOmpong
Marni.... biasanya yg namanya Marni...
MasYB: biasanya kenapa Marni kakak..? 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!