NovelToon NovelToon
Terikat Takdir

Terikat Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Menikahi tentara / Perjodohan
Popularitas:148.3k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.

Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.

Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.

Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.

Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.

Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Undangan Kawan Lama

Setengah jam kemudian, keduanya telah selesai mandi dan berganti baju. Benar-benar segar usai bermandi pe_luh yang sungguh melenakan.

"Kamu keluar dulu. Aku mau periksa ponsel takut ada pesan penting," titah Prabu.

"Ya sudah, aku tunggu di meja makan ya Mas."

"Hem,"

"Jangan lama-lama,"

"Siap laksanakan, Bu komandan."

"Kalau lama, nanti aku hukum!" ancam Alea seraya terkekeh sendiri. Ia hanya bercanda.

Prabu pun paham. Ia memberikan senyumnya pada Alea.

"Komandan siap dihukum," balas Prabu setengah meledek. "Dihukum yang enak-enak di atas kasur," sambungnya.

Alea memutar bola matanya jengah melihat perubahan sikap Prabu yang semakin me_sum padanya. Ia semakin percaya jika Prabu memang mengalami puber kedua.

Derit pintu dibuka, lalu ditutup kembali oleh Alea. Setelah Alea pergi meninggalkan kamar, jari-jemari Prabu membuka pesan singkat yang masuk ke W A ponselnya.

Prabu mengernyitkan dahinya kala kedua netranya menangkap pesan masuk dari salah satu sahabatnya yang boleh dibilang jarang berkomunikasi. Walaupun sesekali keduanya masih bertemu tanpa sengaja di sebuah acara.

📥 Satya Nugroho

["Besok anak-anak bikin acara pesta kecil-kecilan di cafe tempat biasanya jam delapan malam. Jangan lupa kamu datang. Anak-anak pengin ucapin selamat sekalian ngasih kado pernikahanmu yang kedua,"]

Anak-anak yang dimaksud adalah teman-teman dekat semasa duduk dibangku SMA.

"Dari mana Satya tau aku menikah lagi?" batin Prabu setelah membaca pesan dari Satya.

Prabu memutuskan untuk langsung menghubungi Satya daripada harus berbalas pesan.

Tak butuh waktu lama, panggilan dari Prabu dengan cepat diangkat oleh Satya.

"Halo, Ndan. Apa kabar?" sapa Satya di ujung telepon.

"Hem, baik. Kamu sendiri?"

"Baik juga,"

"Perusahaan bokap Lu?" tanya Prabu yang tulus memberikan perhatian sebagai kawan lama dengan Satya.

"Masih mampu berdiri hingga detik ini. Ya, walaupun badai bisnis selalu ada."

"Alhamdulillah kalau begitu. Aku ikut senang,"

"Kamu udah baca pesanku kan?" tanya Satya.

"Hem,"

"Jangan lupa datang. Kamu tokoh utama acaranya besok,"

"Kamu tau dari mana aku menikah lagi?" tanya Prabu yang sedikit penasaran.

"Kamu pasti tau kalau dulu kita rekan sejawat walaupun beda satuan. Ada beberapa teman lama yang mengabarkan padaku kalau kamu nikah lagi," jawab Satya.

"Apa Lu udah gak anggap gue temen, jadi kabar bahagia begini gak kasih kabar?" cecarnya.

"Sorry, Sat. Sama sekali gak ada maksud begitu. Kalian semua tetap temanku termasuk kamu," ungkap Prabu.

"Sebelumnya bilang ke anak-anak, gak usah repot-repot. Aku juga gak sempat ngundang kalian karena pernikahanku kali ini memang buat keluarga saja dan sederhana tanpa pesta mewah. Jadi gak perlu juga kalian rayakan atau beri kado," lanjutnya.

"Ayolah, Ndan. Jangan kau tolak keinginan teman-teman. Mereka juga berniat baik sekaligus acara ini bisa jadi ajang silaturahmi kita yang lama tak berjumpa,"

"Aku tau niat baik kalian. Aku coba pikirkan. Nanti aku kabari lagi,"

"Oh, come on Prabu. Apa kamu sekarang ini udah gak menghargai pertemanan dengan kita semua?"

"Bukan begitu, Sat."

"Terus, kenapa kamu nolak?"

"Aku bukan nolak. Aku cuma mau pertimbangkan dulu,"

"Apa istrimu yang sekarang ini model perempuan posesif yang gak ngizinin suaminya pergi-pergi bertemu temannya?"

"Bukan seperti itu,"

"Lantas, apa sekarang kamu berubah jadi suami-suami yang takut istri?"

"Istriku gak pernah ngelarang aku berteman dengan siapapun. Aku sendiri yang saat ini membatasi pergaulan dan sedang fokus sama pekerjaan,"

"Apa itu alasan yang logis?" desak Satya. "Aku sangat mengenal Mayor Prabu Rasyid Wicaksono sudah lama. Bukan setahun-dua tahun kita berteman. Aku merasa kamu banyak berubah sekarang ini. Beda saat kamu dulu sama Kinan," sambungnya.

"Aku punya trauma," ucap Prabu secara tiba-tiba.

"Hah, trauma kenapa? Apa saat ini Lu lagi sakit keras?" cecar Satya terdengar cukup terkejut.

"Aku sehat. Hanya trauma masa lalu saja,"

"Cerita dong ke aku. Kita udah sahabatan lama. Berbagi kan gak melulu tentang bahagia. Berbagi susah atau duka juga boleh. Siapa tau aku bisa bantu solusinya,"

"Makasih sebelumnya, Sat. Tapi lupakan saja. Hanya kenangan buruk,"

"Jadi, gimana nih nasib kumpul sama anak-anak besok?"

"Nanti aku kabari lagi secepatnya,"

"Baiklah. Tapi please kali ini Lu wajib datang. Demi persahabatan baik kita semua,"

"Aku usahakan,"

"Oke,"

"Lu lagi di mana sekarang, Sat?" tanya Prabu yang mendengar suara cukup bising di telinganya.

"Biasa, lagi di pelabuhan. Ada barang yang datang,"

"Oh begitu. Pantas aku dengar cukup ramai sekali telingaku,"

"Ya, gue kan perintis Bro. Bukan pewaris kayak Lu yang tinggal duduk manis dan terima duit. Haha..." tawa Satya.

"Perintis atau pewaris sama saja. Yang penting halal,"

"Hem,"

Hening tercipta beberapa saat di antara mereka sebelum akhirnya Prabu kembali bersuara. Ada hal yang sejak tadi sedikit memenuhi pikiran Prabu.

"Siapa saja yang besok bakal datang?" tanya Prabu.

"Ya anak-anak. Priyo, Erik, Bara sama gue,"

"Mereka bawa pasangan?"

"Aku gak tau,"

"Apa cuma kalian berempat saja yang diundang acara itu selain aku?"

"Maksud Lu?"

Prabu menghela nafas beratnya sejenak.

"Apa kalian juga ngundang Kinan?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
MEGAWATI GOANIDJAJA
cepat sembuh Author 🙏
dyah EkaPratiwi
peluk Alea 🥹😭
lekas sembuh kak ohtor
Bunda Idza
semoga segera sehat kembali Thor....🤲💪
Lovita BM
GWS kak 😌
Patrick Khan
lanjut kak..q siap ngereog salto jungkir walik
Iccha Risa
wokey Teh ntar tlpn damkar... kalo ga bisa air keran juga boleh🤭
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘢𝘭𝘦𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳 𝘵𝘶𝘩🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sebenarnya kamu siapa Amelia 🤭
Maharani Rani
lanjuttttttt
Nena Anwar
duh gk sabar nunggu up selanjutnya 🤭
Nena Anwar
iri bilang boss 🤣
Aditya hp/ bunda Lia
pemadam ambil airnya darimana Thor cantik yang solehot susah nuju halodo tarik kieu 🤭
Ruwi Yah
siapkan mental buat part berikutnya
Teh Euis Tea
huhuhuhu di suruh nunggu lg buat tau jawaban siapa amelia? 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Ayuk Witanto
jadi dah Dig dug
Ayuk Witanto
kok takutnya yang di liat Alea dulu pak Hendra yah
Ayuk Witanto
sirik aja kau😒
Iccha Risa: ya tuh ga mampu sih kayak Bu komandan 🤭
total 1 replies
Sugiharti Rusli
padahal kan baru sadar, eh dulu saat Prabu menikahi Kinan, ayahnya masih segar-bugar kan yah,,,
Sugiharti Rusli
tapi kenapa si Prabu langsung menanyakan tentang makam si 'Amelia' yah ke ayahnya
Sugiharti Rusli
wah sepertinya akan terjadi huru-hara lokal yah dengan sadarnya pak Hendra dari komanya tuh,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!