NovelToon NovelToon
AKU DAN CEO

AKU DAN CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Tamat
Popularitas:248.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Fitrianingsih

Kisah cinta dua orang insan yaitu seorang pria irit bicara dan tampan/ sang pemilik perusahaan terbesar nomor satu dengan seorang sekertaris cantik yang memiliki sifat manja.
"Asisten Han, apakah kamu menemukan wanita yang ku cari selama ini?" Tanya Bian.
"Belum, Tuan Bian," Sahut Han.
"Yasudah, keluar lah. Satu lagi, selalu cari informasi tetang wanita itu sampai dapat," Kata Bian.
"Baik, Tuan," Sahut Bian.

Dukung ceritanya ya!
HAPPY READING...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Fitrianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terciduk

Sudah empat jam Zena mengerjakan berkas-berkas itu. Kini sudah waktunya jam istirahat.

"Zena, sudah waktunya jam makan siang. Keluarlah jika kamu ingin makan siang!" Ucap Bian.

"Iya, Pak. Sebentar lagi," Sahut Zena. Ia masih fokus dengan leptopnya.

"Hmm, baiklah. Kalau begitu, saya keluar duluan," Ucap Bian.

"Iya, Pak," Jawab Zena. Bian pun keluar dari ruangannya.

Sepuluh menit kemudian, Zena merasa mengantuk.

"Hoaaamm," Zena menguap.

"Lelah sekali. Mata ku sudah tidak tahan untuk terbuka," Gumam nya pada diri sendiri.

Karena matanya terasa sangat berat, Zena pun ketiduran di sofa. Ia tidur dengan posisi duduk dan bersandar.

'Ceklek'

Suara pintu terbuka.

"Kenapa malah tidur. Bukannya makan siang dulu," Gumam Bian pada diri sendiri. Bian melihat leptop yang masih menyala di atas meja, dan dua lembar berkas yang masih berada di pangkuan Zena.

"Anak ini pasti kecapean," Gumamnya lagi. Ia mengambil berkas itu dan meletakkannya di atas meja.

Bian membuka jas nya, lalu menyelimuti tubuh Zena menggunakan jas nya. Beberapa menit ia menatap wajah Zena yang sedikit Chubby, Terlukis lah senyuman di bibir Bian.

"Kalau lagi tidur, lucu juga," Batin Bian.

Bian pun berlalu pergi ke tempat duduknya yaitu kursi CEO. Lalu, Bian memesan makanan delivery di salah satu Cafe dekat kantornya. Beberapa menit, makanan itu datang. Bian pun menyuruh Satpam mengambilnya dan membawanya kedalam ruangannya. Setelah itu, Satpam pun pergi keluar ruangan Bian.

Tiga puluh menit kemudian, Zena pun terbangun.

"Eemmm," Zena menggeliat, menggerakkan tubuhnya. Lalu, mengerjabkan matanya. Rasa mengantuk masih menerpa dirinya.

"Eh, ini jas siapa," Ucap Zena. Ia belum sadar kalau ada Bian di ruangan itu.

"Astaga, kerjaan ku belum siap," Ucap nya seraya menepuk dahinya. Ia baru ingat kalau masih bekerja.

"Ekhem-ekhem," Bian ber dehem. Zena melihat ke arah suara.

"Eh, Pak Bian!!," Zena terkejut.

"Maaf, Pak. Saya ketiduran," Ucap Zena. Ia sedikit takut.

"Sudah, jangan dipikirkan," Sahut Bian.

"Sekarang, makan lah dulu!" Lanjutnya. Ia memberi satu nasi di dalam kotak kepada Zena.

"Saya tidak lapar, Pak. Bapak saja yang makan," Jawab Zena lembut.

'Kriuk kriuk'

Bunyi suara perut lapar.

"Astaga, perutku ini tidak bisa di ajak kompromi betul," Batin Zena.

"Makan lah, tidak usah malu," Ucap Bian.

"Heheh, baiklah Pak," Sahut Zena.

Zena sedikit malu, tetapi karena perut nya berbunyi, ia pun memakan makan siang yang di beri oleh Bian padanya.

"Bapak tidak makan?" Tanya Zena pada Bian.

"Aku sudah makan," Sahut Bian. Zena pun mengangguk paham.

Zena meneruskan acara makan siangnya hingga selesai. Setelah selesai makan, Zena pun mulai melanjutkan mengerjakan dua berkas yang masih tersisa.

"Untung tinggal dua berkas lagi," Gumam Zena seraya melihat dan memegang berkasnya.

Ia pun mengerjakan berkas itu. Satu jam kemudian Zena pun selesai.

"Akhirnya selesai juga," Ucap Zena seraya menghempaskan punggungnya di sandaran sofa.

"Ya, Tuhan. Ternyata bekerja itu tidaklah mudah," Gumam Zena seraya memejamkan matanya. Ia memijit pelipis nya yang terasa pusing.

Tanpa disadari oleh Zena, ada seseorang yang memperhatikannya. Orang itu tersenyum simpul melihat tingkah Zena.

"Dasar gadis lucu," Batin Bian. Lalu, ia melanjutkan melihat berkas yang harus di tanda tangani olehnya.

"Pak Bian, ini berkasnya sudah selesai," Ucap. Zena.

"Hmm," Sahut Bian.

"Bapak tidak mau mengeceknya?" Tanya Zena lagi.

"Ya," Jawab Bian dengan singkat. Zena pun mengantar leptop itu ke meja Bian. Lalu, ia meletakkannya.

"Ada lagi yang bisa saya kerjakan, Pak?" Tanya Zena dengan sopan.

"Tidak," Jawab Bian singkat tanpa melihat Zena.

"Astaga, jawab saja seperti orang malas. Dasar CEO irit bicara," Gerutu Zena seraya berjalan menuju sofa.

"Jangan membicarakan ku," Ucap Bian.

"Jangan membicarakan ku," Zena meniru ucapan Bian.

"ZENA!!" Suara Bian yang besar membuat Zena terkejut. Bagaimana tidak, baru kali ini ada gadis yang berani mengejeknya.

"Eh, i-iya Pak," Sahut Zena gelagapan.

"Apa yang kamu katakan tadi?" Tanya Bian. Ia menatap Zena dengan mata elang nya seperti ingin menerkam mangsa.

"Ti-tidak ada, Pak," Sahut Zena berbohong.

"Jangan berbohong!!" Ucap Bian yang sudah kesal.

Bian berdiri dari tempat duduk nya dan mendekati Zena.

"Bapak mau ngapain?" Zena bertanya pada Bian.

"Kira-kira mau ngapain?" Bian bertanya kembali. Ia duduk di samping Zena dan mengunci Zena dengan tangannya.

"Pak Bian, jarak kita sangat dekat, Pak," Sahut Zena.

"Aku suka dengan suasana seperti ini," Bisik Bian di telinga Zena. Sedangkan Zena bergidik ngeri.

"Matilah aku. Mulut ku ini memang sangat licin, jadi berabe kan," Bain Zena.

"Pak, Bian. Menjauh lah sedikit!" Perintah Zena.

"Tidak," Sahut Bian dengan singkat. Ia semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Zena.

"Ba-bapak mau ngapain?" Tanya Zena semakin takut.

"Aku akan menerkam mu disini," Sahut Bian dengan senyum devil nya.

Hembusan nafas Bian sudah bisa dirasakan oleh Zena.

"Aaahh, Pak Bian. Menjauh lah sedikit. Nafas bapak membuatku geli," Ucap Zena tanpa sadar.

Lagi-lagi Bian melakukan apa yang sangat ia suka dari Zena. Ia juga memeluk Zena seperti Zena adalah miliknya.

'Ceklek'

Suara pintu ruangan Bian di buka oleh asisten Han. Tiba-tiba, Han ingin masuk keruangan Bian pun jadi terhenti.

"Astaga, Pak Bian dan nona Zena," Ucap Han. Ia sangat terkejut dengan yang ia lihat.

"Pemandangan apa yang telah kulihat," Ucapnya lagi.

"Dasar anak Zaman sekarang," Lanjutnya.

Jadi, asisten Han melihat adegan c**man itu. Lalu, ia kembali lagi ke ruangannya.

Beberapa detik, Bian melepas c**mannya.

"Apa yang Bapak lakukan?" Tanya Zena dengan nafas yang masih terenga-engah.

"Melakukan yang kusuka," Sahut Bian tanpa dosa.

"Kenapa Bapak selalu begitu?" Tanya Zena. Ia sangat kesal melihat tingkah aneh Bian.

"Aku suka saja," Bisik Bian di telinga Zena. Sedangkan si empu nya bergidik ngeri.

"Bos gila!!" Ucap Zena.

"Kalau ada yang melihat nya bagaimana?" Tanya Zena.

"Sudah pun ada yang melihatnya," Sahut Bian enteng.

"Apa!!" Ucap Zena kesal.

"Hanya asisten Han yang melihatnya. Tidak ada yang lain," Sahut Bian dengan santai.

"Dasar bos gila, mesum!!" Ucap Zena semakin kesal dengan bos nya itu.

"Kamu mau lagi? Tanya Bian dengan tatapan mata elangnya.

"Tidak," Sahut Zena seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Baiklah, sayang," Ucap Bian.

"Sayang-sayang, aku bukan pacar mu, Pak," Sahut Zena.

"Kalau begitu, mulai sekarang kamu jadi pacarku," Ucap Bian.

"Saya tidak mau!!" Sahut Zena ketus.

"Yasudah, terserah mu" Ucap Bian kesal. Baru kali ini ia menembak perempuan dan baru kali ini ia di tolak mentah-mentah.

Lalu, Bian pun pergi keluar dari ruangannya meninggalkan Zena sendirian.

*

*

*

*

*

Like, coment, vote

Jangan plagiat ya :)

Bersambung...

1
pink magenta
awal cerita menarik penulisan lumayan rapih mungkin sedikit saran thor, untuk percakapan langsung jangan di Italic hurufnya, kecuali kalo berbicara dalam hati bisa di Italic untuk membedakan kalimat langsung sama yang gak langsungnya gitu thor hehe
maap ya thor bukan mau menggurui cuma sebagai pembaca jujur agak terganggu sedikit dengan cara penulisannya. tapi buat ceritanya mah menarik kok thor👍 semangat!!
Yupit Upik
smangat
sylvia rachman
buat season 2 thor
AF_Cemong: Akan di usahaakan.
makasih kak, udah dukung dan baca karya ini 🙂
total 1 replies
Ramadani Sapitri
kenapa belum update kak
Adhelie
visualnya dunk thor
Wahyuni Yuni
suka dg critanya,apa sampai dsini j critanya?
AF_Cemong: ditunggu aja thor. ceritanya pasti berlanjut kok 🙂
total 1 replies
Chococips
10 like tertinggal untukmu Thor semangat 😍 maaf baru mampir Thor semangatt terusss yaa:3 jangan lupa feedback "IPA IPS Jadi Penghalang" dan "REVLA":3
Chococips
2 like episode terbaru author semangat 😻 jangan lupa feedback nya "IPA IPS Jadi Penghalang":3 atau kecerita aku yang lain terimakasih:)
Devi Ardiansyah
next
Echa Adreena Zulfa
lanjut
sofyan chanel
lanjut dong
Echa Adreena Zulfa
lnjut dong
Nayyira
lanjut
uchiha madara
lanjut thor
Vania Anindya
lanjut thor...
Evi Hopipah
lanjut
Widyasari official
ceritanya hampir sma dengan drama china yg pernah aku nonton kak
Nora Yunetra
lanjut,, penasaran nih,,,
Lusialyana Klementina
lanjut
Yeyen Dhevan
hmmmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!