NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti

WEISS GROUP TOWER - LANTAI 50.

DING

Lift khusus berhenti. Suasananya dingin.

Pintunya terbuka.

Chloe melangkah keluar. Rambut panjangnya tergerai. Makeup tipis tapi tajam. High heels 10cm-nya terdengar jelas di lantai marmer. Tak.... Tak.... Tak....

Di belakangnya ada Elsa dan dua pengacara dari kantor hukum Tuan Maximilian, membawa map hitam tebal.

Seluruh karyawan di luar ruang rapat langsung berdiri dan berbisik-bisik.

"Apa ini Nona Muda Weiss yang asli?"

"Aku dengar-dengar dia kabur dari rumah sakit jiwa."

"Jadi dia gila dong? Lalu kenapa dia ada di sini?"

"Entahlah! Dan katanya dia tidak punya saham apa-apa di sini."

"Orang gila memang tidak pantas dapat saham, walaupun itu anak kandung."

"Aku dengar dia juga merebut calon suami Nona Vivian."

Chloe tidak menoleh. Tatapannya lurus ke depan. Pintu kaca ruang rapat tertutup.

Di dalam, Alexander duduk di kursi direktur utama. Di sebelahnya ada Serena dan juga Levin. Di hadapan mereka para direktur tua duduk dengan tenang.

KRETAK

Pintu didorong.

Semua yang ada di dalam ruangan itu menoleh.

Alexander mengerutkan kening. "Siapa yang izinkan kau masuk tanpa mengetuk pintu?"

Chloe melangkah masuk. Berhenti tepat di depan meja rapat panjang.

Tersenyum tipis. Dingin.

"Selamat pagi, para direktur," ucapnya. Suaranya tenang, tapi menggema. "Maaf terlambat dua menit. Macet."

Hening.

Serena langsung berdiri. Matanya melot. "KAU?! Berani sekali kau datang ke mari?! Ini rapat direksi! Bukan rumah sakit jiwa!"

Chloe mengabaikannya. Ia menarik kursi di ujung meja. Kursi yang kosong. Kursi pemegang saham utama.

SERET

Ia duduk. Menyilangkan kaki. Meletakkan map hitam di atas meja.

"Kebetulan," kata Chloe pelan. "Aku juga mau rapat."

Alexander tertawa sinis. Begitu pun dengan Levin. "Rapat? Dengan status apa? Menantu keluarga Reinhard? Kau memang tidak punya malu," ucap Levin.

Chloe membuka map itu. Mengeluarkan satu map lagi. Warna merah. Ada logo notaris Geneva di atasnya.

Ia melemparnya ke tengah meja. BUK

"Lah, kau lupa ya, Kak? Aku datang ke sini dengan status ini," ucap Chloe sambil menatap Levin sekilas.

Alexander mengambilnya. Membuka. Tangannya gemetar saat membuka halaman pertama.

"Kemarin aku sudah mengatakannya kepada kalian, kan... Tapi sepertinya kalian masih ingin menantangku," Chloe tersenyum tipis.

Wajah Alexander pucat. Serena merampas map itu. Matanya melebar. "TIDAK MUNGKIN! INI SURAT PALSU! KAU PASTI MENYOGOK NOTARIS!"

Chloe bersedekap. "Silakan cek ke notaris langsung, Ibu Tiri. Atau mau aku panggilkan sekarang?"

Para direktur saling pandang. Keringat dingin.

Salah satu direktur senior, Pak Hendra, berdehem. "Nona Muda... ini... ini benar tanda tangan almarhum Nyonya Irina Weiss."

Chloe menatap tajam. "Ya. Ibu kandung saya. Yang lima tahun lalu dibunuh oleh mereka." Chloe menunjuk Serena, lalu menunjuk Alexander.

"BOHONG! DIA HANYA WANITA GILA! JANGAN ADA YANG MENDENGAR UCAPANNYA!" teriak Serena.

Chloe berdiri. Ia berjalan ke ujung meja. Berhenti tepat di belakang kursi Alexander.

Ia mencondongkan tubuh, berbisik di telinga Alexander. Hanya mereka berdua yang mendengar.

"Kemarin aku sudah memberi kalian waktu dua hari untuk pergi dengan cara yang baik-baik. Tapi ternyata kesempatan itu kau anggap sepele... Jangan salahkan aku jika hari ini aku melakukan hal di luar batas."

Alexander mengepalkan tangannya di bawah meja.

"ELSA!" panggil Chloe.

Elsa yang berada di luar langsung masuk. "Iya, Nyonya?" ucapnya membungkuk.

"Minta polisi untuk masuk dan menangkap mereka," suara Chloe terdengar datar, tapi menusuk.

DUG

Serena langsung berdiri. Kursinya sampai jatuh. "APA?! KAU GILA?! AKU TIDAK MAU DIPENJARA!"

BRAK

Pintu ruang rapat terbuka lebar.

Empat orang polisi berseragam masuk. Di belakangnya ada dua pengacara dan wartawan yang sudah Chloe undang diam-diam.

Petugas maju. "Tuan Alexander Weiss, Nyonya Serena Weiss, Tuan Levin Weiss. Kalian ditahan atas tuduhan penggelapan dana perusahaan, pemalsuan surat wasiat, dan pembunuhan berencana atas nama Nyonya Irina Weiss lima tahun lalu."

Levin langsung berdiri dan mendorong kursi. "TUDUHAN INI PALSU! JANGAN ADA YANG PERCAYA KEPADANYA!"

Alexander hanya bisa menunduk pasrah. Saat ini pria itu sudah mengaku kalah. Jika bukan karena desakan Serena dan Levin, pagi ini memang ia tidak ingin datang ke perusahaan untuk menghadiri rapat direksi.

Karena ia sudah tahu konsekuensinya melawan Chloe. Tapi ia juga tidak bisa melawan desakan istrinya.

"FITNAH! INI FITNAH!" Serena kembali berteriak.

Chloe melangkah pelan menghampiri wanita paruh baya itu. "Apa perlu aku putar buktinya sekarang, Ibu Tiri?" ucap Chloe dengan suara datar.

Serena justru menatap tajam Chloe.

Chloe memberi kode ke Elsa lewat gerakan mata.

Elsa mengangguk lalu memutar layar proyektor.

PUTAR

Terdengar suara tawa Serena yang menggema di dalam mansion. "Hahaha... Mati kau."

DOR

Ruangan langsung riuh.

"Ya Tuhan..."

"Jadi selama ini kita bekerja untuk pembunuh."

"Gila... Tega sekali hanya karena kekuasaan."

Wajah Serena langsung pucat pasi. Ia mundur beberapa langkah. "ITU... ITU BUKAN SUARAKU! ITU AI! DIA PAKAI AI!"

Chloe mendekat. Berhenti tepat di depan Serena. Senyumnya tipis. Dingin.

"AI?" Chloe mengangkat alis. "Sayangnya... rekaman ini diambil dari CCTV lama di gudang belakang mansion. Yang hanya bisa diakses oleh tiga orang. Kau, Papa, dan Levin."

Ia menoleh ke Levin. "Mau aku putar juga rekaman kau, yang mengatakan, Bawa ke kamar. Pastikan kematiannya terlihat seperti bunuh diri?"

Levin langsung diam. Keringat dingin mengucur.

Lalu Chloe menatap ke Alexander. "Dan kau... kau hanya berdiri diam melihat istri pertamamu menghabisi istri keduamu. Itu semua demi apa? Demi harta, demi marga, dan demi kedudukan yang tinggi."

Kamera wartawan menyorot mereka. Berita yang terjadi saat ini akan menjadi perbincangan besar di kota Geneva maupun di luar kota.

Polisi maju dan memborgol tangan mereka. KLIK.

Borgol dipasang di pergelangan tangan Serena terlebih dahulu. Wanita paruh baya itu menjerit.

"LEPASKAN AKU! CHLOE KAU IBLIS! KAU ANAK DURHAKA!"

Chloe tidak bergeming. Ia menatap Serena sampai borgol itu mengunci sempurna.

Lalu giliran Alexander. Pria itu tidak melawan. Hanya menatap Chloe dengan mata kosong.

"Kau memang hebat," bisik Alexander. "Tapi kau ingat... dunia bisnis itu kejam. Kau tidak akan bertahan lama."

Chloe mencondongkan tubuh. Berbisik balik. "Aku sudah mati sekali, Pa. Dan tidak ada yang lebih kejam dari itu."

Terakhir giliran Levin. Pria itu memberontak.

BUG

Levin menendang polisi yang ingin memborgol tangannya, hingga membuat polisi itu mundur ke belakang.

Suasana langsung tegang. "Kau tidak bisa menangkapku semudah itu!" ucap Levin.

Elsa ingin maju, tapi Chloe menggelengkan kepalanya.

Salah satu polisi kembali maju, tapi Levin dengan cepat menarik pistol dari sarung polisi itu.

Hening.

Semua orang menahan napas.

Levin mengarahkan pistol itu ke arah Chloe. Tangannya gemetar. "JANGAN ADA YANG BERGERAK! KALAU TIDAK AKU TEMBAK!"

DUG

Jantung semua orang berhenti.

Chloe tetap berdiri di tempatnya. Tidak mundur selangkah pun. Ia menatap mata Levin lurus.

"Tembak," ucap Chloe pelan. "Kalau kau berani."

"KAU GILA?!" teriak Levin.

Chloe tersenyum. "Kau tidak ingin dipenjara, kan? Maka pergilah. Aku memberimu kesempatan untuk pergi. Tapi jika kau berani muncul di hadapanku lagi... maka kau akan tahu sendiri akibatnya."

Levin terdiam. Peluh membasahi pelipisnya. Jarinya di pelatuk bergetar.

"Jangan dengarkan dia!" teriak Serena dari belakang. "Tembak dia! Habisi dia!"

----

Jangan lupa dukungannya ya guys 🙏 Like, komen dan Vote 🥰🤗.

1
Adi Sudiro
kenapa setiap paragrap ada DUG sangat menganggu
kas. maa29: Maaf kalo mengganggu ya guys 🙏😊 ( DUG) itu adalah kata tegang dan itu salah satu karakter utama dari cerita ini jadi wajar jika banyak kata ( DUG)-nya. 🙏😊
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh deg2an ,, perang ke Dua siap d mulai ,, semoga mereka semua bisa plang dg Selamat ,,

dtggu kelanjutan ny kak ,,
😊😊😊🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
kas. maa29: ssiiaaapppp proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
berasa lgi jaga bayi yg baru lahir yx bpa2 sekalian 🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah bakal ad perang besaar niih ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
kas. maa29: siaappp proses 🤗🤗🤗🙏😊
total 1 replies
Muft Smoker
Tyson?? Mike Tyson??
pensiun dr petinjuu jdi mafia dy skraaang ,,
🤭🤭🤭🤭😆😆
Muft Smoker
kak mafia makan steak pake nasi??
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 gembul amat kak ,, kasihan kak jgn di kasih nasi nnti ngantuk mereka ,, 😆😆😆😆
Muft Smoker
ok kak ,, kalo bsok kk gx double up ,, aq lngsung samperin ke sana ,, lewat jalur mimpi ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤗🤗🤗🤗🤗
total 2 replies
Ayudya
kalian semua harus selamat dan akan hidup bahagia🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ayudya
lanjut kak
kas. maa29: proses 🤗🤗
total 1 replies
Ayudya
ayo Quen balaskan semua dendam mu
Wenty Lucia Wardhani
ceritanya bagus kenapalah likenya dikit author ...
Wenty Lucia Wardhani: terlalu sekali padahal ini ceritanya aku tunggu 🤗🤗
total 3 replies
Muft Smoker
wah kk nonton gx ajk2😂😂😂😂😂 ,,


gpp kak ,,
dtggu kelanjutan ny ,,
penasaran sypa sebenarny MR. T ini ,,
Mr Tukiman?
Mr Tukul???
atau
Mr Tuyul???
krn dy kn gx pernah muncul Dan di sebut bayangan ,,
fix ni bukan org ,,
tp tuyul ,,
makany di panggil Mr.T ,,
🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
kas. maa29: 🤣🤣🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Muft Smoker
duuuh deg2an kak,,
Kali ni km bakal mati kalajengking tuaa ,,
Muft Smoker: 😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
panik gx ,, paniik gx ,, paniik laaa masa gx ,, 🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
kas. maa29: siappp 🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
semangat queen ,, mlm ini km pasti menang ,,
Muft Smoker
kak bunyi DUG ny berasa si queen kesandung mulu ,,
🤭🤭😂😂
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tonjok aj sa ,, anggap aj hadiah buat masa lalu ,, dsaat dy gx bisa tegas dg pilihan,, tonjok aj sampe benjol ,, gx bakal ad yg marahin koq🤭🤭😁😁😁
Muft Smoker
di bab ini berasa si erivo lgi marahin mak ny ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker
duuuh kak nanggung loo ,,
kas. maa29: heheheee,l😁😁🤣🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!