NovelToon NovelToon
Pemilik Hati Suamiku ( Menikahi Kakak Ipar )

Pemilik Hati Suamiku ( Menikahi Kakak Ipar )

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: roliyah

Shandra Hasanah, diusianya yang hampir kepala tiga selalu dikatain perawan tua dan dikatain memiliki wajah yang tidak cantik. Hingga suatu ketika ia dimintai menikah dengan mendiang suami adiknya, Athaya Besmana, karena sang adik yang bernama Alika dikabarkan mengalami kecelakaan dan Athaya sangat terpukul dengan kepergian sang istri.

Tak ingin membuat Athaya terus bersedih, orang tua Athaya justru meminta Shandra menjadi istri dari mendiang suami adiknya. Lalu, apa Shandra menerima permintaan orang tua Athaya?sementara Athaya masih sangat mencintai adiknya, Alika.

Ikuti kisah Shandra _Pemilik Hati Suamiku _

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Atha dan Shandra saling pandang. Baik Atha dan Shandra sama-sama bingung untuk menolak perkataan Bu Cici. Keduanya sama-sama dilema memutuskan permintaan Bu Cici.

Untuk menolak rasanya tidak tega, tapi menerimanya juga begitu berat.

"Iisssshh ...." Bu Cici mendesis merasakan sakit di kepalanya.

"Ma ...," ucap Atha lirih. "Maaf, sudah buat Mama terus mikirin aku." Atha menghela napasnya yang terasa berat, ia tidak tega melihat mamanya kembali sakit hanya karena memikirkan kebahagiaan untuknya.

Egois kah, jika ia tidak memikirkan perasaan mamanya sampai-sampai kondisinya drop? Sementara mamanya ingin terus hidupnya kembali berwarna dan tidak terpuruk karena kehilangan Alika di hidupnya dan demi sang mama Atha rela menggadaikan hidupnya menikahi wanita yang di pilih oleh mamanya.

"Aku ... aku siap nikahi Shandra," ucap Atha pada akhirnya. Menerima Shandra sebagai calon istrinya, walau dengan rasa yang terpaksa. Tak ada pilihan lagi selain menerima perjodohan ini, demi kesembuhan sang mama.

Shandra terperangah mendengar perkataan Atha. Namun, ia juga harus mengerti dengan apa yang dikatakan Atha, tapi apa ia juga harus menerima perjodohan ini? Atau ....

"Beneran kamu mau menikahi Shandra?" ucap Bu Cici memastikan dan kedua bola matanya berbinar senang.

Atha mengangguk cepat sambil tersenyum getir.

"Iya, Ma. Aku siap."

"Shandra, sini sayang," pinta Bu Cici.

Shandra segera mendekat dan berdiri di samping Atha. Shandra terus terdiam dan tidak tahu harus bicara apa.

"Kalau kamu sendiri bagaimana?" tanya Bu Cici.

Shandra diam sejenak. Ia melirik Atha yang kebetulan tengah menatapnya juga. Shandra bingung harus menjawab apa? Tapi sebuah anggukan kecil dari Atha, juga tatapan matanya yang penuh permohonan membuatnya ikut goyah juga.

Shandra menarik napasnya dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan.

"Shandra ...," panggil Bu Cici lagi.

Anggukan kecil ia tunjukkan. Sebuah jawaban kalau dirinya menerima Atha sebagai calon suaminya.

Entah? Keputusannya benar atau salah, tapi ia tidak sanggup menghancurkan harapan Bu Cici. Ia tidak ingin melihat Bu Cici terus sakit. Namun, bagaimana dengan Abim? Apa nanti Abim akan sangat kecewa?

Shandra kembali menghembuskan napasnya. Ia terus berucap dalam hati, meminta maaf berkali-kali untuk lelaki yang selalu ada dalam doanya.

Semoga Abim menerima dengan lapang dada. Mengikhlaskan dirinya dipinang oleh lelaki lain, walau itu sangat menyakitkan.

Senyum Bu Cici semakin lebar dengan jawaban Shandra. Bu Cici kemudian menarik tangan Atha dan Shandra, lalu Bu Cici menggenggam tangan keduanya dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

"Mama senang mendengarnya. Semoga pernikahan yang nanti kalian jalani langgeng," ucap Bu Cici. Hatinya mengharu biru dan dipenuhi rasa bahagia yang membuncah. Senyuman Bu Cici terus menghiasi wajahnya.

Shandra terus terdiam. Ia tidak berani menyela perkataan Bu Cici yang terlihat sangat bahagia, apalagi melenyapkan senyum bahagianya.

"Shandra, terima kasih ya, akhirnya kamu mau juga menerima Atha," ucap Bu Cici.

"I-iya Tante," sahut Shandra.

***

Pak Hasan tengah duduk ditemani sang istri. Pak Hasan sudah dapat kabar kalau Shandra setuju dengan perjodohan yang diajukan oleh Bu Cici. Pak Hasan pikir Shandra akan menolak perjodohan ini, sebab Shandra sudah sering kali dikecewakan oleh lelaki yang ia jodohkan, namun rupanya Shandra justru menerima perjodohan ini.

Saat sedang menyeruput secangkir kopi, suara salam dari Shandra menghentikan Pak Hasan meminum kopinya dan meletakkan kopi itu di meja lalu menjawab salamnya.

"Ma, Pa ...." Shandra menyalami tangan kedua orang tuanya, kemudian Shandra langsung berjalan menuju kamarnya. Namun, langkahnya harus terhenti ketika Pak Hasan menyeru namanya.

"Shandra ...."

Shandra menoleh dan menjawabnya, "iya, Pa?"

"Sini, Papa mau bicara sama kamu."

Shandra mengangguk dan menuruti perintah papanya. Shandra duduk di dekat sang mama.

"Nak, Papa mau bertanya. Apa benar kamu setuju menikah dengan Atha?"

Sejenak, Shandra menghela napasnya pelan. Kemudian Shandra mengangguk kecil. Membenarkan apa yang ditanyakan papanya.

"Kamu yakin dengan keputusanmu itu?" tanyanya memastikan.

"Iya, Pa."

"Papa cuma tidak ingin kamu kecewa lagi. Papa tidak mau lihat kamu bersedih lagi, makanya Papa harus memastikan ini sama kamu. Ya ... semoga saja Atha serius sama kamu dan tidak mengecewakan kamu."

"Doain saja, Pa. Semoga Atha tidak seperti itu."

"Pasti. Mama sama Papa pasti bakal doain kamu. Semoga kamu selalu bahagia dengan lelaki yang akan menjadi imam kamu," timpal sang mama.

Shandra tersenyum kecil. Hanya doa dari kedua orang tuanya yang ia inginkan. Sementara hubungannya dengan Atha masih diselimuti kabut tebal. Belum terlihat seperti apa yang akan dijalaninya.

Mungkin cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.

Beberapa hari sudah berlalu. Bu Cici kini sudah kembali pulang ke rumah, tapi kali ini ia pulang dengan hati yang teramat senang.

Bagaimana tidak senang, Atha dan Shandra akan segera meresmikan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius lagi.

"Jadi tanggal berapa Atha dan Shandra menikah?" ucap Pak Hasan memastikan.

Semua keluarga kedua belah pihak tengah berkumpul untuk membicarakan perihal pernikahan Atha dan Shandra. Dua keluarga itu sama-sama antusias dengan pernikahan Atha dan Shandra.

"Bagaimana kalau minggu depan," usul Pak Ishaq. "Lebih cepat lebih baik. Iya'kan?"

Pak Hasan manggut-manggut setuju. Mempercepat pernikahan ini supaya terhindar dari zina dan fitnah. Meski iya tahu kalau putrinya itu pasti akan menjaga marwahnya sebagai perempuan.

"Kalau saya sih setuju aja, tapi tetap kita harus tanyakan ke Atha dan Shandra," ujar Pak Hasan.

"Mereka pasti bakal setuju aja," timpal Bu Cici yang sangat yakin.

Atha dan Shandra saat ini tidak ikut berkumpul dalam penentuan hari pernikahan. Atha yang kebetulan hari ini ada meeting di kantornya, sementara Shandra harus menyelesaikan raport muridnya. Baik Atha dan Shandra akan datang sore hari setelah selesai mengerjakan urusan masing-masing.

"Ini sudah sore, sebentar lagi mereka datang," tukas Bu Cici.

Benar apa kata Bu Cici, Atha datang lebih dulu. Atha langsung ikut bergabung dengan para orang tua. Sementara Shandra datang setengah jam kemudian. Kini semua sudah berkumpul. Shandra duduk diapit oleh kedua orang tuanya.

"Kami sebagai orang tua sudah memutuskan hari pernikahan kalian dan kami sepakat pernikahan kalian akan diselenggarakan minggu depan. Bagaimana, apa kalian setuju?" ucap Pak Ishaq.

Baik Atha dan Shandra sama-sama mengangguk, keduanya pasrah jika pernikahannya dipercepat.

"Kok gak ada antusiasnya sih," ucap Bu Ami. Sebab Atha dan Shandra terlihat biasa-biasa saja.

Seketika Atha menyunggingkan senyumnya dengan terpaksa.

"Senang kok, Ma," jawab Atha. "Cuma sedikit terkejut aja, kalau pernikahan kami akan diadakan minggu depan."

"Oh ... bagus lah, Mama pikir kalian gak setuju," sambar Bu Cici.

"Setuju, Ma. Iya kan, Shandra?"

"Iya, Ma," jawab Shandra seraya menganggukkan kepalanya.

---------\*\*\*\*\*\*\*--------

Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen, biar othornya semangat 🥰🥰

1
partini
meledak tuh rasa iri di hati bikin esmosi,paling jadi prempuan lacknat
aihhh jangan lah sampai kaya drama Indosiar ya Thor
Ra2_Zel: tenang aja kak, aman🤭
total 1 replies
partini
kenapa ga Alika si h Thor yg mandul atau kedua nya biar impas dengan kejahatan yg mereka lakukan,,apa nanti ada drama jadi pelakor sodara nya sendiri kaya film paa itu lupa judulnya
partini
itu masih pagi seorang diri atha kemana masa iya dah pergi kerja
partini
itu resiko jadi wanita menggatal nikmati saja jangan bikin huru hara
falea sezi
🤣🤣 serakah amat lu alika😒 lacur
Ra2_Zel: emang gak tahu malu
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 pinjam dulu seratus astaga atta ngakak bgt q tuh 🤣 orang kaya gk. punya duit buat beli pertamax🤭
partini
pasti suamimu dengar apa yang baru kamu katakan Alika
partini
nice story
partini
istriku tercinta welehhh ❤️
partini
unboxing,,dikit hot lah Thor biar menjiwai 🤣
partini
bobo sihhhh make love lah
partini
😂😂😂 atta atta ,, hidup bahagia lah kalian dengan pasangan masing-masing
partini
atta atta dah bisa lihat istri mu sekarang
partini
syukur lah otak kamu mulai berfungsi atta ku kira jendel mau aja bekas om mu itu, secara lama pasti sering Ina inu lah ,buka hati dan matamu mu di kasih Berliana malah nunggu batu kali
partini
pasti sakit Banggt ,tapi lihat istri mu lah ngab be smart don't be so damn stupid
partini
atta kamu aja goblok cinta Ampe segitu nya ,, tanpa kamu sadari sekarang kamu aja udah bikin istri mu hatinya resah loh kamu juga egois lah
partini
San San kamu terlalu baik deh,,suami mu aja masih cinta Ampe sekarang
aiahhh ,,semoga otak nya terbuka si atta bukanya gelap mata ingin memiliki nya kembali terus kamu di tinggal
partini
harusnya di tau kasihkan,tapi bisanya ga tega deh so kita lihat apa betul" atta d kasih tau atau tidak
Mar Lina
kan
kan
akhirnya kebongkar juga...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
Ra2_Zel: siap kak
total 1 replies
Mar Lina
mirip siapa
ayo???
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!