NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:897.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kondisi Ghaffar

"DOOOK, SUUUS... TOLONG ADIK SAYA" teriak bang Abraham, dengan membawa Ghaffar langsung ke IGD. Bang Abraham merebahkan Ghaffar, di salah satu ranjang yang kosong. Tak ada, yang tak kenal Abraham. Putra dari pemilik rumah sakit, para petugas medis yang bertugas turun semua. Apalagi tadi Abraham berteriak, mengatakan pasien adalah 'ADIK'.

Dokter segera memeriksa Ghaffar, pertolongan pertama segera di lakukan. Selain mengobati luka di bagian yang terlihat, dokter mengecek semua bagian tubuh Ghaffar. Takut bila ada luka lain, yang terlewatkan.

"Pasien butuh donor darah, tolong carikan golongan darah yang sama sus." ucap dokter, suster yang di tugaskan langsung berlari ke bagian bank darah. Setelah ia tau, golongan darah yang di butuhkan. Tak lama, perawat itu kembali dengan nafas terengah.

"Dok, golongan darah pasien kosong." ucapnya

"GAWAT, tunggu di sini. Aku akan mengatakan hal ini pada tuan Abraham" dokter tersebut bergegas keluar, ia menemui Abraham. Akbar langsung mendekat, ia ingin tau apa yang sedang terjadi pada sahabat rasa saudaranya.

"Bagaimana dok?" tanya Akbar

"Pasien membutuhkan donor darah, tapi stok golongan darah yang sama, di bank darah kosong. Apa..

"Saya dok, golongan darah saya sama dengan pasien." potong Akbar

"Kalau begitu, silahkan ikut perawat untuk tes dan pengambilan darah." Akbar mengangguk, ia mengikuti perawat yang di tunjuk.

"Apa lukanya ada yang parah dok?" tanya bang Abraham

"Luka di punggung tangan cukup lebar dan dalam, sehingga mengeluarkan banyak darah. Saya sudah menjahit lukanya, tak ada luka lain. Hanya saja, tekanan darahnya rendah. Karena itu, kami membutuhkan donor darah." jawab dokter, bang Abraham menghembuskan nafas lega. Beruntung Akbar, memiliki golongan darah yang sama.

Setelah beberapa menit, Akbar keluar dari samping IGD. Dengan memegang lengannya, yang baru saja di ambil darah. Wajahnya terlihat pucat, ia diminta untuk meminum susu dan memakan telur rebus, yang ia bawa.

"Dokter bilang apa bang?" tanya Akbar, bang Abraham mengajak Akbar duduk.

"Semua aman, hanya membutuhkan donor darah. Lukanya hanya ada di punggung tangan, dokter sudah menanganinya." jawaban bang Abraham, membuat Akbar bernafas lega. Ia menyandarkan tubuh dan kepalanya pada dinding, menghilangkan rasa pening.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah kemarin baik-baik saja?" tanya bang Abraham

Mata Akbar yang terpejam, kembali terbuka. Ia menoleh, menatap lama bang Abraham. Harus bercerita atau tidak, mengenai masa lalu Ghaffar.

"Ghaffar memiliki trauma cukup parah, sepertinya kasus kemarin memicu kembali traumanya." jawab Akbar

"Apa yang terjadi?" tanya bang Abraham

"Apa abang tau, tragedi pembunuhan yang terjadi di Bandung? Tragedi yang terjadi di tahun 2017, tepatnya di tanggal 26 Februari." tanya Akbar, seraya kembali menatap ke depan.

"Bandung? 2017?" bang Abraham kembali membuka memori ingatannya

"Apa kasus... tunggu, apa Ghaffar anak dari orang tua yang menjadi korban pembunuhan malam itu?" Akbar mengangguk, tubuh bang Abraham langsung terasa lemas. Tentu saja ia tau, itu adalah kasus pertamanya dulu. Pelakunya sudah tertangkap, mendapatkan hukuman mati. Dan akan di eksekusi minggu depan, apakah ini sebuah kebetulan?

Dalang dari pembunuhan malam itu, adalah adik tiri dari ibunya Ghaffar. Pembunuhan ini sudah di rencanakan, selama 2 tahun. Menurut pengakuan pelaku, alasan ia melakukan hal ini. Karena IRI, iri dengan kehidupan bahagia ibu Yasmin.

"Selama kami di sini, terutama Ghaffar merasa tenang. Karena di Bandung, Ghaffar selalu mendapatkan teror. Seperti di kirimi bangkai ayam, bangkai tikus dan surat kaleng yang berisi ancaman. Bila Ghaffar tak menyerah atas harta warisannya, ia akan mati mengenaskan. Susah payah menekan rasa dendamnya, untuk menghabisi pelaku. Karena itu, ibu membawa kami ke sini. Takut Ghaffar, melakukan hal yang tak di inginkan. Seperti.... Membunuh pelakunya." ucap Akbar

"Apa kejadian seperti ini, bukan pertama kalinya??" Akbar menggelengkan kepala

"Alasan ibu pergi dari Bandung, selain menjauhkan Ghaffar dari lukanya. Yaitu rumah, tempat kedua orangtuanya tiada. Karena Ghaffar, pernah hampir bunuh diri. Dengan menyayat pergelangan tangan, sehingga membutuhkan donor darah, seperti saat ini." jawab Akbar

"Pantas kamu tau golongan darahnya" Akbar mengangguk

"Tuan muda, pasien akan di bawa ke ruang perawatan. Setelah ia selesai mendapatkan transfusi darah, mungkin sekitar 1-2 jam lagi." ucap dokter tiba-tiba

"Baik dok, kalau begitu saya titip pasien. Kalau bisa beri obat tidur, agar dia bisa istirahat lebih lama. Saya yakin, bila semalam dia tidak bisa tidur." dokter mengangguk paham

"Mm.. maaf, apa luka itu ia dapatkan dengan sengaja atau..

"Kami kurang tau, karena saat menemukannya sudah seperti itu." jawab bang Abraham

"Saya hanya memberi saran, jangan tinggalkan pasien sendiri. Apabila nanti, efek obat tidurnya sudah hilang. Dan kalau bisa, ajak pasien menemui seorang psikiater. Melihat dari garis wajahnya, bila anak itu tak bisa di paksa." Akbar mengangguk

'Memang benar, bahkan kami sudah berkali-kali mengajaknya. Tetapi selalu ia tolak...' jawab Akbar dalam hati

Bang Abraham menoleh, ia menatap Akbar yang menundukkan kepalanya. Pasti sangat sulit, nanti dia akan coba mendekati Ghaffar. Bagi bang Abraham.... Ghaffar, Akbar dan Damar sudah seperti adiknya sendiri.

Luka di tinggalkan adiknya, Arkana. Sedikit terobati, dengan hadirnya Ghaffar paling utama. Seolah Ghaffar, memang di takdirkan untuk menggantikan peran adik untuknya.

Meski sifat Ghaffar, cukup sulit di hadapi. Tipe anak, yang sulit di dekati. Tapi ia yakin, bila ia bisa mendapatkan perhatian Ghaffar.

"Kamu tidak kembali ke sekolah?" Akbar menggelengkan

"Aku udah ijin bang" bang Abraham mengangguk

"Kalo gitu abang tinggal ke kantor sebentar ya, ada hal yang harus abang urus. Nanti abang kasih tau orang tua abang, masalah kondisi Ghaffar. Agar mereka menunda keinginannya, untuk bertemu Arkana untuk terakhir kali. Tapi... Apa arwah nya, tidak apa-apa??" ucap bang Abraham

"Aman bang, mereka berada di tempat yang aman. Akbar tau itu.." bang Abraham tersenyum, banyak hal yang ingin ia tau sebenarnya.

Bahkan ia semakin yakin, bila ke depannya nanti, ia pasti membutuhkan bantuan Ghaffar.

"Ya sudah kalau begitu, abang pamit ya. Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikum salam"

.

.

"Ibu pasti lelah" Naura meletakkan segelas minuman dan dessert, dibatas meja. Tempat ibunya Akbar beristirahat, beliau baru selesai membereskan kamar bosnya.

"Terima kasih nak Naura, tidak apa-apa. Apa yang ibu lakukan, belumlah sebanding, dengan apa yang sudah nak Ghaffar kasih pada kami." jawab ibunya Akbar, Naura hanya tersenyum. Tak berani untuk bertanya, lebih dalam lagi.

"Kalo gitu ibu istirahat di sini dulu ya, Naura kembali ke dalam. Pelanggan hari ini cukup ramai, Alhamdulillah." ibunya Akbar mengangguk dan mempersilahkan Naura pergi.

Ibunya Akbar menatap ke depan, dengan tatapan berkaca-kaca.

'Yas... Putramu sedang tidak baik-baik saja, datanglah... Temui putramu satu kali saja, meski hanya lewat mimpi. Hentikan keinginannya untuk membalas dendam, aku tak ingin hatinya menjadi hitam.'

...****************...

Maafkan telat, kesehatan sedang tidak mendukung.

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Naha jadi Leni mak 🤔 orang mana eta 😅
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aretha jodohin sama akbar aja thor
Hasnawiyah Ansar
teteh butuh kopi ☕,udah 2 kali typo nama🤭
nurul supiati
Aretha sama kembarannya yg jadian ma Arimbi ajah eaaaaa
aurora
semangat Thor
kaylla salsabella
lanjut thor
nisa
Saya apa mak ,,, 🤔
lanjutttt ,,,,penasaran
vania larasati
lanjut kak
RiriChiew🌺
masih belum beresss inimah maslahnya 🙈 Aretha nanti kalau sudah sembuh jgn mau sama ghaf yaa sama si sahaaa eta NU sok jeng sighaf teh meni blass poho /Facepalm/
RiriChiew🌺: haha nah iyaa, duh Ampe hilap KA si Akbar🤭😅
total 2 replies
Dewi kunti
lha yg ngomong melati pa Wulan nich
mama_im
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Sani Srimulyani
kayanya di rumah majikannya yang dulu melati ga terlalu diperlakukan baik deh. kaya ada jurang pemisah antara majikan dan pembantu.
Sani Srimulyani
bukannya melati, ko sekarang jadi Leni.....
ule_keke (IG: ule_keke26): nama di judul sebelah kebawa, maafkan
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
melati kan mak bukan leni 🤭😆
Ambu Rinddiany Thea: oh pantesan ath 😆
total 2 replies
Eliermswati
thor dikit amat sih bru jg bc dah d gantung ky jemuran😂😂smg nnti kakak nya Yusuf klo dah sdr dn baik2 sj, jngn cb2 jd pelakor y secr gaffar dah ad yg punya nnti q demo author nya😂😂smngt thor up nya
Ela Jutek
hais saya apaan dah, emak mah tuman banget
Lilis mulyati
aq hrap wanita yg bernama Aretha wanita baik gk jhat sma wulan apa lgi klau udah liat Gaffar bisa2 dia terobsesi sma Gaffar dan bkin celaka wulan
Ambu Rinddiany Thea: mudah mudahanah engga ya ka , sing jadi temen yg baik n tulus buat wulan
total 3 replies
nisa
lanjuttt mak
Zahbid Inonk
Ghafar keren 👍 udah punya perusahaan pun masih bikin perusahaan baru buat bantu orang" 😍
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waahh bikin usaha baruu 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!