Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.
Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.
Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencuri
Miles berdiri tepat di luar rumah sakit sambil menatap layar ponselnya. Pesan dari Lily masih terpampang di sana. Ia membacanya sekali lagi.
Miles sedikit mengernyit.
"Bagaimana kalau aku cari tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi?" gumamnya sambil terus menatap layar ponsel.
Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku, lalu berbalik meninggalkan pintu masuk rumah sakit.
Ia sudah mengambil keputusan. Ia akan datang ke pesta itu. Namun bukan karena menginginkan permintaan maaf Lily. Ia ingin melihat sendiri apa yang sedang direncanakan istrinya.
"Aku harus berganti dengan pakaian yang lebih pantas," gumamnya sambil menghentikan sebuah taksi.
Saat Miles tiba di rumah dan memasuki kamarnya, ia membuka lemari pakaian lalu menatap deretan baju yang tergantung di dalamnya.
Semua kemejanya terlihat usang dan pudar.
Ia mengambil salah satu kemeja yang masih terlihat lumayan, lalu mengangkatnya ke arah cahaya. Ada lubang kecil yang mulai muncul di dekat bagian lengan.
Miles melipatnya kembali lalu menggeleng pelan.
"Aku harus membeli yang baru," katanya sambil mengembalikan kemeja itu ke dalam lemari.
ÆTHER STORE
Toko pakaian desainer paling mewah di seluruh kota. ÆTHER terletak di pusat kawasan mewah. Toko itu terkenal karena menyediakan pakaian bagi para selebritis, CEO, dan para miliarder.
Miles melangkah masuk.
Ia melangkah beberapa langkah sambil melihat-lihat ke sekeliling.
Tak lama kemudian, matanya tertuju pada sebuah jaket desainer berwarna abu-abu gelap yang dikenakan maneken.
Jaket itu langsung menarik perhatiannya.
"Menarik," gumamnya sambil berjalan menghampiri.
Namun sebelum sempat mendekat… Seorang wanita yang mengenakan setelan jas hitam muncul di hadapannya.
Wanita itu memandang Miles dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Lalu tertawa pelan.
"Dan kau ini siapa?" tanyanya dengan nada tajam sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Sepertinya kau salah masuk, ini Æther Store. Kau sadar itu, bukan?"
Miles mengembuskan napas sambil tersenyum kecil, merasa lucu melihat betapa seriusnya wanita itu. "Ya, aku tahu ini Æther Store. Aku membaca papan namanya sebelum masuk."
"Hari ini kami tidak sedang mencari petugas kebersihan," katanya dengan senyum penuh sindiran.
Miles menatapnya, sedikit terkejut karena wanita itu begitu cepat mengambil kesimpulan.
"Aku… Aku tidak datang untuk melamar pekerjaan. Dan juga bukan untuk menjadi petugas kebersihan. Aku datang untuk berbelanja, aku membutuhkan pakaian baru."
Senyum wanita itu langsung menghilang. Digantikan oleh tatapan penuh rasa tidak percaya.
Ia kembali menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil menggelengkan kepala.
"Ini bukan toko barang bekas. Barang termurah di sini harganya sepuluh ribu dolar. Mungkin kau lebih baik mencoba toko-toko di seberang kota. Itu akan jauh lebih sesuai dengan isi dompetmu.”
Miles tidak menjawab, ia berjalan mendekati maneken itu dan kembali memperhatikan jaket tersebut.
"Berapa harga jaket ini?" tanyanya sambil sedikit menoleh ke arah wanita itu.
Wanita itu kembali tertawa. "Apa kau serius? Jaket itu harganya tiga puluh dua ribu dolar. Seumur hidup, kau mungkin belum pernah memegang uang lima ribu dolar sekalipun."
Miles tetap tidak mengatakan apa pun. Ia hanya mendengus pelan, berusaha mengabaikan hinaan tersebut.
Ia mengulurkan tangan untuk menyentuh kain jaket itu, sekadar ingin merasakan bahannya.
Namun sebelum ujung jarinya sempat menyentuhnya… Suara wanita itu menggema keras di seluruh toko.
"Hei! Jangan sentuh itu!"
Wanita itu segera menoleh ke arah depan toko lalu berteriak, "Petugas keamanan!"
Dalam hitungan detik, beberapa petugas keamanan bergegas datang dari samping.
Miles mundur selangkah dengan bingung.
"Ada apa?" tanyanya.
Wanita itu langsung menunjuk ke arahnya.
"Dia mencoba mengambil jaket Lucas Capiltelli itu yang harganya tiga puluh dua ribu dolar. Aku rasa dia mau mencurinya. Dia masuk ke sini berpura-pura menjadi pelanggan. Padahal jelas-jelas dia ingin mencuri."
Seorang petugas keamanan bertubuh besar langsung mencengkeram lengan Miles sambil mendekat dan menatapnya dengan waspada.
"Nak, kami harus memintamu segera meninggalkan tempat ini."
"Aku tidak melakukan apa-apa," jawab Miles dengan tegas Aku hanya bertanya harganya dan melihat jaket itu. Hanya itu."
Pramuniaga wanita itu mendengus sinis. "Dia bohong. Aku melihat sendiri dia mengulurkan tangan ke arah jaket itu. Dia sudah siap membawanya kabur."
"Aku tidak ke mana-mana," kata Miles. "Kau salah paham, aku bukan pencuri."
Namun petugas keamanan itu sama sekali tidak melonggarkan cengkeramannya.
Tak lama kemudian, seorang pria mengenakan setelan jas abu-abu keluar dari bagian belakang toko.
Jelas terlihat bahwa pria itu adalah manajer toko.
Ia bergantian memandang Miles dan pramuniaga tersebut, lalu bertanya. "Ada apa ini?"
"Pria ini masuk ke sini berpura-pura ingin berbelanja, lalu mencoba mengambil salah satu jaket," jawab wanita itu dengan cepat. "Aku berhasil menghentikannya tepat waktu. Dia tidak pantas berada di sini. Lihat saja penampilannya, Bos. Orang seperti ini jelas berasal dari daerah kumuh."
Manajer itu melirik Miles sekilas. Begitu melihat pakaian lusuh yang dikenakannya, ia langsung mengernyit.
"Panggil polisi," katanya kepada salah satu petugas keamanan tanpa peringatan. Biarkan mereka yang mengurusnya. Sejujurnya, dia memang terlihat seperti pencuri. Tidak mungkin dia sanggup membeli bahkan sepasang kaus kaki di toko ini."
"Aku tidak mencuri apa pun," kata Miles sekali lagi. "Aku datang ke sini untuk membeli jaket. Hanya itu. Kau tidak perlu memanggil polisi."
"Tidak ada orang yang datang berbelanja dengan pakaian seperti itu," kata sang manajer sambil mengeluarkan ponselnya.
Petugas keamanan yang mencengkeram lengan Miles semakin mempererat pegangannya.
"Hei, jangan melawan."
"Aku tidak melawan," jawab Miles sambil menatap mata petugas itu. "Kau mencengkeramku tanpa alasan."
Para pelanggan lain di dalam toko mulai memperhatikan keributan tersebut.
Beberapa orang saling berbisik.
Seseorang bahkan mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam.
Namun para karyawan toko sama sekali tidak peduli.
Manajer itu mulai mengetuk layar ponselnya, siap melaporkan pencurian yang bahkan belum pernah terjadi.
"Hei, ini tidak perlu sampai seperti ini. Aku datang untuk berbelanja. Aku punya uang untuk membayar jaket itu," kata Miles, berusaha membuat pria itu mengerti.
Manajer itu mendecak jijik. "Apa kau sudah bercermin? Bagaimana mungkin tikus jalanan sepertimu mampu membeli jaket Lucas Capiltelli seharga tiga puluh dua ribu dolar? Apa kemiskinan sudah membuat otakmu berhenti bekerja?"
Sebelum Miles sempat berbicara lagi...
Manajer itu sudah menempelkan ponselnya ke telinga.
"Ya, Pak Polisi. Aku menelepon dari ÆTHER STORE. Ada kasus pencurian di sini. Ada seorang pria yang mencoba mencuri barang dari toko kami."
Mata Miles langsung membelalak.
miles ceo dingin dn kejam,agar lebih menarik membacanya thorr👍👍