NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Hari itu juga Andre sudah resmi menjadi mata-mata bagi Risa untuk mengawasi gerak-gerik Disa. Ia berpura-pura menjadi pelanggan di warung ibunya Disa. Kebetulan hari itu, ia melihat Disa pergi dari rumah tanpa ada yang menemani menggunakan taksi online.

Ini adalah kesempatan untuk Andre. Dengan menggunakan motornya, Andre mengikuti ke mana perginya taksi yang membawa Disa. Rupanya, Disa pergi ke rumah sakit yang cukup terkenal di kota itu. Andre tidak akan bisa menjalankan aksinya di tempat umum dan ramai seperti rumah sakit. Ia harus melakukannya di tempat yang sepi.

Tetapi ada yang aneh. Sopir taksi itu ikut turun saat Disa ingin masuk ke area rumah sakit. Jika Andre amati, interaksi mereka menunjukkan jika keduanya sudah saling mengenal.

Risa meminta Andre untuk memberi laporan apa saja kegiatan Disa yang Andre ikuti. Maka itu, beberapa foto Disa bersama sopir taksi itu Andre ambil secara diam-diam, terlebih lagi saat mereka berjalan bersama di lobby.

Andre lalu mengirimkan foto itu kepada Risa, diiringi pesan tertulis.

"Dia lagi masuk ke rumah sakit ditemani sopir taksi ini. Tunggu sampai ada kesempatan."

Di sisi lain, Risa menggeram marah begitu melihat foto yang Andre kirim. Bagaimana tidak? Sopir taksi yang Andre maksud itu adalah Cakra, suaminya! Detik itu, Risa langsung paham apa yang sedang Cakra lakukan. Dia sengaja menyamar menjadi sopir taksi untuk bertemu dengan Disa.

Risa pikir hari itu Cakra pergi ke kantor seperti hari biasanya. Rupanya Risa dibohongi. Bukannya pergi ke kantor, Cakra malah bepergian ke rumah sakit dengan Disa.

"Nyebelin banget Mas Cakra!" geram Risa nyaris menangis. Hatinya luar biasa jengkel. Istri mana yang tidak marah melihat suaminya diam-diam menemui mantan istrinya?

"Mereka pasti sedang cek up kandungannya Disa," tebak Risa. "Tuh kan, belum apa-apa aja Mas Cakra udah bohongin aku dan milih nemenin Disa? Ini nggak bisa dibiarkan!"

"Pantau dia terus dan kirim laporannya sama aku!"

Risa mengirim balasan untuk Andre. Rasanya cemas memikirkan apa yang sedang dilakukan Cakra bersama Disa. Apakah Cakra meraba-raba dan mengusap-usap perut Disa seperti yang biasa pria itu lakukan terhadapnya?

Pikiran liar Risa membuatnya tidak bisa diam. Ia mondar-mandir di dalam kamarnya, tidak bisa tenang. Memunculkan rasa takut di dalam dirinya. Takut Cakra akan meninggalkannya dan kembali bersama Disa. Sekarang ini, Disa juga sedang mengandung anak Cakra.

Bisa saja, setelah anak di dalam rahimnya dan Disa sama-sama lahir, Cakra akan menceraikannya.

Tidak! Risa tidak mau itu terjadi!

*

Di rumah sakit, Andre masih menunggu kembalinya Disa dan Cakra. Ia memantau sambil makan dan ngopi di kantin rumah sakit. Dari sini, ia bisa memantau dengan jelas pintu masuk dan keluar rumah sakit tersebut.

Cukup lama Andre menunggu. Pekerjaan itu nyaris membuatnya bosan. Kalau bukan karena bayarannya adalah 'tubuh Risa', Andre tidak mau melakukan pekerjaan membosankan ini.

Setelah satu jam lamanya menunggu, akhirnya ia melihat Disa dan sopir taksi itu keluar dari dalam rumah sakit. Tetapi, Disa tidak lagi menaiki taksi yang sama. Ia meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan ojek online.

Cepat, Andre memakai penutup kepala hoddienya, kemudian ia berlari menghampiri motornya, kembali mengikuti Disa.

Disa dan ojek online itu kali ini berbelok ke sebuah pusat perbelanjaan. Lagi-lagi, Disa pergi ke tempat keramaian yang membuat Andre mendesah kasar.

"Pergi ke tempat sepi kek, biar gampang."

Meski begitu, perintah dari Risa tetap sama. Ikuti Disa, pantau dia ke mana saja dia pergi.

Kali ini, Disa mengelilingi mall. Ia membeli perlengkapan bayi, baju, dan makan sendirian di food court.

"Kasih pelajaran dikit sama dia!" titah Risa yang tertulis di pesan. Keliatannya Risa sangat tidak sabar ingin melihat Disa celaka.

Baiklah, mungkin Andre bisa menubruk atau menyenggol tubuh Disa supaya dia terjatuh. Andre menatap Disa yang sedang berjalan santai sambil membawa banyak belanjaan.

Bersiap-siap, Andre melirik ke kanan kirinya yang lumayan agak lengang. Ia mulai berjalan cepat, sedikit berlari kecil. Andre akan melakukannya dengan cepat. Menyenggol bahu Disa cukup keras, lalu setelah perempuan itu terjatuh, Andre akan berlari. Tindakan itu bisa dianggap sebagai kejadian yang tidak sengaja.

Andre hampir sampai di dekat Disa. Namun....

"Disa?"

Suara seorang laki-laki yang menyapa Disa, membuat Andre tidak jadi menyentuh Disa sedikit pun. Andre memutar arah ke toko baju dengan gerakan cepat. Ia berpura-pura sedang memilih baju sambil terus mengawasi Disa.

"Ray-Rayyan. Kok kamu di sini?"

Rayyan? Andre mencoba melihat lebih detail pria jangkung yang bicara dengan Disa. Jangan bilang dia adalah Rayyan, temannya.

"Kamu sendiri lagi ngapain di sini? Kamu sendirian aja? Bawa belanjaan sebanyak ini?" cecar Rayyan.

Sial! Andre sangat mengenal pria yang bersama Disa itu.

"Iya, aku sendirian. Nyicil beli perlengkapan bayi mumpung aku masih bisa keliling-keliling mall."

"Ya ampun, Dis. Sini, aku bantu bawain belanjaan kamu." Rayyan meraih semua kantong belanjaan di kedua tangan Disa.

"Eh nggak usah, aku bisa kok."

"Nggak apa-apa, aku bantu. Kamu mau ke mana lagi? Eh ... Kamu pakai kalung yang aku kasih?"

Kalung? Sepasang mata Andre langsung melebar. Apakah Rayyan memberikan kalung yang dibeli darinya untuk wanita itu? Itu artinya.....

"Eh, kalung ini ... Ray, kayaknya aku balikin aja ya? Atau kalau enggak aku ganti aja uangnya kamu yang buat beli kalung ini."

Rayyan terkekeh. "Ganti? Apaan sih, Dis, itu kan aku yang ngasih. Spesial buat kamu."

Akan lebih baik jika Andre cepat menjauh dari Disa dan Rayyan sebelum Rayyan menyadari kehadirannya.

Andre segera pergi dari mall. Tidak memperdulikan lagi semua perintah dari Risa. Kepalanya sibuk dipenuhi oleh pikiran rumit.

"Rayyan ngasih kalung buat cewek itu? Berati dia cewek yang ditaksir sama Rayyan dong. Wah, ya nggak bisa aku celakain dia. Masa aku harus celakain cewek yang ditaksir sama temen aku sendiri sih? Tapi, gimana sama Risa? Aarrghh!"

*

Saat makan malam, Risa berkali-kali melirik ke arah Cakra, suaminya. Ingin mencoba bertanya untuk mengetes kadar kejujuran Cakra.

"Mas seharian ini ada pergi ke suatu tempat? Atau berada di kantor aja?"

Cakra melirik Risa sebentar, lalu menjawab dengan tenang, "Aku di kantor aja. Banyak kerjaan."

Jawaban yang jelas berbohong dari kenyataan yang terjadi.

"Yakin? Nggak pergi ke mana gitu? Meeting sama klien atau ke mana?" pancing Risa lagi.

"Enggak." Cakra tetap menjawab dengan suara santai dan bahkan ia tetap tenang. Tidak merasa gelisah, takut, gugup, dan sebagainya yang biasa dilakukan saat sedang dicurigai oleh pasangannya.

Apakah perasaan Risa tak berarti apa pun? Andaikan Risa cemburu, apakah Cakra tetap tenang seperti ini?

"Bohong. Aku tau hari ini Mas ketemu sama Disa, kan? Kalian pergi ke rumah sakit bareng?" cecar Risa marah.

Cakra terkejut sekilas, namun dalam hitungan detik ia kembali duduk tenang. Seolah tak terjadi apa-apa.

"Kamu tau dari mana? Memang, aku pergi ke rumah sakit sama Disa. Disa lagi hamil. Aku cuma nemenin Disa periksa sama USG aja," tutur Cakra.

Dia menyipit curiga menatap Risa, "Kamu tau dari mana? Kamu nyuruh orang buat mantau aku? Atau Disa?"

Kini, gantian Risa yang terkejut. Perasaan cemas dan takut langsung menyelimuti.

"Jawab Risa! Kamu nyuruh orang buat mata-matain Disa? Atau buat mata-matain aku?"

"Aku ... Enggak, Mas. Aku tau karena tadi ada temen aku yang liat kamu di rumah sakit sama Disa," jawab Risa gugup.

Sebelah alis Cakra terangkat. Sangat terlihat jelas ia tidak percaya dengan penjelasan Risa.

"Teman? Teman yang mana? Ada gitu teman kamu yang tau tentang hubungan kita? Kita aja bahkan belum go public."

Risa terdiam. Cakra bisa dengan mudah menebak apa yang sedang Risa sembunyikan.

"Kamu sengaja nyuruh orang buat ngikutin Disa? Iya? Biar apa?"

"Nggak, Mas," sangkal Risa.

"Kalau terjadi sesuatu sama Disa dan calon anak kembarku, aku bisa dengan mudah tau kalau itu ulah kamu, Ris," ancam Cakra dingin.

Setelah mengatakan itu, Cakra meninggal meja makan.

Tinggal Risa sendirian di meja panjang itu. Marah, kecewa, sedih, semua berkumpul di dadanya. Ancaman Cakra tadi membuktikan bahwa kehadiran Risa tetap tak cukup berarti buat Cakra.

Tetap tidak bisa menggeser posisi Disa di hati pria itu.

...****************...

1
sunaryati jarum
Emak nggak rela walau nanti Risa diceraikan Cakra,Disa akan kembali pada Cakra.Jangan mau Disa.Jika kau mau berarti hanya ban serep
Anonim: tenang Mak, sudah talak 3 kok.. gak bisa rujuk sebelum disa nikah sama orang lain dan dukhul /Jima' (berhubungan Badan kalau gak ngerti)
total 2 replies
Ma Em
Wah bakalan seru nih kebohongan Risa pasti akan terungkap .
Piyah
siap2 aja risa, ketahuan
lanjut g pake lama
Ma Em
Sudahlah Disa terima saja Rayyan sebagai pengganti mantanmu yg tukang selingkuh , buka hatimu Disa untuk menerima cintanya Rayyan .
Piyah
lanjut
Ma Em
Alhamdulillah Disa selamat karena bertemu dgn Rayyan , karena Rayyan teman Andre jadi Andre tdk jadi mencelakai Disa , semoga saja Disa dan si kembar yg dikandung Disa selamat sampai waktunya Disa melahirkan si kembar .
Anonim
Banyakin referensi thriller atau gak contoh overlord
Piyah
,lanjutkan ga pake lama
pokonya jngn sampe disa celaka
Jalur Langit
punten ya teman-teman yang nungguin kelanjutan babanya. udah update dari semalam sebenernya, tapi kena review sampai sekarang jadi belum bisa terbit. maaf ya semuanya, doakan semoga bab 20 bisa segera lolos review
Anonim
TAKBIR
Anonim
RISA & CAKRA LAKNATULLAH...
AYO TAKBIR
Oma Gavin
semoga ketahuan cakra saat risa chek in dan ketemu andre biar melek itu mata cakra
Ma Em
Thor jgn sampai Disa dicelakai oleh Andre atas suruhan Risa , semoga semua yg akan Risa lakukan pada Disa semua berbalik kepada Risa sendiri dan tolong selamatkan Disa .
Piyah
jngn ampe disa, keguguran
biarin kebalik ke risa
Piyah
lanjut
Ma Em
Cakra ngapain tanya Disa dapat kalung darimana yg jelas bkn dari kamulah Cakra , sdh jgn urusin Disa lagi urus saja si Risa gundikmu itu dan kamu pasti akan menyesal setelah tau anak yg dikandung Risa bkn anak mu .
Ma Em
Semoga Disa baik baik saja dan selamat dari rencana Risa yg akan mencelakai Disa , dan sebaliknya biarkan Risa yg celaka agar ketahuan bahwa anak yg dikandung Risa bkn anak Cakra .
Jalur Langit: lhooooo, di mana ada narasi yang memperlihatkan disa masih mengharapkan Cakra? wong disa sendiri malah minta talak tiga biar mereka ga bisa balik kok ya
total 2 replies
Piyah
jangann ampe si disaa di bikin keguguran
risa aja tuh ya dibikin keguguran
biar g ba punya anak
Ma Em
Akhirnya Cakra sdh tau bahwa Disa sekarang lagi hamil darah dagingnya Cakra , selamat menyesal saja kamu Cakra apalagi setelah Cakra tau bahwa anak yg dikandung Risa bkn darah daging nya tapi anak dari lelaki lain .
Piyah
,lanjulanjutkan ga pake lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!