NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Menemukan Belahan Jiwa

Suasana di ruang meeting sangat menegangkan. Tidak ada satupun staf yang berani membuka suara setelah presentasi mereka ditolak keras oleh sang tiran yang hari ini terus cemberut dan berwajah masam.

"Andrea ke mana ya? Tumben sekali hari ini tidak berada di sisi Tuan Lucien."

"Kenapa kau menanyakan kebenaran gadis magang itu? Dan juga apa hubungannya dengan bos kita?"

"Entah ini hanya pikiranku saja atau memang benar kalau ketidakhadiran Andrea yang menyebabkan suasana hati Tuan Lucien memburuk. Bayangkan! Tidak ada satupun persentase dari kita yang diterima olehnya. Padahal, semua sudah sangat sesuai dengan standar yang bos kita mau. Iyakan?"

Veroz melirik staff yang sedang berbisik-bisik. Mudah ditebak. Orang-orang ini pasti juga menyadari penyebab buruknya suasana hati bos mereka adalah karena Nona Andrea tak ada di sana. Sikap bosnya terlalu kentara, wajar jika disadari oleh mereka.

"Ekhmm Tuan Lucien, bagaimana kalau kita melihat live streaming tim bagian pemasaran yang sedang mempromosikan produk?" ucap salah satu staff sambil menahan ngeri.

Lucien tak menyahut. Kebengisan di wajahnya kian menjadi saat terbayang sesuatu.

"Ada informasi dari tim mereka. Katanya Andrea sangat lihai menjalankan pekerjaannya meski ini adalah pertama kali dia melakukan live streaming. Respon masyarakat juga cukup bagus dan produk di market sudah hampir sold out!"

"Benarkah?"

Lucien meng*lum senyum. Veroz yang melihat hal itu segera menyalakan monitor lalu masuk ke live streaming di mana Nona Andrea sedang sibuk bekerja. Akhirnya ada orang yang berani mengulik hal ini.

["Musim panas adalah musim yang sangat dinanti oleh para wanita. Kali ini GS Company mengeluarkan produk terbaru untuk kalian yang suka bermain dan berenang di pantai. Lihat, modelnya sangat seksi bukan? Aku yakin para pria akan langsung jatuh cinta begitu melihat bikini ini melekat di tubuh seksi kalian. Mumpung stoknya masih ada, aku sarankan kalian untuk segera memesannya. Caranya kalian bisa langsung mengunjungi market kami kemudian .... ]

"Cihh, apa maksudnya menawarkan produk sambil mengumbar senyum begitu?" kesal Lucien terbakar cemburu melihat Andrea terus memamerkan senyum manis di kamera.

"Namanya juga sedang menarik minat pembeli, Tuan. Wajar kalau Andrea bersikap seperti itu," sahut salah satu staf tak sadar menuangkan bensin dikala percikan api mulai muncul. Insting saling membela sebagai sesama wanita.

"Kan bisa tidak usah senyum."

"Orang akan menganggapnya tak niat promosi. Menjual produk tapi bermuka masam, dia bisa di bully oleh media nanti."

"Halah alasan."

Lubang hidung Lucien seperti mengeluarkan asap saat bawahannya membaca satu komentar yang meminta agar Andrea mencoba memakai salah satu bikini. Tak terima, dia menggebrak meja, membuat semua orang terlonjak kaget.

"Sialan! Kurang ajar sekali mereka. Veroz, minta Widia mengakhiri live streamingnya. Sekarang!"

"Tuan, tolong tenang. Nona Andrea tidak mungkin mempertontonkan hal seperti itu di media sosial, apalagi ini disiarkan secara live. Perusahaan bisa terkena gugatan hukum karena yang menonton bisa jadi ada anak di bawah umur," ucap Veroz berusaha menenangkan bosnya yang sedang cemburu buta. Hanya sebuah komentar, apa artinya?

"Justru karena ini live makanya harus segera diakhiri. Aku tidak mau dampaknya sampai ke perusahaan. Mengerti kalian!"

Para staf saling menatap heran, tak mengerti dengan kemarahan bos mereka. Andrea sangat sopan di dalam siaran itu, sama sekali tak ada perkataan maupun gestur yang mengarah pada hal tak senonoh. Lalu atas dasar apa bos mereka marah dan mendesak agar live streaming itu dihentikan?

"Masih belum pergi juga kau ya! Sudah tak ingin bekerja di sini lagi ya!" bentak Lucien kebakaran jenggot. Wajahnya merah padam membaca komentar yang semakin tak masuk akal. Menyebut kulit tubuh Andrea seputih pangsitlah, wajah yang sangat cantiklah, juga senyum yang memabukkanlah. Semua itu membuat Lucien murka.

"Tuan, Nona Andrea sedang berusaha menunjukkan kemampuannya sebagai karyawan magang. Kalau siaran itu dihentikan paksa, saya khawatir akan membuatnya kecewa. Lebih baik kita pantau dari sini. Jika sampai terjadi hal yang tak diinginkan, saya akan meminta Widia untuk mengeluarkan Nona Andrea dari tim mereka." Veroz menarik napas. Pelan.

"Peduli apa aku dengan rasa kecewanya. Nama baik perusahaan yang jadi taruhan. Masa kau tidak paham juga, Veroz!"

"Tentu saja saya sangat paham. Namun, sampai detik ini tidak terjadi masalah serius dengan live streaming itu. Malah sebaiknya, respon masyarakat cukup baik dengan cara Nona Andrea mempromosikan produk perusahaan. Sama sekali tak ada yang salah."

"Oh, jadi menurutmu aku yang berlebihan?"

"Mereka yang asal menulis komentar yang berlebihan. Anda hanya memikirkan nama baik perusahaan saja."

"Cihhh!"

Sambil terus mengomel, Lucien menonton siaran langsung itu sampai selesai. Sedangkan para staf, mereka tak ada yang diijinkan pergi. Dan tentu saja tidak ada yang berani menolak. Bahkan ada beberapa dari mereka yang terang-terangan membela kemarahan Lucien saat membaca komentar nyeleneh. Situasi konyol yang seharusnya tak terjadi di saat tumpukan presentasi menunggu untuk disampaikan isi serta misi di dalamnya.

"Fyuhhh, akhirnya selesai juga mereka," ucap Lucien lega. Dia meregangkan otot kemudian menyender ke kursi. "Eh, menurut kalian bikini warna apa yang cocok dipakai makhluk yang kulitnya seputih pangsit?"

"Warna biru langit, Tuan. Itu sangat cocok jika dipakai oleh Andrea."

"Kenapa jadi Andrea? Aku kan tidak sebut nama."

"Hanya percontohan saja. Lagipula kulit Andrea memang seputih pangsit. Agak kontras dengan asal-usulnya yang dari desa."

Benar juga. Lucien baru sadar dengan hal ini. Andrea terlalu bangsawan untuk ukuran orang desa. Warna kulitnya yang putih bersih tak kalah dengan wanita kota yang rutin melakukan perawatan mahal.

"Dia masih sangat alami tanpa ada campur tangan dokter ataupun tambahan make up mahal. Yang seperti ini harga jualnya tak terhingga. Dan juga ... langka," gumam Lucien memuji kenaturalan Andrea sambil menyunggingkan senyum penuh bangga.

Gumaman Lucien membuat para bawahannya menyadari satu hal. Saling melirik satu sama lain, diam-diam tersenyum kecil melihat bos mereka memuji seorang gadis. Dan untuk pertama kalinya tiran ini menunjukkan senyum di depan karyawan.

"Tuan, kapan kita akan melanjutkan meeting ini? Persentase kami ada yang belum dijelaskan," tanya staf mengingatkan kalau pekerjaan mereka belum selesai.

"Ya sudah kalian lanjutkan saja. Aku mau menghirup udara segar dulu," sahut Lucien tiba-tiba ingin menemui Andrea.

"Tapi ....

"Aku yang akan mengambil alih meeting kali ini." Veroz pasang badan. Dia dan para staf membungkuk hormat saat bos mereka melenggang pergi tanpa beban. "Fokus! Jangan biarkan pikiran kalian dipenuhi oleh sesuatu yang tidak seharusnya kalian pikirkan."

"Baik, Tuan Veroz."

Satu tangan masuk ke saku celana, Lucien bersiul sambil berjalan menuju ke ruangan tempat dimana Andrea berada. Dia bahkan tersenyum saat berpapasan dengan karyawan yang menyapanya.

"Apa kota kita sudah masuk musim semi? Tiba-tiba aku seperti melihat ada banyak bunga tumbuh di mana-mana. Sangat harum dan hangat. Kalian merasakan itu juga tidak?"

"Bukan musim semi, tapi prilaku bos kita yang seperti sedang kasmaran. Pantas satu bulan ini suasana kantor terasa jauh lebih hangat dari sebelumnya, ternyata karena kulkas dingin itu mulai mencair. Hmm, indahnya jatuh cinta. Hihihi,"

Para karyawan terkikik geli membayangkan sikap bos mereka yang berubah drastis. Dari yang bengis dan dingin, berubah jadi murah senyum dan jadi lebih ramah. Semoga hal ini bisa bertahan lama.

(Kau menyelesaikannya dengan sangat baik, An. Walaupun aku hampir mati karena menahan emosi, setidaknya aku lega bisa melihatmu berkembang dengan sempurna)

Diam-diam memperhatikan dari jauh, Lucien tersenyum menyaksikan Andrea yang terlihat sangat gembira bersama timnya. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, tapi tawa lepas di bibir gadis itu membuat jantung Lucien berdegup kencang.

"Tak bisa kupungkiri, sejak dia datang hidupku jadi lebih berwarna. Selalu ingin melihatnya, bersamanya, mendengar suaranya ... aku tidak tahu kenapa jadi seperti ini. Apa mungkin ini yang disebut menemukan belahan jiwa?"

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!