NovelToon NovelToon
Bukan Kontrak Pernikahan

Bukan Kontrak Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:27.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adinasya mahila

Warning!
(Kram perut yang disebabkan membaca cerita ini tidak ditanggung BPJS, Jika gejala berlanjut hubungi Otor)


Bianca Nataniasunny seorang gadis mandiri dan sedikit arogan harus menjalani pernikahan tanpa cinta dengan seorang pria bernama Skala Prawira yang tak kalah arogan seperti dirinya. Kedua mahkluk itu sama-sama mengincar warisan dari keluarga mereka dan sepakat untuk melakukan kerjasama.

Menikah tidak membuat mereka lantas dengan mudah saling mencintai. Pertengkaran yang berujung kekonyolan menjadi santapan mereka sehari-hari.

"Kalau gue Anaconda loe Piranha Amazon," ~ Ska.

"Hah...ogah gue sehabitat sama loe," ~ Bian.

Tanpa Skala dan Bianca sadari jeratan takdir masa lalu telah mengikat keduanya.

_
_
_

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Perjanjian

Sesosok laki-laki berkacamata hitam terlihat turun dari mobil, berjalan tegap masuk ke sebuah gedung perkantoran meninggalkan mobilnya begitu saja, semua mata yang berada disana langsung tertuju pada sosok laki-laki itu, terutama mata para karyawan wanita, mereka seolah mendapatkan pemandangan indah nan menyejukkan mata, beberapa sampai berhenti dan mematung karena tak ingin melewatkan mahakarya yang kuasa itu.

Laki-laki tinggi berbadan bak super model dan berjas abu-abu itu berjalan angkuh bak seorang CEO dalam novel-novel roman yang digilai para gadis dan mama muda. Namun tiba-tiba,

"Gubrak"

Semua adegan mempesona itu buyar seketika berganti dengan tatapan geli, saat Ska menabrak sebuah palang sampai hampir jatuh terjungkal.

Ska buru-buru bertingkah seoalah tak terjadi apa-apa, meskipun sebenarnya ia ingin langsung menyembunyikan mukanya di balik sesuatu karena wajahnya memerah menahan malu.

Seorang satpam mendekat menanyakan apakah Skala baik-baik saja, laki-laki itu hanya menggunakan tangannya untuk memberi tanda bahwa dia tidak apa-apa, Ska kemudian melepaskan kacamata sialnya yang dia anggap biang kerok sampai dirinya menendang palang tadi, ia lantas bertanya di mana letak ruang direktur kepada si satpam.

Sang satpam mengernyitkan dahi, orang-orang yang berada di dekat sana juga terlihat penasaran kenapa laki-laki tampan itu mencari ruangan direktur mereka.

"Maaf kalau boleh tau anda siapa?" tanya satpam dengan sopan.

"Saya calon suami direktur disini," ucapnya dengan penuh percaya diri.

Semua orang yang mendengar terlihat terkejut, beberapa ada yang merasa iri mendengar ucapan Skala, bagaimana mungkin orang kaya selalu mendapat pasangan orang kaya begitu pikir mereka.

***

Bianca terkekeh saat Bayu memberitahu bahwa di depan ada seorang laki-laki yang meminta menemuinya dan berkata ke semua orang dia adalah calon suaminya.

"Persilahkan dia masuk, dan pastikan jangan ada yang mengganggu sampai kami selesai bicara," perintah Bian ke sang sekretaris.

Bayu menunduk menuruti perintah sang direktur, ia membuka pintu ruangan atasannya mempersilahkan Skala masuk ke dalam.

Bian berdiri dan melempar senyum ke arah Ska, memintanya duduk di sofa, gadis itu lantas menyilangkan kakinya, menatap Skala dengan pandangan menang. Bian tahu pasti laki-laki di hadapannya sekarang pasti datang untuk menerima tawarannya kemarin.

"Ok gue mau nikah sama loe, tapi setelah warisan kakek gue jatuh ke tangan gue kita pisah," ucap Skala.

Bian hanya mengangkat kedua alis matanya, bertanda setuju dengan ucapan Skala.

"Gue pengen perjanjian kita legal, jadi gue akan minta pengacara buat mengawal semua isi perjanjian kita." Bian menatap tajam ke arah Ska yang bingung dengan kalimat yang baru saja ia ucapkan.

"Kenapa melibatkan pengacara? Bukannya ini rahasia kita berdua?"

"Ska loe pikir gue be.go? Kalau loe tiba-tiba di tengah jalan ngelanggar perjanjian terus gue dapat apa? Loe pikir gue se-oon itu?"

"Iya loe kan emang oon, kalau loe ga oon pasti loe cabut kunci mobil loe dulu sebelum ngancurin mobil gue kemarin." Ska mulai mengungkit masalah yang menyebabkan dirinya tidak bisa menginjakkan kaki di kantornya dua hari ini.

"Udah deh gue ga mau bahas kejadian itu lagi, sekarang kita bahas aja perjanjian kita sebelum kita sodorin ke pengacara."

"Meskipun kita nikah gue besok ga mau nglayanin loe layaknya istri ke suami, baik itu nyiapin loe makan, kebutuhan loe dan sampai keb...." Bian ragu meneruskan kalimatnya.

"Kebutuhan ranjang? cih... ga sudi gue, lagian ga nafsu juga gue sama loe," ejek Skala.

"Heh...gozilla gue cuma antisipasi ya siapa tau loe setelah nikah jadi demen sama gue," balas Bian sedikit emosi.

"Halah yang ada loe pasti yang bakal duluan suka sama gue, kemungkinan gue suka sama loe tu nol persen, sementara loe ke gue bisa gue pastiin sembilan puluh sembilan persen, ngerti!"

"Ga gue ga ngerti," jawab Bianca kesal.

"Ya dasar emang loe oon," cibir Ska.

"Sekali lagi loe ngatain gue oon, gue ga bakal bilang ke Tuan Prawira kalau gue udah maafin loe," ancam gadis berkulit putih itu.

"Nah gue pengen di perjanjian kita ga ada yang namanya ancam mengancam dan lapor melapor ke pihak lain kalau kita lagi berantem, kayak anak kecil tau ga sih," ejek Ska lagi.

Bayu yang mendengar perdebatan dua orang itu memilih berjaga di depan pintu lift agar tidak ada seorangpun yang bisa mengakses lantai dimana ruangan direkturnya berada.

"Jadi kita sepakat akan cerai kalau kita sama-sama udah berhasil dengan tujuan kita, gitu?" Ska meminta sebuah kesimpulan kepada Bian untuk mempertegas apa yang mereka bicarakan.

"Cerdas! maka dari itu kita harus saling bantu, tapi kalau loe sampe ngelanggar perjanjian gue pengen tiga puluh persen saham PG group sebagai kompensasi."

"Terus kalau loe yang ngelanggar gue dapat apa?" Ska mencondongkan badannya ke arah Bianca.

"Sama, gue akan kasih tiga puluh persen saham Niel Fashion," jawab Bian sambil membuat gerakan angka tiga puluh dengan jarinya.

"Itu ga sebanding nilainya, emang loe pikir gue ga bisa mengkalkulasi nilai saham?" ejek Ska.

"Niel fashion itu hidup gue Ska, gue bisa mati kalau kehilangan dia, maka dari itu gue berani jadiin jaminan, karena loe bisa pastiin gue ga bakal ngelanggar perjanjian kita, sementara tujuan loe itu sebagai pewaris PG group, ibarat sebuah kota loe pengen menguasai semuanya, sementara gue cuma pengen satu bangunan aja," terang Bian.

Ska terlihat diam mencerna setiap omongan yang Bian ucapkan, ia mulai paham dan menganggukkan kepalanya.

"Oke, yang pasti sekarang loe harus bilang ke kakek gue kalau loe udah maafin gue, loe tau dua hari ini hidup gue hampa karena ga ada yang bisa gue kerjain." Ska menyandarkan punggungnya sambil meluruskan tangannya ke sofa, menatap tajam ke arah gadis yang terlihat langsung berdiri menyambar ponsel di meja kerjanya.

Bian menelpon nomor Prawira, dengan nada yang dibuat sehalus mungkin gadis itu berkata Skala sudah datang ke kantornya untuk meminta maaf. Ia memohon agar Prawira bisa memberikan ijin agar Skala bisa masuk ke gedung perusahaannya lagi.

Prawira terbahak sampai membuat Bian menjauhkan ponsel dari telinganya. Gadis itu lalu menekan lambang loudspeaker dan meletakkan telunjuknya ke bibir. Membiarkan Skala ikut mendengar apa yang Prawira ucapkan.

"Baiklah kakek akan menghubungi Skala nanti, dan kakek juga akan segera menemui keluargamu. Kakek harap kalian tidak akan bertengkar lagi seperti ini, jika Ska membuat masalah denganmu lagi nanti kakek berjanji akan mencoretnya dari daftar kartu keluarga."

Prawira terdengar terbahak lagi sementara sang cucu terlihat melotot tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Bianca tersenyum menang untuk yang ke dua kali sambil mengejek laki-laki yang nampak kesal karena ucapan sang kakek.

"Kakek tidak perlu sampai seperti itu, aku pastikan semua akan baik-baik saja, Ska sudah berjanji tidak akan mengulanginya, dia berkata sangat mencintaiku kek."

Skala terlihat melebarkan matanya, jelas laki-laki itu terkejut dengan kalimat yang diucapkan Bian, bagiamana mungkin gadis itu mengucapkan kata cinta dengan nada santai seolah kata sakral yang mengikat hati dua insan Tuhan itu tak memiliki arti sama sekali.

"Apa loe harus berbohong sampai segitunya?" tanya Ska setelah Bian mematikan ponselnya.

"Membuat orang percaya bahwa kita saling mencintai adalah kunci, agar tidak ada orang yang curiga dengan kebohongan kita nanti," papar Bian.

"Selanjutnya kita bisa bertemu dan membahas perjanjian kita dengan membawa pengacara kita masing-masing, dan pastikan pengacara yang kamu bawa bisa menjaga rahasia," lanjutnya.

Skala berdiri dari tempatnya, merapikan jas yang ia kenakan, sambil berlalu pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan ke Bian, Namun laki-laki itu berbalik sesaat sebelum tangannya meraih gagang pintu ruang kerja Bian.

"Lebih baik kita bertemu lagi di luar kota."

"Ide bagus," jawab Bian.

Skala keluar tapi tiba-tiba masuk kembali ke ruangan Bian dan menutup pintu, ia lantas tertawa terbahak-bahak bahkan sampai memegangi perutnya, membuat Bian yang hampir duduk di kursinya terjingkat berdiri karena merasa kaget dan kebingungan untuk apa laki-laki itu masuk lagi ke dalam, Bian sampai berpikir Skala sedang terkena serangan gangguan jiwa mendadak.

"Kamu tau? aku baru saja memikirkan bukankah kita ini brilliant? wah... sepertinya selain menjadi pengusaha kita juga harus mencoba menjadi artis Ca," ucapnya sambil masih terus tertawa.

Skala kemudian melambaikan tangannya ke arah Bian untuk benar-benar pergi dari ruangan direktur Neil Fashion itu.

Bianca baru tersadar, bukankah laki-laki itu baru saja memanggilnya Ca?

_

_

_

_

_

Jangan lupa LIKE dan KOMEN 🙏 VOTE bintang 5 ya

THANK A TON

1
febby fadila
masih misteri ya, semoga cepat di temukan pelakunya
febby fadila
aku nggak lihat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
febby fadila
mantap good bianca salah cari lawan kamu ska istrimu itu lbih segalanya 🤣🤣🤣
febby fadila
ya ampun ya ampun ya ampun 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
seharusx ular cobra ya kan 🤣🤣🤣🤣🤣 banyak bisanya
febby fadila
hm hm semoga aja kecentol lagi sama bianca biar cepat hamil
febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga suntik mati aja sekalian 🤣🤣🤣
febby fadila
panas panas panas panas wkwkkwwkwk
febby fadila
penasaran ni siapa yg bakalan hamil duluan ini feli apa bianca
febby fadila
sabar ya bayu kedua atasan kamu itu lagi mabuk cinta 🤣🤣🤣
febby fadila
kira² siapa yg duluan hamidun ini
febby fadila
waaa habis mabuk bian sama ska makin mesrah tp beda sama tama dan feli bakalan perang ini mah 🤣🤣🤣
febby fadila
hmmm nggak ada lagi ya cucu laki² prawira ini untuk aku jadikan mantu 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
tamia aku kira tomi² 🤣🤣🤣
febby fadila
wooww sial benar pasutri baru ini 🤣🤣
febby fadila
razia di pagi buta 🤣🤣🤣
febby fadila
pacaran setelah nikah tu enak nggak rakut dosa bebas mau ngapain ♥️♥️
febby fadila
hmmm tama mau jadi pebinor sama kek istrinya yg mau jadi pelakor 🤣🤣🤣
febby fadila
uuuuu klw yg ganteng nan cakap bgni jiwa haluku meronta ronta 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
sabar ya Skala 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!