kisah Elma yang terpaksa harus pergi karena suaminya aldio menghamili dan akan menikahi kakak tirinya yang bernama Nani ,dia sangat terluka hingga akhirnya memilih pergi .
namun setelah 12 tahun mereka di pertemukan kembali akan tetapi lagi dan lagi kakak tirinya selalu berusaha memisahkannya . hingga akhirnya Elma memilih mengikhlaskan dan kembali membuka hati untuk pria masa lalu nya sebelum Elma menikah dengan Aldio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelia Elisnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12:00 siang , Aluna menunggu papahnya di depan gerbang sekolah . Mereka sudah membuat janji akan pergi makan ice cream bersama .
Namun ternyata yang datang bukanlah papahnya ,melainkan teman mamahnya yang bernama Reza . Membuat Aluna semakin kesal , apa ia papahnya ingkar janji .
"Aluna ,belum di jemput yah ?" tanya Reza basa-basi
Aluna memandang Reza malas , pertanyaan yang tidak seharusnya dijawab,kalau sudah di jemput pastinya sudah tidak ada di sini .
"Ayo bareng,om aja " ajak Reza " kebetulan om juga mau menemui mamah kamu ".
Sebelum Aluna menjawab , Aldio datang langsung menghampiri Aluna dengan napas yang memburu .
"Sayang,maafin papah ya jemputnya telat ".
"Papah , gak apa-apa kok. Oh iya om ,kenalin ini papah aku ".
Reza terkejut bukan main ternyata ayah kandungnya Aluna sudah datang , itu berarti Elma juga akan kembali bersama suaminya . Tidak ,Reza tidak akan membiarkan ini terjadi . Dengan senyum yang di paksakan Reza mengulurkan tangannya .
"Hallo, Reza ".
"Aldio " kemudian Aldio menggandeng Aluna " kalo begitu kami duluan ya ,mas Reza . Mari " berusaha tersenyum ramah .
Aldio dan Aluna pun pergi , Reza menatap mereka lekat-lekat . Dia tidak rela jika Elma kembali bersama suaminya , Reza akui dirinya jauh di bawah Aldio . Dilihat dari penampilannya saja bukan orang sembarangan , Reza mengepalkan tangannya menahan emosi .
###
"Yang barusan itu siapa ,na ?"
"Namanya om Reza , teman mamah . Tapi sepertinya om Reza menyukai mamah , aku gak suka itu " jawab Aluna cemberut
"Loh kenapa gitu , kan biar Una punya papah . papah liat dia baik kok ?".
"Kan Una udah punya papah , papah gak mau ya jadi papah aku ?" Aluna merajuk kemudian melipat kedua tangannya didada.
"Siapa bilang gak mau , tapikan kalo sama papah gak bisa selalu disamping kamu setiap saat ".
Elma sampai di depan minimarket, dia melihat Aldio bersama remaja tanggung di perkirakan usianya sama dengan Aluna , tapi siapa karena Elma hanya melihat punggungnya saja . Aldio begitu menyayangi anak itu , dengan lembut dia mengusap-usap kepala anak itu .
"Ah ,mungkin itu anaknya bersama kak Nani ". Elma pergi dari sana dengan perasaan sedih , dia juga ingin Aluna bisa merasakan di perlakukan begitu lembut oleh ayah kandungnya . Tapi dia bisa apa .
Elma kembali kekantor dengan perasaan sedih , dilobi dia bertemu dengan Reza .
"Elma tunggu " Elma berbalik " ada yang mau aku omongin ,penting ".
"Tapi gak bisa lama ,Za "
"Iya gak papa "
Reza dan Elma pergi ke cafe samping kantor , dengan ragu Reza bertanya dengan hati-hati.
"El , aku mau hubungan kita bukan hanya sebatas teman "
"Mak-sud kamu "
"Iya , aku mau jadi ayah buat Aluna . Mama udah merestuinya, bahkan mama menyuruhku untuk secepatnya melamar kamu "
Elma terdiam , ini yang dia takutkan . Elma bingung harus menjawab apa , dia tidak mau menjalin pernikahan yang diawali dengan keterpaksaan. Dia sudah mengalami itu ,rasanya tidaklah mudah.
"Za,maaf . Aku belum bisa "
"Tapi kenapa ,Elma ?" ucap Reza dengan suara di tahan
"Aku hanya menganggap kamu sebagai teman tidak lebih "
Reza terkekeh, sesulit inikah seorang Reza mendapatkan cinta dari seorang wanita yang selalu dia inginkan .
"Maaf.... Aku kembali kerja dulu , permisi "
Gerak gerik Elma dan Reza tidak lepas dari pantauan Aldio ,dia mengepalkan tangannya kuat. Aldio marah wanita yang dirindukannya terlihat mesra dengan laki-laki lain.
Aldio berlalu dari sana dengan langkah lebar , setelah sampai ruangan dia medudukan bokongnya di kursi kerja lalu melonggarkan dasinya . Rasa marah masih bergelayut dalam hatinya , setelah itu dia melihat Elma sudah kembali ke mejanya dan Aldio pun menghampirinya .
"Bagus ya , datang telat . Malah asyik bermesraan " ucap Aldio sinis membuat Elma terperangah ,dengan santai Elma menguasai dirinya kembali .
"Kenapa pak ,ada masalah? Tidak adakan , memangnya bapak siapa mengatur-atur saya ?"
Aldio melongo dengan ucapan Elma barusan , jadi dia sudah tidak menganggapnya lagi sebagai suami padahal mereka belum bercerai .
"Lebih baik bapak pergi deh , saya mau bekerja . Sepet mata saya liat bapak "
Aldio mendekatkan wajahnya ke Elma , menatap manik mata Elma lama .Kemudian tatapannya beralih ke bibir Elma , Elma memejamkan matanya namun dia tidak merasakan apa-apa, kemudian Elma membuka mata dan melihat Aldio sudah menjauh . Elma menghembuskan napas kecewa .
"Kenapa ,kecewa ya ?"
Elma bungkam , ia dia memang kecewa . Elma sadar dia memiliki Istri , tapi .... Bukankah dia juga masih istrinya ? Entahlah Elma bingung menyikapinya bagaimana .
Lalu ada sering ponsel berbunyi , Aldio melihatnya dan tersenyum kemudian mengangkatnya .
"Hallo sayang " Aldio melirik Elma dengan ekor matanya ingin mengetahui apakah dia cemburu atau tidak, ternyata dugaannya benar , berarti Elma masih mencintainya. Dengan tersenyum menyeringai Aldio berlalu dari sana masih dengan berbicara mesra di telepon .
Elma kesal bukan main , jika Aldio sudah bahagia dengan kehidupan barunya kenapa masih mengganggunya . Elma mencoret-coret kertas pekerjaannya dengan bolpoin , setelah sadar Elma merutuk dirinya sendiri , harus bekerja dua kali jika seperti ini .
###
Satu Minggu sudah setelah kejadian itu Elma selalu menghindar jika bertatap muka dengan Aldio , bukan apa dia hanya ingin menekan hatinya untuk tidak baper lagi seperti dulu. Elma ingat hari ini ulang tahun Aluna jadi dia akan pulang cepat dan akan merayakannya bersama , dia sudah tidak sabar menanti sore .
Disaat sedang fokus bekerja Anita datang menghampirinya , dengan gaya berlenggak lenggok Anita tersenyum manis kepada Elma.
"Hai ,janda gatel . Jangan harap setelah ini bisa mendekati pak Aldio lagi ,karena istrinya juga akan bekerja disini "
Deg
Elma tidak tahu harus bereaksi apa , wajahnya pucat pasi . Bukan takut karena dia tahu siapa orang yang di maksud Anita ,hanya saja pasti ayahnya juga akan mengetahui keberadaannya sudah dipastikan Elma akan mendapatkan masalah ,apalagi ibu tirinya itu bermuka dua .
Elma menghembuskan napasnya , semenjak Aldio hadir dalam hidupnya Elma selalu tidak tenang .
Anita menyunggingkan senyum,lalu mencondongkan badannya ke hadapan Elma lalu berkata " siap-siap saja kamu di depak dari sini " lalu Anita pergi dari hadapan Elma .
Dengan tersenyum puas dia melangkah ringan tanpa beban karena dia akan mendekati istri bos nanti , agar Elma bisa di keluarkan dari kantor ini dan saingannya berkurang. Sungguh cerdik Anita ini .
Elma tidak ambil pusing masalah ini ,tapi dia juga harus menyembunyikan Aluna barang sebentar karena dia takut hati anak itu terluka menyaksikan ayah,dan kakeknya menyayangi anak lain selain dirinya . Sudah pasti anaknya kak Nani kebanggaan mereka , berkali-kali Elma menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar . Kelakuan Elma tidak luput dari pantauan Aldio ,dia menyeringai. Aldio yakin sekali kalau Elma memikirkan dirinya dan masih cemburu ketika dia berbicara di telepon dengan mesra . Elma tidak tahu kalau yang menelpon adalah anak angkatnya , Aldio menikmati ekspresi wajah Elma ,kadang memberengut kadang juga mendesah frustasi.
Aldio sangat menikmati ekspresi wajahnya Elma bahkan pekerjaannya dia tunda .
membiayai ortu.
sekolah dulu yg pintar
hobynya makan
Krn Melda udah membunuh janin yg TDK berdosa.
ntar kumat lagi
biar tau rasanya