Fajar adalah seorang duda beranak satu yang telah ditinggal oleh istrinya yang lebih memilih pria lain.
Sedangkan Rain adalah putri tinggal dari pasangan Waiz dan Talia. Gadis manja itu sengaja dijodohkan oleh Waiz karena melihat kelakuan putrinya yang semakin hari susah diatur.
Bagaimanakah sikap Rain dalam menerima semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Modus
"Mom, Adek dapet undangan dari sekolah. Orangtuanya suruh dateng." ujar Riza memeluk tubuh Alesha yang sedang membuatkannya sarapan.
Alesha yang sedang membuatkan sarapan berhenti sebentar."Kapan sayang?" tanya Alesha kembali mengoleskan selai ke roti yang berada di atas piring.
"Lusa Mom." ujar Riza memberikan undangan kepada Alesha.
"Kamu ikutan drama sekolah?" tanya Alesha, kata Refan,Riza sangat anti dengan acara sekolahnya, ia benci mengikuti pentas ataupun drama yang di adakan sekolah.
"Yes Mom, aku mau Mommy liat aku ikut pentas." jawab Riza.
"Kata Daddy kamu gak suka ikut kalo ada acara sekolah?" Riza menunduk memilin seragam sekolahnya.
"Dulu gak ada yang liat Riza, biasanya temen-temen bakal ajak orang tuanya, tapi Riza gak ada yang liat bahkan semangatin." lirih Riza dengan mata memerah, Alesha yang melihat wajah puteranya langsung mengusap kepala Riza dan tersenyum.
"Ya udah Mommy akan dateng di acara kamu, Mommy juga bakal paksa Daddy biar ikut." ujar Alesha tersenyum hangat.
"Makasih Mom." ucap Riza memeluk ibu sambungnya, Kaira, Abil dan Ramon menatap haru Alesha dan Riza, mereka bersyukur memiliki ibu sambung seperti Alesha.
Kasih sayang yang di berikan Alesha kepada mereka sangat tulus hingga membuat mereka perlahan bisa mengikhlaskan almarhum Clara-ibu kandungnya.
"Ya udah kalian sarapan, habis itu langsung berangkat sekolah ya, nanti telat."
"Daddy, mana Mom?" tanya Abil yang tidak melihat keberadaan Daddy-nya.
"Daddy tadi udah duluan. Soalnya ada meeting sama klien, jadi harus pagi-pagi." jelas Alesha.
Ramon mengangguk paham "Terus, kita dianterin siapa, mom?"
"Kalian berangkat sama kakak ya, gak papa kan kak?" tanya Alesha kepada Kaira.
"Iya Mom gak papa, lagian kakak hari ini berangkat agak siang." ujar Kaira menyelesaikan makannya.
"Udah ah yuk, Kakak tunggu di luar." Kaira langsung meneguk segelas susu sampai
habis.
"Mom, kakak berangkat dulu ya, assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam".
"Tunggu, Kak!" teriak Riza dan Ramon setelah berpamitan kepada Alesha.
"Abang juga berangkat ya Mom, Assalamualaikum." pamit Abil.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati."
Setelah kepergian anak-anaknya, Alesha langsung memasuki kamar untuk berganti pakaian mengingat hari ini dia memiliki janji bersama Resa shopping ke mall.
*****
Alesha dan Resa kini telah sampai disalah satu Mall terbesar di kotanya. Mereka baru selesai berbelanja dan sekarang mereka telah sampai disalah satu restaurant yang menyediakan menu makanan favorit mereka saat masih sekolah.
"Mama Maura apa kabar Sa? Aku kangen banget deh sama masakan Mama." tanya Alesha menanyakan kabar Mama nya.
"Alhamdulillah Mama baik."
"Syukur deh, kalo Abang masih sibuk di kantor aja?"
"Kadang-kadang sih, tapi sekarang dia lagi di luar kota ada urusan bisnis."
Alesha mengangguk paham."Kapan pulang?"
"Hari sabtu katanya sih pulang, tapi ya gak tau juga sih." jawab Resa menikmati jus jeruk yang dia minum.
"Nanti bisa malam mingguan dong." ujar Alesha menaik turunkan alisnya menggoda Resa.
Resa tertawa."iya dong, gue kan belum punya buntut jadi di puas-puasin aja berduaan, lo kapan mau nambah anak sama Refan, cepet-cepet kasih anak lah Sha." ucap Resa memajukan kepalanya pertanda pergibahan akan segera di mulai.
"Sedikasihnya aja sih Sa, doain aja ya supaya aku cepet-cepet hamil, aku juga pengen ngandung anak Mas Refan."
"Oh iya, kemarin lo habis dari rumah mantan suami lo kan ya, terus lo kesana sama Refan apa anak-anak lo?" tanya Resa kepo.
"Aku kemarin sendiri ke sana, terus pulang-pulang aku ribut sama Mas Refan gara-gara Mas Rey." jelas Alesha mengingat dia masih sedikit marahan dengan Refan perihal masalahnya dengan Rey.
"Kok bisa"
"Iya bisa, Mas Refan tiba-tiba datang ke rumah Mas Rey, di sana dia denger percakapan aku sama Mas Rey,dimana saat itu Mas Rey bilang kalau rasa cinta Mas Refan ke mendiang istrinya lebih besar ke aku, ya aku jawab kan, aku bahagia dengan kehidupan aku yang sekarang, dan Mba Clara emang gak perlu di lupain karena dia cinta pertama Mas Refan, tapi setidaknya Mas Refan sayang sama aku dan aku gak harus jadi yang kedua di rumah tangga seseorang."
Alesha melanjutkan ceritanya asal mula pertengkarannya dengan Refan saat di mobil, dan Resa sangat shock, berarti Refan sangat menyayangi Alesha hingga takut kehilangannya.
*****
Alesha telah sampai dirumah, rasanya lelah sekali berbelanja seharian. Alesha dikejutkan dengan kehadiran Refan yang tengah duduk di ruang tamu sambil menopang kakinya di.
"Lah kok udah pulang, Mas?" tanya Alesha heran, biasanya Refan akan pulang di sore hari dan melanjutkan kerjaannya di rumah.
"Bukannya ucap salam, malah nanya gitu."cibir Refan menatap malas istrinya.
"Assalamualaikum,Mas Refan." ujar Alesha mencium tangan Refan dan ikut duduk di samping suaminya.
"Wa'alaikumussalam, Cantiku,sayangku,cintaku." goda Refan mencium pipi halus Alesha.
"Ih geli tau Mas,kamu gak cocok ngomong gitu, berasa kaya om-om pedofil tau gak." ujar Alesha memalingkan wajahnya yang terasa panas atas ucapan suaminya.
Refan terkekeh lalu menarik pinggang Alesha agar duduk menempel dengannya. "Sini kamu. Mas, mau nanya?" ujar Refan.
"Mau nanya apa, Mas?"
"Kamu abis ke Mall sama Resa apa Mama Maura?" tanya Refan menyembunyikan wajahnya di leher Alesha, menghirup rakus wangi tubuh istrinya.
"Tadi aku cuma pergi sama Resa Mas, kamu kok tumben pulang cepet." tanya balik Alesha.
"Aku udah selesai meeting, tinggal satu pertemuan lagi sih, tapi aku undur jadi besok pertemuannya." ucap Refan.
Alesha menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, sungguh sangat nyaman rasanya mempunya suami seperti Refan."Kok di undur Mas?"
"Iya soalnya Mas pengen cepet-cepet pulang, kangen banget sama istri Mas yang cantik ini."
"Ih kamu ya, kebiasaan gombal terus."
"Gak gombal sayang, namanya juga kangen, mana bisa aku tahan. Bawaannya pengen cepet-cepet pulang terus."
"Jangan macem-macem ya Mas, ini masih siang kamu kebiasaan banget." ujar Alesha memicingkan matanya menatap Refan.
"Kamu mikir apaan sih, mesum ya? Mas cuma pengen gini aja sama kamu." goda Refan menaik turunkan alisnya kemudian memeluk erat tubuh ramping Alesha.
"Idih apaan sih Mas, ya aku kan nanya. Kamu malah balik nanya. Lagian kamu yang mesum bukan aku, aku udah hafal ya sama sifat kamu, dikit-dikit mesum." cibir Alesha mengerucutkan bibirnya.
"Oh jadi udah hafal ya." ujar Refan tertawa, menurutnya sangat menyenangkan menggoda istri kecilnya itu.
Alesha melepaskan pelukan Refan dan bergeser menjauh dari tubuh suaminya.
"Dih ngambek nih, gitu aja ngambek, tapi emang bener sih Mas mesum." tawa Refan.
"Apaan sih Mas! Ngeselin banget kamu. udah sana mending kamu balik kerja aja!" ketus Alesha mengusir suaminya.
"Kamu kok ngusir yang, harusnya suami ada di rumah itu dimanja, mumpung gak ada anak-anak, apalagi kalo ada Riza, Mas jadi gak bisa deket-deket sama kamu."
Alesha mendelik kesal menatap suaminya yang masih tertawa, sungguh Refan hobi sekali menggoda istrinya.
Alesha berdiri pergi kekamar sambil berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya."Awas kamu Mas, pokoknya malam ini kamu gak boleh tidur sama aku, biarin kamu tidur di luar."
Refan langsung menghentikan tawanya, ia langsung berlari menyusul Alesha tetapi sudah terlambat karna istrinya sudah mengunci pintu kamar.
"Please sayang, aku cuma bercanda kok, buka ya pintunya, masa kamu tega biarin Mas tidur di luar sih yang." keluh Refan dengan wajah memelas.
Tidak ada jawaban dari Alesha membuat Refan semakin panik jika benar-benar akan tidur di luar malam ini." Yang, jangan ngambek dong, Mas kan cuma becanda."
Masih tidak ada jawaban dari Alesha "Yang, kamu beneran marah ya? Yaudah aku minta maaf, sekarang tolong kamu buka pintunya ya?"
"Sha, masa kamu tega sih nyuruh Mas tidur di luar."
"BERISIK! BAWEL! TIDUR SANA DILUAR, LAGIAN SIAPA SURUH GODAIN AKU MULU."Pekik Alesha dengan kencang,
"Kayanya kamu hamil deh yang, buktinya kamu marah-marah terus."
"Gak ada hamil-hamil, kamu lupa semalem aku baru aja dateng bulan." sahut Alesha dari dalam
******
"Ayo pikirin tempat yang bagus buat liburan." Bisik Rey. Dia langsung memeluk Safira dari belakang setelah menutup pintu kamar. Keduanya baru masuk ke kamar setelah menemani Reysha tidur siang di kamarnya.
"Terserah Mas aja. Aku nggak punya rekomendasi tempat." sahut Safira cepat. Rey mengajaknya berlibur untuk menikmati waktu berdua seperti pengantin baru kembali.
Safira memang jarang berlibur untuk sekedar menghabiskan waktu di tempat wisata .Masa remajanya di sibukkan hanya untuk belajar.
"Asal bukan di luar negeri. Aku gak mau ninggalin Reysha lama-lama." tambahnya lagi.
"Aku gak ngajak kamu keluar negri sayang, emang kenapa sih? Kita juga butuh liburan kan, masalah Reysha? Dia aman sama Alesha dan Refan."
Setelah memutuskan untuk pergi liburan, sore harinya Rey mengajak Safira pergi ke pantai dan akan menginap di resort selama 1 minggu.
Sore ini mereka sudah berada di rumah Alesha untuk mengantarkan Reysha menginap di sana.
Rey dan Safira menghampiri Reysha yang langsung asik bermain bersama Refan dan Alesha.
Safira berlutut untuk mensejajarkan diri dengan Reysha, Safira mencium kedua pipi Reysha bergantian,kemudian mencium keningnya.
"Jangan nakal ya, lain kali kita pergi liburan sama-sama." ujar Rey menggendong Reysha sebentar dan menyerahkannya kepada Alesha.
"Kita pamit dulu ya Sha, Pak Refan. Titip Reysha sebentar." ucap Rey.
"Reysha aman sama saya, kita ini keluarga." jawab Refan.
Setelah berpamitan, Rey dan Safira bergegas pergi menuju tempat tujuan untuk mereka menghabiskan waktu bersama, Rey berharap rasa cintanya pada Safira tumbuh kembali.