Kisah rumah tangga Atika dan Aris yang diterpa badai, sebelumnya mereka keluarga yang harmonis dan saling melengkapi akan tetapi adanya orang ketiga yang membuat hubungan rumah tangga mereka hancur.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? yuk ikuti ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratih Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Aris sudah meminta izin pada pak Hartono dan juga Nadia akan mengantarkan istrinya ke kampung jadi ia meminta cuti satu hari.
"Mas aku sudah siap,"
"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang."
Atika sangat bahagia sekali akan berkunjung ke rumah ibunya, ia juga sudah berbicara dengan suaminya akan tinggal sementara di kampung dan Aris tentu saja menyetujui hal itu.
"Mas tak apa apa kan kamu di tinggal,"
"Tak apa apa sayang, hanya ditinggal dua bulan kan?"
"Iya Mas, tapi hatiku rasanya tidak enak kalau meninggalkan Mas Aris sendirian."
"Kenapa? tenang saja Mas tak akan macam macam."
"Bukan itu maksud ku Mas, aku tidak enak kalau Mas tinggal sendirian. Aku takut Mas telat makan."
"Tidak akan sayang, kau tenang saja."
Atika mulai merasakan kantuk sedangkan perjalanannya masih jauh, tak lama kemudian ia tertidur di pundak suaminya.
Aris menatap wajah istrinya, ia merasa sangat bersalah pada istrinya namun ego nya terlalu tinggi sehingga ia lebih kasihan pada calon istrinya jika harus di tolak olehnya.
Setelah menempuh perjalanan 5 jam akhirnya mereka telah sampai di tanah Jawa tanah kelahiran Atika.
"Sayang bangun, kita sudah sampai."
"Emmm," Atika membuka matanya lalu ia menatap ke jendela, disana sudah ada yang menunggunya.
Dengan semangat, Atika turun dari mobil lalu ia berjalan ke arah orang tuanya yang sedang menunggu kedatangan dirinya.
"Atika!" Mereka saling berpelukan melepas rindu.
"Ibu, ayah Atika sangat merindukan kalian."
"Kami juga merindukan mu nak, nak Aris terima kasih sudah menjaga anak ibu."
Aris tersenyum menanggapi ucapan ibu mertuanya.
"Kalau begitu ayo masuk ke dalam, kita duduk dulu."
Rumah sederhana yang di tempati oleh orang tuanya Atika, Aris menatap sekeliling rumah itu. Rumahnya sangat kecil namun sangat nyaman karena jauh dari keramaian.
***
Intan melihat ibunya yang sedang menata pakaian ke dalam koper.
"Ibu mau kemana? kenapa ibu membereskan baju kak Aris."
"Kau belum tahu Intan?"
"Dua hari lagi Aris akan menikah dengan wanita yang kaya raya."
"Apa maksud ibu? kak Aris menikah, bukankah memang kak Aris sudah menikah?" Intan di buat bingung oleh ibunya.
"Ya memang Aris sudah menikah, memangnya kenapa?"
"Ibu ditanya malah balik nanya, oh aku tahu rencana ibu sekarang, jadi ibu yang memisahkan mereka iya kan. Jawab Bu! Jangan diam saja."
Intan tak habis pikir dengan rencana orang tuanya.
"Iya memangnya kenapa? gak apa apa dong Aris menikah lagi lagian laki laki itu boleh menikah lebih dari satu."
"Apa ibu gila, ibu juga punya anak perempuan. Gimana kalau aku yang ada di posisi kak Atika Bu?"
"Sudahlah Intan kamu masih muda belum ngerti urusan rumah tangga, jangan ikut campur urusan orang tua. Kamu fokus saja kerja cari uang." Lalu Bu Mirna meninggalkan Intan yang masih berdiri mematung memandangi kepergiannya.
Atika memeluk erat tubuh suaminya, ia tidak ingin jauh dengan suaminya tapi bagaimana dengan keadaan yang harus memisahkan mereka berdua. Entah Aris harus bahagia atau sedih jauh dari Atika namun ia merasakan ada rasa kehilangan jika Atika tak berada di dekatnya.
"Mas aku pasti akan merindukanmu."
"Tentu saja, Mas juga pasti akan merindukan mu Atika. Kamu jangan sedih hanya dua bulan saja kita berpisah dulu nanti setelah lahiran aku akan menjemput mu."
"Iya Mas, aku akan menunggu janji mu."
Aris mengecup kening istrinya lalu mereka berdua pergi ke alam tidurnya.
***
Hari sudah pagi, Aris sudah bersiap siap untuk kembali pulang ke kota.
"Bu! saya mau menitip Atika di sini sampai dia lahiran, maafkan saya tidak bisa menjaga Atika karena memang saya terlalu sibuk dengan pekerjaan. Nanti setelah Atika lahiran, saya akan menjemputnya kembali."
Ibu Atika tersenyum lalu ia menggenggam tangan Aris.
"Ibu sangat bahagia Atika tinggal disini, kau fokus saja bekerja nak. Ibu akan menjaga Atika disini."
"Terima kasih Bu, maaf saya sudah merepotkan ibu."
"Tidak, sama sekali ibu tidak merasa direpotkan. Atika anak ibu dan ibu sangat bahagia Atika tinggal disini."
"Kalau begitu saya pamit untuk pulang ya Bu," Atika memeluk suaminya dengan air mata yang berlinang, Atika masih merindukan suaminya ia tak ingin jauh dari suaminya.
"Atika, jaga diri kamu baik baik disini ya sayang. Jangan lupa hubungi Mas, Mas janji akan menjemput mu kembali setelah anak kita lahir." Atika menganggukkan kepalanya ia tak bisa berkata kata mulutnya terasa terkunci.
Cup
"Mas pamit ya sayang,"
Aris pun pergi meninggalkan halaman rumah orang tua Atika, ada rasa sesak di dadanya karena istrinya ia tinggal disana.
'Maafkan aku Atika, kau akan lebih baik tinggal disana. Aku tak ingin menyakiti hatimu, aku tak ingin dirimu tahu bahwa aku akan menikah lagi'
Pasti sakit hati jika Atika tahu suaminya akan menikah lagi, namun bagaimana pun jika bangkai di kubur dalam dalam suatu saat pasti akan tercium juga.
Bersambung.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe nya.
Mampir juga ke karya teman author ya.