Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Kali ini Tevy benar-benar tidak bisa menyangkal semua yang Alan katakan. Tubuh Tevy seketika menja di dingin seperti akan membeku, ototnya sangat kaku ia rasakan.
"Berapa lama kamu memiliki hubungan dengan dokter itu?" Tanya Alan lirih
"Jawab!" bentak Alan
"Dua tahun"
"Jangan bohong Tevy"
"Aku gak bohong"
"Kamu pura-pura lumpuh sudah tiga tahun"
"Aku gak bohong Alan, aku hanya dua tahun sama dia"
"Hanya? Oke. Lalu kamu yakin cuma kenal dia saat setelah kecelakaan?"
"Iya"
"Oke, bagus"
"Alan dengerin aku, aku tahu aku salah. Aku bisa perbaiki semuanya" ucap Tevy sambil bersimpuh di kaki Alan.
"Gak perlu Tevy. Kita akan segera bercerai"
"Alan tolong, aku gak mau cerai dari kamu"
"Kalau kamu gak mau, kamu gak akan melakukan hal segila ini. Dan asal kamu tahu, aku juga memiliki wanita lain"
"A-apa?"
"Aku menikahinya setahun lalu. Tadinya aku merasa bersalah karena menduakan kamu, tapi setelah melihat kenyataannya, terimakasih Tevy. Aku gak pernah menyesal menikah lagi"
"KAMU JAHAT ALAN" triak Tevy
"Lalu kamu apa? yang tega membohongi suami kamu sendiri, bahkan aku tidak melakukan apapun di tahun kedua kamu pura-pura lumpuh. Tapi kamu sudah melakukannya. Tidak perlu merasa jadi korban Tevy, kamu juga pelaku. Ambil saja rumah ini, aku tidak butuh lagi"
"Alan stop, kalau kamu keluar dari rumah ini, kamu gak akan pernah lihat aku lagi" Ancam Tevy
"Lakukan apapun yang kamu mau Tevy, kamu sudah melakukannya sejak tiga tahun lalu"
Alan meninggalkan rumah tersebut, kemudian Tevy berteriak histeris. Ia melempar semua barang-barang yang ada.
Setelah melihat Alan turun dari tangga, Intan dan yang lain segera naik keatas untuk menenangkan Tevy.
Dan betapa terkejutnya mereka jika Tevy bisa berdiri saat ini. Intan menutup mulutnya dengan kedua tangan melihat Tevy berjalan.
"Ibu bisa jalan" batinnya.
Sementara Alan dia meninggalkan rumah tersebut tanpa membawa apapun, ia mengemudikan mobilnya menuju rumah Bella.
Bella yang sejak pagi merasa gelisah, akhirnya dia sedikit merasa lega karena melihat Alan datang kerumahnya.
"Sayang" panggil Bella lirih
Alan memeluk tubuh Bella, mencium kening istrinya. Bella memahami situasi sulit Alan, ia hanua diam dan membiarkan Alan tetap memeluknya.
"Aku akan bercerai dari Tevy, dan setelah itu kamu akan menjadi satu-satunya istri aku" ucap Alan
"Kamu sudah yakin?"
"Dia selingkuh sejak dua tahun lalu. Dan aku tidak percaya, karena dia pura-pura lumpuh sudah tiga tahun"
"Astaga"
Bella yang tadinya merasa iba dengan Tevy, seketika menjadi hilang rasa simpatinya. Ia tidak lagi merasa bersalah karena merebut suami Tevy.
"Sorry Tevy, kalau kamu gak bisa membahagiakan suami kamu. Aku bisa melakukannya" batin Bella
"Kamu istirahat dulu sayang. Aku buat kan makanan buat kamu" ucap Bella
"Iya sayang"
Alan menaiki tangga menuju kamar Bella, sementara Bella segera menuju ke dapur untuk memasak soup kesukaan Alan.
"Day one menjadi istri yang sesungguhnya, sorry Tevy. Salah kamu sendiri gak bisa menjaga suami kamu dengan baik" gumam Bella.
Hampir tiga puluh menit, Bella masih menunggu soup buatannya mendidih. Ia membuka media sosialnya lalu mengambil foto apa yang sedang ia masak dan mempostingnya di media sosial.
Dan karena Bella penasaran dengan Tevy, ia sengaja membuka akun Tevy dan ternyata tidak ada postingan apapun di media sosialnya.
"Mungkin dia lagi nangis-nangis" batin Bella
Bella mematikan kompornya, kemudian menyajikan soup tersebut di mangkok lalu meletakkan di meja makan lengkap dengan kondimennya. Kemudian Bella berjalan menuju kamar, lalu mencari keberadaan Alan.
"Sayang, soupnya sudah jadi" ucap Bella pelan
"Okey sayang, aku gak sabar untuk makan"
"Let's go"
Bella dan Alan turun dari tangga, mereka menuju meja makan dengan dua mangkok soup yang sudah tersaji dengan cantiknya di meja makan.
"Gak salah pilih istri" puji Alan
"Ini hanya soup sayang"
"Gak semua istri mau melakukan ini meskipun ini hanya soup kalau kata kamu"
"Ya sudah, selamat makan sayang"
Alan segera mencicipi masakan Bella, lagi dan lagi tangan Bella tidak pernah mengecewakan ketika membuat sesuatu. Alan makan dengan lahap, ia bahkan tidak memikirkan Tevy atau apapun lagi, karena menurut Alan semua sudah berakhir dan tidak perlu di pikirkan.
"Aku sudah hubungi lawyer untuk gugat Tevy"
"Serius?"
"Iya sayang"
"Orangtua kamu?"
"Nanti aku akan temui mereka, jadi setelah semua selesai. Aku bisa menemui orangtua kamu, sebagai pasangan kamu"
"Thank you sayang"
"Sebenarnya aku sudah memikirkan ini beberapa hari, tapi kamu mempermudah rencanaku. Jadi terimakasih sayang"
"Kok rencana?"
"Aku mau menemui teman kamu, atau siapapun itu supaya kamu gak merasa sendirian disini, kamu punya aku"
"Astaga sayang, kamu berpikir kesana untuk apa. Mereka gak perlu tahu kamu"
"Tapi sekarang mereka harus tahu, kalau kamu punya aku" ucap Alan