NovelToon NovelToon
Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor

Cinta Syana Untuk Ketua Geng Motor

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:198.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Deyulia

Hai! Kali ini, Novel saya menceritakan tentang seorang gadis Muslimah yang bertemu dengan seorang ketua geng motor yang hampir menabraknya. Bagaimana kisah manis mereka bisa terjalin? Yuk simak kisahnya di sini ya. Jangan lupa kasih dukungan kalian ya. Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 Igauan Syana

Syana menangis sedih karena keluarganya telah membuangnya dan masih belum mau menerimanya, akibat perlakuan Syahdan yang melecehkannya tempo hari.

"Pak, Bu, mengapa kalian masih belum percaya bahwa Syana tidak melakukan perbuatan hina itu. Syana dijebak, apakah kalian masih belum percaya?" Syana menangis dalam tidurnya. Menyebut-nyebut keluarganya juga nama Syahdan yang ikut disebut.

"Cowok urakan yang bernama Syahdan itu yang menjebak Syana, Bu. Tolong bujuk Bapak supaya percaya Syana, Bu," igaunya lagi sembari terisak.

Syahdan yang baru saja pulang, langsung menuju kamarnya, menyaksikan Syana yang kini sedang mengigau dengan mengata-ngatai dirinya.

"Dasar cowok urakan, kamu akan menyesal karena telah melecehkan dan menjebakku. Lihat saja nanti, akan kubuat kamu jatuh cinta padaku, lalu setelah jatuh cinta, aku akan pergi meninggalkanmu, dan membuatmu merana karena penolakanku," igau Syana masih dalam tidurnya membuat Syahdan terbelalak menggeretakkan gerahamnya.

"Saat tidur saja masih sombong, bisa-bisanya dia bilang akan membuat aku jatuh cinta padanya. Jangan salah, justru kamu yang akan jatuh cinta duluan sama aku, cewek tengil. Lihat saja," balas Syahdan penuh ambisi.

Syahdan masih menunggu igauan apalagi yang akan keluar dari mulut Syana. Namun satu menit berlalu, Syana tidak lagi mengigau, yang terdengar kini hanya isakan tangisnya yang sesekali terdengar.

Syahdan tiba-tiba merasa iba mendengar suara isak tangis itu. Lalu dia mencoba menatap lelap wajah Syana yang sendu yang sesekali terisak.

Kepala Syana yang kini tidak berhijab dengan rambut terurai hitam membuat Syahdan terpesona. Syana benar-benar terlelap, tidurnya tidak terganggu sama sekali. Suara isak itu semakin menghilang. Dan Syahdan semakin terlena dengan ukiran wajah di hadapannya yang kini sengaja dia tatap.

"Cantik betul cewek tengil ini, rambutnya ternyata hitam dan panjang, hidungnya bangir, bibirnya sungguh tipis. Sempurna Tuhan menciptakanmu." Tanpa sadar Syahdan berdecak kagum, mengagumi keindahan wajah Syana.

Syahdan tersadar dari kekagumannya, dia lantas berdiri dan kembali menuju pintu kamarnya dan keluar. Syahdan bermaksud menyimpan kantong kresek yang berisi makanan yang telah dibelinya untuk makan dia dan Syana.

Saat keluar, Syahdan baru menyadari kamarnya yang ditiduri Syana tadi, sekilas nampak berubah. Bersih dan tidak ada sampah lagi yang berserakan. Namun, kenapa di luar kamar masih sama kotor dan apeknya persis seperti sebelumnya?

"Dasar cewek tengil pemalas. Aku harus membangunkannya. Enak-enakan dia tidur di ranjangku yang sudah dibersihkannya. Sedangkan ruangan lain malah dibiarkan kotor dan apek. Dasar pemalas," gerutunya dan kembali menuju kamar bermaksud membangunkan Syana.

Saat di dalam kamar, Syahdan bermaksud ingin menggoyahkan tubuh Syana supaya bangun, namun Syahdan urungkan ketika dilihatnya bibir Syana bergerak-gerak dan tersenyum sangat manis. Entah apa yang disenyumkan Syana di dalam tidurnya itu. Yang jelas, Syahdan merasa tergiur dengan bibir Syana yang pernah dia rasakan saat itu.

Syahdan mendekati wajah Syana perlahan. Rasa rindu semakin membuncah, Syahdan ingin merasakan bibir itu lagi. "Lagipula kini kamu sudah sah menjadi istriku baik agama maupun negara, jadi wajar aku menciummu," gumannya seraya semakin mendekatkan wajah itu.

Syahdan berhasil menyatukan bibirnya dengan bibir Syana. Kenyal dan hangat. Ada hasrat yang lebih dalam saat Syahdan merasakan hangatnya bibir itu. Namun, sebelum Syahdan semakin memperdalam aksinya, sang empunya bibir sepertinya merasa terganggu.

Gerakan Syahdan, mengganggu lelap Syana. Sehingga Syana terbangun dari tidurnya. Syana terkejut saat tubuh Syahdan berada di atasnya dan sedang menciumnya. Secepat kilat Syana menghempas tubuh Syahdan dan terpental ke lantai. Syahdan tidak kalah terkejut melihat dirinya terpental dihempas cewek tengil di hadapannya.

"Kakak, apa-apaan? Mau perkosa aku?" sentaknya keras menahan gejolak amarah di dada. Syahdan bangkit lalu menepuk-nepuk pantatnya yang terduduk.

"Sialan, kamu pikir aku ini tipe pemaksa? Aku hanya mau membangunkanmu, karena aku takut kamu kelaparan," alasan Syahdan menyangkal tudingan miring Syana.

Syana bangkit dan segera merapikan rambutnya lalu menutupnya dengan kerudung.

"Kenapa ditutup, lagipula kamu istriku? Dan aku berhak melihat rambutmu bahkan seluruh tubuhmu kalau aku mau." Syana tidak mempedulikan ucapan Syahdan, dia sibuk merapikan kerudungnya sampai kembali terpasang dengan rapi. Baginya Syahdan belum bisa semena-mena melihat aurat di tubuhnya, sebab antara dia dan Syahdan tidak ada ikatan cinta.

"Munafik, padahal suka!" ejek Syahdan. Syana terbelalak dengan ucapan Syahdan yang menyebutnya munafik.

"Siapa yang munafik? Saya nggak munafik," sangkalnya tidak suka. Syana kini bangkit dan bermaksud keluar kamar. Namun Syahdan menahannya.

"Tunggu, kenapa hanya kamar ini saja yang kamu bersihkan? Apakah ruangan lain tidak terlihat kotor?" Syana tidak menyahut, dia menatap balik wajah Syahdan kesal.

"Kenapa Kakak lakukan hal tadi? Bukankah antara kita tidak ada cinta?" Syana mempertanyakan kejadian saat Syahdan kedapatan menciumnya tadi ketika dia tidur.

Syahdan tertawa kecil menertawakan pertanyaan Syana yang dianggapnya lucu. "Meskipun tidak ada cinta, tapi kamu sudah menjadi milikku sah secara agama dan negara. Jadi tidak ada ceritanya aku memaksa kamu, sebab kamu sudah menjadi istriku, suka atau tidak, ada cinta maupun tidak," tandas Syahdan penuh kemenangan sebab Syana hanya diam tidak berkutik.

Syana berlalu keluar kamar dengan raut muka kesal. Kali ini ucapan Syahdan tidak bisa disangkalnya lagi, memang pada kenyataannya dirinya sudah sah menjadi milik Syahdan secara agama maupun negara.

Syahdan mengikuti Syana keluar kamar. Dia bermaksud mengajak cewek tengil itu makan. Karena sejak pagi Syana belum terlihat makan.

"Makanlah, jangan merengut terus seperti itu. Nanti wajahmu semakin jelek. Sudah jelek nanti malah tambah jelek," ejeknya, tidak luput sembari menuangkan nasi yang dibelinya tadi ke dalam piring untuk Syana. Syana melotot dengan ejekan Syahdan, namun saat ini dia malas berdebat dengan cowok urakan itu. Rasa lelah dan lapar terlanjur menguasainya. Merekapun makan dalam diam.

Besoknya, pagi sekali Syahdan sudah bersiap dengan pakaian balapnya. Syana muncul dari kamar sebelah berbalut mukena pemberian Syahdan sebagai mas kawin kemarin. Mereka rupanya semalam tidur terpisah atas kesepakatan bersama. Syana melihat ke arah Syahdan dengan raut wajah kecewa. Hatinya seakan tidak mengijinkan Syahdan balapan liar lagi dan firasat Syana kali ini sepertinya tidak baik.

"Kak, balapan liar lagi?" tanyanya kecewa. Syahdan menatap Syana yang masih berbalut mukena.

"Kenapa?" herannya.

"Tinggalkan balapan liar, sepertinya saya punya firasat tidak baik tentang Kakak hari ini," tukas Syana menyampaikan firasatnya.

"Cuihhhh, sok perhatian. Kamu tahu apa tentang aku? Aku ini raja jalanan yang sudah menguasai berbagai medan jalan, baik di gunung, kampung, bahkan perkotaan. Semua sudah aku taklukan. Jadi, kamu tidak perlu sok perhatian," sergahnya tidak terima.

"Saya, hanya tidak ingin Kakak celaka," ceplosnya tanpa diduga.

"Huhh, omong kosong. Bukankah kamu tidak menyukaiku, jadi berhentilah pura-pura peduli denganku," sungutnya tidak suka.

Syana berdecak kesal dan tidak mau mendebat lagi dengan Syahdan yang keras kepala. "Mengenai pekerjaan itu bagaimana, Kak?" Syana mengalihkan topik pembicaraan lain.

"Kamu kapan saja bisa masuk, tapi tidak hari ini. Hari ini, aku tidak ijinkan kamu keluar. Sama sekali," tegas Syahdan sembari berlalu dan segera keluar meninggalkan Syana yang keheranan.

1
Vivo Blue
Luar biasa
Vivo Blue
Lumayan
Atip Suryana
syaaa apakamu tega mau meninggalkan syahdan
Ma Malikha
pada Syala....
Ma Malikha
nah kan belibet namanya..
sya sya semua siih...
typo kan tuuu..
harusnya Syila sama Sailendra..
Ma Malikha
cocok ama karakter/Drool//Drool//Drool/
Lina Zascia Amandia: Lanjut ya Kak...
total 1 replies
Ma Malikha
cantik/Drool//Drool//Drool/
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak...
total 1 replies
Ma Malikha
ikutan baca ya kakaaaaaak...
lucu kayaknya...
Syana, shaina, syalala syahdu
Lina Zascia Amandia: Iya Kak, silahkan. Semoga sampai tamat.
total 1 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ha klinik syalala?
Lina Zascia Amandia: Iya Kak... heehehhe
total 1 replies
HarryJu
Semakin seru...
Faris Setyawan Fais
Author, saya cuman memberi masukan sedikit, Kasih tanda jika waktu sudah terlewat, contohnya saat syana dan syadhan ngobrol syana masuk kamar lalu tiba sudah waktunya syahna berangkat kerja seharus ada tanda jedah waktu thor supaya pembaca tau kalau sudah masuk hari berikutnya
Lina Zascia Amandia: Kak mampir dan dukung karya saya yang lainnya ya.....sepi nih Kakk....
total 2 replies
Faris Setyawan Fais
sangat bagus, Bacaannya Ringan, penulisannya juga sangat bagus
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Faris Setyawan Fais
sepertinya mereka tinggal di negara Indonesya, kebanyakan menggunakan Makhraj Syin 😂
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkkwkwkwkwk..... bnr bgt.....
total 1 replies
Faris Setyawan Fais
anaknya nanti syasyah 😂
Lina Zascia Amandia: Hehheeh.... ide bagus tuh Kak..
total 1 replies
Faris Setyawan Fais
Aktornya semua berawalan sya
Faris Setyawan Fais: siap Author, Tetap semangat buat karyanya
total 2 replies
Neng Shy
Lanjut Thor
semangat
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak...
total 1 replies
Nasir
Semangat Kak saling dukung...
Lina Zascia Amandia
Up
Citra Merdeka
Alhamdhulillaah...terima kasih Thor....selamat malam
Citra Merdeka: in syaa Allah siaaap
total 2 replies
Citra Merdeka
ya ampun...apa yang terjadi selanjutnya 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!