NovelToon NovelToon
Tertawan Pesona Sugar Daddy

Tertawan Pesona Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:452.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Virzha

Abian Dirgantara, pria yang diselingkuhi sang istri karena alasan dirinya yang miskin.

Abian hancur dan terpuruk saat wanita yang dicintainya lebih memilih pria lain dan pergi meninggalkan luka yang teramat dalam.

Setelah beberapa tahun kemudian, Abian kembali dengan membawa seluruh luka dan dendam pada mantan istrinya. Ia menemukan celah untuk membalaskan dendamnya melalui putri mantan istrinya yang masih belia.

Lantas, apakah Abian akan berhasil membalaskan dendamnya kepada sang mantan istri? Atau ia justru akan terjebak dengan permainannya sendiri dan malah terjerumus dalam pesona anak mantan istrinya?

******

Ini Novel kolaborasi dari penulis Virzha dan Author Ayuza ya guys ...

Jangan lupa like, komen, vote dan subscribe ya guys !!!!

Semoga suka!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terperangkap Semakin Dalam.

Abian tersenyum manis, bahkan sangat manis sampai membuat Ghea meleleh. "Kenapa harus takut? Kau tidak sedang mencuri suami orang. Sudah, ayo aku akan mengantarmu pulang, tidak baik seorang wanita pulang malam-malam sendirian. Disini sangat rawan penjahat," ujar Abian mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Ghea sebelum wanita itu sempat menolak.

Ghea membulatkan matanya, ia rasanya ingin sekali berteriak karena kaget dengan moving tak terduga yang Abian lakukan. Tubuhnya seperti tertarik magnet hingga terus mengikuti kemana Abian membawanya pergi.

Astaga, Om galak ini kenapa manis sekali jika seperti ini? Jantungku benar-benar tidak aman sekarang.

"Tuan, tapi Anda yakin tidak akan ada yang marah kan? Aku bukannya takut akan diserang, tapi aku disini hanya ingin bekerja. Aku tidak mau mencari masalah dengan siapapun." Sekali lagi Ghea bertanya untuk memuaskan hatinya, ia takut jika nantinya ada wanita yang tiba-tiba datang lalu menjambaknya karena berpikir dia adalah sugar baby.

"Apa aku harus menunjukkan KTP ku agar kau percaya padaku?" jawab Abian memasang wajahnya yang sangat serius itu.

"KTP? Hahaha, tidak perlu Tuan. Saya hanya jaga-jaga saja," ucap Ghea meringis saat Abian ingin menunjukkan KTP-nya.

"Yasudah, tunggu apalagi? Ayo masuk," ujar Abian menunjuk pintu mobil yang sudah dibukakan olehnya.

"Iya Tuan." Ghea langsung gelagapan, ia sampai lupa jika sejak tadi Abian sudah membuka pintunya. Buru-buru ia masuk agar tidak terkena semprot Abian lagi.

Abian menutup pintunya setelah Ghea masuk, wajahnya yang tadi sangat manis itu kini berubah dingin. Ia sebenarnya sudah muak sekali jika harus berdekatan dengan anak mantan istri dan selingkuhannya itu. Tapi sekali lagi hatinya mengingatkan jika semua ini demi kelangsungan misi balas dendamnya sendiri.

Abian segera masuk kedalam mobil, ia melirik Ghea yang sudah duduk di kursinya. Perlahan ia mendekatkan dirinya membuat Ghea langsung mundur.

"Tuan mau apa?" Ghea memekik panik, ia takut jika Om galak itu akan macam-macam padanya.

"Memangnya apa yang kau pikirkan?" Abian mengangkat alisnya, ia lalu menarik sabuk pengaman disamping kepala Ghea, ternyata wanita itu lupa memasangkannya tadi.

Ghea terdiam, ia kaget karena ternyata Abian tidak melakukan hal-hal yang ada dipikirannya. Pria itu ini malah memasangkan sabuk pengaman padanya dengan gerakan sangat pelan. Posisi mereka yang sangat dekat membuat Ghea bisa mencium parfum cendana mint yang begitu harum.

Abian tertawa dalam hatinya, Ghea nyatanya adalah wanita yang mudah jatuh dalam perangkap seorang pria. Hanya dengan sedikit sikap manis, wanita ini sampai tidak henti menatap dirinya. Ternyata meskipun dia tidak lagi muda, bisa membuat Ghea salah tingkah seperti ini.

"Sudah, aku hanya memasangkan sabuk pengamanmu," ujar Abian menjauhkan dirinya.

"Terima kasih," ucap Ghea berbisik lirih.

"Sekarang katakan, aku harus mengantarkan mu kemana?" Tanya Abian sudah siap di posisinya.

"Kerumah sakit Medika saja Tuan. Soalnya Mamaku sedang dirawat disana," jawab Ghea mengatakan alamat tujuannya.

Abian mengangkat alisnya, ia baru tahu kalau Sukma sakit. "Memangnya sakit apa Ibumu?" Daripada penasaran, lebih baik Abian menanyakan saja.

"Hanya terkena cidera kepala Tuan, tapi sepertinya besok sudah bisa pulang, kalau saya sudah menyelesaikan administrasinya," ucap Ghea menunduk, ia baru ingat jika Ibunya tidak bisa pulang kalau ia belum membayar tagihan rumah sakitnya.

Abian melirik Ghea sekilas, seulas senyum mengembang dibibirnya namun tidak terlalu kentara. "Berapa yang kau butuhkan?" Tanya Abian, ia rasa saat ini waktu yang pas untuk membuat Ghea masuk perangkapnya semakin dalam.

"Eh? Memang tidak terlalu banyak Tuan. Hanya 3 juta saja kalau Tuan mau membantu," ucap Ghea sekenanya saja, namun sedetik kemudian ia tersadar dengan apa yang diucapkannya. "Tidak, tidak Tuan, jangan dengarkan ucapan saya barusan, saya pasti bisa membayarnya sendiri dengan uang gaji nanti," sambung Ghea meralat ucapannya, terlalu kesenangan berada didekat Abian malah membuat ia lupa diri.

"Gaji? Kau bahkan baru bekerja satu hari," seloroh Abian mengulas senyum mengejeknya.

"Iya juga ya?" Ghea bergumam sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aku akan membantumu, hanya 3 juta kan?" Ujar Abian menganggap uang segitu hal yang mudah.

"Tidak perlu Tuan, saya tidak mau merepotkan Anda," tolak Ghea langsung, ia tidak mau berhutang budi pada siapapun. Apalagi Abian, orang yang baru saja menjadi bosnya dalam sehari ini.

"Umurku sekarang 38 tahun, dan sampai saat ini belum ada satupun orang yang berani menolakku. Apakah kau ingin menolakku, Ghea?" Ujar Abian melayangkan lirikan mautnya, terdengar nada arogan dalam ucapannya meski tidak terlalu kentara.

Ghea menelan ludahnya kasar, tatapan mata Abian itu entah kenapa selalu membuat jantungnya ini seperti berdetak kencang. Mulutnya seperti terkunci hingga rasanya tidak bisa menolak apa yang pria itu katakan.

"Aku menunggu jawabanmu Ghea, dan perlu kau tahu aku bukan tipe orang yang ingin bertanya dua kali atau menawarkan hal dua kali," ucap Abian.

"Ehm ... baiklah kalau Tuan memaksa, saya akan menerimanya. Tapi saya menganggap ini sebagai hutang Tuan, nanti kalau saya gajian saya akan membayarnya pada Anda," kata Ghea mengangguk menyetujui.

"Jangan terlalu membebani dirimu Ghea, tidak menggantinya pun tidak masalah," ucap Abian menarik sudut bibirnya kembali.

Hahahaha, dia ini sangat polos sekali. Dia pikir saat ini aku menolongnya karena tulus. Padahal aku sama sekali tidak perduli jika Sukma akan mati dan menderita bersama keluarganya. Tapi jika Sukma mati, dia tidak akan melihat kehancuran putrinya. Hal itu tentu tidak boleh dibiarkan, Sukma dan Regan harus melihat sendiri bagaimana aku menghancurkan hidup putrinya.

*****

"Berhenti disini saja Tuan, terima kasih atas tumpangnya, maaf sudah merepotkan Anda." Ghea meminta Abian menurunkannya tidak jauh dari lobi rumah sakit.

"Biar aku mengantarmu kedalam," kata Abian jelas berbasa-basi.

"Tidak usah Tuan, saya akan langsung masuk. Sekali lagi terima kasih," ucap Ghea buru-buru turun. Namun, sebelum itu tiba-tiba Abian menahan tangannya. "Ada apa Tuan?" Sungguh tubuh Ghea seperti tersengat aliran listrik jika Abian menyentuhnya.

"Kau lupa aku akan membantumu? Aku akan membayar biaya berobat Ibumu dulu. Nanti aku baru akan pulang," ucap Abian masih dengan senyum menawannya.

Ghea tidak bisa menolak karena saat ini dia memang benar-benar membutuhkan Abian. Ia akhirnya mengajak Abian masuk untuk membayar semua administrasi pengobatan Ibunya.

"Aku sudah membayarnya, sekarang aku akan langsung pulang. Sampaikan salamku pada Ibumu," kata Abian.

"Terimakasih sekali lagi, Tuan." Ghea kembali berterimakasih, rasanya ia ingin sekali bersujud kepada pria baik ini. Pria itu benar-benar datang seperti malaikat disaat semua keluarganya menolak untuk membantu.

Abian hanya menanggapi dengan senyum khas dirinya yang menawan. Ia segera pergi meninggalkan Ghea yang hanya bisa menatap punggung Abian yang berjalan menjauh. Ghea sangat polos dan memiliki hati yang tulus, ia tidak bisa membedakan jika saat ini Abian hanya bersandiwara.

Om galak itu ternyata baik juga, dia bahkan rela membantuku untuk membayar biaya rumah sakit Ibu. Aku berhutang budi padanya.

"Ghea?"

Happy Reading.

TBC.

1
C2nunik987
hadir mudah mudahan ga gantung 🤣🤣🤣bibit pengkhianat udh di Sukma yuuk gasskan penderitaan utk pengkhianat 🤣🤣🤣
Rafly Rafly
satu persatu karma itu datang menghampiri..😁😁😁
Rafly Rafly
ada yg pusing..tapi nggak perlu Bodrex /Drool//Drool//Drool/
Rafly Rafly
ada yg pusing tapi nggak butuh Paramex /Drool//Drool//Drool/
tris tanto
lha othor amnesia ya,,
tris tanto
knp sll pake emosi kan peln dgn penekanan kn bisa mlh feelny lebih dpt,,gk nopel ini nopel ono bnyk emosi ketus sm kasar,,haduuh
tris tanto
kwkwkwkwkw
tris tanto
nah bersikap bodho amat kan mlh bagus
tris tanto
ketauan umurnya
tris tanto
knp nemu karakter cew nya pd ketus2 ato gk galak ya,,pdhl kalo bicaranya tegas itu bukan berrti galak n suka marah2 kan
tris tanto
kira2 abian umur brp ya,bls dendam aja nunggu 18 thn itu seumuran anaknya sukma 🤔🤔
Anonim
Terlalu kejam caramu menyiksa thor
Keana Cell
mati saja kau ghea
Keana Cell
kurang bermutu ceita novel ini
Keana Cell
lemah tokoh wanitanya
Keana Cell
kurang suka ceritanta, udah menderita cukup lama, ehh balik lagi
AYSHE
Luar biasa
Ing
terima nathan, jgn kembali pada Abian
Wiwik Murniati
kok abian jadi jahat ya ,,,,,,kenapa harus gea siih aku jadi ngak suka sama abian
Wiwik Murniati
aku tidak suka dengan abian ,,,,, kenapa dia harus balas dendam pada gea dasar ngak punya hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!