NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Dansa Interogasi

​"Ikut aku."

​Kairo mencengkeram pergelangan tangan Elena. Kuat, hangat, menuntut kepatuhan.

​"Hei! Sakit! Kita mau ke mana?" protes Elena. "Parkiran di bawah."

​"Siapa bilang kita pulang?"

​Kairo menyeret Elena menyusuri lorong hotel, mengabaikan tatapan orang. Langkahnya cepat, memaksa Elena setengah berlari.

​Mereka masuk ke Lounge & Bar yang temaram, diiringi musik jazz lembut. Kairo membawa Elena langsung ke tengah lantai dansa.

​"Apa-apaan ini?" Elena melotot. "Kau mau dansa setelah hampir jantungan di meja negosiasi?"

​"Anggap saja perayaan," jawab Kairo singkat.

​Dia menarik pinggang Elena, menempelkan tubuh wanita itu rapat ke tubuhnya yang keras. Tangan kirinya menggenggam tangan Elena, tangan kanannya menekan punggung. Posisi Waltz. Klasik, intim, mengancam.

​"Aku tidak mau dansa," tolak Elena kaku. "Aku lelah. Kau berhutang kunci apartemen padaku."

​"Bergerak, Sora," perintah Kairo. "Ikuti langkahku. Mundur."

​Elena mendengus kesal, terpaksa mengikuti ritme waltz suaminya agar tidak jatuh konyol.

​"Jelaskan," kata Kairo tiba-tiba, tatapannya menusuk tajam.

​"Jelaskan apa?"

​"Jangan main-main. Bahasa Mandarin itu. Aksen itu. Pengetahuanmu soal hukum investasi."

​"Sudah kubilang, aku nonton drama."

​"Bohong," potong Kairo. "Setahun lalu di Bali, kau pesan nasi goreng pakai bahasa Inggris belepotan. Kau bahkan tidak tahu bedanya debit dan kredit."

​Kairo memutar tubuh Elena, lalu menariknya kembali ke pelukan.

​"Orang tidak bisa transplantasi otak dalam semalam. Istilah Good Faith, Valuasi Likuidasi... itu bukan bahasa drama. Itu bahasa Investment Banker."

​Elena terdiam. Dia terlalu pamer tadi.

​"Mungkin aku diam-diam jenius," elak Elena, tersenyum miring. "Mungkin selama ini aku pura-pura bodoh supaya kau merasa jantan."

​"Aku tidak butuh ditenangkan egonya," balas Kairo cepat. Dia menunduk, hidung mereka bersentuhan.

​"Justru sebaliknya. Tadi... saat kau membungkam tua bangka itu... saat dagumu terangkat dan matamu menyala..."

​Suara Kairo menjadi serak.

​"...aku merasa itu hal paling seksi yang pernah kulihat seumur hidupku."

​Mata Elena membelalak. Jantungnya berdetak tak beraturan. Pria ini terangsang oleh otaknya? Kairo menatapnya seolah dia teka-teki matematika rumit yang ingin dipecahkan di atas kasur.

​"Kau aneh," komentar Elena. "Bergairah melihat istrimu debat kusir."

​"Itu bukan debat kusir. Itu pembantaian elegan."

​Musik melambat. Kairo menarik Elena semakin rapat, aroma musk dan tembakau mahal menguar.

​"Aku tanya sekali lagi. Siapa kau?" nada Kairo berubah obsesif. "Kau bukan Sora Araminta yang kukenal. Sora yang itu kosong. Hampa. Cantik tapi membosankan."

​Tangan Kairo menelusuri punggung Elena, berhenti di tengkuk, mengelus dengan ibu jari.

​"Orang berubah, Kairo. Pengalaman hampir mati mengubah perspektifku. Jadi cantik saja tidak cukup untuk bertahan hidup di rumahmu yang penuh serigala."

​"Berubah?" Kairo tertawa kecil. "Kau bermetamorfosis. Kau jadi makhluk lain."

​Kairo menatap bibir Elena.

​"Jujur saja... aku membenci Sora yang dulu. Dia beban. Parasit. Aku menikahinya cuma karena bisnis."

​Pengakuan brutal.

​"Terima kasih atas kejujurannya. Sakit, tapi menyegarkan," balas Elena.

​"Tapi kau..." mata Kairo menyala gelap. "Kau membuatku penasaran setengah mati. Aku ingin membedah isi kepalamu. Darimana kau belajar strategi itu? Apa lagi yang kau sembunyikan?"

​"Aku bukan buku pelajaran yang bisa kau bongkar," Elena mencoba melepaskan diri. "Tugasku selesai. Lima ratus miliar di tangan. Mana kunciku?"

​"Nanti. Kita belum selesai dansa."

​"Aku tidak mau dansa lagi!"

​"Kenapa? Takut aku tahu rahasiamu?"

​"Aku tidak punya rahasia!"

​"Punya. Kau penuh rahasia. Dan aku akan mengupasnya satu per satu."

​Elena merasa terpojok. Kairo yang obsesif jauh lebih berbahaya. Dia harus mengalihkan perhatian.

​Elena merapikan kerah jas Kairo pelan. "Mungkin kau cuma kaget istrimu punya otak. Nikmati saja hasilnya. Perusahaan selamat, kau terlihat hebat. Bukankah itu yang kau mau?"

​"Dulu, ya. Sekarang aku mau lebih."

​"Rakus."

​"Aku pengusaha. Rakus nama tengahku."

​Mereka terus berputar. Dari luar terlihat romantis, padahal percakapan mereka adalah medan perang.

​"Jadi, apa rencanamu? Memecat Pak Haryo?" tanya Elena.

​"Besok pagi. Polisi sudah disiagakan."

​"Bagus. Amankan aset pribadinya sebelum dipindahtangankan."

​"Sudah kuurus. Lihat? Frekuensi kita sama."

​"Jangan samakan aku denganmu. Aku punya hati nurani."

​"Hati nurani?" Kairo mendengus. "Wanita yang tadi mengancam Mr. Chen punya hati nurani? Jangan munafik, Sora. Kau sama kejamnya denganku. Kau menikmati melihat wajah tua bangka itu pucat pasi, kan?"

​Elena terdiam. Dia tidak bisa menyangkal. Itu candu baginya.

​"Mungkin," aku Elena. "Mungkin kita berdua monster."

​"Kalau begitu kita pasangan yang cocok."

​Musik berakhir. Tapi Kairo tidak melepaskan pelukan, masih menahan pinggang Elena erat.

​"Musik selesai, Kairo. Lepaskan."

​"Biar mereka iri," kata Kairo acuh. Dia menunduk, bibirnya hampir menyentuh telinga Elena.

​"Dengar baik-baik." Suaranya rendah, serak, penuh kepemilikan mutlak.

​"Aku tidak peduli kau siapa. Aku tidak peduli apakah kau roh jahat atau mata-mata."

​Tangan Kairo mengerat posesif.

​"Kau berguna. Kau cerdas. Dan kau berbahaya. Itu kombinasi langka."

​Kairo menatap mata Elena tajam, lapar, tak menerima penolakan.

​"Mulai detik ini, kau asetku. Aset paling berharga di Diwantara Group. Dan aku tidak pernah melepaskan asetku."

​Darah Elena berdesir. Rasa tertantang muncul.

​"Aset bisa depresiasi, Kairo."

​"Bukan aset yang ini," Kairo menyeringai, melepaskan pelukan tiba-tiba.

​Dia merogoh saku, mengeluarkan kunci kartu magnetik apartemen Kuningan, lalu menyelipkannya ke belahan kerah tinggi qipao Elena, tepat di atas dada. Gerakan kurang ajar yang elegan.

​"Ambil kuncimu. Anggap itu kandang barumu. Tapi ingat..."

​Kairo berbalik, berjalan menjauh.

​"...tali kekangnya masih ada di tanganku."

1
arum wahyu h
wkwkwk yg aku tahu, pembukuan sederhana, no urut , bukti /kuitansi, tgl, keterangan/transaksi, masuk, keluar, saldo🤣
arum wahyu h
Thor ini tukeran jiwa apa salah satu mati? hehe blm ngeh nih
ceu èurrom-Mυɳҽҽყ☪️ՇɧeeՐՏ🍻
ceritanya kereeen banget tiap episode bikin deg deg an seruuuuu....suka sama ceritanya membuat pembaca jadi pintar dan bertumbuh karena byk ilmu yg di dapat , tidak hanya sekedar bacaan pengantar tidur
terus berkarya author hebat 😘
terima kasih karya mu membuat kami bahagia🙏
Irma Luthfah
skakmat nihhh🤣
Aisyah Chaniago
mau di jual akhirnya 😂😂😂
Aisyah Chaniago
elena... untung besar 🤣🤣
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
Aisyah Chaniago
ya ampun.... lucu bnget novelnya.... authornya cerdas bnget..... bs bkin readers sakit perut... tertawa jenius terus...
Adam Markelov izaan
⬜🟥⬜⬜⬜🟥⬜
🟥🟥🟥⬜🟥🟥🟥
🟥🟥🟥🟥🟥🟥🟥
⬜🟥🟥🟥🟥🟥⬜
⬜⬜🟥🟥🟥⬜⬜
⬜⬜⬜🟥⬜⬜⬜
Qiyah Ibune Aufa
sangat menarik
Wandi Fajar Ekoprasetyo
ko jd pengen sumpal nih mulut aki² ya.....ngapain dia urusin pribadi org lain.....tunggu aja lu bentar lagi juga nangis darah d bikin sama Kairo
Dfu Handayani
hahaha
Aisyah Chaniago
🤣🤣
Aisyah Chaniago
novel bagus.... refrensi ku
Aisyah Chaniago
ngakak terus bacanya 🤣🤣
Irma Luthfah
wkwk🤣🤣 s kairo tuh knp siihhh
Aisyah Chaniago
😄🤣🤣
Aisyah Chaniago
🤣🤣🤣
suka gaya elena...
Irma Luthfah
anjiiirrr🤣🤣
Irma Luthfah
kereeeen bangeeett kamu elenaaa😍🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!