Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26: Skenario Pertemuan dan Kepemilikan yang Tidak Terbantahkan
Restoran utama di hotel Grand Jakarta tampak sangat sepi saat Nadine melangkah masuk dengan langkah kaki yang konstan dan berwibawa.
Ia segera menemukan keberadaan Heyden Ames yang duduk di sudut ruangan dengan pakaian yang tampak sedikit kusut, sangat berbeda dari penampilan klimisnya di masa lalu.
Nadine menarik kursi di hadapan Heyden, lalu duduk dengan keanggunan yang luar biasa menawan tanpa menunjukkan riak emosi sentimental sedikit pun.
"Saya hanya memiliki waktu lima belas menit sebelum jadwal pertemuan analisis investasi saya dimulai, jadi silakan sampaikan poin penawaran Anda dengan cepat."
Heyden menatap Nadine dengan pandangan yang dipenuhi oleh rasa frustrasi yang mendalam sekaligus kecemburan yang pekat melihat perubahan penampilan mantan tunangannya yang kian berkelas.
"Nadine, kamu benar-benar kejam, kamu menghancurkan seluruh karier finansialku hanya demi membela pria es yang bahkan tidak mencintaimu itu."
"Karier Anda hancur karena tindakan kriminal Anda sendiri yang mencoba memalsukan dokumen jaminan bank, jadi jangan melimpahkan kesalahan sirkulasi keuangan Anda pada saya."
Nadine menjawab dengan ketegasan dingin yang mutlak, menolak memberikan simpati sedikit pun pada pria yang pernah mengkhianati kepercayaannya.
Heyden mencondongkan tubuhnya ke depan, mencoba meraih tangan lentik Nadine di atas meja untuk memohon belas kasihan.
"Kembalilah padaku, Nadine, kita bisa membatalkan kontrak pernikahan palsumu itu dan memulai semuanya dari awal dengan sisa aset yang kita miliki."
Sebelum jemari Heyden sempat menyentuh kulit tangan Nadine, sebuah tangan besar yang sangat kokoh mendadak mencengkeram pergelangan tangan Heyden dengan kekuatan yang sangat mengintimidasi.
Kyle Ernest tiba-tiba saja sudah berdiri di samping meja mereka dengan ekspresi wajah yang sekaku es kutub utara, memancarkan aura dominasi seorang CEO yang tidak bisa dibantah.
"Sentuh istri saya sekali lagi, dan saya pastikan sisa hidup Anda akan dihabiskan di dalam sel tahanan dengan pengawasan keamanan yang paling ketat."
Heyden tersentak kaget, wajahnya seketika memucat sempurna melihat kehadiran putra mahkota Ernest Group yang mendadak merusak skenario intimnya.
Nadine juga tertegun diam di kursinya, tidak menyangka bahwa suaminya yang cuek itu akan muncul di tempat ini dengan kecepatan respons yang luar biasa.
(Bagaimana bisa pria es ini tahu lokasi pertemuan rahasia saya? Dia pasti sudah menaruh alat pelacak tersembunyi di dalam tas kerja saya!)
Meskipun Nadine merasa sangat kesal karena privasinya dilanggar, ada rasa aman yang asing yang mendadak merayap di dalam dadanya melihat cara Kyle melindunginya dari gangguan Heyden.
Kyle melepaskan cengkeraman tangannya dari pergelangan tangan Heyden dengan sentakan kasar, lalu beralih memegang pundak Nadine dengan gerakan yang sangat posesif.
"Pertemuan ini sudah selesai, Nona Nadine, mari kita kembali ke rumah karena menu makan siang seharga lima puluh juta rupiah Anda jauh lebih berharga daripada meladeni parasit ini."
Kyle sengaja mengeraskan suaranya saat menyebutkan nominal fantastis tersebut, bertujuan untuk meruntuhkan harga diri Heyden yang kini sedang berada di titik terendah kebangkrutan.
Ia kemudian menarik Nadine untuk bangkit berdiri, menuntun wanita itu keluar dari area restoran dengan rangkulan erat di pinggangnya yang tidak membiarkan ada celah jarak sedikit pun di antara tubuh mereka.
Nadine mencoba berontak kecil di sepanjang koridor hotel, namun cengkeraman tangan Kyle di pinggangnya justru terasa semakin mantap mengunci pergerakannya.
"Pak Kyle, tindakan penyelamatan Anda tadi sudah masuk dalam kategori improvisasi berlebih yang melanggar pasal ketiga."
"Saya hanya sedang melindungi aset investasi saya dari potensi kerusakan reputasi, Nona Nadine, jadi ini murni tindakan penyelamatan portofolio bisnis yang sah."
Kyle menatap Nadine dengan senyuman smirk liciknya yang sangat menyebalkan, memanfaatkan momen ini untuk membawa tubuh istrinya kian mendekat ke arah mobil sportnya yang sudah menunggu di depan lobi.
Sungguh sebuah taktik yang sangat rapi, Kyle tidak hanya berhasil menyingkirkan saingannya, tetapi juga berhasil memaksa Nadine untuk terus bersandar pada dekapannya tanpa wanita itu sadari sepenuhnya.