Tiara Andni sosok gadis yang begitu sempurna masih muda, cantik, mapan dan memiliki reputasi begitu baik, sungguh kehidupan yang sangat di impikan, namun siapa yang menyangka kesempurnaan hidupnya harus pupus di karenakan sebuah kecelakaan yang meregang nyawa
Saat ia terjaga ia sangat terkejut saat menerima kenyataan yang bahkan sangat sulit di terima logika ini, ia hidup kembali, dan bahkan ia harus hidup di tubuh orang lain yang memiliki nasib yang begitu menyedihkan
Jesika Alisia Hartawan seorang bocah berusia 16 tahun, bocah malang yang menjadi korban KDRT dari papanya
bagai mana kelanjutannya?
Apakah Tiara yang berada di tubuh Jesika akan memiliki akhir yang bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya'a Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Jesika menghela nafas pelan, ah sudah sangat lama ia tak melihat bangunan ini, karena ia di suruh meninggalkan kelas maka dengan senang hati ia akan pergi,
Di sinilah tempatnya saat ini kantin belakang sekolah, seperti yang di ketahui kantin belakang sekolah biasa di sebut markas tempat tongkrongan orang orang yang bolos,
merokok ataupun melakukan hal hal lainnya, saat ia menjadi seornag Tiara muda kantin bekalang inilah tempat yang menjadi tempat kesukaannya bersama para teman temanya,
tak menyangka jika ia bisa mengulang masa ini lagi, permainan takdir benar benar tak dapat di tebak, teman temanya perlahan menjadi semakin tua dan ia masih duduk di bangku sekolah,
huh kehidupan memang sedang mempermainkannya
"Bik Mie ayam sama jus jeruk" Ucap Jesika dengan nada pelan, ia bahkan hanya acuh dan memilih untuk mengabaikan segala tatapan sinis dari beberapa orang yang berada di sekelilingnya,
begitu banyak mata yang menatapnya aneh, ada yang hanya menatap dalam diam, berbisik bahkan dengan terang terangan menggodanya,
ah lupakan saja hal seperti ini sudah sangat sering ia temui, lagi pula mereka semua masih terlalu muda untuknya, ia tentu tak ingin di sebut pedofil karena melirik bocah yang bahkan berusia jauh darinya
Saat ini ia lapar dan butuh makanan untuk menghentikan para cacing yang sedari tadi mendemo,
jika ke kantin di dalam sekolah maka ia akan mendapat masalah dengan kepala sekolah, ia sudah sering mengalami hal itu di masa muda, untuk menghindari hukuman dari si kepala sekolah,
kantin belakang adalah pilihan yang baik, menghabiskan makanan dengan tenang dan nyaman, tak ada guru yang patroli dan tak ada kepala sekolah yang mengomel, dan pak Ali kan masih di kelas jadi ia aman
Dari kejauhan tiga orang siswi menatap jesika dengan tatapan nana begitu lekat , ia tau dan bahkan memilih untuk tak perduli,
toh juga tak memiliki ia memang sangat cantik, tak perlu menatap seperti itu, ketiganya masih normal kan?, ngak mungkin dong tergoda
"Eh itu si cupu bukan sih?, Ngapain tuh si cupu ke sini, bukanya masih jamnya pak Ali ya?" Ucap siswi memakai kipas berwarna pink, alay banget ngak sih,
si trio alay pasti tukang buat onar di sekolah, liat tu gayanya norak banget, ada ada aja ulah anak sekolahan
"Eh beneran si cupu, tu liat nama di seragamnya, tapi masak ia si cupu jadi secantik ini" Ucap si gadis kuncir kuda, tak lupa dengan kaca ajaibnya,
"Mata lo jeli amat sampe nama seragam pun juga bisa Lo lihat" Ucap si gadis dengan nada pelan
"Samperin, berani beraninya tebar pesona si cupu?, ngak akan ada yang bisa ngalahin princess Sisil yang cantik cetar membahana ini" Ucap si gadis dengan rambut terurai, ia tak terima jika ada yang bahkan menarik perhatian melebihi dirinya
"Hey cupu, nyasar lo kesini?, bukanya seharunya lo di kelas dengerin guru guru ngoceh ngak ada abisnya" Ucap tiga gadis berdiri pongah di hadapannya,
Jesika menaikan alisnya dan menyibukkan diri dengan makanan yang ada di depan matanya, abaikan saja,
ngak kenal juga, ngak penting juga, geng alayers gini ngak usah di ladenin bikin pusing, apakah ketiga bocah ini sangat bangga dengan dirinya yang membolos, benar benar memalukan
"Udah mulai songong kayanya ni cupu, ngak jawab lo lagi" Ucap gadis lainya, gadis cupu ini bahkan berani mengabaikannya, Jesika masih diam tak berniat untuk membuat keributan,
Ini adalah hari pertamanya menggunakan tubuh ini untuk bersekolah, ia harus menjaga diri kan?, tapi yah ia tak ingin membuat keributan lagi, cukup sudah ceritanya di masalalu masak mau ngulang lagi sih?
"Byurr" Jesika menatap si gadis dengan tatapan nan begitu tajam, bagai mana tidak?, tubuhnya basah kuyup oleh jus,
dan yah kotor, ia bahkan menggeram dengan begitu kesal, di masa lalu meskipun ia anak dari panti asuhan tak ada yang berani mengusiknya, tapi sekarang?,
Ia punya banyak dukungan, ia memiliki banyak duit dan ia juga orang kaya, tapi kenapa?,
kenapa ia selalu menjadi korban bully, jika dulu ia hanya takut pada papanya, sekarang ia tak ingin perduli, ia adalah Tiara Andini, ia tak akan mungkin mentoleransi segala kesalahan papanya
"Apa lo?, mau sok ngelawan hah?, mau ngelawan kita?, jangan mimpi, mentang udah ngak make kacamata sama rambut kepang trus udah berani ngelawan kita?, jangan mimpi ya, kita ngak mungkin takut sama cewek murahan seperti lo, cewek cupu ngak tau diri" Ucap Fila melipat tangannya di dada,
Tiga gadis yang berdiri di hadapan jesika saat ini adalah orang yang suka banget ngebully jesika, jesika menatap mereka acuh, mengambil mangkok mie dan
"Ngaca cuy, ngak sanggup beli kaca?, gue beliin, murahan teriak murahan" Ucap Jesika dengan nada nan begitu sewot,
Enak saja, sejak kapan seorang Tiara Andini menjadi murahan?, dia adalah wanita cerdas dan tentu saja mengagumkan, ia diam bukan karena ia takut namun bukan berati ia tak akan melawan,
Ia hanya ingin melihat batas mana orang ini berani mengusiknya, sebatas mana ******** ketiga bocah tanggung ini
"Byurr" Kali ini mie di mangkok terbang ke arah ketiga bullying itu berani mengusiknya maka lihatlah apa yang akan terjadi,
Jesika bahkan hanya tersenyum kecil menaikan alisnya saat keduanya seperti ikan yang kehilangan air, yah, begitu lah caranya membalas,
Jika ada yang membuat masalah maka hanya perlu membalasnya dengan cara yang lebih kejam, karena aja bukan gadis sebaik itu hingga akan diam jika dirinya di tindas,
Ia tak ingin membuat masalah namun ia tak akan melepaskan orang yang mengusiknya dengan mudah
"Au panas" Ucap ketiganya heboh, kuah mie yang baru di angkat mengenai tubuh mereka,
Bukankah cukup untuk memberi pelajaran?, mereka sudah berani mengusik gadis kuat seperti Tiara Andini , maka, tentu saja harus di beri pelajaran, dan untuk menjadi contoh buat yang lainya
"Bik, uangnya di atas meja, nih buat ke klinik, duit gue banyak ngasih orang yang membutuhkan dikit ngak akan ngurangin duit gue" Ucap Jesika beranjak meninggalkan kantin,
Ia mengabaikan seluruh tatapan dari semua yang ada di kantin, ia sama sekali tidak perduli, toh ngak penting juga,
Sedangkan ketiga mengeram marah, kulit mereka pasti melepuh karena kuah mie yang uh panas, dan beberapa lebaran di mana?
"Neng Fela, jina sama sisil, mendingan bersihin dulu pakaian kalian, trus ke UKS kasian kulitnya pasti melepuh" Ucap bibik kantin pelan, setelah mengambil uang di meja bibik kantin kembali ke kasir.