NovelToon NovelToon
My Angel Baby

My Angel Baby

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: bund FF

Setelah enam tahun berpisah, secara tidak sengaja Vicky dipertemukan lagi dengan Viviane yang dulu adalah pacarnya dan mereka terpaksa dipisahkan saat Viviane sedang hamil.

Bukannya ingin menyia-nyiakan, tapi Vicky yang saat itu masih terlalu muda sangat takut pada orang tuanya meski dia adalah anak yang pembangkang dan sedikit berandalan.

Ane, sapaan Viviane saat ini, telah memiliki seorang putri cantik dan cerdas yang bernama Angelia, tapi dia lebih suka dipanggil Lia.

Vicky yakin jika Lia adalah putrinya meski Ane bersikukuh untuk menyangkal. Karena wajah dan watak anak perempuan biasanya akan menurun dari ayahnya.

Sedangkan kondisi saat ini telah berbeda, Vicky telah berumahtangga dan memiliki seorang putra yang seusia Lia.

Bagaimana bisa putra Vicky seusia Lia?

Bisakah Vicky memperjuangkan haknya sebagai ayah dari Lia?

Dan bagaimana dengan Lia jika tahu bahwa ayahnya seorang yang kaya sedangkan ibunya hanya orang biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bund FF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lia yang nakal

"Dasar bodoh! Lelaki tak berguna! Brengsek, kurang ajar" teriak Ruby yang tubuhnya masih terlilit selimut putih khas hotel, sambil memukuli Robi yang hanya tertawa melihat kelakuannya.

"Bagaimana bisa anak buahmu yang bodoh itu juga menculik Johan? Hah?" teriak Ruby lagi pada pria yang baru saja usai menggaulinya.

"Itu hanya miss komunikasi, sayang. Kau tak usah cemas, sebentar lagi akan aku telepon mereka agar tak melukai Johan. Bagaimanapun dia adalah anakku, dan aku tidak akan mencelakainya" kata Robi, pria yang selama ini ada di belakang Ruby.

"Tapi karena kecerobohanmu akan mempersulit kita untuk menghabisi bocah sialan itu, brengsek! Bagaimana bisa aku membiarkan Johan melihat temannya mati di depan matanya? Dia bisa trauma seumur hidupnya" ujar Ruby dalam kemarahan, sampai membuat selimut yang melilit di tubuhnya melorot.

"Oh honey, kau mau menggodaku lagi dengan bersikap seperti itu?" tanya Robi yang langsung memeluk Ruby dari belakang saat wanita itu memperbaiki lilitan selimutnya.

"Jangan sentuh aku sebelum kau memastikan kalau Johan aman" ucap Ruby yang berusaha keluar dari dekapan Robi.

Tapi hal itu semakin membuat Robi tertantang, diapun meneruskan aksinya yang ingin menggauli Ruby secara paksa.

Terkadang Robi memang suka berfantasi dengan melakukan hubungan intim yang sedikit aneh, seperti ingin mem.per.ko.sa misalnya.

Dan kali ini, saat kesempatan itu ada. Diapun segera memanfaatkannya. Yakni menggauli Ruby dibawah teriakannya.

"Sudahlah Jo, jangan menangis terus. Telingaku sakit mendengar tangisanmu" kata Lia yang tangannya terikat ke belakang dan kakinyapun juga diikat, sama seperti Johan.

"Aku takut, Lia. Bagaimana kalau mereka membunuh kita?" rengek Johan di sela tangisannya.

"Cg, kau ini seperti anak kecil saja. Diam dan berfikirlah, bagaimana caranya agar kita bisa melepaskan ikatan ini" kata Lia yang lupa bahwa mereka memang masih kecil.

"Kita memang anak kecil kan, Lia. Tapi aku yakin kalau papaku yang hebat pasti akan menyelamatkan kita" kata Johan yang seketika berhenti menangis saat mengingat papanya.

"Mamamu cantik ya, Jo" ujar Lia agar Johan tak lagi menangis.

"Tentu. Tapi papa tak pernah mau bersamanya. Bahkan mereka tidur terpisah, tidak seperti orang tua pada umumnya" kata Johan.

"Memangnya kalau jadi orang tua harus tidur bersama ya, Jo? Aku tidak tahu hal itu karena aku tidak punya ayah, dan mamaku tidur bersamaku setiap malam" kata Lia.

"Kata Rangga begitu. Karena orang tuanya tidur sekamar dan Rangga tidur sendiri" kata Johan menjelaskan.

"Oh, aku baru tahu hal itu" jawab Lia.

"Sstt" kata Lia menyiratkan agar Johan diam.

Keduanya terdiam saat mendengar derap langkah beberapa orang yang membuka pintu kamar. Dan keduanya berbaring seolah sedang tertidur.

"Baik bos, mereka akan kami pisahkan. Dan kami akan segera mengeksekusi anak perempuan ini" kata seorang pria yang tadi membawa mereka ke kamar ini.

Keduanya tetap berusaha memejamkan mata saat salah satu daru mereka mengangkat Johan untuk dipindahkan. Tentunya setelah menutup telepon dari bosnya.

"Kau tidurkan Johan di kamar tamu saja, dan biarkan anak ini disini" kata pria yang satu.

Dan benar saja, Lia tetap berada di gudang sementara Johan dibawa pergi entah kemana.

"Bagaimana mereka bisa tahu nama Johan ya?" ujar Lia dalam hatinya.

Ponsel pria itu kembali berbunyi, "Brengsek bos Ruby, pasti dia mau ngomel-ngomel lagi" kata pria itu lirih sebelum mengangkat teleponnya.

Dan benar saja, pria itu nampak menjauhkan telinganya dari ponselnya sambil mengernyit masam.

"Sudah bos. Bos tenang saja, Johan sudah kami pindahkan ke kamar yang nyaman. Dan anak perempuan ini masih tertidur di dalam gudang" kata pria itu lirih, sepertinya takut kalai Lia akan terbangun.

"Dia bilang bos Rubi? Bukannya itu nama mamanya Johan? Kenapa dia mau mencelakai kami, ya?" tanya Lia dalam hatinya.

Setelah pria itu mengakhiri panggilannya, pria itu masih saja terdiam sambil mengamati wajah Lia yang dikiranya tidur.

"Anak ini cantik banget. Sayang sekali kalau harus dihabisi. Apa aku jual ke lokalisasi saja ya? Terus aku bawakan saja mayat lain untuk mengelabuhi bos Rubi yang cerewet itu" gumam si pria yang punya rencana lain.

Lia takut sekarang, anak kecil itu tahu kalau mau di jual meski tak tahu apa itu lokalisasi.

Seringnya menonton film action maupun drama korea bersama Gita, membuatnya punya banyak ide untuk dilakukan agar bisa keluar dari gudang itu.

"Baiklah, biarkan saja dia puas dulu untuk tidur sebelum aku menjualnya sementara aku mencari korban lain" kata pria itu lirih, dan segera pergi.

"Oh, aku takut Ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan" gumam Lia.

Memandangi sekeliling sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya, Lia mencari alat agar visa membuka pintu.

"Berhasil" gumamnya senang, para penculik itu mengikat Lia dengan tali rafia.

Segera Lia berusaha membuka kunci pintu dengan menggunakan jepitan rambutnya setelah berhasil membuka ikatan di kakinya. Seperti yang dia lihat di film, bahkan dia sering mempraktekkan hal itu dengan Gita.

Dan keisengan yang dia lakukan dulu itu ternyata berguna kali ini. Lia berhasil membuka pintu gudang.

"Yes, berhasil" gumam Lia sambil celingukan setelah menutup pintu dan melihat ruangan yang temaram.

Tak ada seorangpun disana. Temaramnya ruangan membuatnya harus ekstra hati-hati saat mencari kamar Johan. Lia berhenti di balik dinding dapur untuk mengintip ke ruang depan.

Terdengar gelak tawa dari ruang depan, rupanya kawanan penculik yang Lia hitung ada empat orang pria itu tengah bermain kartu sambil menenggak minuman di dinginnya udara malam.

Ada dua kamar, dan satu darinya tertutup rapat sementara yang satu terbuka meski lampunya mati. Lia menunggu hingga para pria itu tertidur.

Tapi di luar dugaannya, saat tiga dari mereka tidur, maka satu diantaranya harus terjaga.

"Ah, aku tahu" kata Lia yang menemukan satu ide di kepalanya.

Melihat ada pintu belakang, Lia berusaha keluar setelah membuka kuncinya dengan hati-hati.

Diluar, dia berlari menuju ke arah depan dan melempar beberapa batu ke arah pintu rumah agar pria yang tengah terjaga itu keluar.

"Berhasil" sorak Lia kegirangan dan kembali berlari memasuki pintu dari belakang.

Sementara si pria sedang mencari sumber gangguan, Lia berusaha masuk ke kamar yang diyakini ada Johan disana.

"Lia" kata Johan kegirangan, hingga membuatnya sedikit berteriak.

"Sttt, diam. Ayo kubantu membuka ikatanmu" kata Lia.

"Bagaimana kau bisa keluar?" tanya Johan keheranan.

"Aku kan hebat" ujar Lia bangga.

"Sttt, kita keluar dari pintu belakang ya. Jangan berisik karena mereka ada di depan kamar ini" ujar Lia berbisik.

Johan yang mengerti segera menutup mulutnya dan berjalan mengendap seperti yang sedang Lia lakukan.

Setelah membuka pintu, Lia celingukan mencari keberadaan si pria yang bertugas untuk menjaga.

Pintu depan sudah tertutup, dan Lia yakin jika pria itu sudah masuk ke dalam.

"Kemana om yang tadi, ya?" gumam Lia yang belum berani keluar.

Mereka mendengar suara dari dalam kamar mandi, "Ada orang di kamar mandi" ujar Johan pelan.

"Iya, kita segera pergi ke luar, ya" ajak Lia.

Berjalan mengendap-endap, Lia berusaha membuka pintu dengan pelan agar ketiga pria yang tengah tertidur itu tak terganggu.

Keduanya sangat senang saat berhasil menapakkan kaki di luar rumah.

"Yess!!! Kita berhasil keluar, Lia" kata Johan cukup keras, anak itu sangat ekspresif.

Merekapun berlari di gelapnya pagi, sudah hampir subuh saat keduanya berhasil keluar dari rumah itu.

"Hei bocah, mau kemana kalian?" teriak pria yang tadi ada di kamar mandi.

Lia dan Johan tentu terkejut dan berlari tak tahu arah. Tapi pria itu dengan sigap kembali berhasil menangkap keduanya setelah mengejar mereka yang berlari tak jauh dari rumah itu.

"Dasar anak nakal" bentak pria itu sambil menggendong Lia dan menarik paksa tangan Johan.

"Kenapa bro?" tanya satu dari tiga pria yang terbangun.

"Dia mau kabur" kata pria itu.

"Apa? Bagaimana bisa?" tanya pria kurus yang baru bangun itu tak percaya.

"Kalian tidur saja kerjaannya, kan mereka jadi kabur" bentak pria yang berhasil mengejar Lia hingga membuat yang lainnya terbangun.

"Nggak om, om ini bohong. Dia bilang mau menolong kami dan membebaskan kami. Tapi tadi di jalan saat melihat ada orang, om ini malah mengajak kami kembali ke rumah ini" kata Lia tanpa rasa takut.

"Apa benar apa yang bocah ini katakan, bro?" tanya pria kurus yang sepertinya disegani oleh yang lain.

"Tidak mungkin lah bos. Mana mungkin aku membiarkannya lolos" kata pria ini.

"Jangan percaya padanya, om. Buktinya om ini menggendongku. Tadi om ini bilang kasihan kalai melihat anak perempuan seperti aku harus berlari, makanya om ini menggendongku dan menuntun Johan" kata Lia.

Seketika pria itu menurunkan Lia dan melepas pegangan tangannya pada Johan sambil melotot pada para bocah.

Pandangan penuh curiga diterima oleh pria malang ini dari ketiga rekannya.

"Hei anak kecil, berani-beraninya kau bicara begitu. Dia bohong, bos. Tadi mereka berhasil kabur, tapi aku berhasil menangkapnya lagi. Karena takut lari lagi, makanya aku gendong saja bocah sialan ini" kata pri itu membela diri.

"Jangan percaya padanya, om. Tadi dia bilang kasihan padaku dan akan membantuku kabur. Tapi malah kembali lagi saat melihat ada orang yang lewat. Anak kecil kan nggak mungkin bohong, om" ujar Lia penuh percaya diri.

Mulut Johan sampai menganga karena mendengar penuturan Lia. Johan tak menyangka kalau Lia bisa berkata begitu.

"Kalau om tidak percaya, tanya saja Johan" kata Lia.

"Hei bocah, apa temanmu berkata benar?" tanya pria kurus.

"Em, eh itu. Iya, tentu saja Lia benar. Om ini tadi membangunkanku dan mengajakku keluar" kata Johan menurut setelah mendapat isyarat dari Lia.

"Kau, beraninya kau lakukan itu, bro!" teriak si bos penculik.

Lia ingat bahwa pria yang menggendongnya ini tadi ingin menjualnya.

"Kau lebih percaya dengan ucapan anak kecil ini, bos?" tanya Si pria malang.

"Om, aku hanya seorang gadis kecil. Mana bisa aku melepas ikatan erat di tangan dan kakiku, aku juga tidak tahu bagaimana cara membuka pintu yang terkunci. Om inilah yang melakukan semua itu, dan berusaha menolong kami tadi" kata Lia dengan puppy eyes nya, tentu pria kurus itu lebih percaya pada Lia dari pada temannya, karena bagaimanapun mereka adalah penjahat.

"Beraninya kau lakukan itu, bro?" geretak si pria kurus.

"Sumpah aku menemukan mereka sedang berlari diluar, bos. Mana mungkin aku membebaskan mereka. Kau tak percaya padaku, bos?" kata pria malang itu lagi.

"Hei anak nakal, beraninya kau membuat bosku tak percaya padaku? Rasakan ini" kata pria itu yang langsung memukul wajah Lia dengan cukup keras.

Tentu Lia menangis karena itu sangatlah sakit untuk gadis yang tak pernah merasakan sekalipun dipukuli.

"Lia, kau tidak apa-apa?" tanya Johan yang langsung berlari ke arah Lia yang kesakitan.

"Om jahat sekali. Tadi dia bilang mau menolongku, sekarang malah memukulku" kata Lia dalam tangisannya.

Melihat hal itu semakin membuat bos penculik itu bingung. Harus percaya pada bro ataukah Lia.

"Anak kecil tak mungkin bohong kan ,om. Om harus percaya sama aku, dan om ini sudah ingin mengkhianati kalian" rengek Lia lebih mendramatisir keadaan.

"Kau, beraninya kau akan mengkhianati kami" geram bos penculik sambil menodongkan botol bekas ke arah bro.

"Tunggu bos, aku tidak mungkin mengkhianatimu. Anak kecil ini sungguh licik. Kau ini ya..." teriak bro yang sudah kembali mengangkat tangan dan bersiap memukul Lia lagi.

"Hei bro, turunkan tanganmu dan bertanggungjawab lah atas tindakanmu" kata bos penculik sambil membawa Lia dan Johan dalam genggamannya.

Lalu mengisyaratkan pada anak buahnya yang lain untuk menindaklanjuti perbuatan yang telah dilakukan oleh bro.

Kasihan sekali nasib bro pagi ini!

1
Sandisalbiah
bukanya Vicky sudah tau kalau Ane pindah tugas ke Bandung dan anak buahnya juga melapor kalau mereka tau rmhnya.. 🤔🤔
Sandisalbiah
utk tes DNA harusnya bisa Vicky lakukan dr dulu kalau dia memang tdk merasa menyentuh Ruby dan hasil tes DNA itu kan bisa di tunjukan ke hadapan ortunya Vicky.... lemot dan bodoh itukah kamu Vicky
Sandisalbiah
kasihan Johan haruss menjadi darah daging dr org tua yg spek binatang..
Tuấn Mark
aduh abang lagi skip deh
FIFA: /Grin//Proud/
total 1 replies
Febriy Febriy
udh orang tua kaya gitu ga usah di temuin lagi sampe mati ga usah di temuin,,, orang tua ga punya hati itu namanya,,, ga kasian sama anak dia juga hidup menderita di luar sana,, gue sebagai anak juga punya perasaan juga sakit hati,,, udh di usir tidak di akui
Linda Indriani
nice story
FIFA: terimakasih atas dukungannya ❤️❤️
total 1 replies
Ninik Prasetyawati
ceritanya bagus tapi tolong up nya jgn lama2 dong biar nggak penasaran dan jd males buat ngelanjutin baca
FIFA: terimakasih atas dukungannya....

semoga saya bisa lebih rajin update ke depannya...

mohon maaf jika mengecewakan 🙏🙏
total 1 replies
Evi mugihartati
bgs
Lisa
Wah Lia jadi rebutannya 2 cowo nih 😊
FIFA: Lia cantik sih kak..😊😊
total 1 replies
Lisa
Wah hebat nih Lia dan sahabatnya udh mulai membuka usaha..sipp 😊
FIFA: iya nih, usaha yg menjadi sejarah pertama dari perkumpulan geng Nirwana😊
total 1 replies
Lisa
Wah Bayu sptnya naksir Lia jg nih 😊
FIFA: masih sd nggak boleh pacaran kak😂😂
total 1 replies
Ratna Jewel
apa kabar johan..
oh siapa jodoh lia saat dewasa nanti? johan / bayu?
FIFA: siapa ya kira²?

menurut kakak lebih cocok sama Johan atau sama Bayu tuh si Lia??😅
total 1 replies
Lisa
Wah Viviane hamil tuh
Lisa
Sukses y utk Robi dlm membenahi perusahaannya..semangat y bersama Johan utk kehidupan yg lbh baik..
Lisa
Moga aj papanya Johan benar2 berubah dan menjadi ayah yg baik utk Johan
Ratna Jewel
harap harap johan dan.lia klo besar berjodoh.. semoga robi jdi ayah yg baik utk johan..
FIFA: masa depan mereka masih abu² :)

semoga komunikasi mereka tetap terjaga
total 1 replies
Lisa
setelah 10 thn ayahnya Viviane msh dendam pd anaknya..
FIFA: bukan dendam sepertinya, tapi lebih ke rasa kecewa yang mendalam hingga tak sanggup memaafkan
total 1 replies
Lisa
Pasti idenya si Ruby tuh utk menculik anak2
Lisa
Ternyt Lia adl putri dr Vicky
FIFA: iyaa😊
katanya mereka mirip😁
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
FIFA: terimakasih, semoga terhibur dengan ceritanya ❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!