NovelToon NovelToon
DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyudi0596

Setelah menghadiri pesta pertunangan Rias Gremory sahabat kecilnya yang berakhir digagalkan oleh Sekiryuutei:Issei Hyoudou. Sona sitri di dorong oleh kakaknya Serafall untuk mencari keluarga baru demi menambah kekuatan tempur garis depan.

Menanggapi itu Sona mengamininya, lalu saat kembali ke dunia manusia. Dia menyaksikan seorang pemuda dengan sacred gear [Imperial Tiger Mantle] bertarung dengan malaikat jatuh tingkat tinggi.

Remaja itu mati terbunuh dan Sona membalas kematiannya dengan membunuh malaikat jatuh itu. Lalu mereinkarnasikan remaja itu yang ternyata masih murid akademi Kuoh sekelas dengan Issei sang sekiryuutei.

Inilah kisah Yudi sang Pawn Sitri yang bersumpah untuk selalu menjaga janjinya demi melindungi rekan-rekannya dari berbagai masalah.

Update rutin, kalau mendesak mungkin 1 chapter [Harap Maklum] Janga ragu Subscribe guys, kalau bisa pencet tombol likenya ya👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyudi0596, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Lima hari telah berganti sejak percakapan panjang di ruang OSIS Akademi Kuoh. Pertukaran informasi mengenai Longinus, Sacred Gear, serta deklarasi sumpah pertaruhan mutlak antara Yudi dan Sona Sitri tampaknya masih meninggalkan jejak ketegangan yang belum sepenuhnya memudar.

​Kini, di dalam sebuah unit apartemen sederhana di sudut kota, debu-debu halus menari di bawah sorotan lampu belajar yang menguning. Ruangan itu didominasi oleh bau kertas tua, aroma khas dari buku-buku berumur puluhan tahun yang menjamur di rak-rak kayu jati yang menempel pada dinding.

Ini adalah apartemen peninggalan mendiang ayah baptisnya, seorang pria tua yang mendedikasikan sisa hidupnya untuk mengoleksi literatur misteri, mitologi, dan kepingan-kepingan dunia gaib yang tersembunyi dari peradaban manusia modern.

​Yudi duduk bersila di atas karpet beludru merah yang warnanya sudah mulai pudar. Di hadapannya, sebuah buku tebal bersampul kulit hitam lusuh terbuka lebar. Halaman perkamennya yang menguning memantulkan cahaya redup dari lampu belajar.

Buku itu adalah The Tale of Night and Day, manuskrip yang diklaim ditulis oleh seorang penyihir agung tak bernama yang pernah mengikat kontrak dengan iblis kelas atas.

​Jari telunjuk Yudi menyusuri barisan tulisan kuno di halaman tersebut, berhenti tepat pada ilustrasi yang menggambarkan sosok Lucifer melamar Lilith, sang ibu dari para iblis.

Di sudut ilustrasi, terdapat sebuah sketsa tangan yang membentuk formasi jari yang sangat spesifik. Telunjuk dan kelingking teracung ke atas, sementara ibu jari, jari tengah, dan jari manis terlipat ke dalam.

​Alis Yudi terangkat. Bahunya berguncang pelan seiring dengan kekehan yang keluar dari mulutnya.

​"Astaga," ucap Yudi, suaranya memecah keheningan apartemen. Ia mengangkat tangan kanannya sendiri, meniru persis formasi jari dalam sketsa tersebut dan mengacungkannya ke udara. "Simbol yang biasa digunakan oleh para anak rock untuk menunjukkan semangat mereka, saat mendengar musik yang membangkitkan gairah. Ternyata itu adalah permintaan seorang ibu dari para iblis untuk dilamar oleh sang Raja Lucifer."

​Yudi menurunkan tangannya, menopang dagunya di atas telapak tangan, dan matanya kembali menyusuri rentetan teks di bawah ilustrasi. Sudut bibirnya berkedut menahan tawa saat membaca deskripsi reaksi Lucifer dalam manuskrip tersebut.

​"Tapi cara Raja Lucifer merespon juga cukup memalukan, tapi entah kenapa terlihat keren di sini," lanjutnya bergumam. Yudi menengadah, menatap langit-langit apartemen yang retak-retak di beberapa bagian. Tangannya bergerak seolah sedang memutar kenop radio yang tak terlihat.

​"Ah, aku harap akan datang hari di mana aku bisa melamar gadis seperti kisah mereka. Tapi..." Yudi menurunkan tangannya, menggelengkan kepala dua kali dengan cepat. "...tidak mungkin 'kan tiba-tiba orang menunjukkan itu, dan aku langsung mengira itu lamaran. Setidaknya, ketika ada seorang wanita melakukan sign itu di hadapanku, aku harus bertanya dulu. Kalau itu adalah salam persahabatan ala Rock 'n' Roll atau permintaan untuk dilamar karena kebelet nikah sebab sudah lama perawan."

​Yudi menutup matanya, senyum asimetris kembali terukir di bibirnya. Ia merebahkan tubuhnya ke belakang, membiarkan punggungnya menyentuh karpet dengan bunyi 'buk' pelan.

​"Toh juga, Sona Kaichou berkata kalau aku boleh memiliki harem, 'kan?" ucapnya pada diri sendiri, suaranya menggema di ruangan sempit itu. Kedua tangannya dilipat di belakang kepala, matanya kembali terbuka menatap kosong ke atas, membayangkan sebuah skenario konyol dari kisah yang baru saja ia baca.

​Namun, relaksasi itu tidak berlangsung lama. Postur tubuh Yudi menegang. Ia berguling ke samping, bangkit dari karpet dengan satu gerakan mulus. Di sebelah tumpukan buku kuno itu, tergeletak sebuah map plastik transparan. Yudi menarik map itu dan membukanya.

​Di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas HVS putih yang dicetak rapi. Itu adalah dokumen yang berisi foto-foto anggota OSIS Akademi Kuoh, lengkap dengan biodata, ras, posisi bidak, dan rincian kemampuan masing-masing yang berhasil ia kumpulkan sejauh ini. Jari Yudi bergerak mengetuk perlahan foto Tsubaki Shinra, lalu bergeser ke foto Saji Genshirou.

​"Mengetahui kemampuan rekan sendiri memberiku banyak opsi saat melakukan kerja sama nantinya," ucap Yudi dingin, suaranya berubah menjadi kalkulatif, jauh dari nada jenaka beberapa detik yang lalu. Matanya menyapu data numerik dan deskripsi kemampuan sihir yang tertulis di kertas tersebut.

​Setelah memastikan semua data terekam di ingatannya, Yudi merapikan kembali kertas-kertas tersebut, memasukkannya ke dalam map, dan menutupnya dengan bunyi 'klik' dari kancing plastik. Ia menggeser map itu menjauh dan menatap kalender dinding yang tergantung di dekat meja belajarnya. Angka tanggal hari ini ditandai dengan lingkaran merah besar.

​Fokusnya kembali pada pertaruhan mutlak yang baru saja dimulai.

​Sebagai pembuka dari deklarasi mereka, Sona telah menetapkan tebakannya: Dalam minggu pertama Yudi beroperasi penuh sebagai Iblis reinkarnasi, pemuda itu paling banyak hanya akan berhasil mengamankan tiga kontrak penyelesaian tugas. Yudi, tentu saja, telah merespon dengan deklarasi balik bahwa ia akan dengan mudah melampaui angka tersebut.

​Yudi mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Suara gesekan kulit terdengar keras di ruangan yang sepi itu. Ia melepaskan tangannya, menatap telapak tangannya sendiri dengan sorot frustrasi.

​"Aku pikir mendapatkan kontrak semudah menerima telepon pesan jasa," keluh Yudi. Ia menggebrak lantai karpet dengan kepalan tangan kanannya. Bugh. "Tapi kenapa selama lima hari ini tidak ada satupun pemanggil yang melakukan pemanggilan? Kalau seperti ini, aku bisa kalah sebelum bertanding."

​Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya secara kasar. Untuk mengusir rasa jenuh dan gusar yang mulai menumpuk di dadanya, Yudi memusatkan pandangannya pada punggung tangan kanannya. Otot-otot di lengannya menegang.

​Berkat bantuan teknis dan penjelasan dari Sona sebelumnya, ia mulai memahami sedikit demi sedikit mekanisme untuk memanggil Sacred Gear miliknya. Sebuah artefak yang menurut Sona bernama Imperial Tiger Mantle.

​Yudi menutup matanya rapat-rapat. Keringat dingin mulai merembes dari pelipisnya. Ia memfokuskan seluruh energi magis di dalam tubuhnya, mengarahkannya ke tangan kanannya. Urat-urat halus di lengannya sedikit menonjol.

​"Imperial Tiger Mantle... itulah yang dikatakan Kaichou," gumam Yudi. Gigi-giginya bergemeretak pelan. "Sebuah Sacred Gear yang masih belum diketahui secara spesifik seperti apa seluruh potensi kekuatannya. Ingatanku agak samar... tapi aku merasa pernah melatihnya."

​Yudi membuka matanya. Tidak ada cahaya, tidak ada manifestasi artefak di tangannya. Hanya punggung tangan biasa dengan urat yang menonjol. Ia mendecakkan lidah.

​"Apalagi Sona Kaichou juga bilang kalau sebelum aku direinkarnasi, tampaknya aku sudah mahir menggunakannya. Tapi karena efek reinkarnasi yang merestrukturisasi tubuh dan jiwa, ingatanku jadi terganggu. Kemungkinan besar akan menunggu waktu lebih lama untukku mengingat kembali cara menggunakannya secara sempurna."

​Yudi mengacak-acak rambut hitamnya dengan kasar hingga berantakan. "Kalau begini, sama saja mulai dari nol lagi dong!" serunya kesal, menghempaskan punggungnya ke dinding terdekat.

​Di tengah keruwetan pikirannya, mata Yudi secara refleks menyapu pandang ke arah rak buku raksasa yang menutupi satu sisi penuh dinding apartemennya. Rak itu adalah saksi bisu dari obsesi ayah baptisnya.

Tersusun rapi di sana buku-buku tebal tentang mitologi berbagai benua, buku filosofi Yunani, manuskrip motivasi kuno, dan barisan Grimoire bersampul kulit hewan yang Yudi sendiri tidak yakin apakah aman untuk disentuh.

1
Bayuon So7
Lagi dan lagi saji blunder di sini cok
Bayuon So7
wedeh jadi MC punya hubungan sama Irina menarik untuk di tunggu hubungan seperti apa ya
Bayuon So7
Irina lawak orang lagi perang malah perkenalan diri,, emang beneran julukan dari si Milicas. Malaikat yang memproklamirkan diri
Bayuon So7
Si Imut koneko🤭
Bayuon So7
Weh mau gelut kayaknya nih, semogaa author senantiasa sehat deh
Bayuon So7
Debatnya asyik cuy, mantap lanjutkan💪
Zuta Huda
Kurang ngerti min, aku disuruh sepupuku buat like
Tessar Wahyudi: Terima kasih likenya dan salam untuk sepupunya ya👍
total 1 replies
Bayuon So7
Gak ekspektasi kalau dari pertanyaan simple bisa ambil kesimpulan seperti itu.
Paolo Maldini
Bang gw mau lempar 💣 nih
Fans Real Madrid
Semangat author
Tessar Wahyudi: makasih, semoga gak kapok ya
total 1 replies
Bayuon So7
sudah kuduga emang Kiba
Bayuon So7
Hoah udah mau masuk ke arc kiba kah?
Bayuon So7
Ada aja kelakuan Sona dan Yudi ini ya 🤣
Bayuon So7
Tutorial memancing keributan 🤭
Bayuon So7
marketing sales gak tuh🤭
Bayuon So7
Aduh Saji, begitu pedenya bilang kalau iblis reinkarnasi awal-awal sulit mendapatkan kontrak🤭
Bayuon So7
Tsubaki Flexing njir🤣
Bayuon So7
beneran juga sih, hasil yang memuaskan. Ini MC diam-diam serakah juga ya, kalau dilihat-lihat 🤭. tapi tetap masuk akal kok Thor.👍
Bayuon So7
Hn jadi ini semacam Cooling down setelah pertarungan sengit, mantap Thor.
Bayuon So7
Gua cuma mau bilang bisa cepetin gak updatenya penasaran njir🤭
Tessar Wahyudi: Sabar dong bang, semua ada waktunya mohon ditunggu dengan sabar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!