Berkisah tentang kehidupan seorang pemuda yang tidak memiliki ambisi sedikit pun dalam hidupnya. Tujuan hidupnya hanya lah hidup dengan santai tanpa tujuan yang berarti.
Namun sebuah Sistem tiba-tiba hadir dalam hidupnya mengharuskan ia melakukan sesuatu yang merepotkan bertujuan untuk menuntun ia untuk mencari ambisi terbesar dalam dirinya.
Dapatkah ia menemukan ambisi terbesar dalam dirinya dengan bantuan sistem? ataukah malah ia mengabaikan semuanya untuk menjalani hidup santainya?
Saksikan cerita lengkapnya dalam "SISTEM AMBISI"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iwan Gusti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER VIII
~SELAMAT MEMBACA~
Hari masih pagi Hans baru saja selesai menjalani misi harian nya, beberapa hari ini dia sangat giat berlatih sebab baru beberapa hari saja melakukan nya fisik nya sudah bertambah kuat meskipun statnya tidak bisa naik dengan gila-gilaan seperti beberapa hari yang lalu.
Ia sadar semua nya butuh proses tidak ada yang instan jadi melakukan secara terus menerus dan teratur adalah pilihan yang terbaik saat ini.
Karena hari ini hari minggu Hans sedikit bersantai bukan berarti tidur tetapi melakukan misi nya tidak pas-pasan dengan target melainkan melakukan mengulangi nya terus hingga kini tubuh nya sudah cukup lelah barulah ia berhenti.
Ia tidak sendiri melainkan ditemani oleh Derius yang setia mengikuti gerakan Hans sedari tadi untuk nya yang memiliki fisik terlatih melakukan gerakan ini merupakan hal yang mudah.
Rencana nya hari ini Hans akan pergi mengecek gedung yang kemarin ia dapatkan lagipula untuk jadwal nya hari juga tidak ada sama sekali paling yah hanya mengantarkan sarapan juga beberapa setel baju ganti untuk ibunya.
Ibu nya itu masih setia menunggu sang suami dan sang anak bangun meskipun entah kapan kedua nya akan bangun. Setiap kali diajak untuk pulang terlebih dahulu ibu nya tidak pernah mau bahkan porsi makan nya juga lebih sedikit dari biasa nya.
Hans bahkan sudah melihat tubuh sang ibu bertambah kurus akibat kombinasi dari makan yang kurang ditambah stress plus kesedihan.
"Persiapkan dirimu setelah ini aku akan membawamu ke suatu tempat sekalian juga mengantar baju untuk ibu dulu"
"Baik tuan"
Kebetulan arah rumah sakit dan gedung Ratna Jaya itu satu arah dan jarak kedua nya hanya 2 kilometer saja cukup dekat bukan.
-
"Aku memang sering melihat nya dari jarak jauh itu saja sudah hebat tapi kini aku berada di depannya terlebih ini adalah milik ku sendiri aku jadi merasa semakin takjub."
Dengan santai Hans mengendarai motor sport nya memasuki area pemeriksaan keamanan.
Tidak ada adegan klise yang biasa terjadi pada kisah lain nya. Dengan kendaraan yang dikendarai nya sudah lebih dari cukup membuktikan tingkatan sosialnya setidaknya ia lebih dari mampu.
Motor ini seharga 100 juta lebih jadi orang yang membelinya paling tidak adalah anak orang kaya mungkin ada beberapa anak orang sederhana yang memiliki nya meskipun hasil dari banting pintu dan bentak orang tua.
Hans langsung menerangkan maksud dan tujuan nya datang kesini tak lupa ia membawa bukti tanda kepemilikan nya langsung jadi tidak akan ada masalah yang akan merusak harinya.
"Baik tuan Hans sebelumnya perkenalkan nama saya adalah brams saya adalah penanggung jawab pada keamanan gedung Ratna Jaya saya ucapkan selamat karena telah memiliki gedung megah ini"
"Sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik sebelum nya kami akan berjaga di sini selama sebulan setelah pemilik yang baru yaitu anda mendatangi tempat ini dan setelah nya tuan bebas memerintahkan kami tetap menjaga bangunan ini atau kami akan di berhentikan kami siap"
Mendengar hal itu bibir Hans sedikit terangkat itu berarti ia tidak harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar jasa keamanan lagi bukan?
"Oh terima kasih tuan Brams mohon kerja sama nya untuk sebulan kedepan dan untuk tugas kalian setelah nya itu bergantung bagaimana keadaan kedepannya" ucap Hans
"Cukup panggil saya Brams saja tuan tanpa embel-embel tuan itu saya tidak pantas"
Hmm Brams ini ternyata memang orang yang pandai berbasa-basi rupa nya sudahlah selama tidak merugikan dirinya Hans juga tidak akan masalah dengan itu.
Hans kemudian dibawa berkeliling bangunan berlantai 50 itu butuh waktu 2 jam lebih hanya sekedar untuk melihat keseluruhan bangunan ini.
Hans kini memasuki rumahnya dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur.
"Gedung sialan aku memang tau kau itu luas tapi tidak bisakah kau mengecilkan ukuran mu sesaat, aku bisa mati kelelahan kau tau?"
Hans terus mengumpat setelah keluar dari gedung tadi memang fisik nya sudah lebih baik daripada dulu namun ada satu kelemahan nya sedari dulu yaitu stamina seharusnya stamina nya masih cukup banyak tetapi pagi tadi ia melakukan olahraga yang porsinya 5 kali lipat dari biasa nya jadi wajar saja jika kini Hans sangat kelelahan.
"Hah sudah lah tidak ada guna nya terus mengeluh lebih baik tidur saja"
*****
Sehari berlalu begitu saja kini Hans sudah kembali masuk ke sekolah karena hari ini ialah hari senin.
Semalam ia telah benar-benar menguras keringat nya untuk hingga tenaga nya hampir saja habis tak bersisa namun kini ia harus kembali memeras otak nya untuk berpikir keras mengenai materi yang disampaikan guru.
Untung nya sedari lahir Hans diberkati dengan otak yang cerdas jadi diri nya tidak akan perlu berusaha lebih sebab dalam waktu yang singkat saja ia sudah mampu menguasai sebuah materi dengan lengkap.
Untuk bawahan nya si Derius semalam ia menugaskan pria itu untuk mencari Anggota untuk pasukan dunia bawahnya kelak.
Saat ini Hans sedang tidak terlalu membutuhkan seorang pengawal jadi merupakan pilihan yang paling benar memberikan tugas itu kepada Derius. Pria itu juga memiliki kemampuan yang bagus dalam memilih pasukan yang setia jadi hampir tidak mungkin ada pengkhianat di kemudian hari.
Pelajaran berlangsung seperti biasa nya belum masuk sekolah, masuk ke kelas dan guru masuk menyampaikan materi dan bla bla begitulah seterusnya 'kehidupan sekolah yang monoton'.
Bel istirahat berbunyi Hans mengecek hp nya ternyata terdapat 83 panggilan tak terjawab dari sang ibu kebetulan tadi pagi ia memasang handphone nya pada mode senyap jadi ketika ada yang menelepon tidak akan keluar suara.
Hans berniat menelepon sang ibu kembali pastinya ada hal yang penting jika ibunya sampai terus menelepon begini.
Handphone Hans kembali berdering dan ibunya lah yang menelepon langsung saja dengan sigap ia mengangkat nya.
"Halo buk... "
".............. "
"Syukurlah kalau begitu nanti Hans pulang langsung ke sana"
TUUT TUUT TUUT
Pertanda panggilan berakhir rupanya sang ibu menghubungi diri nya untuk memberi kabar jika saudaranya telah siuman pagi tadi.
Hans sangat bersyukur setidak nya dengan begini kini ibunya bisa sedikit lebih baik.
"Cok yok kantin.. "
Seperti biasa nya Rian mengajak Hans untuk ke kantin bersama sebuah kebiasaan kedua nya sejak bangku kelas 10 dulu
"Oke... "
Kedua nya berjalan beriringan melewati lapangan yang tengah ramai oleh adek-adek kelas nya kelas 10 entah apa yang terjadi.
"Yok liat bentar kayaknya ada yang menarik tuh disitu"
Tanpa menunggu balasan dari Hans dan dengan tanpa ampun dia menarik kerah baju Hans untuk mengikuti nya.
Biasanya Hans akan cuek dan tidak peduli namun kini sepertinya hati nurani nya tengah berbicara untuk mengikuti saja siapa tau ada hal yang menarik mereka temukan nanti nya.
Dengan kehadiran keduanya adik-adik kelas yang semula menutupi jalan langsung memberikan jalan kepada keduanya selain sebagai abg kelas keduanya juga sangat terkenal jadi tak heran mereka segera menyingkir.
Melewati kerumunan orang itu akhir nya kedua nya berhasil melihat pemandangan di depan mereka saat ini yang membuat mereka kaget terlebih untuk Hans.
"DIAAA...... "
________________________________________________
PENASARAN GAK SAMA APA YANG DILIHAT HANS? APAKAH HANTU TERBANG HAHA NANTIKAN AJA KEDEPANNYA YAH INTINYA AUTHOR AKAN SELALU BUAT KALIAN PENASARAN.
Biasakan untuk selalu
(✓) Like
(✓) Favorit
(✓) Kritik dan Saran
(✓) Gift
See You Next Time.