King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alat penyadap
Queenza menemui bodyguard Daddy-nya. Ia melihat sekelilingnya, saat situasi aman barulah menyuruh bodyguard Daddy-nya keluar dari persembunyian.
" Ini nona alat penyadap yang anda minta"
" Makasih om"
" Sama-sama nona"
Setelah memberikan alat penyadap pada Queenza, bodyguard itupun pamit undur diri. Kalau berlama-lama di sana nanti bisa dilihat sama orang.
Queenza membawa alat penyadap itu ke kelas. Untung saja bentuk alat penyadapnya kecil dan juga lucu. Jadi orang lain tidak akan menyangka kalau itu alat penyadap.
Suasana kelas masih sepi karena masih jam istirahat. Queenza meletakkan alat penyadap itu di tasnya Monika. Ia meletakan di tempat yang tidak terlihat.
" Queen ayo makan"
" Iya Mel"
" Ibuk aku suruh berikan ini sama kamu"
" Apa ini, sepertinya enak "
" Aku nggak tau enak atau enggaknya, karena selera orang kan beda-beda. Tapi ini salah satu dagangan ibuk aku yang paling laris "
" Apa namanya?"
" Kue talam, jajanan pasar"
Kue yang berwarna hijau dan diatasnya berwarna putih. Queenza langsung mencobanya.
" Gimana, enak nggak?"
" Enak, kuenya lembut dan tidak terlalu manis. Aku suka"
" Alhamdulillah kalau kamu suka"
" Apa yang dibuat sama ibu kamu semuanya enak-enak"
" Alhamdulillah Queen. Kue ini juga banyak peminatnya"
" Tentu saja banyak peminatnya, kan kuenya enak"
Queenza menyimpan kue talam-nya. Nanti kue itu akan ia berikan pada King, Aaron dan juga Bagas.
" Ibu kamu jualannya setiap hari ya"
" Iya Queen"
" Jualannya keliling atau gimana?"
" Kadang keliling, kadang stay di satu tempat"
" Pasti pelanggan tetap ibu kamu sudah banyak"
" Alhamdulillah Queen. Mungkin karena rasa makanan yang dijual ibuk aku cocok di lidah mereka"
" Masakan buatan ibu memang tidak ada duanya"
" Mama kamu suka masak juga ya Queen"
" Iya, setiap mommy aku masak, aku nggak pernah melewatkan untuk mencicipinya. Bahkan aku selalu jadi orang yang pertama yang mencicipinya"
Semua orang di mansion suka masakan mommy-nya. Kalau kita masak dengan hati, maka hasilnya akan baik.
Selesai makan, Queenza dan Amelia membersihkan meja. Mereka menyimpan kembali tempat bekal makanannya. Supaya nanti tidak ketinggalan.
Beberapa murid juga sudah kembali ke kelas. Karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi.
" Mon, Lo sudah dapat tiket untuk nonton konser boyband terkenal itu nggak "
" Belum Vi, Lo sendiri gimana?"
" Sama, gue juga belum "
" Kira-kira kita dapat tiketnya nggak ya"
" Harus dong, gue udah lama banget nunggu konser mereka "
" Semoga nanti kita dapat tiketnya "
Queenza tidak sengaja mendengar obrolan Monika dan teman-temannya. Untung saja dia sudah dapat tiket VIP. Queenza di bantu war tiket sama saudara kembar dan juga sahabatnya.
Bunyi bel tanda masuk sudah berbunyi. Murid-murid duduk dengan tenang di kursi mereka masing-masing.
" Siang anak-anak"
" Siang Buk"
Sebelum memulai pelajaran, guru mengambil absen terakhir. di jam terakhir ini kelas sepuluh B belajar mata pelajaran Geografi.
Murid-murid pun mendengarkan guru mereka menerangkan pelajaran. Semua murid mendengar dengan baik. Karena kalau tidak memperhatikan dan juga mendengarkan dengan baik, maka pelajaran tidak akan tersimpan dalam otak mereka.
Selesai guru menerangkan, murid-murid pun mencatat. Catatan itu nanti akan diperiksa, jadi siapa yang tidak mencatat akan diberikan hukuman.
" Baiklah anak-anak, keluarkan buku latihan kalian. Sekarang kita akan latihan"
Semua murid mengeluarkan buku latihan mereka. Guru mulai membacakan soal latihan.
***
Kelas sepuluh A sedang berada di laboratorium. Hari ini mereka akan mengenal alat-alat untuk praktikum. Sebelum itu murid-murid harus memakai alat pelindung diri atau APD.
" Saat berada di ruang laboratorium, semua murid wajib memakai jas laboratoriumnya"
" Baik Buk"
" Masker dan sarung tangan jangan lupa. Kalau ada yang tidak pakai sepatu tertutup, ganti dulu"
Semua murid pun memakai semua yang diperintahkan guru mereka.
" Selama berada di ruang laboratorium, anak-anak ibuk harus mematuhi larangan yang tidak boleh dilakukan saat berada di ruang laboratorium"
" Contoh larangannya Buk"
" Dilarang makan, minum, atau mencicipi bahan kimia di dalam laboratorium"
" Baik Buk"
" Anak-anak ibuk juga harus membaca label.Periksa simbol bahaya pada botol bahan kimia (seperti simbol korosif, mudah terbakar, atau beracun) sebelum digunakan"
Murid-murid pun mengangguk tanda mengerti.
" Yang terakhir, penanganan limbah. Buang limbah kimia sesuai instruksi yang ibuk berikan. Jangan langsung dibuang ke wastafel jika bersifat asam kuat atau beracun"
Setelah murid-murid paham barulah mereka mulai dengan tahap pengenalan alat-alat praktikum.
" Ini alat yang akan kalian pelajari. Tabung reaksi, gelas ukur, pipet tetes, labu erlenmeyer, dan kaki tiga"
Murid-murid memperhatikan nama alat dan juga kegunaan. Mereka semua menghafal nama-nama alat yang sudah disebutkan sama guru mereka tadi.
" Sampai disini ada yang mau bertanya "
" Nggak Buk"
" Berarti sampai di sini sudah mengerti semua "
" Sudah Buk"
Semua murid mencatat apa yang dikatakan buk guru tadi. Sekarang ini mereka cuma belajar mengenal alat-alat praktikum.
" Sudah di catat "
" Sudah Buk"
" Hari Senin baru kita akan praktek uji Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit. Kalian bawa garam dan juga cuka"
" Baik Buk"
" Baiklah belajarnya kita cukupkan sampai disini. Sampai jumpa Minggu depan "
Guru keluar dari laboratorium. Sebelum keluar, ibu guru meminta murid-muridnya untuk meletakkan kembali jas laboratorium ke tempatnya.
" Salah satu mapel yang gue nggak suka" kata Bagas.
" Emang kenapa Gas"
" Pusing otak gue membaca zat-zat kimia-nya"
" Awalnya emang gitu Gas, nanti juga terbiasa" kata Aaron.
" Iya sih, tapi tetap aja nggak membuat gue cinta sama mapel-nya"
King dan kedua sahabatnya kembali ke kelas untuk mengambil tas mereka. Karena tadi mereka tidak membawa tas.
" Besok kita udah berangkat ke puncak. Bawa bola seru kali ya"
" Boleh juga, biar kita ada kegiatannya juga saat di sana " kata King.
" Queen pasti nggak mau di ajak main bola"
" Mana mau dia. Tapi kalau kamu tawarkan makanan, baru semangat dia"
Mereka bertiga pun tertawa. Mereka membayangkan bagaimana senangnya Queenza kalau di kasih makanan.
" Queen suka makan, tapi badannya nggak gendut-gendut "
King juga heran kenapa badan saudara kembarnya nggak gemuk-gemuk. Padahal dia sering ngemil. Sedangkan olahraganya dia juga jarang.
" Itu Queen"
" Lagi ngapain dia di sana"
" Kita samperin yuk"
" Liat orang dulu Gas. Nanti kamu dimarahin sama dia "
Setelah keadaan aman, barulah King menghampiri saudara kembarnya.
" Ngapain kamu disini?"
" Nunggu Amelia "
" Emang kemana temen kamu"
" Ke toilet "
" Kalian bertiga belum pulang "
" Ini mau pulang"
" Ya udah cepat pulang. Nanti teman gue liat kalian disini"
" Iya, kita pulang dulu"
" Ok, hati-hati di jalan "
" Kamu juga "
King dan kedua sahabatnya pun pergi dari sana. Karena kalau ngobrol lebih lama keburu temen Queen datang. Kalau masih di sekolah memang harus jarang-jarang ngobrol.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....