kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab.20 makan malam di istana
"Apakah yang mulia ratu ada di dalam?" tanya Kasim red yang menyampaikan informasi tambahan.
"Ada Kasim. Sebentar ya." ucap pelayan Dwi yang menyampaikan pesan.
"Yang mulia, di depan ada kasim red. sepertinya beliau ingin menyampaikan sebuah pesan." ucap pelayan Dwi yang menyampaikan pesan.
"Oh, baiklah." ucap lili yang langsung berjalan menuju ke arah pintu.
"Salam yang mulia ratu, maafkan hamba yang menganggu istirahat yang mulia. Ada beberapa pesan yang ingin hamba sampaikan."
"Silahkan paman."
"Yang mulia kaisar mengundang ratu untuk makan bersama kerajaan."
"Deg.... Mendengar hal itu, lili tampak keheranan. mengapa pria itu terus mengusik ketenangan nya. Bukan kah dia membenci pemilik tubuh ini. apakah otak nya sudah bergeser. Lili bahkan merinding saat melihat tatapan kaisar yang kejam itu.
"Baiklah paman Kasim, aku akan datang nanti kesana." ucap lili dengan nada malas nya. Sejujurnya dia tak ingin bergabung bersama dengan selir ana dan kaisar kejam itu. Tapi demi menghormati gelar nya sebagai seorang ratu, dia harus mematuhi peraturan ucapan kaisar itu.
"Yang mulia, ada satu pesan lagi yang ingin hamba sampaikan." ucap Kasim red yang menjelaskan.
"Katakan paman!"
Beliau tampak menghela nafas berat nya, membuat lili tampak keheranan.
Huft...." desa jamur kini tampak jauh lebih baik, dari beberapa hari sebelum nya." ucap nya dengan nada serius.
"Wah, apakah beberapa orang orang disana sudah sembuh paman?" tanya lili yang tampak antusias mendengarkan nya.
Kemudian Kasim red langsung menjelaskan beberapa kondisi yang terjadi beberapa hari sebelum nya.
"Sudah yang mulia, dan tabib Zou masih terus membuat ramuan untuk mereka."
"Tapi ada yang menghalangi nya yang mulia."
"Maksudnya?" tanya lili yang tampak tak mengerti.
"Beberapa kelompok preman itu seperti nya mengamuk di daerah pasar yang mulia. mereka bahkan memaksa para warga untuk tetap membeli air dari mereka."
"Memaksa?" tanya nya dengan kaget dengan penuturan sang Kasim.
"Benar yang mulia, mereka memaksa para warga desa jamur, untuk membeli air dari mereka."
"Kurang ajar!" pekik lili yang tampak emosi mendengar nya. Bagaimana bisa mereka memaksa seperti ini.
"Berikan penjagaan kepada para ksatria istana paman. Aku akan meminta mereka untuk memantau desa jamur!"
"Yang mulia, apakah sebaiknya Masalah ini dibicarakan kepada yang mulia kaisar saja?" tanya Kasim red dengan penuh hati hati memberikan saran nya.
Saran dari Kasim red ada benar nya, tetapi terlalu beresiko menurut nya. Tapi kalau tidak mengatakan juga akan jadi permasalahan sendiri nantinya.
"Baiklah paman Kasim, aku akan mengatakan perihal ini kepada yang mulia kaisar!"
****
Makan malam di istana tampak berbeda hari ini. biasanya lili selalu makan di paviliun pribadi nya sendiri, kini ia harus datang ke aula jamuan untuk makan bersama dengan kaisar kian.
Hari ini dia memakai gaun sederhana yang tak begitu mencolok. Tapi kulit nya yang tampak putih bersih, dan tubuh nya yang tampak jauh lebih kurus dari sebelumnya membuat aura nya tampak berkelas. beberapa pelayan yang melihat penampilan nya saja benar benar kaget.
"Yang mulia ratu tampak sangat mengagumkan malam ini."
"Yang mulia sangat cantik sekali."
Bisikkan bisikan itu membuat lili tampak puas, tak ada lagi yang akan mengatakan hal yang buruk tentang nya. Tak akan ada lagi yang berani menghina nya. Perubahan di tubuh nya kali ini, akan menjadi senjata untuk bisa melindungi dirinya dari konflik istana.
"Sepertinya aku harus belajar bela diri nanti nya. Agar orang orang tak akan berani macam macam dengan ku!" gumam nya dengan penuh semangat.
"Ibu....kita akan makan di istana?" tanya polos kael yang menyadarkan lamunan nya.
Lili tampak tersenyum lembut ke arah pangeran kecil nya. Dia mengelus rambut anak nya dengan penuh kasih sayang.
"iya sayang, kita akan makan bersama dengan kaisar kian dan selir ana." ucap lili yang menjelaskan secara lembut.
"Ibu latu(ratu)....kael takut!" ada trauma yang membuat nya tampak ketakutan saat mendengar tentang kaisar dan selir ana. Lili yang menyadari perubahan putra nya itu, langsung memeluk anak nya dengan penuh kelembutan.
"Tenang ya sayang, ada ibu. Tak akan ada yang berani menyakiti pangeran nya ibu."
dengan berusaha untuk tak takut, kael memandang ibu nya dengan penuh kekaguman. Ibunya selalu memberikan makanan yang lezat untuk nya. Memasak makanan yang membuat nya begitu senang bisa menikmati makanan sang ibu. Ibunya juga memeluk nya dengan hangat, kini mata kael tampak berbinar. Dia begitu menyayangi sang ibu.
"Yang mulia ratu lili dan pangeran kael memasuki jamuan istana!" teriak penjaga yang menyampaikan informasi dari luar.
ternyata disana sudah ada kaisar kian, dan juga selir ana. Mereka menatap lili dan kael secara bersamaan.
"Salam hormat kepada yang mulia kaisar dan selir Ana." ucap lili yang melakukan salam formal.
kael tampak bersembunyi di belakang lili. entah mengapa anak itu begitu takut saat melihat tatapan selir ana yang tampak tajam.
Lili yang menyadari hal itu, langsung memeluk pangeran kecil nya.
"Tidak apa apa sayang, jangan takut. Ada ibu disini. tak akan ada yang menyakiti mu, seperti dulu lagi" ucap lili yang menekankan ucapan nya, membuat selir ana tampak tertegun mendengar nya.
"duduklah ratu, dan pangeran!" perintah kaisar kian.
"Baiklah yang mulia kaisar."
Dengan cekatan lili memberikan tempat duduk untuk putra kecil nya. Dan juga tak lupa dia duduk di sebelah putra nya.
Pelayan langsung sigap mengambil beberapa makanan dan menyajikan nya kepada lili dan juga kael.
Kael yang melihat menu hari ini, tampak tak bersemangat. menurut nya makanan ini tak seperti masakan ibu nya.
Masakan ibunya adalah masakan yang terbaik di seluruh dunia.
Lili tau bahwa putra nya tampak tak berselera dengan masakan koki istana. Dia tersenyum lembut ke arah pangeran kael.
"Nanti ibu buatkan makanan spesial untuk mu. Jadi makan sedikit saja ya." bisik nya di telinga kael membuat anak itu langsung berbinar binar.
"Telima (terima )kasih ibu latu (ratu)." bisik nya dengan gemas membuat lili tampak ingin sekali mencium pipi putra nya itu.
Kedua interaksi kedua nya, langsung diliat oleh sang kaisar. tatapannya langsung merasa aneh. Mengapa ratu lili dan pangeran kael tampak begitu dekat. Apakah ada informasi yang dia lewat kan selama ini. Apalagi wanita itu tampak berbeda hari ini
"Cantik!"gumam nya spontan membuat nya langsung tersadar seketika.
"Uhuk...uhuk...kaisar kian tampak terbatuk-batuk. membuat lili menoleh ke arah nya. Tapi lili tetap tenang seperti tak perduli.
"Yang mulia, apa yang mulia baik baik saja?" tanya selir ana yang tampak cemburu melihat kaisar yang terus menerus memandang ke arah lili. Dia tak suka dengan hal ini. Dia tak akan biarkan kaisar kian memperhatikan ratu bodoh itu lagi.
"Liat saja ratu bodoh, sebentar lagi posisi mu akan bergeser. Dan aku akan menjadi ratu di istana PHILADELPHIA ini." gumam nya menatap penuh kebencian.
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭