NovelToon NovelToon
PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Romansa / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:927.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yeni Erlinawati

"Siapapun yang menolongku. Jika dia seorang perempuan akan aku jadikan dia sebagai seorang saudara. Tapi jika yang menolongku adalah seorang laki-laki, akan aku jadikan sebagai suami."

Ucapan yang terlontar dari mulut seorang perempuan yang tengah ketakutan di tengah malam yang sunyi dan mencekam itu ternyata dikabulkan oleh sang pencipta. Dimana setelah perkataan itu terlontar ada seorang laki-laki yang berbisik tepat di samping telinganya.

"Tepati ucapanmu itu."

Dan dari ucapan yang tiba-tiba terucap begitu saja akhirnya ucapan tersebut menjadi kenyataan.

Pernikahan tanpa didasari oleh cinta itu membuat gadis bernama Maura membuat satu kesepakatan dengan calon suaminya untuk tetap membebaskan mereka melakukan apa pun yang mereka mau. Dimana dengan adanya kesepakatan tersebut justru membuat satu sama lain pusing jika salah satu dari mereka membuat masalah.

Apakah dengan banyaknya masalah itu mereka akan merubah kesepakatan yang mereka buat? Atau justru memutuskan untuk berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Sialan sialan sialan. Laki-laki tidak modal, pelit, sok cool lagi! Mati udah sana biar aku tidak jadi menikah dengan dia. Gak kebayang seberapa menderitanya aku nanti jika nikah dengan dia. Menyebalkan!" gerutu Maura di sela langkah kakinya yang menelusuri jalan raya ibukota tersebut.

Baru kali ini ia dibuat sebal setengah mati dengan kaum Adam yang biasanya mereka selalu mengejar-ngejar dirinya.

Maura terus menggerutu dengan sumpah serapah yang tentunya ia ditujukan untuk Erland. Hingga…

Tinnnn!!!

Maura dibuat terkejut dengan bunyi klakson yang sangat nyaring tepat di belakangnya padahal dirinya sudah berjalan di pinggir jalan raya itu.

"Sialan! Siapa lagi manusia yang mengganggu hidupku ini," geram Maura sebelum dirinya menolehkan kepalanya ke arah orang yang membunyikan klakson tadi. Dimana saat ia sudah melihat orang tersebut ia berdecak sebal kemudian ia melanjutkan langkah kakinya tadi.

Orang yang sekarang tengah naik motor matic yang tadi sempat mengagetkan Maura, dia juga turut menjalankan motornya itu hingga berada di samping tubuh Maura.

"Naik!" perintah orang itu yang tak lain adalah Erland sendiri. Laki-laki itu pergi dari cafe tadi bukan untuk langsung pulang ke rumah melainkan ia yang memang berhati baik, menyusul kepergian Maura dan berniat untuk mengantarkan perempuan itu ke tempat tujuannya.

Maura yang mendapatkan perintah pun, ia membisu, tidak mengiyakan atau menolak atau bahkan langsung naik ke atas motor tersebut melainkan ia terus melanjutkan langkah kakinya tersebut dengan tatapan mata lurus ke depan. Tak ingin menghadap bahkan melirik sedikitpun ke arah Erland.

"Naik sekarang sebelum aku berubah pikiran!" ucap Erland kembali. Namun respon yang diberikan oleh Maura tetap sama yaitu diam.

"Maura!" Panggil Erland penuh dengan penekanan.

Maura yang mendengar namanya dipanggil dengan suara berat akhirnya ia menghentikan langkah kakinya dan dengan terpaksa ia melirik sekilas ke arah Erland sembari berkata, "Tidak, terima kasih."

Maura kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Erland yang kini tengah menghela nafas panjang.

"Tumpangan yang aku berikan kali ini gratis. Jika memang kamu mau. Tapi kalau tidak ya tidak masalah, toh aku tidak rugi. Aku hanya menawarkan bantuan saja. Lagian lebih enak diantar motor olehku daripada jalan kaki dengan menempuh jalan hampir 2 kilo. Dan aku yakin jika kamu masih nekat jalan kaki, nanti malam kaki kamu itu akan sakit. Jadi aku tawarkan sekali lagi ke kamu, mau ikutin aku naik motor ini atau tidak?" ulang Erland.

Maura tampak terdiam, memikirkan ucapan yang Erland tadi lontarkan. Sebenarnya benar juga apa yang dikatakan oleh Erland tadi. Nanti kalau dia masih memaksakan dirinya tetap berjalan sejauh hampir 2 kilo kakinya nanti malam pasti akan sangat sakit. Tapi jika ia menerima tawaran dari Erland, gengsi dia masih besar untuk menerimanya.

"Kesempatan tidak datang dua kali," ujar Erland yang membuat Maura kini tersadar dari keterdiamannya itu.

Dan dengan berdecak sebal, Maura memutar tubuhnya hingga menghadap ke arah Erland yang berhenti lumayan jauh darinya. Kemudian ia berjalan menghampiri Erland yang membuat laki-laki itu diam-diam menyunggingkan senyum miringnya.

"Sudah aku katakan kalau---"

"Tidak perlu dan terima kasih atas tawarannya," ujar Maura memutus ucapan dari Erland tadi dengan diakhiri ia memukul kepala Erland menggunakan tas kecil yang ia bawa itu untuk meluapkan emosinya yang masih menggebu-gebu tersebut. Dan barulah setelah itu ia berlari menjauh dari Erland yang tampaknya sebentar lagi akan mengamuk.

Erland yang mendapat pukulan dari Maura, ia mendesis dengan memegang kepalanya yang terasa nyut-nyutan itu.

"Sialan. Aku sudah berniat baik dengan menawarkan tumpangan untukmu tapi kamu malah membalasnya dengan sebuah pukulan. Aku sumpahin nanti malam kamu tidak akan bisa jalan sampai pagi hari. Biar tahu rasa kamu!" teriak Erland agar Maura mendengar sumpahnya itu.

"Maaf, sumpahmu itu tidak akan mempan untukku!" balas Maura dengan menolehkan kepalanya ke arah Erland sesaat sebelum ia kembali fokus ke jalanan di depannya.

"Kita lihat saja nanti," balas Erland yang sudah tidak berteriak seperti tadi.

"Gila, sakitnya lama juga kerasanya. Di dalam tas dia isinya apa sih? Ya Tuhan sampai bikin kepala pusing begini. Sialan memang perempuan itu," sambung Erland yang masih saja merasakan akibat dari perbuatan Maura tadi.

Saat Erland tengah merasa kesakitan, Maura yang sudah benar-benar jauh dari Erland pun ia tertawa puas setelah melampiaskan emosinya tadi.

"Rasain kamu. Emang enak kena hantam batu." Tangan Maura kini bergerak mengambil batu dari dalam tasnya tersebut yang entah kapan batu itu ia masukkan ke dalam sana.

"Thanks ya batu sudah membantuku memberikan pelajaran ke laki-laki pelit itu and see you," ucap Maura sembari membuang batu yang sudah berperan memberikan pelajaran ke Erland tadi.

Dan masih dengan senyum penuh kepuasannya tersebut, ia melanjutkan langkahnya.

Satu jam telah berlalu, akhirnya Maura telah sampai di restauran tempat dirinya menitipkan mobilnya tadi. Dan karena ia tak ingin mengulur waktu lagi, Maura kini menghampiri salah satu tukang parkir yang tadi pagi ia temui.

"Pak, mau ambil mobil," ucap Maura yang membuat tukang parkir itu menatap ke arahnya dari atas sampai bawah. Sepertinya tukang parkir itu terkejut dengan penampilan Maura yang cukup lusuh dengan rambut yang lepek dan keringat yang membanjiri wajah perempuan tersebut. Tampilan Maura benar-benar beda jauh dari penampilannya tadi pagi yang sangat cantik dan fresh.

"Neng habis lari marathon ya?" tanya tukang parkir tersebut.

"Bukan Pak. Saya tidak habis lari maraton tapi saya tadi di kejar anjing gila," jawab Maura yang membuat tukang parkir itu tanpa terkejut.

"Ehhh beneran Neng? Ya ampun kok bisa sih Neng di kejar anjing gila? Ketemunya di mana Neng dengan anjing itu? Dan dimana hewan itu sekarang?" tanya tukang parkir tersebut dengan memberondong pertanyaan ke Maura.

Maura yang mendapat banyak pertanyaan pun ia menghela nafas dan dengan menampilkan fake smile-nya ia menjawab, "Bapak tenang saja. Anjing itu sudah saya lempar pakai batu tadi dan mungkin kepala si anjing sekarang tengah benjol, jadinya dia tidak mengejar saya lagi sekarang. Terima kasih ya Pak sudah menjaga mobil saya di sini. Saya permisi dulu. Mari Pak."

Maura yang mendapat pertanyaan dari tukang parkir tersebut, ia menyerahkan uang yang ia punya tadi sekaligus berpamitan kepada tukang parkir itu.

"Ehhh sama-sama Neng. Ini kuncinya. Hati-hati di jalan ya Neng." Maura menganggukan kepalanya dan setelah dirinya mengambil kunci mobilnya itu. Ia bergegas menuju ke mobilnya dan segera menjalankan mobil dengan membunyikan klakson tanda pamitnya kepada beberapa tukang parkir tersebut. Sebelum dirinya benar-benar meninggalkan tempat itu untuk menuju ke kediaman kedua orang tuanya.

1
Tifanny Lette
ada tdk cerita papa Aiden dan istrinya Thor?
Yeni Erlinawati: ada kak judulnya My Bos CEO
total 1 replies
Defi
Afif cepat kasih tahu bang Er, bisa ngamuk bang Er sama kamu kalau tahu Maura dibawa ke rumah sakit
Anonim
Kirain kembar anaknya
Anonim
Bagus ceritanya
Fadil21 Nazwa
bagus pake bingittt , 👍👍👍
Yeni Erlinawati: terimakasih kakak 🤗❤️
total 1 replies
Fadil21 Nazwa
qok bisa ya Thor bikin cerita'a gak bosan bosan d baca, malah mo lagi mo lagi Kya makan momogi 😍😍😍
Yeni Erlinawati: waduh jadi pengen makan momogi nih. terimakasih kakak. Happy reading ya ❤️
total 1 replies
ai yua
aku mau dua2 yg my bos CEO dan Zico kk
Hany
siap thoor, meluncur 🏃🏃
Entin Fatkurina
siap meluncur
Ummi Ilhamdanaini
ternyata sudah tamat ya...sy nungguin 😁 😊 tetap semangat ya dlm berkarya,smoga sll ada ide cemerlang 👍👍💪💪💖💖
Yeni Erlinawati: Aamiin. Terimakasih atas dukungannya kak. jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya❤️🤗
total 1 replies
SaSa🐕
Thanks author untuk kaya yang berkesan ini, selalu ditunggu kelanjutan sampai nanti 7 turunan pun😂...
Yeni Erlinawati: Ya ampun kalau begitu semua ceritaku tentang keluarga Abhivandya doang dong😂
total 1 replies
Hany
karena sakit ngamar di rumah sakit jadi gak tau kalau babang Erland Uda end,makasih thoor,Uda menemani kami para readermu selama,selalu sehat n tetep semangat,semoga makin sukses dan makin lancar reziknya amin 🤲💪🥰😘🙏
Hany: makasih dek Yeni 🙏😊💪
total 4 replies
Khayati 123
Biasa
Entin Fatkurina
pasti kangen deh dengan bang er dan maura, semoga nanti cerita bang er, nyelip di ceritanya babang zico, tetap semangat dan sukses selalu buat yeni ku sayang.
Yeni Erlinawati: Pasti ada kak nanti 😂
total 1 replies
Ika R Des
gak bosen² lah thor baca nya...
dri Mak bpknya, dri kisah mereka trio. .
trs crita abang er...
lanjut yaa thor....
kalo bisa smpe kisah cucu nya
Yeni Erlinawati: waahhh terpantau pembaca setiaku nih🤭 terimakasih ya kak atas dukungan Kakak selama ini. love sekebun ❤️
total 1 replies
Radya Arynda
ok... tamat sudah....semangaaaat💪💪💪💪💪
Radya Arynda: siap caaaantik......cepet rilis ya ceritanya, , , , 💪💪💪
total 2 replies
Iffah Olivia
yah tamat si thor belum puas thor
Yeni Erlinawati: hehehe iya nih Kak. Otaku udah stack kak buat cerita ini😂
total 1 replies
Indar
eh sdh tamat saja kirain mau ada cerita kerempongan ngurus baby dalton 🤭 terima kasih atas ceritanya 🤗🤗 sukses terus 💪💪 dan ditunggu cerita bang ziconya 🥰🤗
Indar: iya sama2 🤗🤗 🥰
total 2 replies
Indar
lanjut kak, tetap semangat 💪💪🤗
SaSa🐕
yukk kakk dilanjut...💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!