Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.
"Terus apa yang Anda inginkan?" tanya Draka dengan suara yang lebih sopan, bahkan ekspresinya berubah menjadi hangat.
Dibandingkan saat sebelum masuk ke dalam ruangan VVIP, Draka terlihat bersikap sungkan dan sangat dingin.
"Aku ingin kamu menjaga putriku, sekarang aku harus mencari cara untuk melawan Selena, setelah itu baru aku ... " Roland menjelaskan rencananya pada Draka.
Walaupun sempat ragu dengan pria yang ada didepannya, tapi Roland tidak memiliki pilihan lain.
Karena setelah mencari tahu, ternyata putrinya Gymora selama ini tidak memiliki teman dekat.
Hanya Wiliam, Kania dan Draka-lah yang berinteraksi dengan Gymora. Selain mereka bertiga, tidak ada lagi.
Mengingat hal itu, hati Roland kembali merasa sakit.
Dylan melirik ke arah Draka yang nampak antusias.
Ia merasa jika atasannya itu sungguh beruntung, siapa yang menduka jika ternyata ayah Gymora adalah putra tunggal Tuan Timoty Warner.
Bisa dibilang kekayaan Timoty Warner itu setara dengan keluarga Nilon Grup milik Draka. Tapi, Timoty grup sudah berdiri lebih lama dan akar kekayaan mereka di negeri ini sudah sangat kuat.
Ditambah lagi, Timoty Warner dulunya pernah menjabat sebagai jenderal saat perang dunia.
Jadi banyak sekali bawahannya dibidang militer, makanya selama ini kedua orang tua Draka begitu takut dengan Timoty Warner.
Jadi bisa dibilang, soal angka kekayaan yang dimiliki Nilon Grup lebih besar sedikit dibandingkan dengan Timoty, tapi soal fondasi dan koneksi. Timoty warnerlah yang lebih kuat.
Percuma saja kaya raya tapi tidak memiliki koneksi.
Setelah Roland selesai menceritakan seluruh rencananya dan fakta Selena dengan Sachi, ekspresi wajah Draka sedikit berubah.
Draka sebenarnya juga sedikit takut dengan Timoty Warner, tapi demi Gymora ia sudah bertekad.
"Kamu nggak perlu takut, karena Gymora berada dipihakmu. Tentu saja aku juga akan berada dipihakmu dan mendukungmu. Aku juga akan merahasiakan identitas asli, jika kamu putra tunggal dan pewaris grup Nilon." Kata Roland.
"Saya memang sengaja merahasiakan identitas saya selama ini karena saya ingin sukses dengan cara saya sendiri. Karena saya yakin punya kemampuan. Saya nggak ingin menjadi seorang pewaris, nanti posisi itu akan saya serahkan pada adik perempuan saya," jelas Draka dengan nada tenang.
Ucapannya Draka barusan semakin menambah kesan positif dari Roland.
Mengingat sikap Wiliam selama ini yang selalu merendahkan dirinya saat tidak berada didepan publik.
Membuat Roland diam-diam membenci Wiliam. Ia tahu, alasannya kenapa sikap Wiliam seperti itu padanya?
Alasannya seorang pejabat pemerintahan hanyalah bidak catur yang dimainkan beberapa pengusaha.
Contohnya saat dirinya dituduh korupsi, selain tuduhan itu datang dari musuh Gwen, tuduhan itu datang dari istrinya sendiri.
Kebencian dalam hati Roland semakin membara untuk mantan istrinya, mengingat selama ini Gwen juga memperlakukan putri mereka dengan sangat keji.
Alasannya karena wajah Gymora sangat mirip dengannya dan menindas Gymora agar dirinya setuju untuk bercera.
Apalagi saat video penindasan Gymora dikampus, Gwen bersikap dingin dan acuh tak acuh pada Gymora.
Hal itu sungguh menambah kebencian Roland, dan setelah hal itu Roland seperti tercerahkan.
Rasa cintanya pada Gwen selama berpuluh-puluh tahun benar-benar sudah musnah bersama dengan kematian palsunya.
Setelah semua pembahasan dan kerja sama kontrak kerja telah selesai, Draka pun masuk ke dalam mobil mewahnya.
Dylan yang duduk dikursi kemudi bertanya, "terus bagaimana? Jika besok nona Sachi mencari gara-gara dengan Anda Tuan?"
"Besok kamu bilang saja sama Sachi. Kalau kita ada dinas ke luar negeri." Draka menjeda ucapannya sebentar seraya menyerahkan sebuah chip pada Dylan.
"Ini game buatan Gymora. Aku sudah mencobanya, aku akui wanita itu sangatlah cerdas dan teliti. Besok siang setelah aku mengajak Gymora jalan-jalan ke pantai, aku akan datang ke perusahaan dan melakukan rapat untuk membahas pengembangan game ini," imbuhnya.
Dylan nampak menerima chip itu dengan salah satu tangannya yang tidak memegang stir mobil.
Draka tahu, Gymora kelelahan bukan secara fisik saja. Namun juga mental.
Ia bisa menebak, jika nanti malam Gymora pasti terbangun karena lapar dan kesulitan tidur.
Draka berniat mengajaknya untuk pergi ke pantai dipagi buta.
Akhirnya Draka pun sampai di apartemen, tapi ia tidak langsung pergi ke apartemen dimana Gymora berada.
Ia memilih kembali ke apartemennya dilantai paling atas untuk mengganti identitasnya dengan memakai baju metal, celana sobek dan bebarapa tindik dan anting.
Sesuai dugaannya, saat sampai apartemen pukul jam 11 malam, Gymora yang habis bangun tidur nampak terduduk seraya meminum air putih.
"Kamu sudah bangun?" tanya Draka.
"Iya aku terbangun," sahut Gymora dengan suara parau habis bangun tidur.
"Aku harap kamu bisa mulai membuka hatimu untukku, sekarang kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih," kata Draka dengan wajah tenang.
Ia sengaja menjaga jarak, takut sikap posesifnya akan membuat Gymora muak padanya.
Gymora dengan wajah jujur menjawab, "aku akan mencobanya. Tapi aku harap kamu mengerti Draka, aku sudah mencintai Wiliam selama bertahun-tahun. Dulu Wiliam sangat baik padaku, tapi semua berubah setelah kedatangan Kania."
"Aku sudah berusaha melupakan Wiliam dan hatiku sangat membencinya. Tapi ... Melupakan kenangan yang sudah ada selama bertahun-tahun itu susah. Aku harap kedepannya kamu tidak melakukan hal seperti tadi lagi saat di mobil." Ia langsung menjelaskan apa yang mengganjal didalam hatinya.
Draka malah semakin merasa kagum dengan Gymora, biasanya seorang gadis akan bersikap jaim dan tidak akan langsung mengutarakan perasaannya.
Tapi Gymora berbeda, walaupun sekarang posisinya Gymora dipihak yang lemah.
Selain hanya bisa bergantung padanya, wanita itu juga sudah kehilangan sesuatu dalam hidupnya.
Tapi Gymora bukanya merasa ketakutan dan terpojok, gadis itu malah nampak tenang dan tidak terlihat seperti orang cari muka atau bergantung hidup padanya.
Bahkan gadis itu berani mengatakan langsung apa yang membuatnya tidak nyaman.
"Baiklah Mora, aku rencananya besok pagi mau ajak kamu ke pantai. Sekalian meresmikan hubungan kita."
"Sebelumnya sih, aku memperkirakan kamu akan bangun dijam 2 atau tiga pagi. Karena kamu sudah bangun tidur sekarang, ayo kita ke pantai lagi sekarang!!"
Gymora nampak ragu.
Draka mendekat, tapi masih menjaga jarak. "Kenapa?"
"Aku nggak mau kamu terus-terusan menghamburkan uangmu. Aku ... Aku belum membayar uang kuliah, bahkan aku pernah lihat dicatatan kamu juga sering telat ... " Ucapan Gymora terhenti, saat Draka meletakkan telunjuk jarinya pada bibir wanita itu.
"Tenanglah. Chip milikmu barusan aku kembangkan di perusahaan Raka milikku. Banyak pemegang saham yang suka, anggap saja ini sebagai pesta kita." Sahut Draka, tatapannya terus menatap ke arah wajah Gymora tanpa berkedip sekalipun.
"Kamu habis rapat dengan pakaian dan penampilan seperti ini!" Titah Gymora dengan nada suara sedikit terkejut, tapi nada bicaranya masih halus dan lembut ditelinga.
Selain memiliki wajah yang cantik, Gymora adalah sosok yang cerdas dan lembut, bahkan tutur katanya terdengar sangatlah halus ditelinga.
Draka yang dari awal berbohong hanya bisa melanjutkan kebohongannya.
Lantas Ia pun menjawab sebagai anggukan
"Aku masih punya sedikit tabungan dirumah, nanti aku akan belikan kamu sepasang jas dan sepatu yang bagus Draka." Ucap Gymora.
Mobil Bentley hitam mengilap milik Draka berhenti halus di pinggir pantai yang terkenal itu.
Deburan ombak menyapu pasir putih, disinari sinar rembulan malam yang indah.
Gymora keluar dari mobil dengan langkah santai, matanya tak lepas menatap garis cakrawala di mana laut dan langit seolah menyatu.
Walaupun ombak di laut tidak terlihat begitu jelas seperti saat disinari cahaya matahari.
Tapi mata Gymora yang penuh akan binar-binar kekaguman seperti bisa melihat dengan jelas alunan ombak itu.
"Kenapa kamu bisa tahu kalau pantai menjadi tempat favoritku?" celetuk Gymora, suaranya ringan tapi ada kehangatan yang tersembunyi di balik tatapan matanya yang masih terpaku pada laut.
Draka tersenyum tipis, menatap balik dengan tatapan yang penuh arti.
"Karena aku melihatmu begitu bahagia saat melihat ombak," jawabnya pelan, seolah kata-katanya adalah rahasia kecil yang hanya mereka berdua mengerti.
Draka yang sebenarnya cerdas dan hanya berpura-pura bodoh tentu tahu, 'Filosofi orang yang suka melihat laut dengan rasa sakit bisa jadi adalah mereka yang menemukan ketenangan dan refleksi diri dalam keindahan serta kedalaman laut, meskipun di saat yang sama mereka juga merasakan kesedihan atau pergolakan batin. Laut, dengan segala kebesaran dan kekuatan yang dimilikinya, menjadi cerminan dari emosi dan pengalaman hidup mereka.'
Makanya saat Gymora sedih, tempat pertama yang cocok untuk mereka adalah pantai.
Orang yang hidupnya dipenuhi dengan penderitaan akan merasa sedikit rileks setelah pergi ke pantai.
"Draka apapun yang kamu sembunyikan dariku, aku nggak masalah. Selama hal itu nggak merugikan aku, bagiku semua orang memiliki privasi tersendiri." Lalu Gymora pergi meninggalkan Draka dan berjalan-jalan sendiri dipinggiran pantai untuk merasakan kedalaman dari angin laut.
Draka menahan gelisah, ia tahu makna ucapan Gymora.
cerita nya seruuu👍