Fero Alexander pria tampan namun sedikit kejam jatuh cinta pada seorang gadis berhati dingin bernama Fani Anindita.
Jatuh cinta pada pandangan pertama membuat pria yang biasanya dikejar oleh wanita kini beralih dia yang mengejar wanita.
Bagaimana cara ia meluluhkan hati gadis yang terlanjur mati akibat pengkhianatan dari cinta pertamanya.
Ikuti kisahnya apakah Fero berhasil meluluhkan hati gadis yang ia cintai
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejam
Fani segera menenteng tasnya untuk melihat keadaan Lyra,ia akan mengunjungi rumah sakit terdekat meski ia tak yakin Devan akan membawa Kayla ke rumah sakit yang ada di dekat TKP.
Saat ia keluar ruangan tiba tiba saja Susu mencegat langkahnya.Susi terkejut melihat keadaan Fani,mata gadis itu memerah sehabis menangis.
"Mbak Fani kenapa?",tanya Susi menatap Fani penuh selidik.
"Sus...aku titip toko ya,Kayla kecelakaan aku ingin memastikan keadaannya",ujar Fani dengan suara bergetar menahan tangisannya.
"Innailaihi...tapi Mbak Fani ada pelanggan yang baju baru setengah jadi minta di selesaikan hari ini,saya juga gak bisa handel kerena harus menyelesaikan sebuah gaun untuk besok",ucap Susi tak enak hati.Ia tau bos mereka sedang tak baik baik saja saat ini namun ia tak mau mengecewakan pelanggan.
"Karyawan yang lain gak bisa handel Sus?",tanya Fani dengan wajah lesuh dan bimbang.
"Semuanya sibuk dengan pekerjaannya masing masing Mbak",jawab Susi.
"Tapi...
"Mbak...bagaimana Mbak telfon saja Tuan Devan menanyakan keadaan Mbak Kayla.Dan setelah menelfon Mbak bisa melanjutkan pekerjaan disini.Saya yakin Tuan Devan pasti sudah bersama Mbak Kayla saat ini",tutur Susi.
"Ya...kamu benar Sus,Pak Devan pasti sudah disana saat ini.Nanti saat akan hubungi Pak Devan",ucap Fani kembali menuju ruangannya dengan wajah sendu.
Fani memutuskan untuk menghubungi Lyra saja dan mencari nomor ponselnya dari buku catatan pelanggan.Ia tak tenang sebelum tau keadaan Kayla.Karena Lyra pernah meninggalkan nomor telfonnya saat menjahit baju pengantinnya dulu.
Setelah mendapatkan nomor telfon Lyra Fani langsung menghubungi calon adik ipar sahabatnya itu.
Dan setelah memastikan keadaan Kayla yang tak begitu parah namun sahabatnya itu belum sadarkan diri setelah operasi.
Fani memilih menyelesaikan pekerjaannya dulu mungkin besok baru dia akan menjenguk sahabatnya itu.Dia tak mau mengecewakan pelanggan yang sudah mempercayakan pada mereka untuk dijahitkan gaun mereka.
Sementara itu Fero sedang sibuk memeriksa beberapa berkas dikejutkan dengan berita tentang kecelakaan yang menimpa tunangan sahabatnya Devan.Baru saja Roby menyampaikan berita buruk itu saat ia diminta salah satu orang kepercayaan Devan membantu melacak cctv.Roby sangat ahli dalam IT tak salah jika Fero selalu mengandalkannya dalam hal berbaur peretasan.
Fero sangat tau apa yang dirasakan sahabatnya itu.Pria itu memutuskan untuk menjenguknya besok saja karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan klien membahas kerja sama yang akan mereka lakukan.
"Tuan klien kita sudah menunggu di ruang meeting",ucap Roby memasuki ruangan Fero.
"Baiklah Rob,biar saya sendiri saja menemuinya kamu silahkan bantu Marvin untuk mengecek cctv itu",tutur Fero mengambil alih tablet yang digenggam Roby berisikan kerja sama yang akan mereka sepakati.
"Baik Tuan",jawab Roby segera berlalu dan masuk kedalam ruangannya.
Fero masuk kedalam ruang meeting dan disana sudah duduk seorang wanita dengan pakaian yang cukup ketat dengan buah dada yang hampir tumpah.
Fero menatap datar wanita yang sudah tersenyum padanya.Dia sudah tau modus wanita ini merayunya agar kerja sama berjalan lancar.Tapi dia bukanlah pria yang mudah untuk ditaklukan.
Fero segera duduk dikursi kebesaran diruang meeting itu.Dia segera mengeluarkan tablet miliknya yang berisi kerja sama yang akan mereka lakukan.
"Tuan Fero saya harap dengan poin poin yang kita disepakati beberapa waktu lalu bisa menjadi kerja sama yang baik kedepannya untuk perusahaan kita",ucap wanita itu dengan suara mendayu dayu yang terdengar menjijikkan oleh Fero.
Namun pria itu tampak mengangguk saja sambil membaca poin poin dikerjakan sama itu.
"Tuan...bagaimana apakah anda setuju dengan poin poin itu,saya jamin anda tidak akan rugi jika menanamkan saham anda diperusahaan kami,anda bisa membaca keuntungan yang akan kita dapat",ucap wanita itu yang tampak berusaha mendekati Fero.
Fero diam saja melihat sampai dimana wanita itu menggodanya.Pria itu menatap tajam wanita itu membuat sang wanita salah tingkah dengan tatapan Fero.
"Apakah begini caramu meyakinkan klien?",tanya Fero datar dan dingin.Tatapannya seakan ingin membunuh wanita itu.
Gluk
Wanita itu menelan salivanya saat melihat tatapan Fero.Ia kira dengan sedikit berpakaian **** bisa membuat seorang Fero Alexander tertarik padanya.Dia memang sudah mendengar rumor tentang kesetiaan pria itu pada satu wanita.Bahkan sampai saat ini belum ada terdengar jika pria ini memiliki kekasih.
"Oh maaf Tuan,apa ada yang salah dengan perkataan saya tadi",ucap wanita itu berusaha tenang.
"Hmmm",Fero berdehem pelan dan kembali fokus pada tabletnya.
"Aku ingin bertemu langsung dengan Tuan Xavier mengenai kerja sama ini,bukankah harusnya dia yang datang bukan?,kenapa malah menyuruhmu yang merupakan sekretarisnya?",ucap Fero menghunuskan tatapannya pada wanita itu.
"Tapi Tuan saat ini bos saya maksudnya Tuan Xavier sedang ada pertemuan dengan para petinggi perusahaan",ucap wanita itu dengan sedikit gugup.Karena Tuan Xavier memang sengaja menyuruhnya untuk meluluhkan hati Fero dan menyetujui kerja sama yang sebenarnya lebih menguntungkan perusahaan Tuan Xavier.
"Ck...apakah bertemu denganku tidak lah penting baginya?,baiklah kerja sama ini kita bat-
"Tuan...baiklah saya akan meminta Tuan Xavier untuk menemui anda",ucap wanita itu dengan wajah memelas.
"Hmmm...aku tau kalian ingin memanipulasi beberapa poin dalam perjanjian kerja sama ini,sampaikan pada tuanmu dia pasti tau akibatnya jika mau bermain main denganku, sekarang keluarlah dari ruangan ini!",ucap Fero meninggikan suara.
"Tuan...
"Kau tau pintu keluarnya bukan?, sebelum aku melemparmu keluar dari gedung ini",ucap Fero dengan tatapan tajamnya.
Wanita itu segera berdiri dan berlari kecil menuju pintu masuk dan segera pergi meninggalkan perusahaaan AXL Group.
"Ck...dasar j**"ng",umpat Fero mengumpat kesal.Ia tau wanita tadi bukanlah sekretaris sesungguhnya Tuan Xavier tapi wanita simpanannya yang ia jadikan umpan untuk menaklukan Fero.
Fero segera keluar dari ruang meeting dengan wajah datarnya.Beberapa karyawan tampak menundukkan kepala saat melewatinya.Mereka tau apa yang terjadi di ruang meeting dari raut ketakutan dari wanita yang keluar dari ruang meeting.
Fero sangat menakutkan bagi karyawan jika sedang marah.Dia tak segan segan memecat karyawan yang ketahuan mencoba mengkhianatinya atau korupsi.Tak hanya memecat tapi karyawan yang pernah Fero pecat sampai saat ini tak diketahui lagi keberadaannya.
Kejam.Ya Fero memang kejam dalam berbisnis dibanding sahabatnya Devan meski memiliki sifat yang sama dan di didik oleh orang yang sama dalam berbisnis.Fero banyak belajar bisnis dari kakek Devan Tuan Wijaya.Bahkan hanya pada Fero Kakek Wijaya mengajarkan bagaimana bersifat kejam dalam berbisnis.
Fero Kembali memasuki ruangannya diikuti Roby yang melihat sang Tuan telah selesai meeting.
"Rob...suruh Devan menarik investasinya di perusahaan PT. Gemilang",ucap Fero.
"Baik Tuan",ucap Roby segera melaksanakan tugasnya dan menghubungi Ray sekretaris Devan.
"Apakah wanita tadi melakukan kesalahan sehingga Tuan Fero memintaku untuk melakukan hal ini",gumam Roby.
Fero terseyum smirk saat Devan menghubunginya.Ia tau sahabatnya itu pasti menelfonnya karena telah meminta Devan menarik investasinya di PT Gemilang."Aku benci pengkhianatan dan ini baru peringatan Awal Tuan Xavier",gumam Fero tersenyum iblis.
...****************...
yang lain dari yg lain gitu
semangat mba💪
Aku biasa nya sebelum baca novel tuh baca komentar para riders yg udah baca,Kalo ada komentar sang peran utama nya TEH CELUP aku langsung skip dan cari novel lain aja...Yang ini aku mampir ya thor..