NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:508.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 09

Paviliun Pasar Gelap.

Suasana Paviliun Pasar Gelap riuh rendah oleh aroma dupa murah dan bisik-bisik transaksi ilegal. Li Zie, yang kini terbungkus Hanfu hitam kedodoran, berjalan dengan punggung sedikit membungkuk gestur sempurna seorang kakek tua.

Di sampingnya, Ji Yu melangkah dengan dagu terangkat, aktingnya sebagai pengawal arogan cukup meyakinkan, meski wajahnya cemong oleh arang.

Mata Dewa Li Zie tiba-tiba berdenyut hangat. Dunianya seketika berubah transparan. Di depannya, seorang pria paruh baya berpakaian sutra mewah berjalan dikawal ketat. Dalam penglihatan Mata Dewanya.

Li Zie melihat aliran qi di bagian dada pria itu tersumbat parah, pembuluh darah jantungnya tampak menghitam dan siap meledak.

"Langkahmu berat, Tuan Besar. Jika kau mengambil sepuluh langkah lagi ke depan, Gerbang Neraka akan terbuka untukmu," suara Li Zie keluar berat dan serak, penuh wibawa seorang petapa.

Langkah rombongan itu terhenti. Seorang pengawal bertubuh kekar langsung menghunus pedang setengah jalan, dan berkata dengan penuh ancaman, "Tutup mulutmu, Orang Tua! Berani sekali kau menyumpahi Tuan Besar kami?"

Ji Yu maju melangkah, menepis tangan pengawal itu dengan tatapan meremehkan, dan berkata dengan penuh percaya diri, "Tuanku adalah Tabib Agung. Jika dia bilang kau akan mati, maka bersiaplah mencari peti mati."

"Kurang ajar! Pergi sebelum aku menghabisi mu, " geram pengawal itu dengan marah.

"Satu... dua... tiga..." Li Zie mulai menghitung dengan tenang.

Tepat pada hitungan kelima, pria kaya itu mendadak memegangi dadanya. Wajahnya yang semula merah sehat berubah pucat pasi seputih kertas.

"Ugh... jan—jantungku..." Ia ambruk bersimpuh, napasnya tersengal-sengal seperti ikan yang keluar dari air.

"Tuan Besar!" Teriak si pengawal panik. Ia mencoba membangunkan tuannya, namun pria itu mulai kehilangan kesadaran. Dalam keputusasaan, pengawal itu menoleh pada Li Zie yang masih berdiri tenang.

Pengawal itu pun berkata dengan memohon, "Tabib! Maafkan kelancangan saya! Tolong selamatkan Tuan kami! Berapapun bayarannya... apa pun yang Anda inginkan, akan kami berikan!"

Li Zie menyipitkan mata di balik kumis kuda palsunya. Inilah mangsa besarku, batinnya licik.

"Ji Yu, halangi siapapun yang mendekat," perintah Li Zie.

Li Zie berlutut, jemarinya bergerak secepat kilat. Dari ruang dimensinya, ia menarik beberapa jarum perak yang berkilau dingin.

Zat! Zat! Zat!

Tiga jarum tertancap di titik akupunktur vital di dada sang Tuan Besar. Bersamaan dengan itu, ia mengeluarkan sebuah botol kecil dari balik lengan bajunya. Itu adalah air spiritual dari ruang dimensinya.

Li Zie meneteskan sedikit ke mulut pria itu. Seketika, keajaiban terjadi. Warna kulit pria itu kembali memerah, dan napasnya yang tadi tercekat kini menjadi panjang dan teratur.

Li Zie menarik jarumnya dengan gerakan anggun. "Dia sudah melewati masa kritisnya. Tapi ingat, nyawa itu mahal harganya."

Pria kaya itu perlahan membuka mata, menatap sosok kakek tua di depannya dengan tatapan penuh rasa syukur dan hormat, dan berkata dengan tulus, "Terima kasih... Tabib Agung..."

Li Zie hanya mendengus kecil, memberikan kesan bahwa ia tidak peduli pada pujian, padahal di dalam hati ia sedang menghitung berapa keping emas yang akan ia minta.

Tuan Besar itu masih terduduk lemas, menyeka keringat dingin di dahinya. Ia menatap Li Zie seolah melihat dewa yang turun ke bumi. "Terima kasih, Tabib Agung. Nyawa saya benar-benar Anda selamatkan."

Ji Yu melihat kesempatan emas ini. Ia maju selangkah, melipat tangan di dada dengan dagu terangkat tinggi. Meski tubuhnya jauh lebih mungil dibanding pengawal kekar si Tuan Besar, aura 'sombong' yang ia pasang sungguh luar biasa.

"Kau dengar itu?" ujar Ji Yu mendengus ke arah pengawal tadi. "Nyawa tuanmu selamat berkat kemurahan hati Tuanku. Jadi, jangan coba-coba membayar dengan ucapan terima kasih saja. Tabib Agung tidak punya waktu untuk itu!"

Si pengawal kekar tadi, yang kini sudah ciut nyalinya, menoleh ke arah tuannya. Sang Tuan Besar segera memberikan kode dengan anggukan lemah. Dengan cepat, si pengawal mengeluarkan sebuah kantong kain sutra berat yang berbunyi klunting-klunting—bunyi paling indah di telinga Li Zie.

"Ini seratus koin emas," ujar si pengawal dengan hormat, menyodorkan kantong itu pada Ji Yu. "Mohon Tabib Agung berkenan menerimanya."

Ji Yu menerima kantong itu dengan gerakan malas, padahal tangannya hampir merosot karena beratnya emas itu. "Hmph, lumayan untuk uang saku sekali jalan," cetus Ji Yu ketus, lalu segera menyembunyikan kantong hanfu.

Li Zie berdiri perlahan, mengelus janggut kuda palsunya dengan gaya sangat bijaksana. Mata Dewanya masih menyala tipis, memberinya aura keemasan yang samar, membuat orang-orang di sekitar Paviliun menatapnya dengan takjub.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!