Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Pisau itu berjarak satu jengkal dari wajah cantiknya saat sebuah bayangan melesat melewatinya.
Wushhh.
Angin berhembus kencang menyapu rambut panjang Shen Yuxuan saat bayangan itu bergerak.
Lin Yuan sudah berdiri tepat di depan pria gila itu dengan tangan yang terulur ke depan.
Dia mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan sangat santai, seolah hanya sedang memegang ranting pohon.
Pria gila itu meronta ronta dan mencoba menusukkan pisaunya, tapi tangannya tidak bisa bergerak satu inci pun.
"Mencoba melukai wanita cantik di siang bolong adalah perbuatan yang sangat tidak jantan, Paman."
Lin Yuan berkata dengan nada malas sambil menguap kecil.
Dia kemudian memutar pergelangan tangan pria itu sedikit saja tanpa mengeluarkan banyak tenaga.
Krak.
"Arggghh"
Suara tulang patah terdengar sangat jelas di lobi yang sunyi itu.
Pria gila itu menjerit kesakitan dan belati tajamnya jatuh berdenting ke lantai marmer.
Lin Yuan menendang pelan bagian belakang lutut pria itu hingga dia jatuh berlutut tak berdaya.
Kejadian itu berlangsung sangat singkat, namun efeknya membuat Shen Yuxuan kehilangan keseimbangan.
Shen Yuxuan melangkah mundur karena terkejut, namun hak sepatunya tersandung ujung karpet lobi.
Tubuh indahnya limbung ke belakang dan dia refleks memejamkan mata bersiap menyentuh lantai yang keras.
Namun rasa sakit yang ditunggunya tidak pernah datang.
Sebuah lengan yang kokoh melingkar dengan pas di pinggang rampingnya yang berbalut blus ketat.
Lin Yuan telah bergerak dalam sekejap mata untuk menahan tubuh sang CEO agar tidak terjatuh.
Shen Yuxuan membuka matanya dan langsung bertatapan dengan wajah Lin Yuan dalam jarak yang sangat dekat.
Dia bisa merasakan panas tubuh pria itu menembus kain blusnya.
Tangan Lin Yuan memegang pinggangnya dengan erat, merasakan tekstur lembut di balik pakaian ketat tersebut.
Untuk sesaat, waktu terasa berhenti di lobi Grup Shen.
Shen Yuxuan menahan napas melihat pria asing berpakaian kusam yang berani memeluknya begitu saja.
Jantungnya berdebar sedikit lebih cepat, namun bukan karena romansa, melainkan karena syok.
Lin Yuan menatap wajah cantik di lengannya dengan tatapan yang sangat polos.
"Pinggangmu lumayan lembut juga, tapi kau ternyata agak berat ya."
Lin Yuan melontarkan komentar itu dengan nada jujur yang terdengar sangat menyebalkan.
Rona merah samar muncul di pipi pucat Shen Yuxuan, namun seketika berubah menjadi tatapan membunuh.
"Lepaskan tangan kotormu itu dariku, sekarang."
Shen Yuxuan mendesis dingin dan langsung menepis kasar lengan Lin Yuan dari pinggangnya.
Dia berdiri tegak sambil merapikan blus dan rok pensilnya yang sedikit kusut akibat insiden tadi.
Napasnya memburu karena marah, merusak citra tenang yang selalu dijaganya selama ini.
"Kau seharusnya berterima kasih karena aku menyelamatkan pantat indahmu dari ciuman lantai marmer ini."
Lin Yuan menggosok hidungnya santai tanpa peduli dengan tatapan mematikan dari sang CEO.
"Beraninya kau bicara lancang pada Nona Shen."
Wang akhirnya sadar dari keterkejutannya dan langsung berlari maju mencoba mencari muka.
Dia memerintahkan anak buahnya untuk segera menyeret pria gila yang masih mengerang kesakitan di lantai.
"Nona Shen, saya mohon maaf atas kelalaian ini, saya akan segera mengusir gembel ini keluar."
Wang menunjuk wajah Lin Yuan dengan penuh amarah untuk menutupi rasa malunya karena telat bertindak.
Shen Yuxuan mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat agar Wang diam.
Mata indahnya menatap Lin Yuan dengan pandangan tajam seolah sedang membedah isi kepala pria itu.
Dia mengingat kembali kecepatan dan refleks pria ini saat menahan serangan pisau tadi.
Gerakannya terlalu mulus dan tenang untuk ukuran orang biasa yang kebetulan lewat.
Pria ini jelas memiliki kemampuan bertarung, meski mulutnya sangat tidak tahu aturan.
"Siapa namamu dan apa tujuanmu datang ke perusahaanku?"
Shen Yuxuan bertanya dengan nada memerintah yang sangat kental.
"Namaku Lin Yuan, dan aku hanya orang miskin yang ingin melamar kerja sebagai penjaga keamanan."
Lin Yuan membalas tatapan Shen Yuxuan dengan senyum malas yang tidak pernah luntur dari wajahnya.
"Tapi kepala keamanan mu yang botak ini bilang aku tidak pantas kerja di sini karena aku terlihat seperti gembel."
Lin Yuan menunjuk Wang dengan dagunya, membuat kepala keamanan itu mengertakkan gigi menahan marah.
Shen Yuxuan terdiam sejenak, memikirkan sebuah rencana gila yang mendadak muncul di kepalanya.
Keluarganya terus mendesaknya untuk menerima pertunangan dengan tuan muda keluarga kaya yang sangat arogan.
Dia butuh seorang pria yang tidak punya latar belakang, punya mental baja, dan cukup gila untuk menentang keluarga kaya.
Melihat bagaimana Lin Yuan bersikap santai setelah mematahkan tangan orang dan berani menghinanya secara langsung, pria ini mungkin kandidat yang tepat.
Seorang satpam rendahan bermulut tajam adalah alat yang sempurna untuk mempermalukan tunangannya nanti.
"Bawa dia ke departemen sumber daya manusia dan berikan dia seragam keamanan."
Shen Yuxuan memberikan perintah singkat kepada Wang dengan nada yang tidak terbantahkan.
Wang membelalakkan matanya tidak percaya mendengar keputusan bosnya.
"Tapi Nona, orang ini tidak punya sopan santun dan latar belakangnya tidak jelas."
Wang mencoba memprotes karena dia benar benar tidak menyukai pria bernama Lin Yuan ini.
"Apa aku perlu mengulangi perintahku, Kepala Keamanan Wang?"
Shen Yuxuan menatap Wang dengan pandangan dingin yang membuat pria besar itu langsung menelan ludah.
"Ti- tidak, Nona, saya akan segera mengurusnya."
Wang menundukkan kepalanya dalam dalam, tidak berani menatap mata CEO nya lagi.
Shen Yuxuan kembali menatap Lin Yuan untuk terakhir kalinya sebelum dia berbalik.
"Mulai hari ini kau bekerja untukku, dan pastikan kau tutup mulutmu yang menyebalkan itu saat bertugas."
Shen Yuxuan melangkah pergi menuju lift khusus eksekutif dengan langkah anggunnya.
Lin Yuan menatap punggung ramping yang perlahan menjauh itu sambil bersiul pelan.
'Bekerja dengan bos yang memiliki temperamen seburuk itu sepertinya akan membuat hidupku sedikit lebih berwarna.'
Lin Yuan bergumam dalam hati sambil mengikuti Wang yang menatapnya dengan penuh kebencian.
Raja Tentara Bayaran yang selalu hidup dalam bayangan kematian, kini resmi menjadi satpam berupah rendah.
Dia tidak pernah menyangka bahwa keputusannya kembali ke kota akan membawanya ke dalam masalah yang lebih merepotkan daripada medan perang.
Namun setidaknya, ada pemandangan indah yang bisa dia nikmati setiap hari mulai sekarang.
Kisah panjang tentang seorang bodyguard biasa di kota metropolitan ini baru saja dimulai.