Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9. PERANG DUNIA KETIGA
Ketika melihat kedatangan Emin, Arumi langsung berlari menghampiri Emin yang baru tiba di sana. "Emin kamu datang! apa aku tidak salah lihat? tanya Arumi.
"Maaf akhir-akhir ini aku tidak bisa sering-sering bermain dengan Kamu. Maklum setelah ibuku menjalani operasi, aku yang menjadi pengganti ibuku bekerja di rumah majikannya." ucap Emin kepada sahabatnya Arumi.
"Oh iya kamu tahu tidak ada seseorang yang mencari kamu selama ini?
" Memangnya siapa yang mencari aku Arum? tanya Emin penasaran.
"Kamu pasti tahu orangnya, Sepertinya dia sudah pernah memberitahu kalau dia sangat jatuh cinta kepada Mu." ucap Emin membuat Emin mengerutkan keningnya.
Ia bingung sosok lelaki yang dimaksud Arum. karena ia sama sekali benar-benar tidak mengetahuinya. "Sudah deh Arum, kamu tidak perlu berbasa-basi atau berteka-teki kepadaku. lebih baik kamu berterus terang saja. Karena aku sama sekali tidak tahu dan mengerti maksudmu.
Arumi mengembangkan senyumnya. Ketika ingin memborondol dirinya dengan pertanyaan. Sepertinya Emin sangat penasaran siapa sosok lelaki yang mencari dirinya selama ini. "Apa kamu ingat dengan Danes?
"Danes teman satu sekolah kita dulu?
"Iya sekarang dia sudah menjadi seorang penyanyi terkenal. Dia mencarimu ke sini, ketika ia mengadakan konser di salah satu mall yang lokasinya tidak jauh dari sini.
"Memangnya kenapa dia mencariku?
Arumi menggerdikkan bahunya. lalu ia memberikan nomor ponsel milik Danes sesuai dengan permintaan Danes kepadanya jika Arumi bertemu dengan Emin. Danis minta tolong memberikan nomor ponsel miliknya kepada Emin.
"Ini nomor ponsel Danes. Dia meminta kepadaku untuk memberikan nomor ponsel ini kepadamu. Sepertinya ia sangat merindukanmu." Arumi memberitahu kalau Danes mencari-cari Emin selama ini. Karena terlalu asik ngobrol hingga lupa waktu Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam.
"Astagfirullah, karena keasyikan ngobrol aku jadi lupa waktu. Aku harus segera pergi pulang ke rumah majikanku."ucap Emin sambil menepuk jidatnya. lalu Emin memesan ojek online tujuan rumah utama keluarga Basten. Mengenai pernikahan Emin dengan Abelano Arumi sama sekali tidak mengetahuinya.
Yang diketahui Arumi hanyalah Emin menggantikan Ibu Ernala menjadi pembantu rumah tangga di rumah keluarga Basten. Emin sengaja tidak memberitahu sahabatnya karena dalam jangka 30 hari kontrak pernikahan itu akan berakhir.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit dengan menggunakan ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya, Emin tiba di rumah utama keluarga Basten. Terlihat petugas keamanan di sana langsung membuka pintu gerbang.
"Nona Emin Dari mana saja? sudah terjadi keributan di rumah ini karena Nona tak kunjung pulang ke rumah.
"Maksud Pak min apa?
"Nyonya besar marah kepada Tuan Abelano karena mengira Tuan Abelano yang mengusir Nona dari rumah ini.
Hingga terjadi pertengkaran antara nyonya besar dengan begitu juga dengan Tuan Basten." ucap Pak min memberitahu apa yang terjadi di rumah utama keluarga Basten. Karena Emin tak kunjung pulang sore itu.
Emin menjadi merasa bersalah karena Emin pertengkaran terjadi di rumah utama keluarga Basten. Emin melangkahkan kakinya berniat masuk ke rumah. Tetapi ia tampak ragu. Ada rasa takut dan merasa bersalah. Tetapi Emin akhirnya memberanikan diri melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.
Sementara Nyonya Agatha dan Tuan Basten sudah berada di dalam kamar setelah pertengkaran itu terjadi. Tuan Basten sudah meminta seseorang untuk mencari keberadaan Emin saat ini. "Assalamualaikum!" siapa emen ketika ia mulai melangkahkan kaki, masuk ke dalam rumah. Bi Astuti yang melihat kedatangan Emin langsung berlari memeluk Emin.
"Ya Allah Emin Bibi sudah khawatir kamu tidak akan pulang ke rumah ini lagi. Apa kamu tahu di rumah ini terjadi perang dunia ke-3 karena kamu tak kunjung pulang ke rumah. Tuan besar sudah meminta asistennya untuk mencari keberadaanmu. Sementara Tuan Abelano sudah pergi dari rumah untuk mencari Kamu." ucap Bi Astuti yang mampu membuat Emin semakin merasa bersalah.
Ketika mendengar suara Emin berada di ruang tamu, Nyonya Agatha keluar dari kamarnya. lalu langsung memeluk Emin "Kamu dari mana saja sayang? semua kami mengkhawatirkan kamu dan mencari kamu ke rumah ibumu. Tetapi ibumu mengatakan kalau kamu sudah pulang sekitar pukul 05.00 sore.
"Kami semua sangat mengkhawatirkanmu." ucap Nyonya Agatha kepada Emin. "Maafkan Emin, Emin bertemu dengan teman dan akhirnya kami ngobrol Jadi lupa waktu." ucap Emin merasa bersalah kepada Nyonya Agatha. "Tidak apa-apa yang penting sekarang kamu sudah pulang,lebih baik kamu sekarang hubungi suami kamu, dan katakan kalau kamu sudah ada di rumah. Suami kamu pergi mencarimu karena Papi emosi kepadanya.
Papi mengira kalau Abelano suami kamu yang mengusirmu. Sehingga kamu tidak kembali lagi ke rumah ini. Emin semakin merasa bersalah dan kembali meminta maaf kepada Nyonya Agatha dan Tuan Basten. Tuan Basten langsung menghubungi nomor ponsel anak buahnya Untuk menghentikan pencarian terhadap Emin
"Emin sudah kembali.lebih baik kalian Langsung istirahat saja." perintah Tuan Basten di dalam sambungan telepon selulernya. lalu memutuskannya telepon dengan sepihak.
Sementara di tempat lain, Abelano Sebenarnya bukan mencari keberadaan Emin saat ini. Melainkan dia pergi ke sebuah klub malam untuk menghabiskan waktunya di sana. Apalagi setelah terjadi pertengkaran antara Tuan Basten dan nyonya Agatha dan Abelano membuat pikiran Abelano semakin kacau.
"Siapa dia? membuat keluarga ini jadi ribut igau Abelano. Ketika sudah meminum beberapa botol wine yang ada di hadapannya. Salah satu wanita seksi datang menghampiri Abelano. "Apa kamu membutuhkan aku? tanya wanita itu penuh dengan menggoda. "Hey wanita ******!, pergi dari sini saya tidak membutuhkan kamu." teriak Abelano yang mampu membuat wanita seksi itu, langsung bangkit dari pangkuan Abelano.
Pikiran Abelano saat ini sangat kacau. Ditinggal pergi oleh sang kekasih di hari pernikahannya. lalu ia terpaksa menikah dengan seorang pembantu di rumahnya. gadis belia berumur 18 tahun, pikirannya masih labil. Kini dirinya harus berhadapan dengan kedua orang tuanya. Karena dianggap mengusir gadis belia itu. Lengkap sudah penderitaanku sekarang. Dasar bocah kecil membawa sial kepadaku." Abelano merututi Emin.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Tetapi Abelano tak kunjung pulang ke rumah. Membuat Emin semakin khawatir kepada suaminya. Ia gelisah menunggu Abelano. "Sudah, lebih baik kamu tidur saja dulu. Nanti Kalau Abelano pulang, ada yang buka pintu." ujar Nyonya Agatha yang melihat Emin mondar-mandir di ruang tamu menunggu kehadiran suaminya.
Ingin mencoba untuk menghubungi nomor ponsel Abelano. Tetapi tak kunjung diangkat. Suara dentuman musik di klub malam itu, membuat Abelano sama sekali tidak mendengar suara ponselnya. Padahal Tuan Basten juga sudah menghubungi Abelano tetapi tak kunjung mendapat jawaban.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻