"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terkuak
Ruangan VIP didekorasi full marun dan sedikit goresan navy, bahkan bunga daisy favoritnya semakin memperindah ruangan ini.
Saat Nayshi melangkahkan kakinya menyusuri ruangan itu dengan penuh kekaguman, tiba-tiba ada suara Pria berat dan Berwibawa dari belakang. " Nona Nayshi. "
Langkah Nayshi berhenti seketika, Ia memutar tubuhnya perlahan. Kini sosok Pria yang tidak asing dengan setelan Jas dan celana berwarna Navy, serta sedikit sentuhan marun di kemeja dalam dan sapu tangan di sakunya.
" Pak- Pak Keenan? " Ucap Nayshi dengan gagap, Matanya menyapu ruangan yang mewah dan mencari seseorang lainnya. " Bu Clara, dan Pak Arvin belum datang? "
Keenan tak langsung menjawab, Pria yang dipandang kaku, dingin, dan selalu serius. Bahkan Nayshi hanya lihat sisi humoris nya saat meating pertama, dan seterusnya Dia bersikap kaku, dan hanya membahas pekerjaan.
Kini Keenan melangkahkan kakinya mendekat kearah Nayshi, bahkan mengikis jarak, dan meninggalkan dia jengkal saja. Keenan menatap Nayshi dari ujung kepala sampai ujung kaki, sampai Ia mengukir senyum sangat manis bahkan lebih manis dari awal mereka bertemu.
" Mereka tidak akan datang Nona Nayshi. " ucap Keenan lembut dengan suara ngebas bergetar diudara.
Nayshi mengernyitkan keningnya, sifat analisisnya mode on ditengah rasa syok, dan bingung. " Maksudnya gimana Pak? Bukannya bu Clara yang minta supir untuk... "
Ucapannya terhenti saat otaknya menyambungkan aspek-aspek yang membuatnya tadi sempat ragu, dan aneh. Supir yak tak Ia kenal, mobil bukan punya Bosnya, dan Ruangan VIP full marun dan bunga aster.
Nayshi menatap lurus, datar kepada Keenan. " Pak Keenan yang atur ini semua? supir, dan Chat Bu Clara juga Pak Keenan yang atur? "
" Iyaa, itu semua Saya yang atur, dan Saya minta bantuan pada Arvin dan Istrinya untuk bisa bertemu dengan Kamu. " Keenan mengakui itu semua dengan tenang, bahkan senyumnya tetap stay di wajahnya.
Jantung Nayshi berdegup tak karuan, " Bapak menjebak Saya. "
" Yaa bisa dibilang seperti itu. " sahut Keenan, Ia memutar badannya berjalan menuju meja kayu yang dihiasi oleh lilin yang menyala, Ia mengambil kotak Navy dengan pita marun, dan Ia melangkah menghampiri Nayshi.
Nayshi melihat kotak tersebut, matanya terbuka sangat lebar, dan tak percaya bahwa secret admirer itu Keenan Zaydan. " Pak Keenan.. itu? " tanya Nayshi gugup dengan suara bergetar.
Keenan menghembuskan dengan lembut, dan menatap Nayshi sangat dalam dan tulus. " Selamat malam Nona Nayshi, Saya adalah Keenan Zaydan merupakan secret admirer. "
Deg...
Jantung Nayshi berdegup sangat cepat, dan sangat tak percaya. " Untuk apa Bapak jadi secret admirer Saya? dan dari mana Bapak tahu warna kesukaan Saya, dan bunga kesukaan Saya? " tanya Nayshi beruntun tanpa koma.
Bukannya menjawab Keenan justru terkekeh kecil, melihat Nayshi yang terlihat sangat lucu dengan segudang pertanyaan. " Oke Saya akan jawab, tapi Kita duduk dulu yaa. " pinta Keenan dan mempersilahkan Nayshi berjalan lebih dulu.
Nayshi pun merasa malu karena memberi banyak pertanyaan tanpa koma, Nayshi pun melangkah lebih dulu, dan duduk di kursi yang sudah Keenan persiapkan. " Makasih Pak. " ucap Nayshi menahan rasa malu dan salah tingkah.
" Sama-sama Nona Nayshi. " sahutnya dengan senyum manis yang tak hilang, Ia berjalan ke kursi yang berhadapan dengan Nayshi.
" Nona Nayshi. maaf atas cara Saya selama ini untuk mendekati mu. " Ucap Keenan dengan lurus menatap Nayshi.
" Untuk warna kesukaan Mu, Saya mengetahui dari mobil marun dan beberapa aksesoris yang kamu kenakan selalu ada unsur marun, dan bunga kesukaan Kamu, Saya tahu dari layar kunci ponsel yang tak sengaja Saya lihat saat pertama kali kita bertemu." Lanjutnya.
Entah kenapa Ia terharu mendengar hal ini, air mata berlinang menggambarkan berapa terharunya Ia, ada laki-laki yang memperhatikannya sedetail itu. " Tapi apa yang bikin Bapak tertarik sama Saya? Saya dan Bapak itu berbeda."
Dengan tenang Keenan pun menjawab, " Yaa jelas Kita berbeda, Saya Laki-laki dan Kamu perempuan. " ucapnya dengan terkekeh kecil.
" Pak. " tegur Nayshi halus,dan candaan itu sedikit buat Ia rileks.
Keenan memperbaiki posisi duduknya,kedua tangannya Ia letakan diatas meja sorot matanya berubah jadi hangat." Saya akan jawab, tapi Kamu harus berhenti panggil Saya Pak. "
Nayshi berdehem canggung dengan memainkan jemarinya untuk menutupinya, " Saya ga bisa Pak, Bapak itu teman Bos Saya. "
" Ya udah Saya ga mau jawab. " ucapnya dengan menarik tangannya.
Nayshi pun panik, Ia merasa hal itu ga pantes tapi Ia juga penasaran, kenapa bisa ada CEO yang tertarik padanya. " Hmm.. Ke-Keenan. "
Keenan yang mendengar itu tidak bisa mengontrol dirinya hingga Ia lompat karena kesenangan, " Yes.. "
Nayshi yang melihat itu sedikit shock. ' what sampe segitunya? '
Keenan menyadari tatapan Nayshi bingung, langsung duduk kembali dan merapihkan Jas miliknya. " Maaf, tadi Saya sangat senang mendengar Kamu memanggil nama Saya. " Ujarnya dengan senyum yang sangat merekah.
Setelah menarik nafas, Keenan menatap Nayshi penuh ketulusan, dan sangat dalam. " Nona Nayshi. Entah kenapa saat pertama kali Aku melihat Kamu ada rasa yang berbeda, awalnya Saya pikir ini sekedar rasa kagum. kagum dengan dedikasi, dan profesional Kamu dalam bekerja, tapi sayangnya bukan rasa kagum yang menghampiri, melainkan rasa cinta yang tak punya alasan untuk ada. "
Keenan bangkit dari kursinya, Ia mengambil buket Aster dari nampan pelayan yang tiba-tiba hadir ada disekitar mereka. Keenan melangkah kan kakinya untuk mendekati Nayshi,dan berlutut di hadapannya. Nayshi pun bangkit dari kursinya dengan tatapan haru,bingung menjadi satu. " Pak-eh Keenan, apa yang kamu lakukan? "
" Nayshi Nirwana. Teh herbal buat meredakan lelah Mu, coklat dan bunga daisy untuk membalikan mood Mu, dan sehelai gaun dengan warna kesukaan Mu. Semua itu hanya bagian dari cara kecil Saya, untuk bilang Kamu berharga. " Ungkapan Keenan dengan senyum dan tatapan tulus.
Dada Nayshi berdesir hebat dengan ungkapan Keenan yang disederhanakan, bagi Nayshi effortnya itu bukan bagian kecil, apa lagi gaun yang Ia kenalan harga TIGA PULUH JUTA.
" Malam ini. Saya bukan mau meminta Kamu untuk menerima cinta Saya, tapi untuk meminta izin. " Lanjut Keenan yang masih berlutut, dan membuat Nayshi mengernyitkan dahinya " izin apa? "
" Izinkan Saya mencintaimu secara terang-terangan, izinkan Saya untuk mengenal Mu lebih dalam. Untuk membuktikan keseriusan Saya, Apakah Nona Nayshi Nirwana mengizinkan? " tanyanya dengan senyum yang tak pernah pudar, dan lutut yang sangat kuat.
Nayshi melihat kearah buket Aster ditangan Keenan, dan mengingat begitu banyak effort yang diberikan. " Hmm.. yaa Saya akan memberikan kesempatan. "
Nayshi menerima buket tersebut, dan Keenan langsung bangkit dari berlutut nya. " Terimakasih Nona Nayshi. "
Nayshi hanya membalasnya dengan senyum malu, dan salah tingkah.