Kisah ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis periang yang menyimpan sejuta luka, bernama Jane Suchart bertemu dengan seorang mafia bernama Kim Nan Ratanaporn.
*********
Kehidupan Jane yang terlihat sempurna diluar sana, nyatannya tidak sesempurna yang dirasakan oleh gadis itu. Sampai sebuah rencana gila muncul dari dalam kepalanya, gadis itu memilih untuk menikah dengan seorang mafia kelas atas bernama Kim Nan Ratanaporn, demi melarikan diri dari Neraka yang terlihat seperti surga dari luar sana.
Seorang pria kejam dan dingin yang hidup seorang diri sejak kecil. Kehidupan mencekam dan penuh bahaya membuat dirinya enggan berkomitmen dengan siapapun. Bahkan dirinya berusaha menutup hati untuk tidak mencintai siapapun karena takut akan merasakan pedihnya kehilangan.
Hingga takdir datang dan mempertemukannya dengan seorang gadis yang mengenalkan dirinya bagaimana indahnya dicintai dan mencintai.
*********
⚠️COBA BACA AJA DULU, SIAPA TAHU SUKA⚠️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oming32, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
Holla guys..
✨Happy Reading✨
•
•
Pukul 7.00
Langit kota Bangkok terpantau cerah pagi ini. Burung-burung berkicau bebas diatas pohon sana, seiring dengan sinar mentari yang perlahan naik ke atas. Bahkan saat ini sinar silaunya menyeruak masuk melalui celah jendela, membuat mata indah seorang gadis cantik mengerjap perlahan.
“Enghhh..” lenguhan kecil terdengar dari arah ranjang. Dengan mata yang masih tertutup, tangannya meraba ke arah samping, berusaha mencari keberadaan seseorang.
“Mm..Kim..” panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur, kala tangannya tak menemukan seseorang yang ia cari. Ia menyadari jika Kim sudah tidak bersamanya di kamar itu.
Jane meregangkan tubuhnya sejenak, memaksakan diri untuk segera beranjak dari ranjang king size itu. Pelan namun pasti, jane menyeret kedua kakinya menuju lantai dasar, berharap jika lelaki itu masih berada dibawah sana.
“Selamat pagi khun Jane” sapa Korn salah satu pengawal yang tidak sengaja berpapasan dengan gadis itu.
“Selamat pagi.. apa kau melihat Kim?” Tanya Jane dengan mata yang masih mengantuk.
“Khun Kim sudah pergi ke perusahaan 30 menit yang lalu khun Jane” jawab Korn, membuat gadis itu mengerutkan dahinya.
“Sepagi ini?” Tanya Jane heran
Hey! Apakah suaminya itu seseorang yang gila kerja?
Pengawal itu mengangguk pelan “Khun Kim memang selalu berangkat pagi Khun Jane.”
“Hhhmm.. apakah Kim sudah sarapan sebelum berangkat bekerja?”
“Khun Kim tidak pernah sempat untuk sekedar sarapan Khun Jane, karena ia terlalu sibuk” jelas Korn jujur, karena memang sejak pertama kali ia menginjakkan kaki di mansion itu, tak sekalipun dirinya melihat Kim menyantap apapun dipagi hari.
Jane menghela nafas sejenak, saat ini ia tak akan merasa heran jika suaminya itu menjadi orang terkaya di Thailand.
“Baiklah.. 15 menit lagi, antarkan aku ke perusahaan!” Titahnya
“Baik khun Jane”
*
*
R.A CORP
Susana perusahaan terbesar di negara gajah putih itu tampak kondusif. Para karyawan tengah fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing, hingga seorang gadis dengan piyama biru pastel serta sebuah tas kecil berwarna ungu ditangannya, berhasil menyita perhatian semua orang.
“Selamat pagi nona, ada yang bisa kami bantu?” Tanya seorang security yang berjaga didepan pintu.
“Aku mau bertemu dengan Kim” jawab gadis itu yang tak lain adalah Jane
Security itu memperhatikan penampilan Jane dari atas kebawah, siapa dia? Kenapa dia ingin bertemu dengan Khun Kim?
“Biarkan dia masuk!” Titah Korn, yang baru saja tiba setelah pergi untuk memarkirkan mobilnya ke dalam basement.
“Ba-baik Khun Korn” jawab sang security dengan cepat.
Sang security mengangguk patuh, ia sangat tahu siapa lelaki dengan baju serba hitam itu. Dan hal itu semakin membuatnya kebingungan.
“Silakan khun Jane”
Jane melenggang masuk dengan santai, wajah cantiknya tidak luntur , meskipun gadis itu belum sempat untuk membersihkan diri.
Jane terus melangkah tanpa memperdulikan siapapun. Masuk ke dalam lif Vip dan berjalan menyusuri lorong, dengan Korn yang berjalan tepat didepannya.
Tok!tok!
Korn mengetuk pintu besar nan megah di depannya, namun tak ada jawaban apapun dari dalam sana, membuat Korn membalikkan tubuhnya segera.
“Sepertinya Khun Kim tidak ada diruanganya Khun Jane, kemungkinan ada meeting pagi ini, mengingat Khun Aroon yang juga tidak bisa dihubungi” jelas Korn
“Meeting? Dimana ruangan meetingnya?” Tanya Jane penasaran
“Ruang meetingnya masih berada di lantai yang sama Khun Jane”
“Kalau begitu, ayo antar aku kesana!” Pintanya, membuat lelaki itu memasang wajah panik.
“Maaf khun Jane, apa tidak sebaiknya anda menunggu didalam saja?”
“Tidak! Aku harus memberikan makanan ini padanya agar Kim bisa sarapan tepat waktu!” Tolak gadis itu dengan tegas
“Tapi Khun Jane…”
“Jika kau tidak mau mengantarku, tak apa! Aku bisa sendiri!” Tanpa menunggu jawaban dari Korn, Jane melenggang pergi untuk mencari ruangan meeting yang dimaksud.
Jane terus melangkah, tentunya tidak sendiri karena pada akhirnya Korn ikut bersamanya. Hingga kini, tibalah mereka didepan ruangan yang menjadi tujuan Jane.
Tuhan! Semoga saja Khun Kim tidak membunuhku!. Batin Korn
Korn mengangkat tangannya, hendak mengetuk pintu besar di hadapannya. Namun gerakannya terlalu lambat, hingga Jane memilih untuk masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat mata Korn melotot sempurna karena terkejut sekaligus panik.
CEKLEK!!!
“Khun Jane!’ Pekik Korn, namu sudah terlambat, karena tubuh gadis itu sudah masuk ke dalam sana.
Matilah aku!
Terkejut, itulah arti tatapan semua orang yang berada di dalam ruangan meeting perusahaan R.A CORP, tidak terkecuali Kim dan juga Aroon.
Seorang gadis dengan piyama tidurnya masuk ke dalam sana tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Lebih parahnya lagi, gadis itu tak menghiraukan siapapun, seakan hanya ada sang suami diruangan itu.
Aroon menatap tajam ke arah lelaki yang ikut masuk kedalam ruangan itu, membuat Korn menundukkan kepala sebagai ungkapan rasa bersalahnya.
“Kim.. kenapa kau tidak menyantap apapun pagi ini?” Omel Jane yang kini sudah berada tepat di samping lelaki itu. Tidak lupa, ia kini tengah berkacak pinggang, persis seperti seorang ibu yang tengah memarahi anaknya.
Kim masih terdiam, matanya melirik ke arah orang-orang yang tengah mencari jawaban atas rasa keterkejutan mereka, lalu dengan cepat beralih menatap sang sekretaris yang berada di meja paling ujung.
Aroon mengerti akan tatapan itu “Meeting ini kita sudahi sampai disini dan akan dilanjutkan besok! Kalian boleh kembali ke ruangan masing-masing dengan mulut yang terkunci rapat.” Titah Aroon yang dijawab dengan anggukan kepala oleh mereka yang hadir di meeting tersebut.
Satu persatu dari mereka pergi meninggalkan ruangan itu, menyisakan sepasang suami istri yang tengah saling menatap.
“Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Jane tidak terima, namun tangannya terlihat sibuk membuka kotak bekal yang ia tenteng sejak tadi.
“Kenapa kau datang kesini dan….” Kalimat Kim terhenti kala benda kenyal milik Jane melekat di pipinya.
Cup..
“Morning kiss..kau belum memberikannya untukku” seru Jane setelah mendaratkan sebuah ciuman di pipi kanan lelaki itu.
Cup..
“Ini untuk night kiss yang tidak sempat aku berikan karena tertidur” imbuhnya
Kim mengerjap perlahan, masih terasa asing namun tidak seasing saat pertama kalinya. Lagi-lagi mulutnya tak bisa mengeluarkan kalimat apapun, ia hanya bisa terdiam menerima perlakukan gadis yang kini menyandang status sebagai istrinya.
Kemana Kim yang kejam dan dingin itu?
“Sekarang Aaaaa.. buka mulutmu!” Titah Jane dengan sandwich yang mengarah ke mulut Kim.
Tanpa sadar, Kim membuka mulutnya dengan raut wajah pasrah, seakan tak ingin membantah perintah sang istri.
“Good boy..” puji Jane dengan senyum manis diwajahnya.
“Kau sudah makan?” tanya Kim disela-sela kegiatannya mengunyah yang dijawab dengan anggukan kepala pelan.
“Kau belum mandi?” tanya Kim lagi, sembari menerima suapan demi suapan roti sandwich yang terus dimasukkan ke mulutnya.
“Belum, tapi segera, setelah kau menghabiskan semua ini” jawab Jane sembari melirik ke arah roti sandwich yang tinggal beberapa gigitan lagi.
Kim mengangguk pelan, ia mempercepat gerakan mengunyahnya, agar sang istri bisa segera membersihkan diri.
“Yyeeyy habis!!” Seru Jane girang karena Kim menghabiskan sandwich itu tanpa sisa.
“Terima kasih!” Ujar Kim namun tetap dengan eskrepsi wajah datarnya.
“Hhmm.. maaf karena bersikap tidak sopan dan terima kasih karena telah menghabiskan sandwich itu” jawab Jane, ia merapikan kembali kotak bekal itu dan memasukkannya ke dalam tas.
“…..”
“Sekarang aku pergi dulu. Mengenai butikku, aku akan mengurusnya hari ini, agar kau bisa segera menggantinya” imbuh Jane dan..
Cup…
“Sampai nanti” Jane kembali mendaratkan sebuah ciuman singkat, tapi kini tepat di bibir tipis lelaki itu, lalu melenggang pergi.
Kim menatap punggung Jane yang mulai menghilang dari balik pintu. Tanpa sadar, bibirnya melengkung sempurna membentuk sebuah senyuman lebar.
“Kau satu-satunya orang yang tak bisa aku bantah dan aku tidak tahu apa alasan dibalik itu” gumam Kim dalam hati.
Bersambung..
*Jangan lupa like, komen dan Vote**💙💚*
favorit
👍❤
orang kaya kan bs berobat
wlu lupa parkir dmn tetep bs kembali mobil" itu
maklum dunia halu
terimakasih suguhan karyanya kak..lope sekebon buat kakak💗💗💗💗💗
makasih kak,,,krn dh kasih tamat yg happy buat pemeran ny,di tunggu karya selajut ny yach,,,sukses dan sehat slallu kak,,,😊😊😊🥰🥰