Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Jam 10 pagi, Yuni pulang ke rumah sambil menangis. Bu Rima menyambut kedatangan putri sulung nya dengan perasaan heran, tidak biasa nya Yuni seperti ini.
"Yuni, ada apa? Kenapa kau pulang sepagi ini? Dan apa yang membuat mu bersedih nak?" Tanya Bu Rima.
"Aku di pecat, bu. Hu hu hu!" Tangisan Yuni semakin keras.
"Di pecat? Memang nya kau membuat kesalahan apa?" Tanya bu Rima penasaran.
"Video kita kemarin saat berada di depan rumah orang tua nya Naila viral bu, dan kita semua di anggap tidak memiliki etika. Mereka merasa aku telah mencemarkan bama baik tempat kerja ku!" Jelas Yuni sambil menangis.
Yuni bekerja di sebuah minimarket di kota ini, dan sekarang dia kehilangan pekerjaan nya karena ulah mereka sendiri.
"Tapi apa hubungan nya video itu dengan diri mu? Kau tidak merugikan perusahaan kan?" Tanya bu Rima lagi.
"Mereka bilang, karena video itu penjualan menurun. Sebab orang - orang.banyak uang mengetahui bahwa aku adalah karyawan minimarket itu. Pengelola bilang, aku tidak punya attitude yang baik!" Yuni kembali berkata.
"Semua ini gara- gara Naila, dia yang telah membuat kita menderita. Kita harus bisa menemukan Naila secepat nya!" Bu Rima sangat marah dengan semua hal yang menimpa keluarga nya.
"Semua orang juga menghujat kita, tadi ibu baru dari luar. Ibu tidak tahu, kenapa semua orang membela si Naila sialan itu!" Ujar bu Rima kembali.
"Apa??? Jadi semua orang di lingkungan ini menghujat kita?" Tanya Yuni dengan kaget.
"Iya!" Jawab Bu Rima sambil mengangguk kan kepala nya.
"Apa sih kelebihan nya Naila? Sampai semua orang harus membela nya. Padahal kan dia cuma tinggal di rumah, hidup nya bergantung pada kita!" Umpat Yuni lagi.
"Kita harus berhasil menemukan Naila, kita harus merebut rumah itu dari Naila. Walaupun dia sudah menjual nya, setidaknya kita harus mendapatkan uang nya. Rumah itu cukup besar, pasti harga nya mahal dan Naila tidak boleh menguasai nya sendiri!" Ucap bu Rima lagi.
"Tapi kemana kita harus mencari Naila bu, dia seperti hilang di telan bumi!" Ujar Yuni.
"Coba kamu cek di sosial media milik nya, siapa tahu dia memposting sesuatu!" Perintah bu Rima.
"Benar juga bu!" Jawab Yuni.
Yuni langsung membuka ponsel nya, dia mencari akun sosial media milik Naila. Tapi di sana dia tidak menemukan apapun, sudah cukup lama akun itu tidak memosting apapun itu.
"Sialan, rumah nya perempuan itu memang jarang menggunakan sosial media!" Umpat Yuni dengan geram.
Berbeda dengan Yuni, hari ini Rivan sangat malu dengan rekan - rekan kerja nya. Biasa nya dia selalu tampil sempurna dan pulang pergi menggunakan mobil, tapi kali ini dia datang dengan angkutan umum. Pakaian nya tampak begitu kusut dan berantakan saat tiba di kantor, itu semua karena dia harus berdesak- desakan di dalam angkutan umum.
"Selamat pagi pak Rivan!" Sapa salah satu karyawan nya.
"Selamat pagi!" Jawab Rivan.
Rivan merasa tidak nyaman, semua orang memperhatikan penampilan nya yang berantakan. Dari warna kemeja yang tidak matching dengan celana nya, hingga penampilan nya yang kusut dan berantakan.
"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus menemukan Naila dan membawa nya kembali. Tapi dimana dia tinggal sekarang?" Rivan bertanya pada diri nya sendiri.
Lalu Rivan segera membuka sosial media milik nya, dia menelusuri akun sosial media milik istri nya. Tapi dia tidak menemukan apapun di sana, seperti nya Naila mengupload sesuatu di sana 1 tahun yang lalu.
"Sial, kemana aku harua mencari Naila?. Aku juga tidak tahu siapa teman nya Naila, kenapa jadi sesulit ini!" Rivan menjambak rambut nya sendiri.
Selama ini Rivan dan keluarga nya memang membatasi komunikasi Naila dengan dunia luar, mereka sengaja melakukan hal itu agar lebih mudah mengendalikan diri nya. Tapi tak di sangka, kini Naila sudah berani melawan dan sudah tidak bisa lagi di kendalikan oleh siapa pun.
Tok, tok, tok.
Rivan terkejut saat mendengar pintu ruangan nya di ketuk dari luar.
"Masuk!" Perintah Rivan.
"Pak Rivan, anda di minta ke ruangan pak Rudi sekarang juga!" Bawahan nya memberi tahu.
"Baik lah, saya akan segera ke sana sekarang juga!" Jawab Rivan.
"Saya permisi pak!"
"Silahkan!" Jawab Rivan.
Rivan memijit pelipis nya sendiri, tidak biasa nya pak Rudi memanggil nya. Padahal dia tidak membuat kesalahan apapaun.
"Kenapa pak Rudi memanggil ku? Aku tidak terlambat dan aku juga tidak merasa membuat kesalahan!" Rivan bertanya pada diri nya sendiri.
Tidak ingin membuat atasan nya menunggu lama, Rivan pun bergegas menuju ke ruangan sang atasan. Rivan mengetuk pintu, saat tiba di depan pintu direktur utama perusahaan itu.
Tok, tok, tok.
"Masuk!" Perintah pak Rudi dari dalam.
Irfan mendorong pintu ruangan pak Rudi, dia melangkah masuk dengan penasaran.
"Bapak memanggil saya?" Tanya Rivan dengan sopan.
"Silahkan duduk pak Rivan!" Pak Rudi berkata dengan tegas.
"Ada apa bapak memanggil saya? Apa saya membuat kesalahan?" Tanya Rivan dengan hati - hati.
Pak Rudi memutar laptop yang ada di atas meja nya, dia menunjuk kan sebuah video yang viral di sosial media.
"Pak Rivan, bisa bapak jelas kan tentang video ini?" Pak Rudi berkata pada Irfan.
"Maaf pak, itu hanya salah paham saja!" Jelas Irfan.
"Pak Rivan, saya tidak mau perusahaan saya terkena dampak dari perbuatan karyawan nya! Saya juga tidak mau perusahaan saya tercemar nama nya, karena ulah karyawan nya!" Pak Rudi berkata dengan tegas.
"Saya minta maaf pak, saya berjanji masalah ini tidak akan mempengaruhi kinerja saya di kantor. Dan saya juga tidak akan membuat kantor ini terkena dampak buruk nya!" Rivan berkata dengan sungguh - sungguh.
"Baik lah pak Rivan, karena kinerja pak Rivan sangat baik di perusahaan ini. Maka saya tidak akan memecat bapak, tapi saya hanya akan memberikan surat peringatan sama bapak. Saya minta untuk tidak mengulangi nya lagi!" Jelas pak Rudi.
"Terima kasih, Pak!" Jawab Rivan sambil mengangguk kan kepala nya.
"Silahkan bapak kembali ke ruangan bapak dan bekerja seperti biasa nya, tapi ingat jika hal ini sampai terulang lagi maka saya tidak akan mentoleransi kesalahan siapa pun!" Pak Rudi kembali menegaskan.
"Baik pak, saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama!" Ucap Rivan.
Rivan keluar dari ruangan pak Rudi, dia bisa bernafas lega. Karena kejadian kemarin hampir membuat nya kehilangan pekerjaan nya, dia tidak menduga efek dari perbuatan nya akan menjadi sangat fatal untuk diri nya.
"Naila, semua ini gara - gara kamu Naila. Aku pasti akan menemukan mu dan membuat mu membalas semua nya, Naila!" Guman Rivan dengan geram.
nyebelin banget
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....