NovelToon NovelToon
Oh! Mantan Kekasihku

Oh! Mantan Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Menjadi Dokter sukses di usia 31 tahun ternyata tidak cukup bagi Hazel untuk membeli satu hal yang paling ia inginkan yaitu kebebasan dari kekangan Ibunya, hingga ia dipaksa untuk pergi ke daerah perbatasan demi ambisi sang Ibu mencari menantu tentara.

Namun, takdir punya rencana lain. Di tempat itulah Hazel kembali dipertemukan dengan seorang pria yang sudah lama ia kenal, pria yang mampu menggoyahkan perasaan Hazel setelah 14 tahun lamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Siapakah pria itu? Bagaimana nasib Hazel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Katakan!

Jam dinding di balai desa terus berputar hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Pelayanan medis berjalan dengan sangat lancar, para warga berhasil mendapatkan pengobatan, vitamin dan penyuluhan kesehatan darurat pasca-banjir.

​Saat antrean mulai lengang, seorang ibu paruh baya berjalan mendekati meja Hazel sambil membawa sebuah bakul bambu kecil yang ditutupi daun pisang.

​"Dokter Bu, ini ada sedikit singkong rebus dan pisang dari kebun belakang rumah saya, masih hangat. Mohon diterima ya, Dok. Hanya ini yang kami punya sebagai rasa terima kasih karena Dokter sudah jauh-jauh datang mengobati kami," ucap ibu itu dengan mata yang berkaca-kaca tulus.

​Hazel tertegun melihat bakul tersebut. Di kota besar, pasien membayar jasanya dengan uang nominal besar atau asuransi mewah. Namun di sini, sekeranjang singkong rebus yang sederhana terasa jauh lebih bernilai dan mewah karena hanya ini barang berharga yang mereka punya.

​"Ya ampun, Ibu... ini banyak sekali. Terima kasih banyak ya, Bu. Ini sangat berarti buat kami," jawab Hazel dengan suara bergetar menahan haru dan menerima bakul tersebut dengan kedua tangannya.

​Setelah sang ibu pergi, Hazel memandangi singkong rebus itu dengan perasaan yang campur aduk. Ia menoleh ke arah jendela balai desa, berniat mencari keberadaan Gavin untuk membagi rasa syukurnya.

"Bu Dokter," panggil seorang Ibu-ibu.

"Iya, Bu?" tanya Hazel.

"Saya punya anak laki-laki, ganteng loh, Dok. Dia guru, Bu Dokter saya kenalkan ya sama anak saya," ucap Ibu tersebut.

Hazel tertegun mendengar tawaran spontan dari ibu tersebut. Belum sempat ia merespons, beberapa ibu-ibu lain yang sedang mengantre di dekat meja administrasi langsung ikut menyahut dengan heboh.

​"Eh, jangan mau, Dok! Anak saya saja, sudah mapan bekerja di kecamatan, ganteng juga!" timpal seorang ibu berkebaya lusuh sambil tertawa lebar.

​"Aduh, Dokter Cantik ini cocoknya sama keponakan saya yang punya kebun cengkih, Bu," sahut yang lain tak mau kalah.

​Seketika, sudut balai desa yang tadinya tegang oleh aroma obat-obatan berubah riuh oleh tawa dan godaan para warga. Suster Kinan yang sedang menghitung sisa botol sirup di meja sebelah langsung menoleh, menahan senyum geli melihat wajah Hazel yang mendadak merona merah karena dikerubuti calon ibu mertua dadakan.

​Hazel berdeham kecil, mencoba tetap bersikap profesional meski hatinya mendadak salah tingkah. "Aduh, Ibu-ibu... terima kasih banyak atas kebaikannya. Tapi kedatangan saya ke sini murni untuk bertugas mengobati warga, bukan untuk mencari jodoh," jawab Hazel selembut mungkin, diiringi senyum manis yang membuat ibu-ibu itu makin gemas.

​"Yaaa... siapa tahu toh, Dok? Kalau dapet orang sini, kan Dokter bisa tinggal terus di desa kami," rayu ibu yang pertama tadi, masih belum menyerah.

​Di luar balai desa, atmosfer ramah-tamah itu rupanya sampai ke telinga para prajurit yang berjaga. Gavin yang sejak tadi berdiri di dekat tiang panggung balai desa, samar-samar mendengar suara riuh dari dalam. Dari balik kacamata hitamnya, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana Hazel sedang dikerubuti oleh para ibu yang tampak begitu bersemangat mempromosikan anak laki-laki mereka.

​Sersan Baim yang berdiri di sebelah Gavin langsung melirik sang komandan. Sebagai orang yang begitu terhadap sekitarnya, ia hanya menahan tawa melihat rahang Gavin yang tiba-tiba mengeras.

​"Wah, Kapten... sepertinya saingan Anda berat sekali di desa ini. Tadi saya dengar ada yang mau mengenalkan Dokter Hazel dengan guru, pegawai kecamatan, sampai juragan cengkih," goda Sersan Baim dengan nada berbisik, sengaja memancing reaksi.

​Gavin tidak langsung menjawab. Pria itu melepaskan kacamata hitamnya, lalu melipatnya dengan gerakan perlahan. Matanya menatap lurus ke arah jendela balai desa, tepat di mana Hazel sedang tersenyum canggung menanggapi gurauan warga.

​"Sersan Baim," panggil Gavin, suaranya terdengar sangat datar dan dingin.

​"Siap, Kapten?" sahut Sersan Baim.

"Sepertinya Sersan Baim tahu sesuatu?" tanya Gavin, yang menatap kearah Sersan Baim.

"Eh! Itu Kapten... gimana ya," Sersan Baim bingung harus menjelaskannya pada Gavin.

"Katakan!" perintah Gavin.

"Se-sebenarnya... saya melihat Kapten dan Bu Dokter pelukan di ruanga Kapten pas hujan," ucao Sersan Baim.

Gavin yang mendengarnya pun mengangguk pelan, "Kalau begitu rahasiakan, awas kalau sampai ada yang tahu," ucap Gavin lalu meninggalkan Sersan Baim yang hanya bisa mengangguk patuh.

Gavin melangkah menjauh dari Sersan Baim dengan langkah yang dibuat sebiasa mungkin. Dari luar, ia masih terlihat seperti Komandan Kompi yang super tegas, berwibawa dan tidak tersentuh. Namun, begitu jaraknya sudah cukup jauh dan tubuhnya berada di balik dinding kayu balai desa, Gavin menyandarkan punggungnya ke dinding lalu mengembuskan napas panjang yang tertahan sejak tadi.

​Di balik wajah datarnya itu, jantung Gavin sebenarnya sedang berdegup dua kali lebih cepat dan semburat merah tipis bahkan sempat mampir di tengkuknya.

"Sial," gumam Gavin merutuk.

Gavin tidak menyangka aksi nekatnya memeluk Hazel di ruangannya malam itu ternyata mengundang penonton tak diundang. ​Gavin mengusap wajahnya kasar, mencoba menetralkan rasa gugup yang mendadak menyerang. Tapi untungnya, ia masih bisa mengendalikan ekspresi wajahnya di depan Sersan Baim tadi, sehingga wibawanya sebagai atasan tidak runtuh total.

​Setelah berhasil menguasai diri dan memastikan detak jantungnya kembali normal, Gavin memasang kembali kacamata hitamnya. Ia menoleh sedikit ke arah jendela balai desa, mengintip situasi di dalam. Di sana, ibu-ibu desa rupanya masih asyik menggoda Hazel.

​Melihat Hazel yang masih tampak salah tingkah dan kebingungan mencari cara untuk meloloskan diri dari sidang perjodohan darurat itu, Gavin akhirnya memutuskan untuk bertindak. Ia tidak bisa membiarkan wanitanya terus-menerus disudutkan oleh tawaran anak juragan cengkih atau pegawai kecamatan.

​Dengan langkah cepat, Gavin sengaja menghentakkan sepatu bot militernya ke lantai kayu panggung agar menimbulkan suara yang tegas, ia melangkah masuk ke dalam balai desa. Atmosfer di dalam ruangan yang tadinya penuh tawa mendadak sedikit hening saat sosok tinggi tegap berwajah dingin itu muncul di ambang pintu.

​Ibu-ibu yang tadinya heboh langsung menahan suara mereka, merasa segan sekaligus kagum melihat aura berwibawa yang dipancarkan oleh sang Kapten. ​Gavin berjalan lurus ke arah meja pemeriksaan Hazel, ia berhenti tepat di samping kursi Hazel lalu melirik sekilas ke arah ibu-ibu yang masih berkerumun.

​"Selamat siang, Ibu-ibu," sapa Gavin dengan suara baritonnya yang berat, terdengar sangat formal namun tetap sopan.

​"Eh, selamat siang, Pak Tentara," jawab ibu yang tadi menawarkan anak gurunya, agak ciut melihat tatapan mata Gavin yang tajam di balik kacamata hitam.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
Kapten ternyata nggak sabar untuk cui cui🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
ponsel Kapten belum di cek
Nasyya
aawww 🔥🔥
Kayla Rane: permisi KK, boleh mampir di karya2 ku. silakan mau yg on going atau yg udah tamat boleh . terimakasih
total 1 replies
Ika Wahyuni
pagi2 udah baca yg hareudang hareudang...mana paksu lagi kerja🤣🤣semangat pengantin baru 💪
Cica Aretha
haduh..pagi2 sdh d bikin panas dinging thor..semangattt💪
Nasyya
akhirnya pak kapten bela duren 😄
Cica Aretha
lanjut thor..💪💪
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ada ga sih yang gagal dalam pengajuan begitu?
Nasyya
selamat pegantin baru sweet banget 🥰
Nasyya
🥰🥰🥰
Nasyya
wkwkwk padahal kisah cintanya sendiri 🤭
Aidil Kenzie Zie
Hazel sama Rachel punya mak yang innalillah
Nasyya
akhirnya hazel dilamar kapten gavin
Nasyya
papa darius orangnya welcom kalo mamanya hazel sifatnya egois
Nasyya
dasar bucin kapten 😂
Nasyya
Wkwkwk demi restu ada2 aja kapten 🤣
Nasyya
rumit kali kisah cinta kalian 😢
Nasyya
sampai truma loh kasihan 😢
Indriani Kartini
semangat donk dr hazel
Agus Indrawati
🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!