NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:446.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dik Cinta

Adel dan Vano adalah orang asing yang tidak saling mengenal dan mereka harus terjebak dalam sebuah pernikahan yang disebabkan oleh sebuah perjanjian ibunya dan sahabat ibunya di masa Sekolah.

"Kita menikah bukan atas dasar cinta,kenapa kita harus sama seperti pasangan yang lain?,kamu boleh mengambil peran istri hanya di depan orang tua kita saja, setelah itu kamu bebas melakukan apapun sesuai keinginan kamu,aku tidak akan ikut campur selagi itu masih dalam batas wajar. Dan satu lagi jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku"kata Vano

Mendengar ucapan Vano ,hati Adel sedikit nyeri entah pernikahan macam apa yang akan dia jalani nantinya.


Hingga di awal pernikahan Vano tidak juga menyadari kalau dirinya mulai menyimpan rasa dengan istrinya.

Siapa diantara mereka yang ternyata mulai jatuh cinta duluan,,,,,yuk lanjut baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dik Cinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Lamaran

Di rumah Santi, persiapan penyambutan lamaran telah selesai. Para pekerja yang di Mintai tolong tadi sudah pada pulang, dan masih menyisakan satu orang yang Santi suruh untuk membantu menjamu tamunya nanti.

Santi teringat akan putrinya, dirinya berniat menghampiri Adel yang masih di kamar, memastikan kalau Adel sudah mandi dan bersiap untuk menyambut lamaran nanti.

Saking semangatnya tanpa mengetuk pintu lagi Santi langsung masuk ke kamar Adel, dan mendapati Adel yang baru keluar dari kamar mandi masih dengan menggunakan handuk kimono.

"Adel, kamu sudah mandi nak?"

"Sudah Bu barusan selesai."

"Habis mandi nanti kamu dandan yang cantik ya sayang, pakai baju yang sopan."

"Iya Bu."

"Yaudah ibu tinggal dulu, ini ibu juga mau siap-siap dulu."

Adel mengangguk sambil tersenyum saat merespon ucapan ibunya yang begitu semangat.

Di kediaman Nugraha, Vano telah selesai bersiap. Dengan memakai kemeja batik lengan panjang dan celana bahan yang pas di tubuhnya, Vano terlihat semakin tampan.

Sambil menunggu orang tuanya dan beberapa pelayan yang akan membantu membawa seserahan nanti, Vano menghampiri Kevin yang duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.

"Kok mukanya cemberut gitu bos kenapa, harusnya bahagia dong kan sebentar lagi mau punya tunangan," goda Kevin.

"Kalau seandainya acara tunangan ini sama seseorang yang gue cintai sih udah pasti gue sangat bahagia Vin, lha ini kenal sama calonnya aja enggak gimana gue bisa bahagia."

"Sekarang aja bilangnya gak bahagia aku Vin," ucap Kevin (sambil menirukan nada bicara Vano), "awas nanti ya kalau udah ketemu sama cewek nya terus jadi bucin bakal abis Lo gue ledekin."

"Itu gak bakalan terjadi Vin, tenang aja."

"Oke. Kita lihat saja nanti, siapa yang bakalan menang?"

Setelah semua anggota sudah siap, rombongan keluarga Nugraha siap berangkat menuju kediaman Santi.

Satu jam kemudian mereka tiba di rumah Santi. Tuan Nugraha berjalan paling depan dengan di dampingi sang istri lalu di belakangnya ada Vano dan Kevin dan di ikuti beberapa pelayan yang membawa seserahan.

Diteras rumahnya Santi dengan ditemani oleh salah satu pekerja loundrynya bersiap untuk menyambut calon besannya.

"Selamat malam Nyonya Santi," sapa Nugraha.

"Selamat malam juga Tuan dan Nyonya Nugraha, mari silakan masuk di rumah kami yang sederhana ini."

"Panggil nya gak usah resmi begitu dong San santai aja,"

" Yaudah iya Lis."

Setelah mempersilahkan tamunya masuk dan duduk di ruang tamu, Santi memanggil Adel yang masih berada di kamarnya.

"Del, keluarga teman mama sudah datang, yuk kita keluar temui calon mertua dan calon suamimu."

Mendengar kata calon suami dari mulut ibunya, dada Adel tiba-tiba jadi berdebar.

"I-Iya Bu." Jawab Adel gugup.

"Nggak usah gugup gitu dong sayang, santai aja ya?"

Sampai di ruang tamu semua memandangi Adel dengan sosok kagum, karena melihat kecantikan Adel malam ini.

Kevin yang kagum melihat calon istri bosnya langsung berbisik di telinga Vano yang masih terpaku melihat sosok Adel malam ini.

"Gila, calon istri Lo cantik banget Van, serius Lo gak bakalan jadi bucin?" Goda Kevin.

Vano membalas ledekan Kevin dengan lirikan tajam dan mengumpat pelan. Sedangkan Vano yang melihat lirikan temannya itu hanya bisa nyengir.

"Maaf ya Tuan Nugraha, Lisa kalian menunggu lama. Ini kenalin anak saya namanya Adel yang mau saja jodohkan dengan anak Anda."

Lisa yang terkejut melihat Adel langsung bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Adel.

"Adel, jadi bener kamu ini anaknya Santi?, ya ampun Tante seneng banget sayang. Kemarin pas ketemu kamu di toko kue Tante itu udah curiga karena wajah kamu yang cantik ini mirip banget sama ibu kamu." Kata Lisa.

Saking bahagianya Lisa langsung memeluk Adel.

"Tante Lisa, berarti yang mau dijodohin sama adel itu anaknya Tante Lisa?"

"Iya sayang, ini dia anak Tante namanya Vano." Kata Lisa sambil menarik tangan Vano untuk berdiri dan kenalan dengan Adel.

Vano yang sudah mengingat pernah bertemu Adel di toko kue, hanya mengangguk dan menampilkan muka datarnya.

Setelah berjabat tangan dengan Vano, Adel lanjut menyapa tuan Nugraha dan Kevin serta beberapa orang yang membawa seserahan tadi.

Sebagai perwakilan keluarga Tuan Nugraha mengutarakan maksud dari kedatangannya yang ingin melamar Adel untuk putranya.

Dan dengan senang hati pula Santi menerima lamaran dari Sahabat baiknya ini.

Setelah lamarannya diterima dilanjutkan dengan tukar cincin dan mempersiapkan tanggal pernikahan. Dan seperti yang telah disepakati kedua pihak keluarga pernikahan Adel dan Vano nanti akan di laksanakan satu bulan lagi.

Meskipun hanya di hadiri keluarga inti saja, tapi acara tetap berjalan dengan nyaman dan lancar.

Sebelum pulang Keluarga Nugraha beramah-tamah dengan keluarga Santi untuk sekedar mengakrabkan diri dengan calon besan.

Lisa sebagai ibu yang pengertian memberikan waktu untuk putranya mengenal Adel lebih dekat.

"Van sepertinya kamu dan Adel butuh waktu berdua untuk saling mengenal satu sama lain," Kata Lisa.

"Iya seharusnya begitu Lis, Del kamu ajak Vano jalan-jalan sebentar gih ke taman samping sekalian kalian bisa berkenalan." Timpal Santi.

Mendengar ucapan Lisa dan Santi, Adel dan Vano hanya saling lirik. Lalu Adel segera mengajak Vano ke taman samping. Vano hanya menurut dan mengikuti langkah Adel.

Sampai di taman samping mereka duduk di bangku panjang. Tanpa basa-basi Vano langsung bertanya sama adel.

"Kenapa kamu mau menerima perjodohan ini?" Tanya Vano dingin.

"Semua ini aku lakukan karena aku sayang sama ibu dan gak mau buat ibu aku kecewa mas. Kalau mas Vano sendiri kenapa mau dijodohin sama Tante Lisa?" Tanya Adel balik.

"Aku terpaksa terima perjodohan ini, ya mungkin hampir sama dengan jawaban kamu tadi, karena rasa bakti ku sama mama sehingga aku tidak bisa menolak permintaan beliau."

"Sebenarnya kemarin aku juga udah menolak perjodohan ini, karena dengan menerima kenyataan ini aku merasa mimpiku untuk melanjutkan kuliah akan gagal."

"Memangnya kamu kuliah juga?, bukannya kemarin kamu kerja di toko kue itu?"

"Iya sekarang memang aku kerja di toko kue itu, dengan harapan bisa mengumpulkan biaya buat kuliah nanti."

Mendengar jawaban yang keluar dari mulut Adel, Vano merasa terharu akan tekad gadis itu untuk kuliah. Meskipun sedikit tersentuh tapi Vano tetap memasang wajah coolnya.

"Terus setelah menikah nanti apakah kita akan menjadi pasangan seperti pada umumnya mas?" Tanya Adel sopan.

"Kita nggak saling cinta ngapain kita harus sama kayak pasangan lain?, kamu boleh mengambil peran istri hanya di depan orang tua kita saja, setelah di belakang Mereka kamu bebas melakukan segala sesuatu sesuai keinginan kamu aku tidak akan ikut campur selagi masih berada di batas wajar. Dan ingat jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadi aku."

Mendengar ucapan Vano hati Adel sedikit nyeri, entah pernikahan macam apa yang akan dijalaninya nanti. Tapi Adel tidak menunjukkan perasaan nya melainkan hanya tersenyum getir.

"Oke deal, aku janji gak akan ikut campur urusan pribadi mas Vano. Tapi mas Vano juga harus janji untuk tidak melakukan kontak fisik sama aku."

"Kamu tenang aja, aku gak bakalan tertarik juga buat nyentuh kamu, jadi kamu gak usah kuatir." Jawab Vano tersenyum sinis.

Adel menyesal karena kemarin diam-diam dirinya telah mengagumi sosok tampan di depannya ini yang teryata dinginnya seperti kulkas.

1
Lisa Icha
Bang Jev emang gercep deh😍
Murtikali
next
Murtikali
aku mau kuenya
Zulhaerani Yudi
ok
Titin
lanjut terus ceritanya
M Qyn
lansung menuju malam pertama wkwkwk
M Qyn
bagus ceritanya sehat sllu ya Thor
Dik Cinta: mksh udah mau mampir jg support ny kk,doa sebaliknya jg utk kk😁🙏
total 1 replies
Elfin Mberanga
lanjutannya dong.
Anabella Adha
lanjut thor
Nurul Syahirah
lanjut thorr!!
Anni
ko tersendak2 ceritanya
Rafly -FF
lanjuutt thor..suka dengan ceritanya ☺️👍
Azwan al Buhori
uhhh mulai bucin ya thor ....jg gemes ...lanjut thor
Elin Lim
lanjut thoor
Elin Lim
lamjut thoor
Elin Lim
lanjut thoor biar bersemangat baca nya
Elin Lim
lanjut thoot
Elin Lim
lanjut thoor keren cerita nya
Elin Lim
jangan lama 2 di up nya
Elin Lim
lanjut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!