NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil
Popularitas:109.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"Aku kangen." Naka memeluk erat Zea yang duduk di pangkuannya sembari menciumi leher dan bahunya.

Zea yang pikirannya kacau, hanya diam saja. Raganya memang disini, tapi hatinya tidak, ia terus kepikiran Ibunya. Tak hanya itu, masalah kehamilan, ia bimbang harus cerita pada Naka atau tidak.

"Sayang, aku kangen," Naka memberikan kecupan-kecupan basah di leher Zea.

Merasakan nafas Naka makin memburu, Zea segera bangkit.

"Mau kemana?" Naka berhasil menarik lengan Zea saat wanita itu beranjak.

"Ayo keluar, sebentar lagi jam sarapan," Zea melepas tangannya dari cekalan Naka. Ia juga sedang menunggu Tuan Very keluar, ingin meminta izin cuti, kalau pun tidak diperbolehkan, tak ada pilihan, ia akan menerima tawarannya. Yang dikatakan Bi Nuning benar, cinta tak lebih penting dari keselamatannya dan keluarga.

"Aku sarapan di kamar saja, sama kamu."

"Tapi Papa kamu di rumah."

"Biarin, males ngobrol sama dia," Naka mendengus pelan. Ia jarang sekali sependapat dengan Papanya, jadi kalau ngobrol, pasti kebanyakan berdebat isinya, bikin nguras energi aja. "Mau kemana?" tangannya kembali berusaha meraih saat mendengar Zea melangkah. "Ze," panggilnya saat gagal menggapai Zea. "Kamu mau kemana?"

"Ranjang kamu berantakan, aku beresin dulu." Zea melangkah mendekati rak buku yang ada di sebelah kiri ranjang. Kalau perkiraannya benar, ada kamera tersembunyi disana. Ia bisa memperkirakannya dari arah video kemarin. Ia sangat malu kalau mengingat video tersebut. Entah sudah siapa saja yang melihat video itu.

"Udah biarin aja, gak usah diberesin. Sini, Sayang."

Zea mengabaikan Naka, terus menyibak satu persatu buku serta memperhatikan bagian pembatas rak. Semoga saja, ia berhasil mendapatkannya.

"Ze, biarin aja."

Kesal Zea mengabaikannya, Naka mengambil tongkat yang ada di sebelahnya, bangkit lalu berjalan ke arah ranjang. Ia sudah hafal tata letak barang di dalam kamarnya. "Ze, Ze."

Zea tak mempedulikan Naka, masih fokus mencari keberadaan kamera tersembunyi yang entah sejak kapan dipasang.

"Ze, kamu denger aku gak?" teriak Naka yang lama-lama kesal.

"Aku sibuk, udah kamu diam aja."

Naka sudah duduk di sisi ranjang, meraba ke sekitar namun tak menemukan Zea. Selain itu, tak ada suara apapun di ranjang, yang ada suara Zea malah terdengar agak jauh. "Kamu dimana?"

"Beresin ranjang," sahut Zea yang tak tahu ada dimana Naka sekarang. Ia terlalu fokus mencari kamera. Dan akhirnya, usahanya membuahkan hasil, ia menemukan sebuah kamera kecil di tempel di pembatas rak bagian tengah.

"Ze, kamu ngerjain aku?" Naka berdecak kesal.

Zea menoleh, kaget melihat Naka duduk di tepi ranjang.

"Ze, kamu dimana?"

Zea mendekati Naka, "Aku disini. Barusan beresin rak buku kamu, berantakan." Ia lalu duduk di sebelah Naka.

"Itu bukan kerjaan kamu," Naka menggeser tubuhnya mendekati Zea, memeluk tubuh wanita yang ia cintai. "Tugas kamu cuma jagain aku, bersih-bersih biar orang lain." Ia melepas pelukannya, menangkup kedua pipi Zea lalu menciumnya.

"Naka, lepasin!" Zea melengos saat Naka hampir berhasil menciumnya. Berusaha mendorong bahu Naka, namun tubuhnya malah didekap erat.

"Ze, aku kangen kamu."

"Gak usah gombal, setiap hari kita barengan."

"Tapi kamu gak pernah mau tidur disini. Aku pengen semaleman meluk kamu, Ze. Ze, jangan pernah ninggalin aku ya."

Air mata Zea meleleh mendengar permintaan Naka.

"Setelah aku mendapatkan donor mata dan bisa melihat, kita nikah."

Zea menggigit bibir bawah, tak mau sampai menangis, takut Naka mendengar. Wanita mana yang tidak ingin dinikahi kekasihnya, tapi sepertinya, hal itu sukar untuk terealisasi.

"Ze, kamu tahu gak, siapa yang paling ingin aku lihat saat aku sembuh nanti. Kamu, Sayang. Orang yang paling pengen aku lihat, adalah kamu." Naka menarik pipi Zea, mengecupnya. Namun, "Kamu nangis, Ze?" mengusap pipi Zea yang basah. "Kamu kenapa? Kamu nangis, Ze?" suaranya terdengar khawatir.

"Iya, aku nangis," Zea sesenggukan, tak bisa menahan lagi. "Aku nangis gara-gara baper dengan ucapan kamu," memukul pelan bahu Naka.

Naka tersenyum mendengar itu, mengeratkan pelukannya, sambil menciumi wajah Zea. "Pengen," ujarnya dengan nafas memburu.

"Naka lepas!" Zea mendorong Naka kuat lalu berdiri dan sedikit menjauh dari ranjang.

"Kamu kenapa sih, dari kemarin nolak terus kalau aku ajak? Kamu udah gak cinta lagi sama aku?"

"Aku ambilin kamu sarapan."

"Gak usah ngalihin topik deh," Naka berdecak kesal.

"Kamu pengen makan sesuatu gak, aku masakin kalah mau."

"Aku gak butuh sarapan," Naka mendengus.

"Aku keluar dulu ya, ngambilin kamu sarapan."

Naka mendengus kesal mendengar Zea melangkah pergi, saat mendengar suara pintu dibuka dan ditutup kembali, ia makin geram. Biasanya Zea tak pernah nolak, kalau dia ngambek, juga pasti langsung dirayu, bukan malah ditinggal seperti ini.

Baru beberapa langkah dari kamar Naka, ponsel Zea berdering. Jantungnya berdebar kencang melihat nama kakaknya di layar, takut mendapatkan kabar buruk.

"Gimana Ibu, Mbak?" tanya Zea to the point. Namun bukannya jawaban yang di dapat, Nisa malah terus menangis. "Mbak, Ibu gak papakan? Mbak, jangan diem aja?" ia ikutan menangis, takut sesuatu yang buruk terjadi.

"Ze, ini Mas Gufron." Gufron mengambil alih ponsel Nisa karena istrinya itu hanya menangis terus.

"Iya Mas, iya. Ibu gimana, Mas?"

"Ze, Ibu harus segera dioperasi. Dan operasinya baru bisa dilakukan jika kita membayar deposit. Kamu ada uang gak, Ze, Mas lagi gak ada."

"Emang gak bisa pakai BPJS?"

"Laka lantas gak dicover BPJS."

Zea menepuk kening, baru ingat soal itu. "Aku akan segera tranfer uangnya." Ia berjalan cepat menuju kamar Tuan Very, lalu mengetuknya.

.

.

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

1
Bunda Idza
semoga bisa jadi pertimbangan mu Ze....dan hasilkan keputusan yang bijak
Ummah Intan
betul lebih baik kalian nikah sj dl biar Naka bs jagain kalian dgn maksimal seperti kata Naka,krn ketika tuan very tahu Naka membatalkan pertunangannya maka dia pasti akan TDK akan tinggal diam
Ummah Intan
iya itu lebih baik
Sugiharti Rusli
kalo status Naka sudah jelas jadi suaminya, dia akan lebih leluasa melindungi keluarganya, bahkan dari sang ayah sekalipun
Sugiharti Rusli
memang jadi dilematis sih yah jadinya, karena apapun keputusan yang Zea ambil keselamatan Arka yang jadi taruhannya
Sugiharti Rusli
apalagi dulu tuan Very sangat keras melakukan penolakan terhadap kehadiran Zea yang tidak seimbang dengan Naka
Sugiharti Rusli
karena di luar yang si Zea pikirkan, mengahadapi tuan Very memang harus bersama-sama yah
Sugiharti Rusli
kalo saat ini mereka belum terikat pernikahan, susah bagi Naka nanti buat melindungi Zea dan putra nereka
Sugiharti Rusli
pada akhirnya Zea harus menurunkan egonya sih yah, karena apa yang Naka katakan tentang sang ayah memang benar
Nesya
🤣🤣🤣🤣🤣
Nesya
😂😂😂😂😂
lyani
sdh punya investasi atau harta rahasia kamu Naka? kl diusir sama very, setidaknya sekere2nya kamu nanti masih hrs menghidupi anak istri Krn mrk butuh 9 bahan pokok bukan cuma butuh bijilu😄
Ninik
masuk akal sih alasan Naka
Sugiharti Rusli
yah sepertinya agak susah sih yah, soalnya anaknya juga uda antusias mau naik pesawat tuh😝😝😝
Sugiharti Rusli
apalagi dengan masalah kepulangan mereka ke Jombang nanti, apa si Zea akan kembali mengalah,,,
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bener juga kata Naka,tuan Very pasti akan mencelakai Zea..
Sugiharti Rusli
apalagi sejatinya yang dipakai juga uang ayah kandungnya sendiri, cuma lagi" sepertinya Zea ga mau nanti Arka terlalu dimanja dan mendapatkan sesuatu dengan mudah,,,
Sugiharti Rusli
memang susah sih kalo biasanya hanya bisa melihat orang melakukan, sekarang di saat ada kesempatan Arka bisa melakukan dan senang, Zea jadi serba salah yah😝😝
Sugiharti Rusli
sepertinya sekarang kamu sudah agak susah mengarahkan Arka yah Zea, soalnya selalu Naka jadi dekingan kuat😁😁😁
Ari Atik
entahlah......
pasti sulit bagi zea membuat keputusan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!