Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16: Interogasi di Kamar Mandi
...Rentetan tembakan di luar gedung Grand Ballroom Hotel San Carlos masih menyisakan gema yang menggetarkan kaca-kaca jendela, namun di dalam ruang ganti yang tertutup rapat, waktu seolah berjalan melambat. ...
...Suara raungan sirine polisi yang mulai bersahut-sahutan di kejauhan menciptakan latar belakang yang kontras dengan keheningan mencekam yang mengunci dua orang di dalam kamar mandi tersebut....
...Tangan lentik Larissa masih menempel dengan lekat di atas dada bidang Gavin....
... Melalui telapak tangannya, Larissa bisa merasakan dengan sangat jelas bagaimana detak jantung di balik kulit tegap penuh bekas luka itu berdegup sangat cepat, kuat, dan berantakan. ...
...Sepasang mata Larissa yang memancarkan kilat kecerdikan sekaligus rasa ingin tahu....
..."Aku tidak sedang bercanda, Gavin," suara Larissa terdengar rendah, namun tegas....
...Dia menolak teralihkan oleh kekacauan di luar sana sebelum rasa penasarannya terpenuhi....
... "Tato mawar berduri hitam di punggungmu itu... itu lambang Kingsley Syndicate. Aku sering melihat berkas penyelidikan rahasia di ruang kerja Papa. Jangan coba-coba mengelak dan berpura-pura menjadi robot bodoh lagi. Siapa kamu sebenarnya?"...
...Dipojokkan oleh pertanyaan setajam silet dari gadis yang diam-diam dicintainya....
...Gavin, tidak membiarkan dirinya di tekan begitu saja oleh Larissa. Sebagai bos mafia yang paling berkuasa di Kolombia, Gavin menolak terlihat terdesak....
...Di dalam benaknya, rasa panik luar biasa tengah berkecamuk....
... Dia adalah pria yang biasa menginterogasi musuh di ruang bawah tanah yang gelap, bukan pria yang diinterogasi oleh seorang gadis berusia 24 tahun bergaun malam di dalam kamar mandi hotel. ...
...Sikap jaimnya langsung menyala tingkat satu untuk menyelamatkan penyamarannya yang mulai retak....
...Gavin menarik napas dalam-dalam melalui hidung, menstabilkan otot-otot rahangnya agar kembali mengeras....
...Dia menurunkan pandangan matanya yang biru cerah, menatap Larissa dengan ekspresi dingin yang dipaksakan, meski telinga bagian belakangnya kembali menghangat karena sentuhan tangan Larissa di dadanya....
..."Anda memiliki imajinasi yang terlalu liar, Nona Moretti," jawab Gavin dengan suara bariton yang ketus, datar, dan kaku, berusaha menyembunyikan getaran gugup di tenggorokannya....
... "Tato di punggung saya tidak ada hubungannya dengan sindikat kriminal mana pun di negara ini."...
..."Oh ya? Lalu bagaimana kamu menjelaskan gambar mawar hitam sebesar itu di belikatmu?" kejar Larissa, menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan menantang....
...Gavin berdehem pelan, memalingkan wajahnya sedikit ke arah lain untuk menghindari tatapan mata Larissa yang terlalu mengintimidasi egonya....
... "Itu hanyalah kesalahan di masa muda saya," kebohongan meluncur dari bibir tegasnya dengan nada yang dibuat sedatar mungkin....
... "Sebelum saya bergabung dengan agensi keamanan militer rahasia, saya hanyalah seorang pemuda berandal biasa di pinggiran Bogota. Saya sempat bergabung dengan geng motor lokal yang kebetulan menggunakan lambang flora sebagai identitas kelompok mereka. Tato itu murahan, dan saya belum sempat menghapusnya dengan laser karena jadwal tugas yang padat."...
...Kebohongan yang sangat rapi....
... Gavin memuji otaknya sendiri karena berhasil mengarang cerita dalam waktu kurang dari tiga detik. ...
...Di mata dunia, latar belakang masa lalu sebagai anggota geng motor jalanan jauh lebih aman daripada mengakui bahwa dia adalah bos besar yang mengendalikan pasokan senjata dan logistik ilegal di seluruh Amerika Latin....
...Namun, Larissa Moretti bukanlah gadis manja naif yang bisa dibohongi dengan cerita klise seperti itu. ...
...Sifatnya yang cerdik dan hobi memicu keributan justru menangkap adanya celah besar dari kegugupan tersembunyi sang pengawal. ...
...Larissa memperhatikan bagaimana jakun Gavin naik turun saat berbicara, dan bagaimana rona merah tipis mulai merayap di sekitar rahang kokohnya....
...Geng motor katanya? Mana ada anggota geng motor jalanan yang memiliki bekas luka tembakan dan tatapan mata sekejam psikopat seperti tadi, batin Larissa bersorak licik. ...
...Dia tahu Gavin sedang berbohong demi menjaga gengsinya sebagai pengawal pribadinya....
...Senyuman licik yang sangat lebar dan menawan kembali mengembang di wajah cantik Larissa....
... Alih-alih menjauhkan tangannya karena jawaban ketus Gavin, Larissa justru mengambil langkah yang jauh lebih berani dan provokatif....
...Larissa memajukan tubuh rampingnya satu langkah lagi, mengabaikan jarak aman yang tersisa. ...
...Dia sedikit berjinjit, sengaja mendekatkan wajah cantiknya ke arah dada bidang Gavin yang bertelanjang dada. ...
...Jarak di antara hidung mereka kini tidak sampai dua sentimeter. ...
...Aroma wangi stroberi segar yang manis dari rambut cokelat bergelombang Larissa menguar hebat, mengepung seluruh indra penciuman Gavin tanpa ampun....
..."Masa muda yang nakal, hmm?" bisik Larissa dengan nada suara yang sengaja dibuat sangat lembut, lambat, dan penuh godaan yang memikat tepat di depan dada pria itu....
... Jari-jari lentiknya bergerak perlahan, membuat gerakan melingkar kecil di atas kulit dada Gavin yang hangat....
... "Tapi kenapa... geng motor murahan bisa membuat jantung seorang mantan tentara elit berdegup sekencang ini saat aku menanyakannya? Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar dariku, Gavin?"...
...DEG! ...
...DEG! ...
...DEG! ...
...DEG!...
...Godaan jarak dekat itu benar-benar menghancurkan sisa-sisa kewarasan Gavin Kingsley. ...
...Detak jantungnya mendadak berpacu dalam kecepatan yang gila-gilaan, bergemuruh hebat di dalam rongga dadanya hingga Gavin merasa seolah dadanya mau meledak. ...
...Sentuhan jari lentik Larissa di kulit telanjangnya terasa seperti sundutan api yang membakar seluruh gengsi dan egonya....
...Rasa hangat yang luar biasa dahsyat langsung meledak menembus lehernya, membuat seluruh wajah tampan Gavin dari pipi hingga kedua telinganya yang kaku merona merah matang sepenuhnya. ...
...Dia salah tingkah setengah mati....
... Pria yang tidak pernah gemetar di hadapan moncong senapan laras panjang ini kini dibuat tidak berdaya, dan gemetar di dalam batinnya hanya karena seorang gadis bernama Larissa Moretti....
...Gavin menyadari bahwa jika dia membiarkan gadis bar-bar ini terus menempel padanya selama tiga detik lagi, seluruh penyamarannya akan runtuh total bersama dengan harga dirinya. ...
...Gairah tersembunyinya berada di ambang batas kendali....
...Dengan sentakan panik yang bercampur dengan rasa malu yang luar biasa, Gavin refleks menggerakkan kedua tangan kekarnya. ...
...Dia mencengkeram kedua bahu ramping Larissa dengan genggaman yang tegas, lalu mendorong tubuh gadis itu menjauh darinya dengan gerakan yang cukup cepat namun tetap memastikan Larissa tidak tersandung pecahan vas di lantai....
...Gavin memalingkan wajahnya yang memerah matang sepenuhnya ke arah dinding samping, menolak keras untuk menatap mata hazel Larissa yang penuh dengan binar kemenangan. ...
...Napasnya memburu berat, mencoba meredam gejolak gila di dalam dadanya....
..."Keluar dari area wastafel ini sekarang, Nona Moretti!" bentak Gavin dengan suara bariton yang mendadak meninggi, terdengar sangat ketus dan dipenuhi oleh nada frustrasi yang luar biasa dari seorang pria yang kalah telak dalam permainan emosi....
... Dia mengepalkan tangannya di balik punggung, berusaha meredam getaran di jemarinya sebelum melanjutkan dengan nada ancaman yang rendah dan sarat akan keposesifan yang berbahaya,...
... "Kembali ke sofa dan pakai jas saya untuk menutupi punggung Anda. Lakukan sekarang... atau saya tidak menjamin keselamatan Anda dari apa yang bisa saya lakukan di dalam ruangan ini!"...
...***...
...***...