NovelToon NovelToon
Petualangan Mistis

Petualangan Mistis

Status: tamat
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Awan Biru

El-Syakir namanya. kehidupannya biasa saja sama seperti manusia pada umumnya. hingga suatu hari ia mengalami kecelakaan dan akhirnya ia dapat melihat mereka yang tidak terlihat

mata batinnya terbuka dan bahkan banyak dari mereka yang meminta bantuan padanya. berbagai rangkaian kejadian ia alami.

ia bertemu dengan hantu anak remaja laki-laki yang akan mengikutinya kemanapun ia pergi.

"bantu aku mencari siapa pembunuhku dan aku akan membantumu untuk menolong mereka yang meminta bantuan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Vino duduk di samping El dengan terus mengelus pipinya. El merasa sangat bersalah telah menampar sahabatnya itu. Leo sedang asik menikmati cemilannya yang dibuatkan oleh ibu Arini.

ayah Adnan pergi mengurus tokonya, ibu Arini dan Alana pulang ke rumah. Alana harus mengerjakan tugas kelompoknya bersama Meri, sedangkan ibu Arini pulang untuk melihat laundrynya sekaligus memasak untuk malam nanti.

"sakit ya Vin...?" tanya El

"nggak, manis-manis menyakitkan. ya sakit lah, pake nanya lagi" jawab Vino ketus

"Vin, kayaknya bibir lu miring deh" ucap Leo

"hah, yang benar lu Le" Vino kalang kabut. ia mencari cermin namun tidak mendapatkannya. kemudian ia mengambil handphonenya dan membuka kamera depan

Vino memeriksa setiap inci wajahnya, apakah ada yang tergores atau bibirnya benar-benar miring. namun ternyata Leo hanya mengerjainya saja.

Leo terkekeh melihat tingkah Vino, dengan kesal Vino melemparkan kulit buah ke arah Leo.

"gue kira bibir gue benar-benar miring" ucap Vino

"aman kok Vin aman, bahkan ketampanan mu nggak berkurang sedikitpun" ucap Leo

"aman sih aman, tapi sakit banget tau. elu juga El, sekate-kate banget sih pake nampar gue segala. apa salah Dan dosaku...?" ucap Vino

"ya maaf, gue nggak sengaja" jawab El

"nggak sengaja apanya, jelas-jelas elu dekatin gue terus langsung nampar gue. hancur sudah ketampananku yang hakiki ini" Vino mengelus wajahnya

"tapi ya El, gue penasaran sebenarnya elu ngapain sih ke ruangan itu...?" tanya Leo

Vino mendengar pertanyaan Leo langsung mengangguk cepat. dirinya juga penasaran apa yang dilakukan El di ruangan itu.

El mulai menceritakan apa yang dialaminya 3 hari yang lalu. kenapa 3 hari, karena sesuai perkataan ayah Adnan bahwa El sudah pingsan 3 hari dan baru saja ia sadarkan diri tadi.

El bercerita dari awal dirinya bangun ingin ke kamar mandi, kemudian ada yang mengetuk pintu kamarnya dan melihat Vino kemudian mengikutinya sampai di ruangan itu.

El bercerita bagaimana ia melihat Vino sedang memakan tikus dengan mulut yang sudah dipenuhi darah kemudian saat itu dirinya langsung jatuh pingsan. namun saat terjatuh, hantu kak Bima datang menahan tubuhnya.

"gitu ceritanya. makanya tadi gue nampar elu. kiranya elu setan itu lagi yang masih menyamar" ucap El

"elu serius, lihat gue sedang memakan tikus...?" tanya Vino

"dua rius malah" jawab El

"iuuuuuh...jijik banget gue. jelas itu bukan gue, sejak kapan coba gue doyan sama tikus" Vino seperti ingin muntah mendengar cerita El

"El, semenjak kecelakaan sepertinya elu bisa langsung melihat mereka yang tidak terlihat" ucap Leo

"nggak lah, itu karena mereka yang ingin menampakkan diri saja" jawab El

"tapi buktinya kak Bima tidak menampakkan dirinya kepada kami dan kami tidak melihatnya tapi elu dapat melihatnya. bukannya itu aneh" timpal Leo

"eh iya, bicara tentang kak Bima, dia dimana sekarang...?" tanya Vino

"aku di sini" Bima langsung datang berdiri di samping Vino

"astaga naga, kaget gue. elu kayak setan saja" Vino mengelus dadanya

"emang dia setan kan" ucap Leo

"iya ya, lupa gue" timpal Vino

"kak Bima darimana...?" tanya El

"aku dari keliling rumah sakit" jawab Bima

"rumah sakit dikelilingi, yang asik itu keliling dunia kak" celetuk Vino

"kamu mau aku ajak keliling dunia...?" tanya Bima

"caranya...?" tanya Vino balik

"kamu harus mati dulu" jawab Bima

gleg.....

Vino menelan ludahnya dengan susah, begitupun dengan Leo dan El.

"nggak deh, gue nggak minat" jawab Vino cepat

"kak, gue mau nanya sesuatu" ucap El

"apa...?" tanya Bima

"saat gue pingsan kemarin, gue lihat ada kakak yang nahan tubuh gue. apa kakak yang waktu itu nolongin gue dari makhluk itu...?" tanya El

"hummm. dia setan jahil, suka mengganggu manusia. untungnya kemarin itu aku datang tepat waktu kalau tidak mungkin kamu sudah dibawa olehnya ke alam lain" jawab Bima

"alam lain...?" tanya ketiga sahabat itu

"iya" jawab Bima

"kak Bima, sekarang gue yang mau bertanya" ucap Leo

"silahkan"

"gue dan Vino bisa melihat kakak sekarang itu karena kakak yang memang sengaja menampakkan diri kepada kami kan...?" tanya Leo

"iya" jawab Bima

"waktu itu, kan kakak pernah nggak menampakkan diri kepada kami. harusnya kami semua nggak melihat kakak, tapi Kenapa El waktu itu bisa melihat kakak...?" tanya Leo lagi

Bima melihat El yang juga sedang melihatnya, menunggu jawaban darinya.

"mungkin karena dia bisa melihat kami yang tidak terlihat" jawab Bima

"melihat mereka yang tidak terlihat, maksud kakak, mata batin gue terbuka begitu...?" tanya El

"hummm.... memangnya kenapa. apakah selama ini kamu tidak pernah melihat makhluk seperti kami...?" ucap Bima

"nggak pernah" jawab El

"tuh kan El, gue bilang juga apa. sepertinya kecelakaan itu membuat mata elu bisa tembus pandang" ucap Leo

"hiiiiiy... berarti sekarang elu bisa melihat setan dong El" ucap Vino

"hus...jangan ngomongin setan kenapa sih. gue masih truama sama kejadian kemarin" timpal El

"jadi kapan kalian bisa menemui ibuku...?" tanya Bima

"ya amsyoooong....gue sampai lupa dengan itu" Vino menepuk dahinya

"tunggu sampai El keluar rumah sakit bisa nggak kak...?" tanya Leo

"lah, kenapa nunggu gue" ucap El

"elu harus nemanin kita. sekarang kan elu punya mata ketiga, siapa tau kami diganggu sama mereka jadi elu harus nolongin kita" ucap Leo

"ck... nolongin gimana, kemarin aja gue hampir game over" ucap El

"nggak ada penolakan. pokoknya elu harus ikut kita berdua. gimana kak, bisa kan.." ucap Leo

"tapi jangan terlalu lama, kasian ibuku yang setiap hari menunggu kepulanganku. jasadku sekarang sudah di makamkan oleh pihak rumah sakit karena tidak ada yang datang menjemput ku. meskipun begitu aku tidak bisa kembali sebelum amanahku tertunaikan" jawab Bima

"maaf ya kak, kita janji bakal menyampaikan amanah kakak kepada ibu kak Bima" ucap Vino merasa sedih

"aku percaya kalian semua" Bima tersenyum dengan wajah yang pucat pasi

hampir satu bulan El berada di rumah sakit, dan kini sekarang ia sudah keluar dari tempat itu.

ketiga sahabat itu sudah membuat rencana untuk pergi menemui ibu Bima setelah pulang sekolah nanti.

sesuai perkataannya, Bima terus mengikuti mereka kemanapun mereka pergi sampai amanahnya tersampaikan kepada ibunya.

"jadi kan kita perginya...?" tanya Leo

"jadilah. tapi kayaknya alamatnya ini jauh deh" ucap Leo

"jauh atau dekat kita harus tetap pergi. kasian kak Bima yang nggak bisa pulang ke tempat seharusnya" ucap El melihat Bima yang sedang duduk di atas pohon sambil melihat siswa yang bermain basket

"iya, gue juga kasihan. apalagi ibunya, dia pasti sedih banget anaknya nggak pulang-pulang" timpal Vino

"ini pelajaran buat kita. selama kita masih sehat dan masih punya ibu dan ayah. kita gunakan hidup sebaik-baiknya untuk membuat mereka bahagia" ucap El

ketiga sahabat itu sedang memperhatikan Bima dan tiba-tiba saja

braaakkk.....

sebuah kursi menghantam dinding membuat ketiganya terperanjat kaget.

tiga orang siswa dengan angkuhnya datang menghampiri mereka.

"Bara" ucap mereka bertiga

"elu yang namanya Vino...?" tanya Bara

"hummm...ada apa...?" tanya Vino singkat

"ada apa elu bilang. gue peringatkan sama elu ya. jauhi Nisda, dia cewek gue. berani lu ya dekatin dia" ucap Bara menunjuk wajah Vino

"apa lu bilang. cewek lu, apa gue nggak salah dengar" jawab Vino

"iya dia cewek gue" ucap Bara dengan lantang

"sudah mantan kali" ucap El

"apa lu bilang. gue sama Nisda nggak pernah putus dan sekarang dia masih tetap jadi cewek gue. jadi gue peringatkan sama elu, jauhi Nisda kalau elu nggak mau berurusan dengan gue" ucap Bara menatap Vino dengan tajamnya

"sayangnya permintaan elu gue tolak dan gue nggak bisa mengabulkannya" jawab Vino

"elu mau gue bikin bonyok" ucap Dika memegang kerak baju Vino

"sebelum elu bikin bonyok dia, gue duluan yang akan rontokin gigi lu" Leo menghempaskan tangan Dika dari baju Vino

"cih, banyak bacot lu"

bughhh....Erlan teman Bara yang satunya langsung melayangkan pukulan ke wajah Leo, membuat Leo terhuyung ke belakang.

"kurang ajar, rasakan ini"

bugh....

bugh....

bugh....

El langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Erlan membuat Erlan wajahnya babak belur.

Bara langsung membalas dengan memukul Vino namun dengan cepat Vino menahannya dan membalas pukulannya.

maka terjadilah aksi pukul-pukulan, hingga suara teriakan menghentikan mereka semua.

"berhenti" teriak seseorang

semuanya berhenti dan melihat ke arah sumber suara. seorang gadis sedang berdiri menatap garang ke arah mereka semua.

"kalian ngapain sih berkelahi seperti ini, kayak anak kecil tau nggak" ucapnya

"mereka yang duluan Nisda" ucap Leo

"siapa yang duluan itu nggak penting. kalian nggak malu dilihat banyak orang"

benar saja saat mereka melihat disekeliling, banyak pasang mata dari siswa-siswi yang memperhatikan mereka semua.

"ngapain kalian liat-liat, bubar sana bubar" ucap Bara

"huuuuu...." semuanya berteriak menyoraki mereka

"Vin, Le...kalian nggak apa-apa...?" tanya El

"bonyok dikit" Vino meringis menahan sakit di wajahnya

Nisda menghampiri Vino dan kedua sahabatnya, ia menatap Vino dengan tatapan iba.

"elu nggak apa-apa...?" tanya Nisda

"gue baik-baik saja" jawab Vino meringis menahan sakit

"kak Leo nggak apa-apa kan...?" Nisda berbalik mendekati Leo

"bonyok dikit" jawab Leo

Nisda menatap Bara dengan tatapan tajam.

"elu keterlaluan Bara, kali ini gue benar-benar nggak akan maafin elu" ucap Nisda

"tapi dia dekatin elu Nis, gue nggak rela ada cowok lain yang dekatin elu" ucap Bara

"apa urusannya sama elu, kita sudah putus dan kehidupan gue, elu nggak berhak untuk ikut campur lagi" ucap Nisda

"gue nggak pernah mengiyakan kalau kita putus, gue nggak mau putus" ucap Bara dengan marahnya

"terserah, gue nggak peduli" ucap Nisda

Nisda pergi meninggalkan mereka semua, Bara mengejar Nisda, dan Dika serta Erlan mengikutinya.

"nah kan, gue udah peringatkan elu untuk nggak dekatin Nisda. sekarang begini nih akibatnya. elu kan tau sendiri bagaimana Bara" ucap Leo

"bisa nggak elu ngomelnya nanti saja, sakit banget nih muka gue" ucap Vino

"bukan cuma elu, gue juga babak belur nih. ckckck, begini memang saking rumitnya berurusan dengan cewek, jadi bonyok gini" ucap Leo memeganggi mulutnya yang berdarah

"tapi ya Vin, perasaan barusan kemarin gue kasi nomor Nisda ke elu. sekarang kalian udah jadian aja. gercep banget lu ya" ucap Leo

"belum pacaran, masih tahap pendekatan" jawab Vino

"elu serius sama sepupu gue itu, elu akan berurusan dengan Bara terus kalau elu masih saja dekatin dia" ucap Leo

"gue udah bonyok gini, nggak mungkin gue nggak serius. lagian ya sepertinya Nisda juga memberikan lampu hijau buat gue" jawab Vino

"gue sih cuman mau ingatin elu aja Vin, cinta memang butuh perjuangan tapi jangan juga sampai menyiksa dirimu sendiri. kita masih muda Vin, perjalanan kita masih panjang. gue nggak mau elu kenapa-napa hanya karena gara-gara masalah cewek. gue dukung elu sama Nisda, tapi kalau seandainya Bara terus saja gangguin elu, pesan gue, elu berhenti" ucap El

"hmmm...benar apa yang El katakan. gue yang rela sahabat gue dibuat babak belur sama dia" timpal Leo

"makasih, kalian berdua emang sahabat gue yang paling berarti buat gue" Vino merangkul El dan Leo

"balik yuk ke kelas, bentar lagi udah mau pulang. kita harus pergi menemui ibunya kak Bima" ucap El

"kuy lah" ucap Leo dan Vino

ketiga remaja itu beranjak pergi ke kelas mereka. sedangkan dari kejauhan Bima sedang memperhatikan mereka.

"persahabatan kalian sangatlah erat. semoga kalian akan terus seperti itu"

1
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
kayakny gak badanny aja yg berubah tapi otakny juga...berubah jadi gak waras /Speechless/
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
gue-kamu tuh koq rada aneh ya kedengaranny...
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
kirain yg kaya cuma leo 😁
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
leo ngapain bawa2 minyak telon 🤣🤣🤣🤣 biar berasa masih baby yg le 🤣🤣🤣🤣
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
heranny gak ada satu guru pun yg liat 🤔
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
apaan sih, tadi pas ketemu di kamar mayat gak takut kenapa sekarang ketakutan...kan dah jelas td rohny bilang bakalan ngikutin vino dan leo sampai amanatny di selesaikan...
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
aku ngirany dirga atau el yg bakalan punya pengalaman mistis...koq jadi malah mereka berdua yg jd punya pengalaman mistis 😄
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
apakah nantiny jiwa dirga akan masuk ke raga el...atau sebalikny 🤔🤔 hemm semoga sama2 sadar ya jgn ada yg meninggoy...
Ainun Hadmirani
menurut sy ceritanya bagus
Lina Suwanti
sekalian honeymoon lg yaa ayah Ardan n ibu Arini
Lina Suwanti
Adam jgn ceroboh,,kamu skrg dah bukan arwah lg ......
Lina Suwanti
Dirga selamat,walaupun blm ketemu sama pembunuh ayah sambung n bundanya tp sdh ada petunjuk.....arwah Dirga tdk jd buih seperti para arwah yg kembali pada sang pencipta
Lina Suwanti
tertabrak kak author,kan tdk sengaja....klo ditabrak itu sengaja🙏
Lina Suwanti
aduh Sisil.....kenapa ga cerita dr awal jd Zidan dkk bisa antisipasi bahkan bisa ambil kembali Azam dr Aris.
Lina Suwanti
kok jd bayangin kayak gimana itu mulut yaa bisa memenuhi melati😅
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Fitriputri
emang masih sma ya Dirga ,kirain udah kuliah
Yennizulva
aku suka...aku suka,cerita nya.
Nadja 🎀
btw Burhan itu terkena karma salah sendiri mencintai istri orang.. mlh hartanya pd dirga bukan anak kandungnya. ckckck 🙃🙃
fitrie fitrie
sedih nya😭😭😭😭
Yusuf Maulana
Thor u episode di atas , boleh jg cerita posisi Sisil , kesanya cewek yg sakit dgn posisi dia , setidaknya 2 bos dia bs cepet metong , kok msh biasa2 alur ceritanya , bisa ga akhir cerita dia/Sisil ngenes apa metong sekalian , posisi Talita alur ceritanya boleh lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!