NovelToon NovelToon
Miracle

Miracle

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Miracle. menceritakan Ayyasy dan teman-temannya yang hanya siswa biasa melihat bintang jatuh yang jatuh ke arah gunung belakang komplek mereka. mereka menyentuh batu itu dan mendapatkan kekuatan. setelah mereka mendapatkan kekuatan, ancaman ancaman dari monster monster mulai berdatangan. mereka pun harus menjadi penjaga dunia.
bersamaan dengan itu, mereka juga mulai bertemu dengan pahlawan pahlawan dari kota lain yang memiliki nama tim yang sama yaitu, Miracle

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpisah Di Dimensi Buatan Darking

Darking duduk dengan tenang di atas singgasananya yang megah. Matanya yang merah menyala menatap dingin ke arah 32 Miracle yang baru saja melangkah masuk ke aula utama. Bukannya panik atau terdesak, bibirnya justru mengukir sebuah senyuman tipis yang sangat licik.

"Kalian terlalu percaya diri melangkah sejauh ini..." suara berat Darking menggema keras, memantul di setiap sudut pilar batu hitam. "Kalian pikir kekuatan dalam jumlah besar bisa mengalahkan penguasa dimensi ini? Biar kutunjukkan seberapa kecilnya kalian!"

Darking mengangkat tangan kanannya perlahan. Energi hitam pekat bergetar hebat di udara, memicu pusaran angin ruang-waktu yang sangat dahsyat tepat di atas kepala para pahlawan.

BZZZZZZT... WUUUUUUSHHH!

"Semuanya, rapatkan barisan!" teriak Ayyasy panik saat melihat retakan dimensi mendadak muncul di bawah kaki mereka.

"Gak bisa! Gravitasinya narik kita secara terpisah!" seru Arunnaqa sambil berusaha mempertahankan posisi dengan komputernya.

"Ayyasy! Dimas! Davi!" teriak Tasya saat tubuhnya mulai terhisap ke dalam salah satu pusaran.

Sebelum mereka sempat menggabungkan perisai pelindung, pancaran cahaya kegelapan menyelimuti aula tersebut. Dalam hitungan detik, 32 Miracle terlempar dan terteleportasi secara terpisah ke lima dimensi pecahan yang berbeda-beda!

Dimasi Angin & Badai Kegelapan

Anggota: Ayyasy, Arunnaqa, Night, Azkailah, Alya, Fadhil

Ayyasy tersungkur di atas hamparan batu licin. Begitu bangkit dan menyapu pandangannya, ia mendapati dirinya berada di sebuah dataran tinggi yang terus-menerus dihantam badai angin hitam yang memetikan. Di sampingnya, Arunnaqa sedang memeriksa alat navigasinya yang mendadak terkunci, sementara Night pasang posisi siaga dengan mata tajamnya.

"Semuanya aman?" tanya Fadhil sambil merangkul Alya yang menyalakan pendar lembut selendang pelanginya untuk menahan hempasan angin.

Azkailah berdiri di dekat Night, menatap langit abu-abu yang terus bergulung. "Gak ada sinyal ke tim lain... Darking bener-bener misahin kita."

Dimensi Labirin Batu & Reruntuhan

Anggota: Davi, Cheryl, Arkan, Vikka, Delila, Delaya

Davi menancapkan perisainya ke tanah saat mendarat di tengah-tengah lorong raksasa berdinding batu tinggi yang tak berujung. Cheryl melayang pelan di sampingnya, gaya tengilnya kini tergantikan oleh tatapan serius.

"Wah, dipindahin ke labirin nih kita?" gumam Cheryl sambil mengibaskan debu di bajunya.

Arkan, Vikka, Delila, dan Delaya langsung membentuk formasi lingkaran mengelilingi Davi. "Kita harus cari jalan keluar sekaligus nyari keberadaan kelompok lain," tegas Davi.

Dimensi Ilusi & Hutan Kristal Hitam

Anggota: Dimas, Tsalwa, Ilham, Nayya, Nayla, Rahman, Rava

Dimas terbangun di sebuah hutan aneh di mana seluruh pohonnya terbuat dari kristal hitam pekat yang memancarkan pantulan ilusi. Tsalwa memegang lengan Dimas erat-erat, merasak aura ilusi yang mulai mencoba memengaruhi pikiran mereka.

"Hati-hati, ilusi di sini bisa memutarbalikkan persepsi kita," peringat Dimas sambil menggenggam tangan Tsalwa penuh ketenangan.

Ilham, Nayya, Nayla, Rahman, dan Rava segera mencabut senjata masing-masing. Rahman menyalakan Api Jiwa di telapak tangannya untuk membakar kabut ilusi yang merayap mendekat.

Dimensi Api & Magma

Anggota: Ghani, Ghofar, Nailu, Rehan, Sintia, Iyan

Hawa panas yang menyengat langsung menyambut Ghani, Ghofar, Nailu, Rehan, Sintia, dan Iyan. Mereka terlempar ke sebuah dataran vulkanik dengan sungai-sungai magma cair yang mengalir deras di sekeliling mereka.

"Nailu, kamu gak apa-apa?" tanya Ghofar sigap menahan tubuh Nailu agar tidak terpeleset di dekat pijakan batu panas.

"Aku gak apa-apa, Ghofar," jawab Nailu lega.

Sintia melangkah ke depan, memanggil pendar aura esnya untuk menurunkan suhu panas ekstrem di sekitar mereka, sementara Iyan menyiapkan pedang mataharinya untuk menghadapi ancaman yang mulai merayap dari balik aliran magma.

Dimensi Ruang Hampa & Cermin

Anggota: Dhafina, Gita, Cinta, Abzari, Jessica, Serafe, Tasya

Di dimensi kelima, Tasya, Dhafina, Gita, Cinta, Abzari, Jessica, dan Serafe mendarat di sebuah ruang tanpa batas yang lantainya bagaikan cermin raksasa. Pantulan bayangan mereka sendiri terlihat bergerak sedikit berbeda dari gerakan asli mereka.

"Tempat ini aneh banget..." gumam Abzari sambil memanggil pusaran angin kecil di tangannya.

Tasya memisahkan diri dari bayangannya dan berdiri di barisan depan. "Jangan terdistraksi sama pantulan cermin! Ini strategi Darking buat memecah konsentrasi kita. Kita harus selesaikan tantangan di dimensi ini dan cari cara buat bersatu kembali!"

Di balik lima dimensi terpisah tersebut, pertempuran babak baru bagi masing-masing kelompok resmi dimulai. Bisakah kelima tim Miracle mengalahkan penjaga di dimensi masing-masing dan menemukan jalan kembali untuk menghadapi Darking bersama-sama?

Dimensi Angin & Badai Kegelapan: Perjuangan Kelompok Pertama

Di tengah pusaran angin hitam yang terus menghempas, Ayyasy, Arunnaqa, Night, Azkailah, Alya, dan Fadhil berdiri rapat. Suara gemuruh badai memekakkan telinga, membuat komunikasi biasa hampir tak terdengar.

"Tempat ini luas banget dan jalurnya memutar!" seru Ayyasy memecah gemuruh angin. "Kalau kita jalan barengan dalam satu rombongan besar, pencarian jalan keluar bakal memakan waktu terlalu lama. Kita bagi dua tim!"

Arunnaqa membedah peta energi di tabletnya yang berkedip-kedip. "Setuju. Tapi ingat, siapapun yang menemukan portal atau jalur keluar lebih dulu, langsung tembakkan sihir sinyal cahaya ke langit! Paham?"

"Paham!" sahut yang lain serempak.

Ayyasy, Azkailah, dan Arunnaqa memutuskan untuk menyisir wilayah sebelah kiri, sementara Night, Fadhil, dan Alya bergerak menyisir lorong tebing di sebelah kanan.

Perjalanan Tim Kiri: Ayyasy, Azkailah, dan Arunnaqa

Perjalanan tim kiri penuh dengan rintangan. Angin sakal yang berhembus kencang berkali-kali mencoba memutarbalikkan langkah mereka. Mereka bertiga berlari menembus tebalnya debu kegelapan tanpa henti sampai akhirnya jalan mereka terhadang di sebuah lembah batu tebal.

ROAAAAAARRRRRR!

Bumi yang mereka pijak bergetar hebat. Dari dalam rekahan tanah, muncul seekor monster raksasa berkulit armor tebal dengan empat lengan berujung cakar kristal hitam. Mata merahnya menatap tajam ke arah mereka bertiga.

"Sial, penjaga dimensi ini!" seru Azkailah sambil mencabut senjatanya dan memposisikan diri di barisan depan.

Pertarungan sengit pun pecah! Azkailah bergerak sangat cepat, melompati sela-sela bebatuan untuk mengalihkan perhatian monster tersebut dengan tebasan-tebasan energinya. Di saat yang sama, Arunnaqa melayang ke udara menggunakan dorongan pendorong teknologi di sepatunya, jemarinya menari lincah meretas struktur pertahanan sang monster sambil menembakkan meriam sihir teknologi beruntun.

BZZZZT! BANG! BANG! BANG!

Tembakan sihir teknologi Arunnaqa berhasil meretakkan pelindung dada monster tersebut. Namun, makhluk raksasa itu memiliki refleks yang sangat berbahaya. Dengan gerakan cepat yang tak terduga, salah satu lengan raksasanya menyambar ke udara dan menggenggam erat tubuh Arunnaqa!

"Arunnaqa!" teriak Azkailah panik dari bawah.

Monster itu menarik Arunnaqa mendekat, membuka mulut raksasanya yang dipenuhi gigi-gigi tajam bergerigi, siap menelan Arunnaqa hidup-hidup. Dalam situasi kritis tersebut, mata Ayyasy berkilat tajam.

"Mode Dragon Flame Aura!" teriak Ayyasy menggelegar.

Seketika, kobaran api emas berbentuk naga raksasa meledak membungkus seluruh tubuh Ayyasy. Kecepatan dan kekuatannya meningkat puluhan kali lipat. Hanya dalam satu kejapan mata, Ayyasy melesat membelah udara seperti kilat api.

SWOOOOOOSHHH... CRASHHH!

Tebasan pedang api naga Ayyasy memotong telapak tangan monster itu sekaligus membelah dua tubuh raksasa sang monster secara vertikal! Tubuh monster itu meledak menjadi debu kegelapan sebelum sempat menyentuh Arunnaqa.

Ayyasy dengan sigap menangkap tubuh Arunnaqa di udara dan mendarat dengan mulus di tanah.

Azkailah berlari mendekat sambil menghembuskan napas panjang, lalu menepuk bahu mereka. "Hayu lanjut! Kita gak boleh buang-buang waktu di sini!"

Mereka pun melanjutkan perjalanan menyisir lorong tebing yang kian terjal. Namun, perjalanan selanjutnya menjadi ujian berat bagi Arunnaqa yang mengandalkan peralatan teknologinya. Medan dimensi kegelapan ini memancarkan radiasi elektromagnetik tinggi yang terus-menerus mengacaukan sistem penstabil tubuhnya.

Di sepanjang jalan, Arunnaqa menghadapi berbagai macam masalah:

Jembatan Batu Runtuh: Saat menyeberangi celah jurang, pijakan batu Arunnaqa tiba-tiba hancur karena gangguan gravitasi lokal. Sebelum ia jatuh ke jurang magma di bawahnya, Ayyasy dengan refleks cepat melompat dan menarik tangannya, melemparkan Arunnaqa ke tempat aman.

Badai Serangga Energi: Rombongan serangga kegelapan kecil mendadak menyerbu dan merusak pendorong udara Arunnaqa. Ayyasy langsung memasang perisai api naga melingkari Arunnaqa, memusnahkan seluruh serangga tersebut tanpa menyenggol Arunnaqa sedikit pun.

Pingsan Akibat Tekanan Udara: Di puncak tebing, tekanan udara pekat membuat fisik Arunnaqa yang lelah mendadak limbung. Ayyasy tanpa ragu pasang badan, memapah dan pasang perisai hangat agar Arunnaqa bisa bernapas lega kembali.

Kehadiran Ayyasy yang selalu sigap di setiap krisis membuat Arunnaqa merasa sangat terlindungi dan kagum atas kepemimpinan serta kepedulian ketuanya itu.

Setelah menempuh perjalanan panjang, sinyal cahaya spektrum warna-warni membumbung tinggi di langit sebelah kanan.

"Itu sinyal dari Fadhil, Alya, sama Night!" seru Azkailah menunjuk ke arah puncak tebing sebelah kanan.

Ayyasy, Azkailah, dan Arunnaqa segera melesat menuju titik sinyal tersebut. Di sana, Night, Fadhil, dan Alya sudah menunggu di depan sebuah pusaran portal dimensi utama yang memancarkan pendar emas kental.

"Kalian selamat!" seru Fadhil lega melihat kedatangan tim kiri.

"Kalian juga luar biasa bisa nemuin portal ini duluan," balas Ayyasy tersenyum tulus.

"Jalan di sebelah kanan penuh rintangan, tapi selendang Alya sama tebasan Night berhasil ngebuka jalur sampai ke sini," jelas Fadhil merangkul Alya yang tersenyum hangat.

"Yaudah, gak usah nunggu lama lagi. Kita balik ke tempat Darking!" tegas Night sambil memegang gagang senjatanya.

Mereka berenam melangkah bersama menembus portal emas tersebut.

WUUUUUSHHH!

Sensasi hampa udara menyelimuti mereka sejenak sebelum akhirnya pijakan mereka kembali menyentuh lantai batu hitam dingin di aula utama istana Darking.

Secara bersamaan, empat pusaran portal lainnya bergetar hebat di sekeliling aula. Rombongan dari empat dimensi lainnya—kelompok Davi, Dimas, Ghani, dan Tasya—juga berhasil keluar dan mendarat kembali di aula utama!

Ke-32 Miracle kini telah berkumpul kembali secara utuh tanpa ada satu pun yang gugur. Pakaian mereka mungkin dipenuhi debu pertempuran, namun pancaran mata mereka jauh lebih tajam dan padu dibanding sebelumnya.

Darking yang masih duduk di singgasana batu membelalakkan matanya, terkejut melihat ke-32 pahlawan tersebut berhasil menaklukkan dimensi buatannya dalam waktu singkat.

Ayyasy melangkah ke barisan paling depan, memancarkan aura Dragon Flame yang membara di sekeliling tubuhnya, disusul oleh 31 rekannya yang siap melepaskan serangan puncak!

Darking tertawa mengejek, suaranya menggelegar memenuhi seluruh aula utama yang megah. "Luar biasa... kalian berhasil kembali dengan selamat. Tapi permaianan baru saja dimulai!"

Dengan kibasan tangannya yang diliputi energi kegelapan pekat, empat pusaran portal raksasa mendadak terbuka di sekeliling singgasana. Hawa membakar, ketegangan listrik, dan tekanan fisik yang sangat dahsyat langsung merayap keluar dari dalam pusaran tersebut.

Satu per satu, empat makhluk raksasa melangkah keluar dengan aura mematikan:

Kaja: Makhluk bertubuh jangkung bermuka burung elang kegelapan dengan sayap emas kehitaman, menggenggam cambuk energi petir yang menyambar-nyambar dan siap menarik siapa pun yang berada di jangkauannya.

Uranus: Raksasa pelindung bersenjata energi melayang tanpa kaki, tubuhnya dibalut armor batu dan kristal raksasa yang memancarkan pendar regenerasi tanpa henti.

Edith: Sosok bertubuh mekanik kuno raksasa (Mecha) yang mengintimidasi, mengendalikan arus listrik voltase tinggi dan siap bertransformasi menjadi mode penyerang jarak jauh.

Moskov: Sosok tombak kegelapan dengan mata merah menyala, menggenggam tombak energi beracun yang sanggup menembus barisan pertahanan terkuat sekalipun dalam sekali lempar.

"Sial! Benda-benda raksasa apa lagi itu?!" seru Abzari sambil memasang kuda-kuda anginnya.

Ayyasy menatap keempat monster raksasa itu dengan cermat, lalu menoleh ke arah seluruh rekannya. "Mereka bukan cuma monster biasa, tapi jenderal tempur Darking! Jangan biarkan mereka bergerak menyatu!"

"Bagi tim!" komando Davi tegas dari barisan depan. "Kita bagi pertempuran jadi empat poros untuk menahan mereka sekaligus!"

Ke-32 Miracle langsung menyebarkan formasi, bersiap membedah dan melumpuhkan empat raksasa pelindung Darking sebelum melangkah ke pertempuran akhir!

1
Ayyasying
waduh!! siap yang jadi next villain?
Ayyasying
yahh kepisah kelasnya😢
Ayyasying
balik rumah malah disuruh ujian😭
Ayyasying
Akhirnya plot armor turun juga
Ayyasying
terusin bang seru banget
Ayyasying
lu ngasih villainnya OP banget bang. di combo ga mati
Ayyasying
kacau villainnya terlalu farming aura🔥🔥🔥
Ayyasying
sangar euy villainnya
Ayyasying
gacorrrr
Ayyasying
Sedih banget bang masa lalunya di night 😭😭😢
Ayyasying
GG Gaming😍😍
Ayyasying
keren banget bang miracle Harvest kuat kiat💪💪💪
Ayyasying
💪💪💪
Polaris 03
Lanjutkan
Herman Syah
kerenn
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
serafe cowok apa cewek?
Ayyasying: cewek
total 1 replies
Guzzie
💪💪💪
Ayyasying: subscribe atuh yah
total 1 replies
Guzzie
lanjutan
Guzzie
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!