Hanya karna melihat dari penampilan saja mereka sepakat untuk menikah karna perjodohan dari orang tua mereka.
Tanpa ada pendahuluan, awalan, pendekatan ataupun suatu ikatan cinta sebelumnya, tapi mereka dengan mantapnya menyetujui perjodohan itu.
Tata adalah seorang gadis yang sangat hyperaktif di segala kondisi dan cuaca serta kehidupannya yang sangat beruntung.
Sedangkan Bara, banyak hal yang dia rahasiakan tentang dirinya.
Mereka hanya melihat apa yang Bara perlihatkan sedangkan jauh disana, sebuah rahasia yang terjaga dengan baik sedang berada di ujung tanduk.
Akankah Bara mulai luluh kepada Tata? atau mungkin Bara yang mulai menceritakan tentang kebenaran dirinya kepada Tata? Apakah Tata bisa menerima semua ini setelah apa yang sudah terjadi?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.
"Selesai" ucap Hashiriyaki dengan sedikit ******* lega setelah selesai mengerjakannya.
Mereka telah menghabiskan hampir lima jam untuk mentatto punggung Tata, sekarang Tata sudah resmi menjadi pemimpin Alexis.
"Wah" Tata sedikit terpukau dan kagum dengan hasilnya saat ia menatap punggungnya di kaca, kulit putih yang kini tertutupi tinta dan sedikit kemerahan itu terlihat sangat kontras dengan kulit Tata yang putih.
Teman-teman Tata juga mengakui bahwa tatto yang di rancang oleh Ying benar-benar indah
dan mereka juga mengaguminya.
"Bukankah kau merasa malu tidak memakai baju" Amber mengingatkan Tata yang masih sibuk memperhatikan tatto pertama miliknya dan melupakan fakta bahwa ia tengah bertelanjang tanpa mengenenakan sehelai benang pun di tubuhnya.
Mendengar itu, sontak Tata menutupi dadanya dan segera memakai baju kaos miliknya tak lupa cengiran polos tanpa dosa yang Tata lontarkan membuat mereka memutarkan bola matanya secara bersamaan, lagi dan lagi kebodohannya kumat.
"Selamat kau sudah resmi menjadi pemimpin Alexis ke delapan di tahun ini" Hashiriyaki tersenyum kearah Tata yang saat ini tengah membenarkan rambutnya.
"Suatu kehormatan bagiku bisa bertemu denganmu dan terima kasih banyak kau mempercayakannya padaku" Tata membungkukan tubuhnya dengan memberikan rasa hormat pada pemimpin pertama.
Melihat Tata yang membungkukan badannya, Amber dan yang lainnya lantas berdiri dan melakukan hal yang sama, memberikan hormat kepada pemimpin pertama.
"Hey..kalian terlalu serius, duduklah aku sudah bosan melihat itu selama bertahun-tahun" Hashiriyaki menyuruh mereka untuk lebih bersantai dan duduk terlebih dahulu.
Sebenarnya Tata sudah mengatakan bahwa ia akan langsung pulang ke hotel setelah ini karna besok mereka harus berangkat lebih awal ke sekolah dan membereskan tugas yang sudah Ying siapkan dan beberapa rencana Ying yang belum terlaksanakan.
Mengenai kejadian tadi, sebenarnya mereka sudah tau tentang rumor yang beredar bahwa Hashiriyaki adalah seorang penggila ***, semua orang sudah tau tentangnya dan menjadi hal yang lumrah bagi mereka, namun hal yang tidak mereka sangka adalah kenyataan bahwa Hashiriyaki tidak tau tempat bahkan saat kedatangan mereka tadi ia terlihat santai dan biasa seolah itu bukanlah hal yang serius.
Namun bagi mereka yang masih gadis dan perawan hal itu terasa terlalu vulgar dan mencolok di matanya yang walaupun tidak suci tapi mereka tidak berniat melihat hal itu untuk sekarang bahkan secara langsung.
Walaupun Hashiriyaki memiliki kebiasaan yang berbeda tapi dia tetaplah seorang wanita yang memiliki kriteria, dia juga pemilih dalam hal apapun dan lagi dia baik dalam segala hal membuat mereka tidak canggung saat pertama kali bertemu.
Sebelum pulang Tata meminta nomor ponsel Hashiriyaki walaupun kemungkinan di tolak karna dia tidak terlalu suka memberikan nomor ponsel atau apapun yang menyangkut dengan dirinya, namun ini berbeda, Hashiriyaki dengan senyumannya menerima tawaran Tata dan memberikan kartu namanya dengan santainya.
"Kau akan membutuhkanku suatu saat nanti"
Itulah yang Hashiriyaki katakan padanya, walaupun Tata tidak tau apa yang di maksud dengan ucapannya tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Tata merasa senang dan memilih untuk mengabaikan ucapannya karna terlalu senangnya.
"Bukankah menurut mu ini sedikit terasa aneh" ucap Pinkan saat mereka sedang berda di perjalanan menuju hotel.
"Apa maksudmu" tanya Amber.
"Tidak, mungkin ini hanya perasaanku saja" Pinkan tidak ingin mengatakan hal-hal yang membuat kebahagiaan yang Tata dapatkan rusak hanya karna pendapatnya saja lebih baik ia mengubur perasaan anehnya itu.
Hari ini adalah hari pertama Tata kembali ke sekolah setelah perkelahiannya dengan Jessi sekaligus dengan status barunya di sekolah saat ini.
Banyak pasang mata saat pertama Tata memasuki sekolah, tidak heran karna berita tentang pemimpin yang baru sudah tersebar dan itu adalah dirinya, Tatalau.
Tidak banyak yang orang inginkan untuk siapa saja yang akan menjadi pemimpin hanya saja mereka tidak ingin sekolah menjadi kacau karna sebab haus tahta semata.
"Maaf mengganggu waktumu, kau dipanggil ke ruangan Devan sekarang juga"ucap salah satu murid berambut ikal yang menghampiri Tata.
"Apa kau bisa mengantarku"
"Ya tentu, ikuti aku" Tata mengekori siswi berambut ikal yang tidak ia ketahui namanya itu, melihat wajahnya saja ia baru melihatnya saat ini.
Beberapa lorong dan tangga sudah Tata lewati mungkin tiga puluh menit sudah berlalu tapi mereka belum kunjung sampai juga,sebenarnya dimana ruangan Devan? kenapa jauh sekali?!.
"Disana"tunjuk gadis itu ke ruangan paling pojok di koridor lantai empat.
"Ah baiklah" Tata mengangguk pelan dan berjalan pelan kearah sana.
Di lantai empat ini terbilang sepi menurutnya padahal sekarang jam sebelas siang dan sudah waktunya untuk belajar mengajar, karna Tata bangun kesiangan di hari pertamanya dan mungkin juga teman-temannya karna semalam mereka merayakan status kepemimpinan Tata.
Tata membuka pintu ruangan itu dengan perlahan, suara decitan pintu itu terdengar nyaring, membuat kening Tata sedikit berkerut dengan berbagai pikiran yang masuk begitu saja di kepalanya.
Disana ruangan yang luas dan besar mirip seperti ruang santai, bahkan disana terdapat dapur kecil di pojok ruangan, menurutnya ini lumayan jika sedang suntuk ataupun malas untuk mengikuti pelajaran, ruangan ini bisa di jadikan tempat untuk beristirahat ataupun untuk bersantai sekalipun.
"Wah kau sudah datang rupanya" Ucap seseorang dari balik punggung Tata yang membuatnya sontak menoleh ke sumber suara.
"Sialan" Tata melihat Jessi dan beberapa murid lainnya disana.
Pantas saja ia merasa ada hal yang aneh saat pertama kali murid tadi menyuruhnya pergi ke ruangan Devan, dan lagi tidak mungkin ruangan Devan berada di tempat seperti ini dan lagi di tambah dengan pintu yang berdecit.
"Kau tau, karna kau aku harus berada di rumah sakit selama satu minggu dan beruntungnya aku bisa pulih lebih cepat"
"Cih, apa yang kau inginkan sekarang, apa menurutmu satu minggu tidak cukup untuk berada disana?" Tata tertawa pelan ia berjalan santai dan duduk di sofa single yang berada di sana.
"Harusnya kau berterimakasih padaku, kau tau..aku membuatmu masih hidup saat ini"
"Kau masih sama beraninya seperti kemarin" Jessi tersenyum, seakan menyayangkan keberanian Tata saat ini.
"Kau tau, aku bahkan lebih baik di penjara jika itu setara dengan nyawamu"
Jessi tersenyum pelan dan mengeluarkan pistol dari balik punggungnya dan mengarahkannya kepada Tata yang saat ini sedang menatap kearah Jessi dengan sengit.
Bisa di lihat, beberapa anak buah Jessi terlihat terkejut saat melihat Jessi yang mengeluarkan pistol mungkin itu jauh dari dugaan mereka dan mengingat ini hanyalah sekolah anak-anak remaja yang memiliki pikiran yang labil membawa senjata seperti ini sangatlah berlebihan.
Tata menunjukan smirk nya saat melihat Jessi yang menodongkan pistol ke arahnya.
"Kau pikir aku tidak bersiap untuk ini!"
Tata tersenyum miring sembari mengerahkan pistol yang ia simpan di pahanya membuat mereka yang berada di sana lantas memilih untuk pergi keluar dengan segera dan meninggalkan Jessi dan Tata di ruangan itu.
Disana mereka saling menodongkan pistol kearah satu sama lain, dengan tujuan dan hasrat yang mungkin berbeda dari keduanya.
jangan lupa mampir di karya aku juga ya kk
🥰
My Little Prince dan VCPD
terimakasih 🙏