NovelToon NovelToon
Aku Hidup Kembali

Aku Hidup Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Karin mengira semuanya telah berakhir saat tubuhnya terjatuh ke dasar jurang. Namun ketika membuka mata, ia justru kembali menjadi gadis berusia dua puluh tahun dan mendapati kedua orang tuanya masih hidup.
Kesempatan kedua itu membuatnya bersumpah mengubah takdir. Ia harus menyelamatkan keluarganya dan menghindari pernikahan dengan Giorgino, pria yang kelak menghancurkan hidupnya.
Demi menggagalkan rencana perjodohan, Karin nekat mengaku telah memiliki kekasih. Masalahnya, pria itu tidak pernah ada.
Dalam kepanikannya, hanya satu nama yang terlintas di benaknya—Kai, mahasiswa berandal yang dingin, cuek, dan terkenal sebagai badboy kampus.
Namun semakin dekat dengannya, Karin menyadari bahwa kehidupan keduanya ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar kesempatan hidup kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembatalan Keputusan

Bab 14

Keesokan harinya, kampus kembali dipenuhi kesibukan. Perkuliahan berjalan seperti biasa, tetapi pikiran Karin sama sekali tidak berada di dalam kelas.

Sepanjang dosen menjelaskan materi, ia sibuk memikirkan satu hal.

BEM.

Kalau ingin meminta akses atau bantuan mengurus persoalan administrasi kampus, organisasi mahasiswa tentu memiliki jalur komunikasi yang lebih baik dibanding mahasiswa biasa.

Begitu jam kuliah berakhir, Karin segera bergegas menuju sekretariat BEM Fakultas.

"Permisi..."

Seorang mahasiswi yang sedang menyusun berkas menoleh.

"Iya, ada yang bisa dibantu?"

"Saya ingin bertemu salah satu kakak BEM."

"Ada keperluan apa?"

Karin ragu sejenak.

"Saya ingin meminta bantuan mengenai sebuah kasus di kampus."

Mahasiswi itu mengangguk.

"Tunggu sebentar."

Tak lama kemudian, seorang senior bernama Andri keluar dari ruang sekretariat.

"Kamu yang mencari saya?"

"Iya, Kak."

Karin menjelaskan seluruh kejadian yang menimpa Kai. Mulai dari perkelahian di parkiran, kesaksian petugas kebersihan, hingga video pengakuan mahasiswa yang ia rekam kemarin. 

Andri memperhatikan video itu hingga selesai.

"Kalau cuma video ini..." katanya pelan.

"...belum cukup untuk membatalkan keputusan kampus."

Karin mengangguk.

"Saya tahu."

"Yang dibutuhkan bukti bahwa kejadian sebenarnya memang seperti itu."

"Kamu punya bukti lain?"

Karin menggeleng.

"Belum."

Andri berpikir beberapa saat.

"Kalau memang ada CCTV, kita harus mendapatkannya."

"Tapi aksesnya tidak mudah."

"Aku akan coba bantu."

Wajah Karin langsung berbinar.

"Terima kasih, Kak."

-

-

-

Di tempat lain...

Kai sedang duduk sendirian di kantin ketika seseorang meletakkan minuman kaleng di depannya.

"Minum."

Kai mendongak.

"Raka."

Pemuda berambut sedikit berantakan itu langsung duduk tanpa permisi.

"Kudengar kamu lagi bikin heboh."

Kai menghela napas.

"Aku nggak bikin."

"Iya, iya."

Raka membuka kaleng minumannya.

"Makanya aku datang."

Raka adalah teman sekelas sekaligus satu angkatan Kai.

Berbeda jauh dengan Kai yang pendiam, Raka terkenal bandel.

Ia sering terlambat. Sering bolos kuliah. Namun anehnya, hampir semua orang mengenalnya.

Bukan karena prestasi akademik, melainkan karena hampir setiap kegiatan kampus di luar perkuliahan, Raka selalu ikut.

Mulai dari kepanitiaan, bakti sosial, seminar, hingga kegiatan organisasi lintas fakultas. Akibatnya, ia memiliki banyak teman, termasuk para senior dan pengurus BEM.

"Kamu pasti sedang cari CCTV, kan?" tanya Raka.

Kai menatapnya.

"Kok tahu?"

"Kalau aku jadi kamu, itu juga yang bakal kulakukan."

Kai tersenyum tipis.

Raka menyandarkan tubuhnya.

"Tenang... aku kenal beberapa anak BEM universitas. Mungkin mereka bisa bantu."

"Kamu lagi ada kegiatan di luar kampus, kan?" tanya Kai.

"Iya."

"Terus kenapa masih sempat ikut campur?"

Raka tertawa.

"Karena kamu temanku. Kalau teman lagi kesusahan, masa aku pura-pura nggak lihat?"

Kai terdiam beberapa detik.

"Terima kasih."

Raka langsung berdiri.

"Nggak usah terharu. Nanti aku hubungi beberapa senior. Semoga ada yang bisa bantu.

-

-

-

Sore harinya...

Berkat bantuan Raka, beberapa pengurus BEM universitas akhirnya bersedia membantu mencari informasi mengenai rekaman CCTV.

Mereka menghubungi bagian teknologi informasi kampus.

Awalnya jawaban yang diterima tetap sama.

"Rekaman sudah terhapus."

Namun salah seorang senior BEM tidak langsung menyerah.

"Kalau benar hard disk rusak, pasti ada laporan kerusakan."

Permintaan itu membuat petugas IT terlihat gugup. Setelah didesak beberapa kali, akhirnya terungkap bahwa server utama memang sempat mengalami gangguan.

Namun...

Rekaman asli ternyata masih tersimpan di server cadangan dan belum sempat dihapus.

Mendengar itu, Kai dan Raka saling berpandangan.

"Tolong tunjukkan rekamannya."

Beberapa menit kemudian...

Layar monitor menampilkan rekaman parkiran belakang.

Terlihat jelas mahasiswa tersebut lebih dulu mendorong Kai.

Kai hanya berusaha menepis.

Mahasiswa itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh sendiri.

Tidak ada pukulan seperti yang selama ini dituduhkan.

Raka langsung tersenyum lebar.

"Akhirnya ketemu."

-

-

-

Sementara itu...

Di sekretariat BEM fakultas, Karin masih menunggu kabar dari Andri.

Ia berjalan mondar-mandir dengan gelisah.

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar.

Nama Kai muncul di layar.

"Kai?"

"Aku dapat buktinya."

Karin langsung berdiri.

"Apa?"

"Rekaman CCTV."

Mata Karin membelalak.

"Benarkah?"

"Iya."

"BEM universitas membantu."

Tanpa sadar, Karin tersenyum lebar.

"Syukurlah..., kalau begitu cepat ke gedung administrasi."

-

-

-

Beberapa menit kemudian...

Kai, Raka, Karin, Andri, serta beberapa pengurus BEM memasuki ruang administrasi dan kemahasiswaan.

Pak Darman yang sedang memeriksa berkas tampak terkejut melihat rombongan itu.

"Ada apa ini?"

Andri melangkah maju.

"Kami datang membawa bukti baru."

Ia meletakkan flashdisk di atas meja.

"Rekaman CCTV."

Wajah Pak Darman langsung berubah.

"Bukankah rekamannya sudah hilang?"

"Itu yang kami kira. Ternyata masih ada salinan di server cadangan."

Ruangan menjadi Hening.

Video diputar.

Semua yang berada di dalam ruangan menyaksikan dengan jelas siapa yang memulai keributan.

Tidak ada seorang pun yang bisa membantah.

Pak Darman mengembuskan napas panjang. Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya ia berkata,

"Keputusan pemberian surat peringatan dan pencabutan beasiswa terhadap Kai... dibatalkan."

Karin menutup mulutnya. Rasa lega memenuhi dadanya.

Sementara Raka langsung menepuk bahu Kai.

"Kubilang juga, semuanya bakal beres."

Kai tersenyum tipis.

"Terima kasih."

Selama beberapa hari terakhir, nama Kai menjadi bahan gunjingan di seluruh kampus. Kini, di hadapan semua orang, tuduhan itu runtuh hanya oleh beberapa menit rekaman.

Kai tidak berkata apa-apa. Ia hanya mengembuskan napas pelan, seolah beban yang selama ini dipikul akhirnya terlepas.

Di sisi lain, Karin tersenyum lega. Tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca.

"Aku bilang juga... kamu bukan orang jahat," gumamnya pelan.

-

-

-

"Maaf Mas Gio, saya tidak bisa memenuhi keinginan Mas. Mereka menemukan bukti, dan saya terpaksa membatalkan pencabutan beasiswa Kai. 

Gio  mengepalkan tangannya erat setelah mendapat kabar dari telepon seluler itu. 

Tatapannya berubah dingin ketika mendengar keputusan itu.

Untuk pertama kalinya...

Rencana yang ia susun dengan begitu rapi mengalami kegagalan.

Dan ia tidak pernah menyukai kegagalan.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kali ini jalanmu tak kan mulus gi
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mungkin jalanmu akan berubah mulai sekarang gi..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
weehh gercep juga si gio ya, udah sampai ke bengkel
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kita liat
Author.N.
Untunglah ada saksi
Author.N.
pasti ini orang suruhan Gio
Author.N.
Dasar licik Gio 😏
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga bisa merubah semua yg lalu
Author.N.
alhamdulillahnya tuh ayah ibunya menyambut baik
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mau apa? bikin gentar kai?
Author.N.
lahhh dianya beneran 😅
Author.N.
pikirkan cara lagi buat menghancurkan Gio, Rin. Cari tau kehidupan dia
Author.N.
huwaaa misteri lagi. Gio dari awal licik sih ya,
Author.N.
cieee belum2 udah perhatian nih 😍
Author.N.
hati2 abang Kai ada yg lagi mengawasimu
Author.N.
Kasian 🤣
Author.N.
thoorr kasih visualnya cepetaaann 😍
Author.N.
mau es teh jumbo yang 4rebuan apa 5rebuan nih bang
Author.N.
ganteng tapi nyakitin 😌😌
Author.N.
eh mendadak ada teka teki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!