NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:844
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi pertama.

Aku sangat gugup saat pertama kali menghadap petinggi Phantoms setelah bertahun-tahun. Aku berdiri tegap di hadapan orang-orang penting di sana. Totalnya ada delapan orang di ruangan itu, termasuk pak Cp dan beberapa orang yang tak aku kenal. Salah satunya adalah mantan menteri pertahanan Amerika yang baru saja pensiun dari jabatannya.

"Mulai hari ini, kau akan resmi menjalankan misi yang bernama SG. Tujuan utamamu adalah masuk ke Starling Groups untuk membongkar transaksi ilegal dan bisnis ilegal mereka." Ujar pak Cp sambil menyerahkan berkas untukku pelajari.

"Baik, Sir!"

"Katakan, apa yang kau butuhkan!"

"Aku butuh tim, Sir. Agar misi ini berhasil aku tidak bisa bekerja sendiri. Aku butuh seorang ahli IT yang bisa memberikan informasi untukku 24 jam. Aku butuh akses ke segala keterlibatan Starling Gruop. Aku ingin mobilitas, dan pastinya dana tanpa batas. Satu hal lagi, aku akan menjanjikan keberhasilan misi asal tidak ada yang menentang apapun rencanaku ."

"Apa kau akan menyamar sebagai pelayan keluarga Starling?"

"No Sir! Aku butuh pendekatan yang kuat agar bisa masuk lebih jauh kedalam keluarga Starling."

"Oke, pelajari semua data tentang Starling Gruop, orang-orang yang harus kau dekati. Apapun yang kau butuhkan kami akan berikan, kali ini jangan sampai terulang lagi kesalahan 14 tahun yang lalu."

"Baik Sir. Tapi aku ingin syaratku di setujui,"

Beberapa petinggi termasuk pak Cp memberikan kode mata untukku melanjutkan pembicaraan.

"Aku akan melakukan misi ini dengan caraku sendiri, jika aku melanggar protokol organisasi, maka itu akan di anggap legal. Segala akses informasi yang ingin aku dapatkan tidak boleh di batasi,"

Tanpa bertanya lebih lanjut, petinggi Phantoms menyetujui semua syaratku dengan mudah.

Keesokan harinya aku pun membentuk sebuah tim kecil berisikan enam orang. Masing-masing mereka punya keahlian khusus dan profesional. Kemampuannya tak perlu di ragukan lagi. Salah satunya adalah gadis seumuranku yang bernama Nova.

Dia adalah mata-mata terbaik dalam Phantom, bisa menempatkan diri sebagai apapun sesuai misi. Kemampuan adaptasinya membuat dia menjadi anggota Phantoms yang patut di apresiasi.

Ada juga seorang laki-laki yang bernama Mike, dia adalah mata dan telingaku saat ini. Keberadaannya tersembunyi. Hanya aku, pak Jojo, dan pak Cp yang tau tentang dirinya. Bahkan aku belum pernah bertemu dengannya sekalipun.

Untuk keamanan dan kesuksesan misi, tubuhku di tanami chips untuk pelacak dan pengaman. Aku di pakaikan anting paku yang merupakan kedok kamera tersembunyi. Cincin yang ku gunakan adalah teknologi canggih yang hanya bisa di pakai anggota militer atau CBI. Itu merupakan cincin yang akan tersambung langsung ke satelit Phantoms secara koneksi ke organisasi, hingga mereka bisa memantau, mendengar setiap pergerakan agent. Jika terjadi masalah atau bahaya, cincin akan mengirim sinyal hingga chips akan aktif.

****

Siang itu, aku dan anggota timku berkumpul di ruangan Gym.

"Malam ini kita akan ke Bar Candy Sweet untuk memulai misi pertama." Ucapku sebagai pembuka kalimat.

"Aku sudah mempelajari semua informasi tentang keluarga Starling. Kita akan mulai mendekati ke empat cucu nya. Masing-masing mereka adalah pewaris perusahaan ilegal itu. Menurut informan, setiap jumat malam, ke empat cucu Alexander Starling Gruop akan berkumpul di BCS (Bar sandy sweet). Kita akan ke sana untuk mendekati mereka."

"Siap, nona." jawab mereka serentak.

Malam itu, aku pun berangkat ke BCS mengenakan pakaian sexi andalanku. Rok span hitam pendek sepaha yang ketat hingga menonjolkan lekukan pinggang ramping dan bokongku yang semok. Aku mengenakan kemeja putih favoritku yang tentu saja, belahan dadanya sengaja ku buka sebagai daya tarik.

Aku berdandan seadanya, karena bagaimanapun wajahku tetap cantik dan menawan sekalipun tanpa riasan. Anggota timku menempatkan diri di posisi masing-masing. Mike berjaga di ruangan khusus pengintai di markas pusat. Pria itu duduk di depan berbagai jenis komputer nya. Sedangkan Nova dan Rendy menyamar sebagai barista dan witers.

Aku duduk di kursi tamu sambil memesan minuman. Mataku terus melirik ke lantai atas, di mana keempat targetku berkumpul. Tampak mereka di kelilingi oleh banyak wanita. Aku hanya tersenyum sambil menyeruput minumanku. Aku menunggu waktu yang tepat untuk ke lantai atas mendekati mereka. Namun aku ragu, kalau rencana ini akan berhasil.

Dari data yang ku baca, salah seorang cucu Alexander Starling bernama Caspian, ia adalah seorang ceo 11 perusahaan Starling Gruop yang terkenal begitu dingin dan angkuh terhadap wanita. Sementara saudara sepupunya yang bernama Aldrik adalah Hacker termuda yang di perebutkan berbagai perusahaan karena kejeniusannya.

Aldrik terkenal sebagai laki-laki yang periang, dia adalah playboys papan atas. Wanitanya sangat banyak, tak pernah satu haripun tidur tanpa wanita. Berbanding terbanding terbalik dengan saudaranya.

Alexander Starling memiliki 5 anak, 4 laki-laki dan satu perempuan yang misterius. Ke empat anak laki-laki itulah terlahir masing-masing cucu laki-laki yang wajahnya sangat tampan dominan. Hanya sedikit informasi yang bisa di pelajari dari dua orang lainnya. Karena mereka sangat tertutup.

Aku hanya tau, cucu lainnya bernama Zane, dia adalah seorang petarung dunia bawah. Namanya saja sangat di takuti orang-orang dunia atas. Sedangkan yang satunya bernama Marcus. Dia adalah seorang dokter bedah profesional yang masih sangat muda, sudah beberapa kali dapat penghargaan tingkat dunia atas prestasinya dalam dunia medis.

"Nova, jika kita hanya duduk di sini, kita tidak akan mendapat perhatian mereka," bisikku pada Nova yang menuangkan minuman di sampingku.

"Kau harus naik keatas Irish, buat mereka terkesan dengan pesonamu," ucapnya menggoda sambil tersenyum.

"Aku rasa itu sedikit sulit,"

"Tidak ada pria yang bisa tahan dengan godaanmu, Irish."

"Kali ini misinya bukan hanya untuk mendapatkan informasi, tapi mendapatkan perhatian mereka. Terlebih targetnya adalah cucu Starling.. mereka pasti waspada."

Aku sedikit bingung. Mataku terus memandang kearah lantai atas yang begitu ramai. Suara musik dari dj semakin memekakan telinga, aku meneguk minumanku. Sesekali aku memandang ke arah orang-orang yang asyik menari dugem bersama pasangannya. Ingin rasanya aku bergabung ke sana. Tapi apa daya, aku sedang bertugas.

Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari dalam kerumunan..

Praaaannkkk. Seseorang dengan sengaja memecahkan gelas ke lantai. Seorang laki-laki muda dengan balutan jas rapi yang sedikit mabuk tampak kesal dengan seorang witers. Pria itu tampak kusut, bajunya basah oleh minuman. Sementara witers itu tersungkur ke lantai dengan keadaan berlutut berantakan.

"Bukankah sudahku bilang, bawakan aku minuman lain! Kenapa kau masih saja membawakan yang sama??!!" pekik laki-laki itu lantang hingga menjadi pusat perhatian.

"Maaf tuan, itu bukan minuman yang tadi, anda sudah terlalu mabuk hingga tidak bisa membedakan," jawab witers itu dengan suara keras membela diri.

"Bulsit! Siapa yang mabuk? Kau sudah mengotori pakaianku dengan minuman ini, aku minta kau ganti rugi sekarang juga!"

"Maaf tuan, aku tidak menumpahkan apapun, anda sendiri yang menjatuhkan botol minumannya,"

"Kurang ajar kau, dasar pelayan rendahan!!"

Plaaakk. Pria itu menampar keras wajah witers itu berkali-kali.

Seketika musik dj berhenti dan suasana Bar menjadi riuh. Orang-orang berkerumun. Aku memantau dari jauh, namun tampaknya keributan itu menarik perhatian salah satu keempat targetku. Aldrik memantau dari balkon lantai dua. Aku tersenyum tipis.

Plaaaaakkk. Witers itu kembali di pukul dan di tendang hingga terseret tepat ke depan tempat dudukku. Nova merasa kesal, begitupun diriku. Darahku rasanya mendidih, melihat seorang wanita di perlakuan seenaknya.

Pria itu tampak seperti orang kaya dan memiliki pengaruh, hingga orang-orang hanya berkeliling tak mau membantu witers itu.

"Sekarang cepat kau ganti rugi jas mahalku ini, atau kau akan di pecat saat ini juga!"

"Tuan, aku benar-benar tidak mengotori pakaian anda. Anda sendiri yang menjatuhkan botol minuman itu,"

"Dasar pelayan rendahan! Cepat telanjangi dia, kalau dia tidak mau ganti rugi, biar ganti dengan pakaiannya saja. Ayo cepat telanjangi dia!!"

Laki-laki itu memerintahkan beberapa orang temannya untuk memegang tangan dan kaki waiters tersebut. Seolah kepuasannya telah memuncak, keinginannya untuk mempermalukan waiters tersebut ada di depan mata. Ingin sekali rasanya aku menendang pria itu, hanya saja monitor di telingaku terus berbunyi, agar aku tidak usah ikut campur urusan mereka, fokus saja pada misiku untuk mengintai keluarga Starling.

Tapi aku tidak bisa mengendalikan hati nuraniku, aku tidak bisa melihat seorang wanita diperlakukan semena-mena seperti itu. Aku mengepalkan tangan. Mataku melirik ke atas, aku melihat keempat targetku itu malah asik menonton dari atas balkon. Tidak ada satupun orang yang berniat membela waiters tersebut. Aku benar-benar tidak tahan.

Tapi dibalik Kejadian ini, aku sadar, bahwa mereka benar-benar keluarga Starling. Sebuah keluarga yang sangat senang menghancurkan orang lain. Bagaimana mungkin mereka turun ke bawah dan membantu witers tersebut. Mereka malah menjadikan hal itu sebagai tontonan gratis yang bagi mereka itu adalah hal yang sangat menarik.

Mataku lalu tertuju kepada waiters tersebut. Wajahnya pucat pasi, dirinya hanya bisa pasrah dipegangi oleh dua orang pria bertubuh besar. Dia meronta ingin lepas, namun ia tak memiliki tenaga yang kuat. Matanya menatap ke arahku, seolah meminta pertolongan, aku menggigit bibirku dengan rasa geram yang amat sangat. Aku kembali meneguk minumanku.

Aku benar-benar tidak tahan, apa yang harus aku lakukan?

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!