NovelToon NovelToon
Perfect Imperfecta

Perfect Imperfecta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / POV Pelakor / Karir / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Playboy / Tamat
Popularitas:283.3k
Nilai: 5
Nama Author: Etika

Bella sudah berusia dua puluh delapan. Ia masih belum memikirkan soal pernikahan dengan siapapun. Namun, ketika adiknya dilamar orang lain ia dijodohkan dengan seorang yang bahkan tak ia kenal dan sama sekali bukan tipenya.

Bella si perfeksionis harus menikah dengan Aska si urakan. Lantas kehidupan Bella berubah drastis setelah pernikahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Etika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi-Pagi Sebelum Pernikahan Dimulai

Hari yang tak pernah Bella harapkan kehadirannya kini datang juga. Sejak sebelum Subuh, Bapak membangunkan seisi rumah. Ibu ribut menata rumah dan Citra sibuk menyiapkan kebayanya.

Mendengar keributan itu, Bella yang berniat ingin tidur lagi justru terganggu dan memutuskan ke dapur. Mencari sesuatu yang bisa dimakan atau diminum.

" Loh Bell, udah jam lima lewat. Buruan mandi!" Bapaknya memerintah.

Sedangkan Bella hanya mengangguk dan menegak habis air putih dalam botol berisi tiga ratus lima puluh mili liter. Jika boleh jujur, perasaannya jelas tidak karuan. Perutnya mulas dan Bella merasa agak takut.

" Bell, Ayo mandi. Perias kamu sudah sampai hotel," ucap Bapak tidak sabaran.

Acaranya akan dimulai pukul sepuluh sampai pukul dua. Tapi semua orang sudah repot sejak sebelum tidur. Bella berusaha mengumpulkan niat untuk mandi. Biasanya ia akan sangat bersemangat mandi pagi buta seperti ini. Namun kali ini, Bella ingin menenggelamkan diri ketika melihat bath tub-nya yang masih terisi air bekas ia mandi tadi sore.

***

Perasaan Diana benar-benar tidak enak. Sudah tiga hari Aska tidak pulang ke apartemen. Ponselnya mati. Tidak dapat dihubungi.

Kemarin lusa, Diana nekat ke rumah Aska. Satpamnya bilang, Aska sedang tidak di rumah, pergi sejak pagi dengan Mamanya. Kemarin siang, Diana ke rumah Aska lagi dan bertemu kakak perempuan Aska dan suaminya di dalam mobil mereka ketika baru saja akan memencet bel di dekat gerbang.

" Diana ya?" Tanyanya.

Diana tersenyum dan sedikit menundukkan kepala hormat, " iya Mbak. Ini Diana."

Perempuan itu tersenyum, " Tumben kamu kesini, mau ketemu Aska?"

Diana mengangguk. Jujur bertemu dengan keluarga Aska yang lain membuatnya tidak enak, meskipun selain Ayah Aska, keluarga Aska lainnya tak pernah masalah dengan pekerjaan Diana.

" Kalau gitu, masuklah ke mobil. Kita masuk bareng," ujar perempuan berusia tiga puluh limaan itu dengan tenang. Perempuan itu tak perlu bertanya apa-apa untuk tahu jika penjaga gerbang pasti tak akan mengizinkan Diana menemui Aska atas perintah Ayahnya.

Diana menggeleng, " Mbak Rini nggak usah repot-repot. Saya disini aja."

Rini mengangguk, tak ingin memaksa. Di sebelah, suaminya mengklakson agar seseorang di balik gerbang membukakan gerbangnya. Tak lama gerbang terbuka, menampakkan sosok besar yang mendundukkan kepala hormat.

" Kalau gitu kami duluan ya. Kamu hati-hati," ucap Rini sebelum suaminya melajukan mobil, masuk halaman rumah.

Bagi Diana, keluarga Aska sangat baik. Meski mereka kaya, tetapi tetap rendah hati. Rini dan suaminya, Kakak sulung Aska, Romi dan istrinya. Semuanya tak ada yang bermasalah dengan Diana. Bahkan Mama Aska adalah orang yang sangat baik dan suka berbagi. Diana ingat ketika ia dibawakan parfum mahal dari Paris, tiket liburan, voucher makan dan beberapa hal kecil lainnya, membuat Diana merindukan sosok Ibu yang sudah lama pergi.

" Mbak Diana. Mau cari Mas Aska ya?" tanya satpam yang tadi membukakan gerbang. Diana mengerjap, tertarik kembali ke dunia nyata. " Mas Askanya lagi pergi sama Bapak. Mungkin nanti malam baru balik."

Diana menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Perempuan itu tak bisa tidur semalaman, menyebabkan kepalanya berdenyut dan kesadarannya melayang. Beranjak ke pantry, Diana menyeduh kopi. Ia harus tetap terjaga karena ia masih tak menyerah untuk menemui Aska.

Diana akan ke rumah Aska lagi setelah kafeinnya bekerja.

***

" Ka, udah jam berapa ini? Masih glusar-glusur kayak cacing kepanasan. Mandi sana!"

Itu suara Romi, Kakak tertua yang sejak kemarin ikut-ikutan Ayahnya merepotkan diri sendiri.

" Baru jam enam."

Romi geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik bungsunya yang jelas sudah tidak kecil lagi, " Siap-siap atau gua bilangin Ayah?"

Aska mendelik ke arah kakaknya, beranjak berdiri dan berjalan menuju kamar mandi di kamarnya. Ia membasuh muka di wastafel dan memendang penampilannya pagi ini.

Ia tak merasa jika dirinya adalah Aska Aldrik. Sosok di depen cermin jelas bukan dirinya. Rambutnya yang ikal sebahu telah dicukur dan dibentuk curtain. Aska menggeleng. Ia tidak suka dengan potongan rambut seperti itu karena membuat wajahnya yang putih tampak seperti orang korea yang kekanak-kanakkan.

" Aska! Kok lama banget sih mandinya!"

Aska menyumpahi Romi yang menggedor-gedor pintu keras sekali, " bentar kenapa sih? acaranya masih lima jam lagi kan?" teriaknya sambil menyalakan shower dan mulai membasuh tubuhnya.

Tak ada jawaban dari Romi, membuat Aska menikmati mandinya yang terasa segar. Lelaki itu memejamkan mata, berharap adik Bella segera menikah setelah kakaknya menikah. Karena berdasarkan cerita Ayahnya, keluarga Feri adalah penyelamat hidup. Tanpa keluarga itu barangkali Ayahnya tak akan sesukses sekarang, atau mungkin sudah mati karena terkena penyakit kronis sebelum menikah.

Diam-diam, Aska mengakui jika keluarga Feri adalah keluarga baik-baik. Mungkin dengan menikahi Bella, Aska bisa membalas budi atas kebaikan Orang Tua Feri kepada Ayahnya di masa lalu melalui Citra dan segera menceraikan Bella setelah Citra menikah.

Aska masih memejam dan melihat wajah Diana di bayangannya. Sudah tiga hari, batinnya. Aska sangat merindukan kekasihnya.

Dalam bayang, ia memeluk Diana. Menyentuh setiap inci tubuh itu dan membiarkan kekasihnya ******* miliknya yang menegang hingga Aska mencapai puncak. Lelaki itu terduduk lemas di bawah shower. Ketika membuka mata, tak ada siapa-siapa di sana.

" Aska! sudah jam tujuh. Buruan!"

Aska terlonjak. Dadanya berdebar karena untuk kedua kalinya Romi menggedor-gedor pintu kamarnya yang dikunci.

Aska tak menjawab. Ia segera berdiri dan memakai handuknya. Mandi bersama bayangan Diana bisa membuatnya lupa waktu. Sungguh Aska merindukan milik Diana.

***

Selain untuk jogging dan membeli sarapan, Diana tak akan mau repot keluar pagi-pagi seperti ini. Jam yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas dan matahari masih belum puas menunjukkan cahayanya.

Kafeinnya telah bekerja dengan baik. Diana memutuskan mengendarai mobil sendiri untuk mencari Aska di rumahnya.

Seperti biasa, suasana Jakarta pagi di akhir pekan begini lumayan sepi. Barangkali orang-orang memilih bangun sing karena lelah lima hari berturut-turut bangun pagi untuk bekerja. Hal itu menuebabkan Diana sampai ke rumah Aska tak lebih dari lima belas menit dengan jarak tempuh kurang dari delapan kilo meter dari apartemennya.

Ketika Diana memberhentikan mobilnya tak jauh dari gerbang rumah Aska, ponselnya berdering menampakkan nama Steven di layarnya. Steven adalah Manager-nya dari sebuah Management permodelan dimana ia terdaftar sebagai anggota model sejak enam tahun yang lalu.

Diana mengangkat panggilan telepon dari Steven dengan ogah-ogahan karena waktunya jelas tidak tepat.

" Hallo. Selamat pagi, Di?"

" Ya. Ada apa?" suara Diana serak.

" Are you okay?" Selain Aska, Steven adalah orang kedua yang selalu cemas terhadp Diana.

" Nggak apa. Cuma kurang tidur."

Steven berdehem, " Kalau begitu biar gue reschedule lagi aja ya."

Diana menyandarkan punggungnya pada kursi, " ada jadwal pemotretan?" tanyanya yang masih belum tahu. Diana agak tak suka sistem Management-nya yang seenaknya menerima jadwal tanpa bertanya apakah modelnya bisa atau tidak.

" No. Bigger than that, Di."

" Apa?"

" Salah satu PH menghubungi gue barusan. Dia butuh dua ekstras cewek buat main di film horor terbarunya..."

" Trus?"

" Gue udah atur jadwal untuk casting. Nanti sore jam empat. Tapi kalo lo nggak bisa hari ini, mungkin jadwalnya bisa gue undur besok siang jam satu."

Diana tak menjawab. Ia mendengar ucapan Steven bersamaan dengan keluarnya mobil putih yang dihias menggunakan pita krem dan bunga-bungaan. Detik itu jantungnya terasa berhenti berdetak. Ponselnya jatuh dan kabar yang ia dengar beberapa hari lalu rupanya benar-benar terjadi hari ini.

Aska menghilang tanpa kabar dan menikah sebentar lagi. Diana tak kuasa menahan sakit di dadanya. Ia melajukan mobilnya mengikuti mobil putih di depannya.

Untuk pertama kalinya, Diana menyetir sambil menangis.

***

1
Resti Chaniago
astaga diana, knp ngga lepas kerjaan itu aja dr dulu sih
Yesi Marlina
rugi donk bela dapat Aska yg sudah celap celup sama diana
Rini Haryati
bagus
sukses
.....semangat
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan ❤️
Hello_Clo
Violita Putri
pengen liat azka nyesel karena lebih milih diana
Violita Putri
serakah
Violita Putri
kuat janinnya padahal sempat overdosis
Violita Putri
ntar mutia hamil trs minta tanggung jawab 😏
Violita Putri
jangan Bella dulu dong yg jatuh cinta
Ilan Irliana
y loe buruk lg..celup sana celup sono...wllee
Ilan Irliana
bagus lh aska milih diana...mg mutia nnt dtg trus hamil ank aska....bella bhgia m cnt br'y...aska puyeung m 2 cewek'y...hihi
Ilan Irliana
astaga...mg ktauan y m bella..
widya widya
Bella sama Arya aja.. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Labil bener ga sesuai umur.. aska plin plan pula dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
widya widya
lebih setuju bella dan arya. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Blm lg aska plin plan dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
Aulia Franisti08
semangat
Jeny Chan
like kakak...
Aulia Caem
mntep
J-nee Suho💃
eeeh udah tamat aja.. seneng liat bella akhirnya bahagia.. semoga aska juga bahagia yah thor nanti nya..
Diary Tika: Kita lihat saja nanti hehe. Terimakasih buat dukungannya! 😁
total 1 replies
J-nee Suho💃
yang langgeng ya bella sama arya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!