NovelToon NovelToon
Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nnot Senssei

"Aku akan berusaha melawan badai yang akan menerpaku kapanpun itu. Aku siap menerima serangan badai yang besar sekalipun. Aku tidak takut kepada besarnya badai, aku tidak gentar terhadap ganasnya badai. Aku juga tidak akan menyerah walau badai itu terus menggulungku. Aku akan berusaha berdiri di atas badai itu. Aku akan menghadapi badai itu. Aku akan melawan badai itu. Aku akan menari diatas badai itu pula. Hingga pada akhirnya, badai itu bisa menyatu dengan diriku. Aku adalah badai dan badai adalah aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan Lao Yi

Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari gurunya, akhirnya Shin Shui pun faham walau hanya sedikit. Dia faham bahwa jika membahas tentang dunia pendekar tidak akan mengerti kalau tidak dilakukan dengan praktek dilapangan.

"Shui'er," panggil Lao Yi.

"Iya guru, ada apa?" tanya Shun Shui.

"Guru akan bicara padamu, guru mempunyai permohonan padamu. Aku harap kau akan menerimanya dengan tulus," kata Lao Yi yang terlihat bimbang dari raut wajahnya.

"Selama semua itu demi kebaikan, murid akan berusaha untuk mewujudkan permohonan guru. Murid janji tidak akan mengecewakan guru," jawab Shin Shui dengan serius kepada gurunya itu.

"Baiklah kalau begitu, guru akan memberitahumu tujuan sebenarnya dari semua ini," kata Lao Yi.

"Kau aku selamatkan dan aku angkat menjadi murid karena memang sudah takdir. Sebelumnya tidak ada yang dapat menemukan goa ini, aku pun tidak tahu kenapa kau bisa melihatnya. Jadi aku yakin bahwa langit mempertemukan kita dengan sengaja, langit merestui kau menjadi penerusku untuk menciptakan perdamaian di muka bumi."

"Tujuanku melatihmu adalah itu tadi, kau akan menjadi penerusku. Karena kau akan menjadi penerusku, sudah pasti semua ilmu yang aku miliki akan kuberikan padamu Shui'er. Namun untuk sekarang fokuslah berlatih sekuat tenaga, suatu saat nanti kau akan mengetahui lebih jauh. Jika aku yang melatihmu, tidak perlu waktu lama untuk menjadikanmu pendekar yang hebat," Lao Yi bicara panjang lebar kepada Shin Shui.

"Aku berharap, jika kau sudah menguasai semua ilmu yang akan aku turunkan padamu kau akan menjadi malaikat bagi para manusia. Tumpaslah kejahatan yang ada, bantulah siapapun yang membutuhkan bantuan kita. 'Manusiakanlah manusia' Shui'er," kata Lao Yi seraya memandang wajah Shin Shui dengan tatapan serius dan penuh harapan.

Mendengar apa yang diucapkan Lao Yi kepadanya membuat dia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Tapi Shin Shui yakin, bahwa apa yang dikatakan gurunya itu adalah kenyataan dan kepastian.

Jika tidak begitu, untuk apa Lao Yi dulu menyelamatkannya? Untuk apa dia merawatnya? Kira-kira begitu pikiran Shin Shui saat ini.

"Guru tidak perlu khawatir, murid berani bersumpah kepada langit dan bumi bahwa murid akan menjadi manusia seperti yang guru inginkan. Murid berjanji tidak akan mengecewakan guru, jika aku berbohong dengan kata-kataku ini ... aku siap mati saat ini juga," jawab Shin Shui dengan tatapan tajam dan serius tapi penuh hormat.

Perkataan muridnya itu membuat hati Lao Yi bergetar, bagaimanapun sumpah itu sesuatu yang sakral, jika dilanggar pasti akan langsung mendapat bayarannya. Tapi setelah beberapa saat tidak ada tanda-tanda buruk, Lao Yi yakin bahwa ia tidak salah memilih Shin Shui untuk menjadi penerusnya.

"Terimakasih Shui'er," ucapnya.

"Sekarang kau duduk dibawah air terjun itu, mulailah bermeditasi seperti semalam. Guru akan memberitahu bagaimana cara menciptakan dan mengolah tenaga dalam," kata Lao Yi.

Lao Yi lalu menyentuh kening Shin Shui dengan jari telunjuknya. Awalnya Shin Shui bingung apa yang gurunya lakukan, namun kebingungannya itu tak bertahan lama. Sebab sekarang dia faham kenapa Lao Yi menyentuh keningnya.

"Baik guru, akan segera murid laksanakan." Shin Shui langsung berjalan mendekati air terjun yang dimaksud gurunya untuk melakukan meditasi dan memahami tentang tenaga dalam.

Shin Shui mulai duduk bersila diatas batu besar yang tepat berada di bawah air terjun, perlahan dia memejakan matanya. Berusaha mematikan semua indera dan mencoba memasuki alam bawah sadar.

Tak perlu waktu lama untuk dia masuk ke alam bawah sadarnya. Perlahan dia menyatu dengan alam, suara gemercik air terjun perlahan tidak terdengar olehnya, lalu disusul dengan dia tidak bisa mencium bau di sekitarnya. Terakhir dia tidak bisa mendengar dan meraskan nafasnya sendiri.

Hingga akhirnya, dia sudah sepenuhnya masuk ke ala bawah sadar. Sesuatu yang begitu sangat tenang. Seperti sebelumnya, dia berada dalam ruangan yang serba putih.

Bedanya adalah sekarang dia sadar dan tahu apa yang dia lakukan disana. Dia memulai latihan tenaga dalamnya di alam bawah sadar.

Sementara Lao Yi, sekarang dia akan membuat pelindung khusus untuk Shin Shui supaya tidak ada siluman yang dapat mengganggu meditasinya. Lao Yi mulai mengalirkan tenaga dalam kepada telunjuk kanannya.

Sebuah bola tembus pandang yang cukup besar perlahan melindungi Shin Shui dan membungkusnya. Bola itu tipis seperti benang, namun untuk menembusnya sangatlah susah. Bola itu begitu sulit ditembus, keras, bagaikan kerasnya baja putih.

Setelah membuat pelindung untuk muridnya, dia perlahan berjalan memasuki hutan lalu mencari sumber daya dan mencari permata siluman tingkat tinggi untuk dikumpulkan dan diberikan pada Shin Shui.

"Guru akan segera kembali Shui'er. Teruslah berlatih di alam bawah sadarmu," gumam Lao Yi sebelum pergi meninggalkan Shin Shui.

1
Aura Ayu
MC model kek gini nih yang bikin emosi, masih sedikit naif, untuk apa coba ngasih senjata segala, dia yng nolong dia yang ngasih hadiah aneh😑setidaknya kasihlah ke orang yang menurut mu paling deket kelak, jangan asal ngasih, ya gw tau lu kaya skrng tapi kan itu, berkat pemberian guru, bukan mutlak jernih payahmu sendiri kan😑hedeh, tapi coba deh baca lebih lanjut, kalau terus gini tak ada ke naikan sikap, mending skip aja lah🥱
Asiana Tyas
bagus thor
long pu
novel sampah🤢
Aura Ayu: ra suka skip aja
total 1 replies
Zul Fiandi
kok jarang sayaliat tiap membunuh lawan nya jarang mengabil cicin penyimpanan lawan nya tor apa terlalu kaya guru nya zenzui itu😄
Rusdi Bintang
coba ikutin ceritanya dulu kalo hiatus mending tinggalin
⚔️ KING HELL ⚔️
Kirain ceritanya bagus, nggak taunya sampah juga 😁
⚔️ KING HELL ⚔️
Ceritanya ngelantur kemana-mana 😀
Eriksilvi
peran mcnya sangat tidak pas sangat tidak berperan seperti nya peran MC hanya sekedar saja. 🤭🤭😄
Aliff Aiman
next time buat novel kurangkan bercakap benda yang tidak perlu , sikit sikit okay . lama lama orang baca jadi rasa mahu maki saja 🐒
Aliff Aiman
ini lah masalah kalau dah ada perempuan , macam bodoh 🐒
Ferdy Palit
cara berperang bertele tele ya ...pendekar apaan..
Roni Sakroni
terima kasih atas cerita ini thour
Roni Sakroni
sudah tahu efek bertarungnya bisa menghaturkan sekitarnya. malah bertarung di lokasi istana.
Roni Sakroni
Yun mei lebai aaahhhh.....
Roni Sakroni
makan mlulu
Roni Sakroni
seharusnya sang Phoenix disuruh ambil jamur seribu hasiat itu. biar cepet selesai.
Roni Sakroni
emang KLO sudah lihat wanita cantik siapapun terlena.....
Roni Sakroni
apa karena cantik sehingga melawan dengan terpaksa sih
Roni Sakroni
wiihhh mantep mantep tuh
Roni Sakroni
cemburu ceritanya nih.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!