Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.
Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.
Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Suara yang Hilang, Jejak sandi Turki, dan Janji Sang Pengawal
"Apa yang terjadi, Kev? ..."
"Apakah lokasi van hitam, dan dua tentara bayaran tentara turki itu gagal di sergap?"
Tanya Han cepat?... mengantisipasi situasi terburuk.
Kevin memukul meja kontrol dengan kesal, menampilkan grafik enskripsi berlapis yang hancur di layar monitor.
"Gue dan tim A sudah mencoba meretas dan menyusup, ke dalam jaringan komunikasi dua para hitam ( tentara bayaran ) itu di pelabuhan."
Tapi sialan!...."perlindungan cyber dari markas pusat Haryanto, di turki ternyata sangat kuat dan canggih!"...
Kevin menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai kekesalannya.
"Jaringan perlindungan mereka menggunakan enkripsi militer, tingkat tinggi yang terus berubah kode setiap tiga detik."
Jaringan dari turki itu membentangi dua anak buahnya di jakarta dengan sangat kokoh.
Setiap kali tim A kita mencoba mengunci posisi koordinat mereka, sistem mereka langsung melakukan counter attack akan menghapus jejak digital mereka dalam sekejap.
'Kita gagal menyergap mereka hari ini, karena pertahanan luar negeri mereka terlalu kuat.'
Adrian menyipitkan mata elangnya menatap layar yang berkedip statis. rahangnya mengeras.
"Haryanto".
Memanfaatkan seluruh dana kekaisaran bisnis hasil korupsinya ,untuk membangun benteng perlindungan ini di jakarta.
Adrian membalikan badannya, menatap Han dan Kevin dengan aura kepemimpinan yang dingin namun penuh strategi matang.
"Gagal hari ini bukan berarti kita kalah. Kevin, hubungi papa Angel di New york lagi, minta tim cyber amerika untuk membantu memecah enkripsi turki itu dari arah barat."
Dan Han...tetap posisimu, jaga Sisil di rumah mama.
"Biarkan musuh mengira mereka menang di atas angin. karena tepat di hari pernikahan nanti, kita yang akan menjatuhkan skakmat mutlak untuk mereka!"
Malam itu. di bawah penjagaan super ketat di kediaman Nyonya Victoria, perang kecerdasan, teknologi, dan taruhan nyawa antara keluarga Dirgantara melawan jaringan kuat. dari turki resmi memasuki babak baru yang semakin menegangkan dan penuh teka-teki.
Matahari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah gorden, mewah di kediaman Nyonya Victoria.
Namun kehangatan sinarnya seolah tidak mampu mencairkan kebekuan di dalam ruang keluarga.
Sisil duduk di atas sofa panjang, tatapan matanya tetap kosong tertuju pada cangkir teh yang kepulannya sudah menghilang sejak satu jam yang lalu.
Sisil benar-benar mengunci mulutnya rapat-rapat. Sifat barbarnya yang biasanya meledak-ledak kini tertutup oleh tembok trauma yang sangat tebal.
Nala dan Angel yang setia duduk di kedua sisinya menatap sang sahabat dengan mata yang berkaca-kaca.
Kehilangan sosok Sisil yang ceria, dan penuh energi jalanan membuat atmosfer persahabatan Geng three girls, terasa begitu rapuh.
Meskipun Sisil memilih untuk diam dan tidak berbicara sepatah kata pun. tentang kronologi penculikan malam itu, semua orang di ruangan tersebut sudah mengetahuinya dengan pasti.
Asisten Han telah memberitahukan laporan mendetail, kepada Adrian dan Kevin bahwa para pria berbadan tegap yang menyergap Sisil. di gang gelap itu adalah tentara bayaran profesional yang dikirim langsung dari turki, bagian dari jaringan gurita bisnis illegal milik Haryanto.
"Sil....Gue tahu lu sok berat, "bisik Angel dengan suara parau, menyandarkan kepalanya di bahu Sisil yang terasa tegang.
"Tapi lo harus tahu. tikus-tikus dari turki itu nggak akan bisa menyentuh lo, lagi di sini!...rumah Nyonya Victoria ini sudah dijaga ketat oleh tim bersenjata."
Nala menganguk pelan, menggenggam jemari Sisil yang dingin.
"Benar, sil. Adrian marah besar karena musuh masa lalu papanya sampai tega, melibatkan kamu yang tidak bersalah. kami semua ada di sini untukmu."
Di luar pintu kaca yang mengarah ke lobi utama rumah, asisten Han berdiri siaga bersama kepala regu keamanan bayangan pt. Dirgantara megah utama.
Kemeja hitamnya terkancing rapi, namun pandangan matanya tidak pernah lepas dari sosok sisil yang tampak rapuh di dalam ruangan melalui sekat kaca.
"Tuan Han, seluruh sensor gerak dan kamera inframerah di perimeter luar rumah Nyonya Victoria sudah aktif," lapor kepala regu keamanan dengan suara berbisik yang tegas.
"Setiap pergerakan dalam radius lima ratus meter akan langsung terbaca di sistem radar kita."
"Bagus, jangan lengah sedikitpun. "perintah Han dingin, suaranya terdengar sangat tajam dan dipenuhi penekanan yang mutlak.
"Dua tentara bayaran turki itu gagal malam itu karena saya mengintervensi. mereka pasti menyadari bahwa sistem pertahanan kita di jakarta sangat responsif."
Fokus mereka sekarang kemungkinan besar, adalah menyusun taktik sabotase baru untuk hari H pernikahan yang tinggal beberapa minggu lagi.
Setelah memastikan laporan tim keamanan beres, Han melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki yang teratur tanpa suara.
Ia berjalan mendekati sofa. tempat ketiga gadis itu berkumpul.
Merasa kehadiran Han yang kaku, Angel dan Nala dengan peka memberikan ruang bagi pria itu untuk mendekati Sisil.
Asisten Han menarik napas panjang, mencoba menetralkan debaran jantungnya yang mendadak melompat ugal-ugalan.
Di hadapannya. Sisil duduk dengan kepala tertunduk, meremas piyamanya erat-erat dengan kebisuan yang teramat menyiksa.
Han melangkah maju. lalu perlahan menurunkan tubuh tegapnya untuk berlutut dengan satu kaki di depan meja kaca, membuat posisinya kini sejajar dengan tempat duduk Sisil.
"Sisil, tolong dengarkan saya baik-baik? "ucap Han dengan suara baritonya yang rendah lembut, namun dipenuhi ketegasan seorang pria yang siap mempertaruhkan nyawa.
Saya tahu anda trauma. saya tahu anda ketakutan setelah kejadian malam itu. tetapi, anda tidak boleh terus mengunci diri dalam ketakutan seperti ini!
Sisil tidak bergeming, namun jemarinya berhenti meremas kain piyama. ia mendengarkan.
"Dua orang pria berbadan besar yang menyergap anda di gang sepi malam itu!....mereka bukan perampok biasa yang mengincar sepeda tua legendaris anda."
Lanjut Han, mulai menceritakan kebenaran yang selama ini mereka selidiki bersama Kevin dan Nala.
"Mereka adalah tentara bayaran profesional yang dikirim langsung dari turki. mereka adalah bagian dari jaringan ilegal bisnis Haryanto, penghianat besar yang dulu merampok aset mendiang papa tuan Adrian hingga bangkrut."
Mendengar kata 'Turki' dan 'pernikahan; kelopak mata Sisil sedikit bergerak.
"Target utama mereka di jakarta bukan anda!..."Sisil.
Target mereka adalah menghancurkan, dan menyabotase hari pernikahan Nala dan tuan Adrian beberapa minggu lagi.
Mereka panik, melihat tuan Adrian berhasil bangkit merintis kekaisaran bisnis pt. Dirgantara megah utama, dari nol setelah lulus dari Harvard.
Karena anda adalah penanggung jawab lapangan dekorasi bunga altar dari floris toko bunga.
"Mereka ingin menculik anda. untuk merebut kartu identitas steril dan sandi keamanan masuk ke area gedung utama, "jelas Han panjang lebar tanpa ada yang di tutupi lagi.
Sisil perlahan mendongak. matanya yang bulat kini tampak sembab, menatap lurus ke dalam sepasang mata pada milik asisten Han.
Ada kilat kepanikan dan rasa bersalah yang mencuat di wajah polosnya. jadi...
Karena dirinya yang memegang urusan bunga, sahabat terbaiknya kini ikut terancam?
Sebelum Sisil sempat tenggelam dalam rasa bersalahnya. Han perlahan merogoh saku dalam pakaiannya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut plastik berbentuk mawar merah yang sudah agak lecet- jepit rambut legendaris milik Sisil yang ia sandra selama beberapa minggu ini.
Namun, alih-alih meletakkannya di atas meja seperti yang ia rencanakan sebelumnya.
Tangan kekar Han justru bergerak maju. dengan gerakan yang teramat pelan, hati-hati, dan sangat lembut. Han mengulurkan tangannya menyentuh rambut panjang Sisil yang sedikit berantakan.
Ia menyisipkan anak-anak rambut sisil ke belakang telinga, lalu dengan perlahan mengancingkan jepit rambut mawar merah itu tepat di sisi kanan rambut Sisil.
Sisil membeku seketika. tubuhnya menegang, dan napasnya seolah berhenti sedikit.
Sentuhan tangan Han yang hangat di kulit kepalanya membuat seluruh tubuhnya dialiri sengatan listrik yang teramat manis.
"Jepit rambut ini milik anda, Sisil. saya memakaikannya kembali ke tempatnya, " bisik Han dengan tatapan mata yang mengunci seluruh jiwa Sisil.
Alasan saya menyimpannya di saku jas saya setiap hari?...
Alasan mengapa saya selalu membawanya ke manapun saya pergi, bahkan menaruhnya di atas meja samping tempat tidur sebagai teman tidur saya setiap malam! ...
Itu karena saya memiliki perasaan kepada anda. saya menyukai anda, Sisil!"
Gadis desa itu langsung tersadar sepenuhnya dari keterpurukannya. jantungnya berdegup kencang secara ugal-ugalan.
Wajah barbarnya mendadak merona merah, padam mengalahkan warna mawar merah di rambutnya karena salah tingkat tinggi.
" Mulai detik ini, selama jepit mawar ini bertengger di sana. saya bersumpah....saya akan menjadi perisai hidupmu, menjaga anda di setiap detiknya dengan taruhan nyawa saya sendiri,"janji Han dengan tulus.
Sisil menelan ludah, memalingkan wajahnya yang super panas sambil mendengar, dan suara cemprengnya menahan tangis haru, " Dasar....tuan kanebo kering tukang bohong! awas ya kalau ingkar janji!"
Nala dan Angel yang mengintip dari jendela kaca di dapur. seketika mendengar pernyataan cinta, asisten Han yang kaku itu terhadap sahabatnya Sisil.
Menutup mulutnya hampir tidak percaya! namun, akhirnya Angel dan Nala tersenyum.
Sementara itu, drama ketegangan di kubu turki justru berbanding terbalik. dua tentara bayaran suruhan Haryanto itu merasa sangat puas.
Mereka mengira, mereka telah menang di atas angin karena karena tim IT Pt. Dirgantara megah utama gagal menembus sistem pertahanan enkripsi militer mereka yang kokoh.
Kabar baik lainnya pun datang bergulir. melalui jaringan enkripsi internasional, Kevin berhasil terhubung kembali dengan New york.
Papa Angel dan mama Angel mengabarkan bahwa mereka. berdua sudah mengemas barang, dan bersiap terbang ke indonesia menggunakan jet pribadi dalam minggu ini.
Orang tua Angel yang memiliki kekuasaan bisnis properti. dan ekspor - impor rahasia berskala global itu, akan membawa seluruh tim hukum dan cyber amerika mereka langsung ke jakarta.
Aliansi besar dari New york
Kini siap membantu adrian dan Nala. membentengi hari pernikahan mereka yang tinggal beberapa minggu lagi, sekaligus mempersiapkan peran finansial untuk membekukan dan meruntuhkan kekaisaran Haryanto di turki hingga ke akar-akarnya.
Badai masa lalu kini bersiap, menghadapi tembok pertahanan keluarga dirgantara yang tidak akan tertandingi.
Dua tentara bayaran suruhan Haryanto dari turki itu salah besar!...
Di bawah perlindungan enkripsi militer.
yang mereka bawa dari istanbul, mereka mengira telah berhasil memblokir pergerakan IT Pt. Dirgantara megah utama.
Mereka merasa berada di atas angin, setelah menganggap menggagalkan penyergapan Sisil sebelumnya.
Namun mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Nala Putri jauh lebih cerdas, teliti, dan cerdik daripada dugaan mereka.
Sebagai seorang sekretaris pribadi yang dididik langsung oleh Adrian, Nala sengaja meminta Kevin dan tim It (Tim A) untuk mengendurkan sedikit peretasan cyber mereka tadi malam. itu adalah bagian dari strategi umpan balik yang direncanakan oleh Nala.
Nala membiarkan musuh merasa menang, padahal melalui pelacak IP tersembunyi yang ia tanam secara mandiri, Nala justru berhasil melacak balik, mengunci, dan mengetahui setiap detail gerak-gerik serta rute logistik rahasia tim yurki tersebut ke jakarta secara mutlak.
"Mereka mengira kita kehilangan jejak karena enkripsi mereka kuat. Padahal Ip rahasia mereka sudah masuk dalam radar kendali kita." ucap Nala. dengan senyuman tenang namun mematikan di depan layar monitor utama.
Adrian yang berdiri sampingnya menatap calon istrinya itu dengan binar penuh kekaguman kan rasa bangga biasa posesif.
kabar baik lainnya pun datang berguling melalui kerjasama jarak jauh yang dilakukan oleh Kevin dan Angel. Angel yang berada di New York bersama tim cyber korporasi milik orang tuanya terus bertukar data digital dengan Kevin di jakarta.
Dari hasil pelacakan tersebut, mereka mendeteksi bahwa Haryanto sendiri beserta sisa komplotannya dari turki berencana untuk nekat menyusul langsung ke jakarta.
Menjelang hari H pernikahan demi menghancurkan martabat keluarga Adrian di depan para kolega international.