NovelToon NovelToon
Sword Wanderer Live'S Stream

Sword Wanderer Live'S Stream

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Satu... dua... tiga..."

​Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.

​[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]

​"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.pengepungan

*BUM! BUM! BUM!*

Hantaman di pintu besi Bunker 404 makin menjadi-jadi. Karat-karat tua berguguran dari langit-langit langit bunker, bercampur dengan debu tebal yang bikin pandangan agak kabur. Palang besi penahan di balik pintu sudah melengkung membentuk sudut tajam, hampir patah.

"Ji, tiga sinyal merah di luar bener-bener gak sabaran!" Jinho berseru dari balik meja konsol, tangannya gemetaran mengetik di keyboard laptop pantau. "Mereka dapet *buff [Bloodlust]* dari sistem, semua stat mereka naik tiga puluh persen!"

Gua mengencangkan genggaman pada gagang **[Bone-Eater]**. Bilah pedang putih-hitam itu terasa dingin, namun aliran energi dari kabel tembaganya perlahan merambat ke pergelangan tangan gua, memberikan sensasi berat yang solid.

"Bagus kalau mereka cepat," ucap gua tenang. "Gua gak suka nunggu lama buat makanan pembuka."

*PRRAAAKKK!*

Satu hantaman terakhir yang luar biasa keras berhasil meremukkan palang besi. Pintu bunker terlempar ke dalam, menghantam lantai beton dengan dentangan yang memekakkan telinga. Debu tebal menyembur masuk, dan dari balik kegelapan lorong teater, tiga pasang mata merah menyala melompat maju secara bersamaan.

**[Monster: Mad Wasteland-Wolf (Level 4) - Buff: Bloodlust]**

**[Deskripsi: Serigala mutan bertubuh sebesar motor sport dengan bulu berduri baja dan taring yang dilapisi racun busuk.]**

*AWOOOOOO!*

Serigala yang berada di posisi paling depan langsung menerjang gua dengan mulut terbuka lebar, air liur beracunnya menetes ke lantai, siap merobek dada gua. Kecepatannya yang mendapat *buff* sistem memang terlihat mengerikan bagi orang biasa, menyerupai kilatan bayangan hitam.

Tapi bagi gua, berkat pasokan sinyal 100% tanpa hambatan dari mesin *Sovereign Edition* di dunia nyata, jalur lompatannya terbaca sangat jelas di udara.

Gua gak mundur. Gua justru melangkah menyamping ke kanan setengah langkah, membiarkan tubuh raksasa serigala pertama melesat bebas di samping kiri gua. Di saat yang sama, tangan kanan gua mengayunkan *Bone-Eater* dalam sudut tebasan vertikal dari bawah ke atas.

*JLESSS!*

Bilah tulang *Bone-Eater* memotong mulus bagian bawah perut serigala yang tidak terlindungi duri baja.

*Ting!*

**[Efek Khusus [Acid Bite] Terpicu!]**

**[Zirah target meleleh sebanyak 5 poin!]**

Darah hitam pekat menyembur, disertai kepulan asap tipis akibat korosi asam dari pedang gua. Serigala pertama bahkan belum sempat mendarat di lantai ketika tubuhnya terbelah dua di udara dan langsung meledak menjadi abu digital.

"Satu," gumam gua dingin.

Dua serigala sisanya yang melihat temannya mati dalam satu tebasan tidak mendadak takut. Efek *[Bloodlust]* membuat mereka kehilangan akal sehat. Mereka langsung menyerang dari dua arah berbeda secara sinkron—satu mengincar kaki gua dengan sapuan cakarnya, sementara yang lain melompat untuk menerkam kepala gua dari atas.

"Ji! Di atas dan di bawah!" Jinho berteriak panik.

Gua memutar poros tubuh gua, menurunkan posisi mekanis kaki hingga menyentuh lantai. Bukannya menahan serangan atas atau bawah, gua justru menggunakan teknik **[Bulan Tenggelam]** yang sudah dimodifikasi dengan stat *Dexterity* gua yang tinggi.

Gua memutar *Bone-Eater* membentuk lingkaran penuh di sekeliling tubuh gua dengan kecepatan maksimal. Ujung pedang yang melengkung mirip sabit itu sengaja gua kaitkan ke pergelangan kaki depan serigala yang menyerang dari bawah, lalu menggunakan berat tubuhnya sendiri untuk membantingnya ke atas, tepat ke arah jalur terkaman temannya yang datang dari udara!

*BUMMM!*

Kedua serigala level 4 itu bertabrakan keras di udara. Benturan itu membuat tulang-tulang mereka berderit patah, menghentikan total seluruh momentum serangan terencana mereka.

**[Sistem: Taktik Rekayasa Benturan Sempurna! Kedua target mengalami status 'Stun' selama 1.5 detik!]**

"Selesai," bisik gua.

Sebelum tubuh mereka yang saling bertumpukan itu jatuh menyentuh lantai, gua melesat maju. Dua tusukan lurus yang super cepat dan presisi dilepaskan tanpa jeda, menembus tepat ke bagian belakang kepala kedua serigala tersebut, menghancurkan inti energi mereka secara mutlak.

*JLEB! JLEB!*

Keheningan kembali menguasai Bunker 404. Dua gundukan abu hitam perlahan tersapu angin malam yang masuk lewat pintu yang hancur.

**[Sistem: Anda telah membunuh 'Mad Wasteland-Wolf (Lv. 4)' x3!]**

**[Mendapatkan: 600 EXP, 30 Koin Wasteland.]**

**[Level Anda meningkat: Level 2 -> Level 3!]**

**[Mendapatkan Item Drops: [Taring Serigala Beracun (Bahan Crafting)] x2, [Duri Baja Wasteland] x5]**

Gua nurunin ujung *Bone-Eater*, menghela napas pendek untuk menstabilkan kondisi fisik karakter gua. Efek naik tingkat ke Level 3 langsung memulihkan seluruh stamina gua yang terkuras dalam sekejap.

Gua nengok ke arah Jinho yang pelan-pelan nongol dari balik meja konsol, matanya melotot natap sisa-sisa abu di lantai lantas beralih ke arah gua seolah-olah gua adalah monster yang sebenarnya di dalam ruangan ini.

"T-Tiga monster level empat... kelar dalam waktu kurang dari dua puluh detik?" Jinho nelan ludah berat, suaranya serak. "Ji, lu bener-bener curang. Sistem Gaia susah-susah ngasih *buff* pembunuh ke monster, tapi lu malah jadiin mereka bahan latihan pedang baru."

Gua terkekeh pelan sambil masukin sisa bahan *crafting* yang berjatuhan di lantai ke dalam *inventory* sistem gua. "Sistemnya gak salah, Jinho. Mereka cuma lupa kalau di dunia *survival* kayak gini, hukum tertingginya bukan soal seberapa besar level atau *buff* lu... tapi siapa yang bisa nebas duluan sebelum kepalanya hilang."

Gua jalan ke arah pintu bunker yang hancur, natap keluar ke arah lorong teater tua yang gelap gulita. Di kejauhan, gua bisa ngerasain fluktuasi energi yang gak biasa, disusul sama suara langkah kaki sepatu bot militer yang berat, berjalan mendekat ke arah bunker kami.

Langkah kaki manusia, bukan monster.

Mata emas gua berkilat tajam di balik kegelapan. "Jinho, matiin lampu konsol utama sekarang. Kita kedatangan tamu... dan bau dari niat mereka... murni bau penjarahan."

1
EAGLE EZ
mungkin nanggung
SecretivePlotter
sama pembesar otong
SecretivePlotter
kek manhwa itu inimah
EAGLE EZ: benar cuman ide nya di ambil dari novel misal coverbook nya cuy
total 1 replies
SecretivePlotter
pinjol
SecretivePlotter
ya gak usah beli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!