NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Hening menyelimuti ruang keluarga, hanya terdengar detak jam dinding yang berirama lambat. Azalea menahan napas, rasa dingin menjalar di punggung mendengar kalimat tegas itu—tak ada keraguan sedikit pun di nada suara Daxon. Meski begitu, hatinya bergetar bukan cuma karena takut, ada rasa terlindungi yang bercampur cemas, apalagi saat pandangan Daxon jatuh tepat ke perutnya.

Ia memeluk lengan bajunya sendiri, bibirnya mengerucut menahan gugup sekaligus sifat keras kepalanya yang tak mau kalah.

"Jadi… semua ancaman, semua musuh yang kau sembunyikan… sekarang juga jadi milikku dan anak di dalam kandunganku?" tanya Azalea suaranya sedikit bergetar, matanya tak beralih menatap tajam ke manik hitam Daxon.

Daxon bergerak pelan, duduk lebih dekat hingga lututnya bersentuhan penuh dengan kaki Azalea. Tangannya yang kasar namun hangat kembali meraih tangan Azalea, meletakkannya di atas perutnya sendiri seolah ingin Azalea merasakan ketegasan yang sama.

"Mulai detik ini ya," bisiknya makin rendah, nada dinginnya perlahan melembut jadi janji berat yang tak bisa dibantah. "Tapi ingat satu hal, musuhku bukan ancaman buatmu—karena aku yang berdiri di depan kalian. Tidak ada yang akan sampai menyentuhmu, apalagi anak ini."

Ia mengangkat tangan Azalea, mengecup punggungnya sekilas, tatapan matanya berubah tajam seolah membayangkan siapa pun yang berani mencoba melanggarnya.

"Kau istriku, Azalea. Tidak peduli seberapa gelap duniaku—kau dan anakku tetap aman. Itu hukumku."

Azalea menegakkan dagunya, sorot matanya tajam menyembunyikan perih di balik nada dinginnya. Ia menarik tangannya dari genggaman Daxon sekuat tenaga.

“Aku bukan istrimu,” ucapnya tegas, suaranya bergetar menahan emosi. “Aku hanya tempat wadah untuk mendapatkan pewarismu saja.”

Hening sejenak mengunci ruangan. Daxon tak tampak tersinggung sedikit pun, sebaliknya sudut bibirnya sedikit terangkat, tatapan matanya makin gelap dan bertekad kuat. Ia condong lebih dekat, jarak mereka nyaris hilang.

“Ya sudah,” jawabnya pelan namun tak terbantahkan, nada rendah yang membuat jantung Azalea berdesir tak menentu. “Kalau begitu kita nikah besok lusa. Aku akan mempersiapkan semuanya—mulai surat, saksi, hingga tempatnya. Tidak ada yang bisa membatalkan.”

Azalea tak mampu membalas sepatah kata pun, bibirnya terkunci rapat dan ia hanya terdiam kaku. Melihat ekspresi bingung sekaligus marah yang tersirat di wajah itu, Daxon terkekeh pelan, suara beratnya bergema lembut di ruang hening.

“Kenapa kau tertawa?” sergah Azalea, alisnya bertaut tajam. “Tidak ada yang lucu sama sekali.”

Daxon condong sedikit ke depan, sorot matanya meneliti wajah Azalea dengan pandangan yang sulit diartikan—setengah menggoda, setengah serius. “Apakah janin di dalam perut itu ada perempuan dan laki‑laki?” tanyanya tiba‑tiba, lalu nada bicaranya makin rendah, “Kalau tidak, kenapa sifatmu ada dua sekaligus? Sekali tegas, suka menatap tajam seperti baru saja, tapi sesaat kemudian bisa bermanja‑manja sepenuh hati.”

Azalea menahan napas, dadanya bergemuruh karena perih sekaligus kesal. Ia hendak membalas tajam, suaranya sedikit bergetar. “Jadi kau tak suka aku bermanja‑manja padamu? Atau jangan‑jangan kau sudah tidak menyu—”

Belum sempat kalimat itu tuntas, Daxon tiba‑tiba menarik Azalea dan menyambar bibir Azalea dengan ciuman yang mendesak namun tak kasar, mematikan sisa ucapan di mulutnya seketika. Azalea tersentak, matanya terbuka lebar lalu perlahan terpejam, tubuhnya kaku sejenak sebelum kehilangan kata‑kata.

Di ambang pintu ruang kerja, Aldirc yang baru saja melangkah keluar langsung berhenti mendadak. Ia mengangkat kedua tangan pelan dan segera mundur sambil menutup pintu kembali tanpa bersuara. Tak jauh di belakangnya, Bi Yati juga terpaku diam mematung, kantong berisi bakso masih erat tergenggam di tangan—ia tak berani bergerak sedikit pun, berharap kehadirannya tak terdeteksi oleh mereka berdua.

Daxon perlahan melepaskan ciuman di bibir Azalea, napasnya hangat dan teratur berkebalikan dengan dada Azalea yang naik‑turun kencang karena terkejut dan gugup. Wajah gadis itu memerah merambat sampai ke telinga, matanya sempat terpejam rapat sebelum perlahan terbuka, menatap Daxon dengan bingung bercampur sisa kekesalan yang belum sempat terlontar.

“Jangan sekali pun berkata seperti itu. Besok lusa kita akan menikah dan kau akan menjadi istri sahku.”

Azalea terdiam seribu bahasa, wajahnya merona merah padam hingga ke telinga, menunduk tak berani menatap balik. Daxon pun mengalihkan pandangan, matanya menangkap sosok Bi Yati yang diam mematung di sudut ruangan, erat menggenggam kantong kertas beruap hangat.

“Apa yang ada di dalam kantong itu?” tanya Daxon dingin namun tenang.

Azalea tersentak kecil, segera menoleh ke belakang dan menyadari kehadiran pelayan itu.

“Ini bakso, Tuan. Nyonya menitipkan ini saat saya hendak pergi ke supermarket,” jawab Bi Yati dengan kepala sedikit menunduk, suaranya sopan dan hati‑hati.

Daxon berbalik menatap Azalea sejenak, sudut bibirnya sedikit melembut. “Baiklah, kau makanlah. Aku mau ke ruang kerja dulu, Aldirc sudah menungguku.”

Azalea mengangkat wajah, menyunggingkan senyum manis—bercampur rasa malu dan lega—ke arah Daxon. Ia berdiri dari sofa empuk itu, berjalan mendekati Bi Yati yang masih menunggu diam.

“Terima kasih, Bi Yati,” ucapnya sopan sambil merogoh saku piyama, menyerahkan selembar uang pas untuk mengganti biaya belanja. “Ini uang untuk mengganti uang yang Bibi gunakan beli bakso ini.”

“Terima kasih, Nyonya,” jawab Yati sambil menerimanya dengan kedua tangan.

“Ya sudah Bi, aku ke ruang makan dulu. Aku ingin segera makan bakso ini,” kata Azalea sambil menarik napas harum kuah gurih yang mulai menyebar.

“Iya, Nyonya,” sahut Bi Yati.

Azalea berjalan santai menuju ruang makan, uap hangat dari kantong bakso menerpa wajahnya, sedikit menenangkan detak jantungnya yang masih berasa sisa ciuman dan ia juga mengingat janji Daxon tadi. Ia duduk di kursi panjang beralas beludru, membuka kemasan—kuah bening berminyak, taburan daun bawang dan seledri langsung menguar aroma gurih memenuhi ruangan sepi.

Saat sendoknya baru menyentuh butiran bakso, pikirannya kembali melayang. “Besok lusa menikah… benar‑benar jadi istri sah, bukan sekadar wadah pewaris lagi? ” Ia mengerucutkan bibir pelan, sifat keras kepalanya sempat bangkit, tapi perutnya yang sedikit membulat disentuh lembut membuat keraguannya perlahan luntur.

Pintu ruang kerja tertutup rapat di belakang Daxon. Ia berjalan tenang menuju sofa, duduk bersandar, lalu berucap tegas tanpa bertele‑tele.

“Mulai besok kau harus siapkan segala keperluan pernikahan. Aku dan Azalea akan menikah besok lusa.”

Aldirc yang tadinya bersandar santai di sofa, seketika menegakkan punggungnya. Tatapannya tajam, tak percaya, membuatnya terdiam sesaat sebelum bersuara.

“Kau serius akan menikah dengannya besok lusa?” Ia menggeleng pelan, nada peringatan terdengar jelas. “Kalau Ibumu dan Valeria tahu—begitu pun musuh‑musuh yang mengintai di sekeliling kita—berita ini pasti cepat sampai ke telinga mereka. Dan kau tahu sendiri, mereka tidak akan ragu menyerang kita lewat Azalea.”

Daxon menatap lurus ke arah sahabat sekaligus bawahannya itu, sorot matanya dingin namun penuh tekad yang tak tergoyahkan.

“Aku tidak peduli,” ucapnya rendah dan mantap. “Aku tetap akan menikahinya besok lusa. Aku akan melindungi Azalea, juga anakku yang tumbuh di dalam kandungannya—tidak ada satu pun yang boleh menyentuh mereka.”

Aldirc menghela napas panjang, akhirnya mengangkat kedua tangan tanda mengalah meski raut wajahnya masih menyisakan kekhawatiran.

“Baiklah… baiklah,” ucapnya pelan, lalu mulai bergerak mengambil buku catatan di atas meja kerja. “Semua akan kusiapkan—surat, saksi, tempat, sampai pengamanan ketat sekalipun."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
sari dan aldrich bakal jadi pasangan kocak nih🤣🤣🤣
Mia Camelia
thor, kapan daxon pulang ?🤔🤔🤔kasian azalea kesepian gitu😔
Risa Virgo Always Beau
Daxon perhatian banget sampai membukakan pintu buat Azalea
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea mau menemui ibunya Daxon keren deh
Risa Virgo Always Beau
Daxon ngga sadar wajahnya penuh bibir merahnya Azalea
Risa Virgo Always Beau
Tenyata Daxon ingin menikahi Azalea serta melindungi Azalea dan darah dagingnya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Azalea sebenarnya Daxon itu orang baik walau dia mafia
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea itu hamil kembar wah senang banget deh
Risa Virgo Always Beau
Azalea kasihan Daxon tuh dia cemburu
Risa Virgo Always Beau
Wah Azalea pasti kecewa dengan Daxon deh
Risa Virgo Always Beau
Azalea ternyata Daxon mengutarakan isi hatinya kepada kamu
Risa Virgo Always Beau
Daxon kamu perhatian banget ke Azalea ya
Risa Virgo Always Beau
Daxon perhatian sekali ke Azalea sampai menyuapi Azalea bubur
Risa Virgo Always Beau
Wah Daxon sadis juga ke orang yang melukai Azalea dan anaknya
Risa Virgo Always Beau
Valeria kamu wanita kejam banget kalau anaknya Daxon keguguran kamu bakal di hajar
Risa Virgo Always Beau
Wah Daxon sosweet juga ya ke Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon sudah mencintai Azalea ya sepertinya
Risa Virgo Always Beau
Ibunya Daxon kejam banget membunuh ayahnya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Daxon pasti senang karena di suapi sate oleh Azalea
Risa Virgo Always Beau
Aldric kamu jangan penakut dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!